# Spirits Animal dalam Keuangan: Dampak pada Pasar dan Keputusan

*English: Animal Spirits in Finance: Impact on Markets and Decisions*

> Pelajari tentang 'Spirits Animal' dalam keuangan, faktor psikologis yang memengaruhi keputusan ekonomi dan pasar.

**Definisi:** Spirits Animal merujuk pada faktor psikologis dan emosional yang memengaruhi keputusan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/animal_spirits

---

## Apa Itu Spirits Animal?

"Spirits Animal" mengacu pada faktor psikologis dan emosional yang memengaruhi keputusan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Istilah ini dicetuskan oleh ekonom John Maynard Keynes, yang menyoroti bagaimana emosi seperti kepercayaan konsumen dan ketakutan mendorong perilaku pasar dan tindakan investor, yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar. Artikel ini mengeksplorasi asal-usul, signifikansi, dan contoh Spirits Animal dalam konteks keuangan.

Istilah ini berasal dari bahasa Latin spiritus animalis, yang berarti "napas yang membangkitkan pikiran." Dalam beberapa hal, wawasan Keynes tentang perilaku manusia memprediksi munculnya ekonomi perilaku.

Investopedia / Bailey Mariner

## Konsep yang Mendasari Spirits Animal

Konsep teknis spiritus animalis dapat ditelusuri kembali ke tahun 300 SM, dalam bidang anatomi manusia dan fisiologi medis. Di sana, spirits animal merujuk pada cairan atau roh yang ada dalam aktivitas sensorik dan ujung saraf di otak yang menghasilkan fenomena psikologis massal seperti mania atau histeria.

Spirits animal juga muncul dalam budaya sastra, di mana istilah ini merujuk pada keadaan keberanian fisik, keceriaan, dan kegembiraan. Makna sastra menyiratkan bahwa spirits animal bisa tinggi atau rendah tergantung pada tingkat kesehatan dan energi individu.

## Pengaruh Spirits Animal pada Pasar Keuangan

Saat ini dalam keuangan, istilah spirits animal muncul dalam psikologi pasar dan ekonomi perilaku. Spirits Animal mewakili emosi kepercayaan diri, harapan, ketakutan, dan pesimisme yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan keuangan, yang pada gilirannya dapat mendorong atau menghambat pertumbuhan ekonomi. Jika semangat rendah, maka tingkat kepercayaan akan rendah, yang akan menurunkan pasar yang menjanjikan-bahkan jika fundamental pasar atau ekonomi kuat. Sebaliknya, semangat tinggi meningkatkan kepercayaan diri dan dapat menyebabkan kenaikan harga pasar.

### Tip

Spirits Animal dapat menimbulkan gelembung dalam harga aset, dan juga dapat menyebabkan penjualan panik.

### Peran Emosi dalam Keputusan Bisnis

Menurut teori di balik spirits animal, keputusan para pemimpin bisnis didasarkan pada intuisi dan perilaku pesaing mereka daripada analisis yang solid. Keynes memahami bahwa di masa pergolakan ekonomi, pikiran irasional mungkin memengaruhi orang saat mereka mengejar kepentingan pribadi keuangan mereka.

Keynes lebih lanjut berpendapat dalam The General Theory bahwa mencoba memperkirakan imbal hasil masa depan dari berbagai industri, perusahaan, atau aktivitas menggunakan pengetahuan umum dan wawasan yang tersedia "tidak banyak berarti dan terkadang tidak berarti sama sekali." Dia mengusulkan bahwa satu-satunya cara orang dapat membuat keputusan di lingkungan yang tidak pasti adalah jika spirits animal membimbing mereka.

### Pandangan Kontemporer tentang Spirits Animal

Pada tahun 2009, istilah spirits animal kembali populer ketika dua ekonom-George A. Akerlof (penerima Nobel dan profesor ekonomi di University of California) dan Robert J. Shiller (profesor ekonomi di Yale University)-menerbitkan buku mereka, Animal Spirits: How Human Psychology Drives the Economy, and Why it Matters for Global Capitalism.

Di sini, para penulis berpendapat bahwa meskipun spirits animal penting, sama pentingnya bagi pemerintah untuk secara aktif campur tangan untuk mengendalikannya-melalui pembuatan kebijakan ekonomi-jika diperlukan. Jika tidak, para penulis berpendapat, semangat tersebut mungkin berjalan sendiri-sendiri-yaitu, kapitalisme bisa lepas kendali, dan menghasilkan jenis pemanjaan berlebihan yang kita lihat dalam krisis keuangan 2008.

Lima jenis kognitif dan psikologis spirits animal yang diidentifikasi oleh Akerlof dan Shiller meliputi yang berikut. Fenomena ini membantu para ekonom mempertimbangkan jawaban atas pertanyaan rumit seperti "mengapa ekonomi jatuh ke dalam depresi" dan mengapa harga keuangan dan investasi perusahaan begitu fluktuatif?"

## Studi Kasus Spirits Animal dalam Aksi

### Gelembung Dotcom Dijelaskan

Spirits Animal sering bermanifestasi sebagai psikologi pasar yang didefinisikan oleh ketakutan atau keserakahan. Untuk yang terakhir, istilah "kegembiraan irasional" telah digunakan untuk menggambarkan antusiasme investor yang mendorong harga aset jauh lebih tinggi daripada yang dibenarkan oleh fundamental aset tersebut. Cukup menambahkan "dotcom" ke nama perusahaan meningkatkan nilai pasarnya ke tingkat yang luar biasa, dengan startup yang menunjukkan nol pendapatan diperdagangkan dengan harga saham yang semakin tinggi.

Krisis yang terjadi kemudian melihat indeks Nasdaq, yang telah naik lima kali lipat antara tahun 1995 dan 2000, anjlok dari puncak 5.048,62 pada 10 Maret 2000, menjadi 1.139,90 pada 4 Oktober 2002, penurunan 76,81%. Pada akhir tahun 2001, sebagian besar saham dot-com bangkrut.

### Memahami Resesi Hebat

Contoh lain adalah menjelang krisis keuangan 2008-09 dan Resesi Hebat, ketika pasar dipenuhi dengan inovasi keuangan. Penggunaan kreatif produk keuangan baru dan yang sudah ada-seperti collateralized debt obligations (CDOs)-berlimpah, terutama di pasar perumahan. Awalnya, tren ini dianggap positif, sampai instrumen keuangan baru ditemukan menipu dan curang. Kepercayaan investor runtuh, memicu aksi jual dan menyebabkan pasar anjlok. Kasus yang jelas dari spirits animal yang merajalela.

## Debat tentang Teori Spirits Animal

"Spirits Animal" mengacu pada kecenderungan harga investasi untuk naik dan turun berdasarkan emosi manusia daripada nilai intrinsik. Namun, teori ini telah dikritik oleh beberapa ekonom yang berpendapat bahwa pasar tetap efisien dan bahwa irasionalitas individu akan terhapus dalam agregat. Tesis spirits animal, seperti ekonomi perilaku, pada dasarnya mengganggu asumsi efisiensi dan rasionalitas.

Para kritikus mengatakan gelembung terjadi akibat keterlibatan bank sentral dan regulasi, bukan psikologi massa, yang mengganggu pertumbuhan dan keseimbangan pasar. Ide-ide ini sering datang dari ekonomi Austria atau libertarianisme, yang menyalahkan peningkatan pasokan uang untuk gelembung dan malinvestasi.

## Intinya

John Maynard Keynes memperkenalkan konsep spirits animal untuk menjelaskan bagaimana emosi manusia seperti kepercayaan diri, harapan, ketakutan, dan pesimisme dapat memengaruhi pengambilan keputusan keuangan dan hasil pasar. Faktor-faktor psikologis ini sering mendorong kepercayaan konsumen dan psikologi pasar, yang mengarah pada fenomena seperti gelembung atau penjualan panik, dan menantang asumsi tradisional ekonomi tentang rasionalitas dan efisiensi. Memahami spirits animal dan dampaknya terhadap investasi dapat memberikan wawasan tentang potensi perilaku pasar yang irasional dan pentingnya mengelola emosi dalam keputusan keuangan.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan 'Spirits Animal' dalam konteks keuangan?**
'Spirits Animal' adalah istilah yang merujuk pada faktor psikologis dan emosional, seperti kepercayaan diri, ketakutan, dan harapan, yang memengaruhi keputusan investasi dan perilaku pasar, terutama di saat ketidakpastian ekonomi.

**Siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Spirits Animal' dalam ekonomi?**
Istilah 'Spirits Animal' dalam konteks ekonomi dicetuskan oleh ekonom terkemuka, John Maynard Keynes.

**Bagaimana 'Spirits Animal' dapat memengaruhi pasar keuangan?**
Spirits Animal dapat memengaruhi pasar dengan mendorong investor untuk membuat keputusan berdasarkan emosi daripada analisis fundamental. Semangat yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan harga aset yang tidak rasional (gelembung), sementara semangat yang rendah dapat memicu penjualan panik.

**Apa contoh nyata dari 'Spirits Animal' dalam aksi?**
Contoh nyata dari 'Spirits Animal' termasuk gelembung dot-com di akhir 1990-an, di mana antusiasme investor mendorong harga saham perusahaan teknologi naik secara drastis, dan krisis keuangan 2008-09 yang dipicu oleh inovasi keuangan yang berlebihan dan runtuhnya kepercayaan investor.

**Apakah ada pandangan kontemporer mengenai 'Spirits Animal'?**
Ya, ekonom seperti George A. Akerlof dan Robert J. Shiller berpendapat bahwa 'Spirits Animal' sangat penting dalam mendorong ekonomi, dan menyarankan intervensi pemerintah melalui kebijakan ekonomi untuk mengendalikannya guna mencegah gejolak pasar yang berlebihan.