# Rasio Uji Asam: Indikator Likuiditas Penting

*English: Understanding the Acid-Test Ratio: A Key Liquidity Indicator*

> Pelajari Rasio Uji Asam (Quick Ratio), indikator likuiditas krusial untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek.

**Definisi:** Rasio Uji Asam adalah metrik keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aset yang paling likuid.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/acidtest

---

## Memahami Rasio Uji Asam

Rasio uji asam umumnya dikenal sebagai rasio cepat (quick ratio). Rasio ini menggunakan data dari neraca perusahaan untuk menunjukkan apakah perusahaan memiliki sarana untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio 1,0 atau lebih umumnya menunjukkan bahwa perusahaan dapat membayar kewajiban jangka pendeknya. Rasio kurang dari 1,0 menunjukkan bahwa perusahaan mungkin kesulitan membayarnya.

### Poin Penting

Investopedia / Joules Garcia

## Apa Itu Rasio Uji Asam?

Analis lebih memilih menggunakan rasio uji asam daripada rasio lancar (current ratio), yang juga dikenal sebagai rasio modal kerja, dalam situasi tertentu karena metode uji asam mengabaikan aset seperti persediaan yang mungkin sulit dilikuidasi dengan cepat. Rasio uji asam adalah metrik yang lebih konservatif.

Perusahaan dengan rasio uji asam kurang dari 1,0 tidak memiliki aset likuid yang cukup untuk membayar kewajiban lancarnya dan oleh karena itu harus diperlakukan dengan hati-hati. Aset lancar perusahaan sangat bergantung pada persediaan jika rasio uji asam jauh lebih rendah daripada rasio lancar.

Ini bukan pertanda buruk dalam semua kasus, karena beberapa model bisnis secara inheren bergantung pada persediaan. Toko ritel mungkin memiliki rasio uji asam yang sangat rendah tanpa harus dalam bahaya. Kisaran yang dapat diterima untuk rasio uji asam akan bervariasi antar industri dan Anda akan menemukan bahwa perbandingan paling bermakna ketika Anda menganalisis perusahaan sejenis dalam industri yang sama.

Rasio uji asam untuk sebagian besar industri harus melebihi 1,0 tetapi rasio yang tinggi tidak selalu baik. Ini bisa menunjukkan bahwa kas telah menumpuk dan menganggur daripada diinvestasikan kembali, dikembalikan kepada pemegang saham, atau digunakan secara produktif.

### Penting

Beberapa perusahaan teknologi menghasilkan arus kas yang besar dan oleh karena itu memiliki rasio uji asam setinggi 7 atau 8. Ini tentu lebih baik daripada alternatifnya, tetapi perusahaan-perusahaan ini telah mendapat kritik dari investor aktivis yang lebih memilih agar pemegang saham menerima sebagian dari keuntungan.

## Menghitung Rasio Uji Asam

Pembilang rasio uji asam dapat didefinisikan dalam berbagai cara, tetapi pertimbangan utama haruslah mendapatkan pandangan yang realistis tentang aset likuid perusahaan. Kas dan setara kas harus dimasukkan, begitu pula investasi jangka pendek seperti sekuritas yang dapat diperdagangkan (marketable securities).

Piutang usaha (accounts receivable) umumnya disertakan, tetapi ini tidak sesuai untuk setiap industri. Piutang usaha dalam industri konstruksi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk dipulihkan daripada praktik standar di industri lain, sehingga memasukkannya dapat membuat posisi keuangan perusahaan tampak jauh lebih aman daripada kenyataannya.

Rumusnya adalah:

Rasio Uji Asam = Kas + Sekuritas yang Dapat Diperdagangkan + Piutang Usaha / Kewajiban Lancar

Cara lain untuk menghitung pembilang adalah dengan mengambil semua aset lancar dan mengurangi aset yang tidak likuid. Yang terpenting, persediaan harus dikurangi. Ini akan secara negatif memengaruhi gambaran untuk bisnis ritel karena jumlah persediaan yang mereka miliki.

Elemen lain yang muncul sebagai aset di neraca harus dikurangi jika tidak dapat digunakan untuk menutupi kewajiban dalam jangka pendek. Ini dapat mencakup uang muka kepada pemasok, pembayaran di muka (prepayments), dan aset pajak tangguhan (deferred tax assets).

Penyebut rasio harus mencakup semua kewajiban lancar, utang, dan kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun. Penting untuk dicatat bahwa waktu tidak diperhitungkan dalam rasio uji asam. Perusahaan bisa berada dalam posisi yang jauh lebih goyah daripada yang ditunjukkan oleh rasionya jika piutang usahanya hampir jatuh tempo, tetapi piutangnya baru akan diterima dalam beberapa bulan. Sebaliknya juga bisa terjadi.

### Fakta Cepat

Istilah "uji asam" dikabarkan berasal dari pengujian logam mulia seperti emas dengan asam untuk memastikan keasliannya.

## Contoh Rasio Uji Asam

Rasio uji asam perusahaan dapat dihitung menggunakan neracanya. Berikut adalah versi ringkas dari neraca Apple Inc. (AAPL) per 27 Januari 2022, yang menunjukkan komponen aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan. Semua angka dalam jutaan dolar:

Untuk mendapatkan aset lancar likuid perusahaan, tambahkan:

Untuk mendapatkan kewajiban lancar, tambahkan:

Kemudian bagi aset likuid lancar dengan kewajiban lancar untuk menghitung rasio uji asam. Perhitungannya akan terlihat seperti ini:

Tidak semua orang menghitung rasio ini dengan cara yang sama. Tidak ada satu metode pasti untuk menentukan rasio uji asam perusahaan. Beberapa analis mungkin menyertakan item neraca lain yang tidak termasuk dalam contoh ini. Yang lain mungkin menghapus item yang kita gunakan di sini. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana penyedia data sampai pada kesimpulan mereka sebelum menggunakan metrik yang diberikan kepada Anda.

## Apa Perbedaan Antara Rasio Lancar dan Rasio Uji Asam?

Rasio lancar, yang juga dikenal sebagai rasio modal kerja, dan rasio uji asam keduanya mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk menghasilkan kas yang cukup untuk membayar semua utangnya jika jatuh tempo sekaligus.

Rasio uji asam dianggap lebih konservatif daripada rasio lancar, karena perhitungannya mengabaikan item seperti persediaan, yang mungkin sulit dilikuidasi dengan cepat. Perbedaan utama lainnya adalah bahwa rasio uji asam hanya mencakup aset yang dapat dikonversi menjadi kas dalam 90 hari atau kurang. Rasio lancar mencakup yang dapat dikonversi menjadi kas dalam satu tahun.

## Apa yang Ditunjukkan oleh Rasio Uji Asam?

Rasio uji asam atau rasio cepat menunjukkan apakah perusahaan memiliki atau dapat memperoleh kas yang cukup untuk membayar kewajiban segera, seperti utang jangka pendek. Rasio uji asam untuk sebagian besar industri harus melebihi 1,0. Perusahaan tidak memiliki aset likuid yang cukup untuk membayar kewajiban lancarnya jika kurang dari 1,0 dan oleh karena itu harus diperlakukan dengan hati-hati.

Aset lancar perusahaan sangat bergantung pada persediaan jika rasio uji asam jauh lebih rendah daripada rasio lancar. Namun, rasio yang sangat tinggi dapat menunjukkan bahwa kas yang terakumulasi menganggur daripada diinvestasikan kembali, dikembalikan kepada pemegang saham, atau digunakan secara produktif.

## Bagaimana Cara Menghitung Rasio Uji Asam?

Bagi kas perusahaan, sekuritas yang dapat diperdagangkan, dan total piutang usaha dengan kewajiban lancarnya. Informasi ini dapat ditemukan di neraca perusahaan.

## Kesimpulan

Rasio uji asam, yang juga disebut rasio cepat, adalah metrik yang digunakan untuk menentukan apakah perusahaan diposisikan untuk menjual aset dalam waktu 90 hari untuk memenuhi pengeluaran segera. Analis umumnya percaya bahwa bisnis dapat membayar pengeluaran segera jika rasionya lebih dari 1,0. Bisnis tidak dapat melakukannya jika kurang dari 1,0.

Keandalan rasio ini bergantung pada industri bisnis yang Anda evaluasi, jadi yang terbaik adalah menggunakannya saat membandingkan perusahaan serupa.

Koreksi—8 November 2023: Versi sebelumnya dari artikel ini menyatakan bahwa untuk menghitung kewajiban lancar, Anda harus menambahkan piutang usaha dan aset lancar lainnya, padahal sebenarnya adalah kewajiban lancar lainnya.


## FAQ

**Apa itu Rasio Uji Asam?**
Rasio Uji Asam, atau quick ratio, adalah indikator likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, tidak termasuk persediaan.

**Berapa rasio uji asam yang ideal?**
Secara umum, rasio uji asam 1,0 atau lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Namun, rasio yang ideal dapat bervariasi antar industri.

**Mengapa rasio uji asam lebih konservatif daripada rasio lancar?**
Rasio uji asam lebih konservatif karena mengabaikan persediaan, yang mungkin sulit untuk dijual dengan cepat, sehingga memberikan gambaran yang lebih realistis tentang kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban segera.

**Apa yang dapat ditunjukkan oleh rasio uji asam yang sangat tinggi?**
Rasio uji asam yang sangat tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki terlalu banyak kas yang menganggur dan tidak diinvestasikan kembali atau digunakan secara produktif, yang mungkin tidak disukai oleh pemegang saham.

**Bagaimana cara menghitung rasio uji asam?**
Rasio uji asam dihitung dengan membagi total aset likuid (kas, sekuritas yang dapat diperdagangkan, dan piutang usaha) dengan total kewajiban lancar perusahaan.