# Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D)

*English: Accumulation/Distribution Indicator (A/D): What it Tells You*

> Pelajari Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D) untuk mengukur akumulasi atau distribusi saham berdasarkan volume dan harga.

**Definisi:** Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D) adalah indikator kumulatif yang menggunakan volume dan harga untuk menilai apakah suatu saham sedang diakumulasi atau didistribusikan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/accumulationdistribution

---

## Apa Itu Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D)?

Indikator akumulasi/distribusi (A/D) adalah indikator kumulatif yang menggunakan volume dan harga untuk menilai apakah suatu saham sedang diakumulasi atau didistribusikan. Ukuran A/D berusaha mengidentifikasi divergensi antara harga saham dan aliran volume. Ini memberikan wawasan tentang seberapa kuat suatu tren. Jika harga naik tetapi indikator turun, maka itu menunjukkan bahwa volume pembelian atau akumulasi mungkin tidak cukup untuk mendukung kenaikan harga dan penurunan harga bisa datang.

### Poin Penting

## Rumus Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D)

MFM = ( Close − Low ) − ( High − Close ) High − Low di mana: MFM = Money Flow Multiplier Close = Harga penutupan Low = Harga terendah untuk periode tersebut High = Harga tertinggi untuk periode tersebut

Money Flow Volume = MFM × Period Volume

A/D = Previous A/D + CMFV di mana: CMFV = Volume aliran uang periode berjalan

Cara Menghitung Garis A/D

## Apa yang Diberitahukan oleh Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D)?

Garis A/D membantu menunjukkan bagaimana faktor penawaran dan permintaan memengaruhi harga. A/D dapat bergerak searah dengan perubahan harga atau berlawanan arah.

Pengali dalam perhitungan memberikan tolok ukur seberapa kuat pembelian atau penjualan selama periode tertentu. Ini dilakukan dengan menentukan apakah harga ditutup di bagian atas atau bawah rentangnya. Ini kemudian dikalikan dengan volume. Oleh karena itu, ketika saham ditutup mendekati level tertinggi dalam rentang periode tersebut dan memiliki volume tinggi, itu akan menghasilkan lonjakan A/D yang besar. Sebaliknya, jika harga ditutup mendekati level tertinggi dalam rentang tersebut tetapi volume rendah, atau jika volume tinggi tetapi harga ditutup lebih ke tengah rentang, maka A/D tidak akan naik sebanyak itu.

Konsep yang sama berlaku ketika harga ditutup di bagian bawah rentang harga periode tersebut. Baik volume maupun penutupan harga dalam rentang periode menentukan seberapa besar A/D akan turun.

Gambar oleh Sabrina Jiang © Investopedia 2021

Garis A/D dapat membantu menilai tren harga dan berpotensi mendeteksi pembalikan yang akan datang. Jika harga suatu sekuritas sedang dalam tren turun sementara garis A/D berada dalam tren naik, maka indikator menunjukkan mungkin ada tekanan beli dan harga sekuritas dapat berbalik ke atas. Sebaliknya, jika harga suatu sekuritas sedang dalam tren naik sementara garis A/D berada dalam tren turun, maka indikator menunjukkan mungkin ada tekanan jual, atau distribusi yang lebih tinggi. Ini memperingatkan bahwa harga mungkin akan turun.

Dalam kedua kasus, kemiringan garis A/D memberikan wawasan tentang tren. Garis A/D yang naik tajam mengkonfirmasi harga yang naik tajam. Demikian pula, jika harga turun dan A/D juga turun, maka masih ada banyak distribusi dan harga kemungkinan akan terus turun.

## Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D) vs. On-Balance Volume (OBV)

Kedua indikator teknikal ini menggunakan harga dan volume, meskipun dengan cara yang sedikit berbeda. On-balance volume (OBV) melihat apakah harga penutupan saat ini lebih tinggi atau lebih rendah dari penutupan sebelumnya. Jika penutupan lebih tinggi, maka volume periode tersebut ditambahkan. Jika penutupan lebih rendah, maka volume periode tersebut dikurangi.

Indikator A/D tidak memperhitungkan penutupan sebelumnya dan menggunakan pengali berdasarkan di mana harga ditutup dalam rentang periode tersebut. Oleh karena itu, indikator menggunakan perhitungan yang berbeda dan dapat memberikan informasi yang berbeda.

## Keterbatasan Penggunaan Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D)

Indikator A/D tidak memperhitungkan perubahan harga dari satu periode ke periode berikutnya, dan hanya berfokus pada di mana harga ditutup dalam rentang periode saat ini. Ini menciptakan beberapa anomali.

Asumsikan saham mengalami gap down 20% dengan volume sangat besar. Harga berfluktuasi sepanjang hari dan ditutup di bagian atas rentang hariannya, tetapi masih turun 18% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan seperti itu sebenarnya akan menyebabkan A/D naik. Meskipun saham kehilangan nilai yang signifikan, ia ditutup di bagian atas rentang hariannya; oleh karena itu, indikator akan meningkat, kemungkinan besar secara dramatis, karena volume yang besar. Trader perlu memantau grafik harga dan menandai setiap potensi anomali seperti ini, karena dapat memengaruhi cara indikator diinterpretasikan.

Selain itu, salah satu kegunaan utama indikator adalah untuk memantau divergensi. Divergensi dapat berlangsung lama dan merupakan sinyal waktu yang buruk. Ketika divergensi muncul antara indikator dan harga, itu tidak berarti pembalikan akan segera terjadi. Mungkin perlu waktu lama bagi harga untuk berbalik, atau mungkin tidak berbalik sama sekali.

A/D hanyalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk menilai kekuatan atau kelemahan dalam suatu tren, tetapi tidak tanpa kekurangannya. Gunakan indikator A/D bersama dengan bentuk analisis lain, seperti analisis price action, pola grafik, atau analisis fundamental, untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang apa yang menggerakkan harga saham.


## FAQ

**Apa fungsi utama Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D)?**
Fungsi utama Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D) adalah untuk menilai apakah suatu saham sedang diakumulasi (dibeli) atau didistribusikan (dijual) dengan menganalisis volume dan pergerakan harga.

**Bagaimana A/D mengukur akumulasi atau distribusi?**
A/D menggunakan pengali yang memperhitungkan di mana harga ditutup dalam rentang periode tersebut dan mengalikannya dengan volume untuk menentukan aliran uang, yang kemudian dikumulasikan.

**Apa yang ditunjukkan oleh divergensi antara A/D dan harga saham?**
Divergensi antara A/D dan harga saham dapat mengindikasikan potensi pembalikan tren; jika harga turun sementara A/D naik, itu bisa menandakan tekanan beli dan potensi kenaikan harga, dan sebaliknya.

**Apa keterbatasan dari Indikator A/D?**
Keterbatasan utama A/D adalah tidak memperhitungkan perubahan harga antar periode dan bisa memberikan sinyal yang menyesatkan dalam kasus gap down besar yang ditutup di bagian atas rentang harian, serta divergensi yang bisa bertahan lama.