# Liga Arab: Peran dan Sejarahnya

*English: Inside the Arab League: Its Role and Historical Timeline*

> Pelajari peran Liga Arab dalam ekonomi dan politik Timur Tengah & Afrika Utara, sejarah, piagam, dan strukturnya.

**Definisi:** Liga Arab adalah organisasi regional yang terdiri dari 22 negara Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan, mengoordinasikan kegiatan politik, dan mempromosikan kerjasama ekonomi di antara negara-negara anggotanya.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/arab_league

---

## Mengenal Liga Arab: Peran dan Dampaknya

Liga Arab adalah organisasi yang terdiri dari 22 negara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Banyak dari negara-negara ini merupakan bagian dari wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Organisasi ini didirikan pada tahun 1945 dan berkantor pusat di Kairo. Secara resmi dikenal sebagai League of Arab States, fokusnya adalah pada pembangunan ekonomi dan politik negara-negara anggota serta penyelesaian konflik.

Anggota Liga (dan tahun mereka diterima) meliputi:

*   Mesir*
*   Irak*
*   Transjordan (sekarang Yordania)*
*   Lebanon*
*   Arab Saudi*
*   Suriah*
*   Yaman*
*   Libya (1953)
*   Sudan (1956)
*   Tunisia (1958)
*   Maroko (1958)
*   Kuwait (1961)
*   Aljazair (1962)
*   Uni Emirat Arab (1971)
*   Bahrain (1971)
*   Qatar (1971)
*   Oman (1971)
*   Mauritania (1973)
*   Somalia (1974)
*   Palestina (1976)
*   Djibouti (1977)
*   Komoro (1993)

*menandakan negara anggota pendiri

Ada empat negara yang diberikan status pengamat oleh Liga: Brasil, Eritrea, India, dan Venezuela.

Negara-negara Liga Arab memiliki tingkat populasi, kekayaan, produk domestik bruto (PDB), dan literasi yang sangat bervariasi. Mereka semua adalah negara mayoritas Muslim dan berbahasa Arab, tetapi Mesir dan Arab Saudi dianggap sebagai pemain dominan di Liga. Melalui perjanjian pertahanan bersama, kerjasama ekonomi, dan perdagangan bebas, di antaranya, liga membantu negara-negara anggotanya untuk mengoordinasikan program pemerintah dan budaya guna memfasilitasi kerjasama dan membatasi konflik.

### Fakta Singkat

Ketika Yordania bergabung dengan Liga Arab, nama resminya adalah Transjordan.

## Latar Belakang Sejarah Liga Arab

Liga dibentuk pada tahun 1945 setelah tujuh negara anggota pendiri menandatangani Protokol Alexandria di Kairo pada tahun sebelumnya. Isu utama saat itu adalah pembebasan negara-negara Arab yang masih berada di bawah kekuasaan kolonial.

Kairo adalah kantor pusat asli Liga pada tahun 1945. Hal itu berubah pada tahun 1979 ketika dipindahkan ke Tunis, Tunisia. Organisasi tersebut mencabut keanggotaan Mesir setelah menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Liga membangun kembali hubungan dengan Mesir pada tahun 1987 dan memindahkan kantor pusatnya kembali ke Kairo ketika Mesir diterima kembali sebagai negara anggota pada tahun 1989.

Liga Arab bertindak tegas dan bulat selama pemberontakan Musim Semi Arab pada awal 2011 dengan mencabut keanggotaan Libya dan Suriah pada tahun yang sama. Liga mendukung tindakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap pasukan pemimpin Libya saat itu, Muammar Gaddafi. Keanggotaan Libya dipulihkan pada akhir tahun itu setelah seorang perwakilan dari Dewan Transisi Nasional diangkat setelah penggulingan Gaddafi dari jabatannya untuk bertindak sebagai pemerintah sementara. Suriah diterima kembali ke dalam Liga pada tahun 2023.

Liga Arab mengutuk Negara Islam pada tahun 2014 dan beberapa anggotanya melancarkan serangan udara terhadap organisasi militan tersebut. Pada tahun 2011, Liga mengeluarkan resolusi untuk mencabut keanggotaan Suriah karena penggunaan kekuatan oleh pemerintah terhadap warga sipil, meskipun kemudian dipulihkan. Pada tahun 2018 dan 2019, organisasi tersebut meminta Turki untuk menarik diri dari Suriah.

Pada April 2021, Liga meminta Somalia untuk mengadakan pemilihan presiden dan parlemen yang tertunda.

### Sikap Liga Arab terhadap Israel

Salah satu tujuan awal Liga Arab adalah mencegah pecahnya Palestina melalui penciptaan negara Yahudi Israel, karena organisasi tersebut mengakui Palestina sebagai negara terpisah.

Posisi Liga terhadap Israel sejak saat itu tidak konsisten. Pada tahun 2019, Liga mengecam rencana Israel untuk menganeksasi Lembah Yordan. Pada Februari 2020, Liga mengecam rencana perdamaian Timur Tengah yang diajukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, dengan mengatakan bahwa rencana tersebut "tidak memenuhi hak dan aspirasi minimum rakyat Palestina." Namun, beberapa anggota tampaknya menyetujui rencana tersebut, dan pada September 2020, Liga tidak mengutuk keputusan Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi tersebut.

### Fakta Singkat

Salah satu tindakan Liga Arab yang paling bertahan lama dan bulat: boikot ekonomi anggota-anggotanya terhadap Israel antara tahun 1948 dan 1993.

## Menjelajahi Piagam Liga Arab

Piagam Liga Arab didirikan pada 22 Maret 1945, dan disebut sebagai Pakta Liga Negara-Negara Arab. Piagam ini ditandatangani oleh para pemimpin tujuh negara anggota pendiri: Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Arab Saudi, Suriah, dan Yaman. Sesuai dengan perjanjian tersebut, negara-negara anggota bertujuan untuk memperkuat hubungan mereka dan menegakkan kedaulatan mereka.

Pakta ini terdiri dari 20 pasal yang menguraikan tujuan, tata kelola, kantor pusat, dan pembentukan Dewan Liga Arab. Pakta ini juga memuat tindakan yang harus diambil untuk menyelesaikan perselisihan di antara anggota.

Ada juga lampiran mengenai isu-isu berikut:

*   Kerjasama ekonomi
*   Hak-hak wanita
*   Perlindungan lingkungan
*   Perdagangan
*   Pendidikan
*   Kesehatan
*   Budaya

## Struktur Dewan Liga Arab

Dewan Liga adalah badan tertinggi Liga Arab dan terdiri dari perwakilan negara-negara anggota, biasanya menteri luar negeri, perwakilan mereka, atau delegasi tetap. Setiap negara anggota memiliki satu suara.

Dewan bertemu dua kali setahun, pada bulan Maret dan September. Dua atau lebih anggota dapat meminta sesi khusus jika mereka menginginkannya.

Sekretariat jenderal mengelola operasi harian liga dan dipimpin oleh sekretaris jenderal. Sekretariat jenderal adalah badan administratif liga, badan eksekutif dewan, dan dewan menteri khusus.

## Konflik di Antara Anggota Liga Arab

Efektivitas dan pengaruh Liga Arab terhambat oleh perpecahan di antara negara-negara anggota. Selama Perang Dingin, beberapa anggota mendukung Uni Soviet sementara yang lain bersekutu dengan negara-negara Barat. Ada juga persaingan atas kepemimpinan Liga-terutama antara Mesir dan Irak.

Permusuhan antara monarki seperti Arab Saudi, Yordania, dan Maroko telah mengganggu, begitu pula dengan tindakan negara-negara yang mengalami perubahan politik seperti Mesir di bawah Gamal Abdel Nasser dan Libya di bawah Muammar Gaddafi. Serangan terhadap Irak pimpinan Saddam Hussein oleh Amerika Serikat juga menciptakan keretakan signifikan di antara anggota Liga Arab.

Resolusi Dewan tidak harus disetujui secara bulat oleh anggota. Namun, karena resolusi tersebut hanya mengikat bagi negara-negara yang memilihnya-tidak ada negara yang harus mematuhinya melawan kehendaknya-efektivitasnya agak terbatas, seringkali hanya berupa deklarasi daripada kebijakan yang diterapkan.

## Apa Tujuan Liga Arab?

Tujuan resmi Liga Arab adalah untuk mencari kerjasama erat di antara anggotanya dalam hal-hal yang menjadi kepentingan bersama-khususnya, ekonomi, komunikasi, budaya, kewarganegaraan, kesejahteraan sosial, dan kesehatan; untuk memperkuat hubungan, meningkatkan komunikasi, dan mempromosikan kepentingan bersama di antara negara-negara berbahasa Arab.

Pakta Liga Negara-Negara Arab, dokumen pendiri organisasi tersebut, mengidentifikasi misi Liga sebagai berikut: "Tujuan Liga adalah untuk mendekatkan hubungan antara negara-negara anggota dan mengoordinasikan kegiatan politik mereka dengan tujuan mewujudkan kolaborasi yang erat di antara mereka, untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan mereka, dan untuk mempertimbangkan secara umum urusan dan kepentingan negara-negara Arab."

## Siapa Pemimpin Liga Arab?

Liga Arab dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Per Maret 2024, Ahmed Aboul Gheit memegang jabatan tersebut. Ia menjabat pada tahun 2016.

## Apakah Liga Arab Masih Ada?

Ya, Liga Arab masih ada. Namun, anggota-anggota melewatkan KTT Liga dan menolak posisi, yang mungkin merupakan tanda berkurangnya antusiasme terhadap organisasi tersebut.

Beberapa cendekiawan dan negarawan merasa bahwa Liga tidak mampu mengatasi kelumpuhan mendasar, karena perpecahan internal di antara negara-negara anggotanya, yang mengarah pada "resolusi [yang] sudah dibuat sebelumnya, ketinggalan zaman, tidak relevan, dan secara refleks anti-Israel," seperti yang dinyatakan dalam artikel tahun 2020 yang diposting oleh Begin-Sadat Center for Strategic Studies. Kesimpulan dari Begin-Sadat Center for Strategic Studies adalah bahwa "sudah waktunya untuk menutupnya."

"Kelumpuhan Liga mencerminkan ketidakrelevanannya sejak tahun 2000-an," kata Sean Yom, associate professor di Temple University, Philadelphia, dan penulis "From Resilience to Revolution: How Foreign Interventions Destabilize the Middle East", dalam wawancara tahun 2018. "Jika kita melihat Liga menghilang begitu saja, mungkin akan memakan waktu satu atau dua dekade lagi."

## Mengapa Turki Tidak Ada di Liga Arab?

Turki telah menyatakan minat untuk memiliki status pengamat di Liga, tetapi ditolak karena beberapa alasan. Termasuk di antaranya adalah penolakan dari Irak, yang warga Kurdi-nya sering berkonflik dengan Turki, dan dari Suriah, yang masih mengklaim Provinsi Hatay milik Turki. Liga juga telah mengutuk intervensi militer Turki di Libya dan negara-negara lain.

## Apakah Liga Arab Aliansi Militer?

Liga Arab bukanlah aliansi militer per se. Namun, negara-negara anggotanya yang mendirikan sepakat untuk bekerja sama dalam urusan militer dan mengoordinasikan pertahanan militer. Pada KTT 2007, para pemimpin negara-negara anggotanya memutuskan untuk mengaktifkan kembali pertahanan bersama mereka dan membentuk pasukan penjaga perdamaian untuk dikerahkan di Lebanon Selatan, Darfur, Irak, dan titik-titik panas lainnya.

Pada KTT 2015 di Mesir, negara-negara anggota sepakat untuk membentuk pasukan militer sukarela bersama secara prinsip.

## Kesimpulan

Ada banyak organisasi antar pemerintah yang berbeda di seluruh dunia. Beberapa di antaranya bersifat global, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, sementara yang lain lebih fokus pada wilayah tertentu seperti Liga Arab. Kelompok ini terdiri dari 22 negara anggota yang mencakup Timur Tengah dan Afrika Utara. Seperti kelompok serupa lainnya, tujuan Liga Arab adalah untuk memperkuat hubungan antar negara anggota sambil mempromosikan pembangunan politik dan ekonomi mereka.


## FAQ

**Apa tujuan utama Liga Arab?**
Tujuan utama Liga Arab adalah untuk memperkuat hubungan antar negara anggota, mengoordinasikan kegiatan politik mereka, menjaga kemerdekaan dan kedaulatan mereka, serta mempertimbangkan urusan dan kepentingan negara-negara Arab secara umum.

**Kapan dan di mana Liga Arab didirikan?**
Liga Arab didirikan pada tahun 1945 dan berkantor pusat di Kairo, Mesir.

**Berapa banyak negara yang menjadi anggota Liga Arab?**
Liga Arab memiliki 22 negara anggota dan empat negara pengamat.

**Apakah Liga Arab sebuah aliansi militer?**
Liga Arab bukan aliansi militer per se, tetapi negara-negara anggotanya sepakat untuk bekerja sama dalam urusan militer dan mengoordinasikan pertahanan militer.

**Bagaimana efektivitas Liga Arab?**
Efektivitas Liga Arab terkadang terhambat oleh perpecahan di antara negara-negara anggota, dan resolusi yang diambil hanya mengikat bagi negara yang memilihnya, sehingga membatasi efektivitasnya.