# Indikator Aroon: Identifikasi Kekuatan Tren Harga

*English: Aroon Indicator: Formula, Calculations, Interpretation, Limits*

> Pelajari Indikator Aroon: rumus, cara menghitung, interpretasi, dan batasannya untuk identifikasi tren harga aset.

**Definisi:** Indikator Aroon adalah alat analisis teknikal yang mengukur kekuatan tren harga aset dengan melacak waktu antara pencapaian titik tertinggi dan terendah dalam periode tertentu.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/aroon

---

## Indikator Aroon: Rumus, Perhitungan, Interpretasi, Batasan

Indikator Aroon adalah indikator teknikal yang dapat mengidentifikasi perubahan tren dalam harga aset, serta kekuatan tren tersebut. Indikator Aroon pada dasarnya mengukur waktu antara titik tertinggi dan waktu antara titik terendah selama berbagai periode. Tren naik yang kuat akan secara teratur melihat titik tertinggi baru, dan tren turun yang kuat akan secara teratur melihat titik terendah baru. Indikator ini terdiri dari garis AroonUp dan garis AroonDown. Indikator Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande.

### Poin Penting

## Rumus dan Cara Menghitung Indikator Aroon

```math
\begin{aligned}
\text{Aroon Up} &= \frac{25-\text{Periods Since 25 period High}}{25} \ast100\\ 
\text{Aroon Down} &= \frac{25-\text{Periods Since 25 period Low}}{25}\ast100
\end{aligned}
```

Perhitungan Aroon memerlukan pelacakan harga tertinggi dan terendah, biasanya selama 25 periode.

## Memahami Indikator Aroon

Indikator Aroon diciptakan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Indikator ini digunakan oleh analis teknikal untuk mengidentifikasi seberapa kuat tren harga aset serta perubahan apa pun dalam harga aset. Asumsi utama yang mendasari indikator ini adalah bahwa harga saham akan secara teratur ditutup pada titik tertinggi baru selama tren naik, dan secara teratur mencapai titik terendah baru selama tren turun. Hal ini terutama ditunjukkan melalui garis naik dan garis turun.

Garis AroonUp dan AroonDown mengukur kekuatan tren naik dan kekuatan tren turun, masing-masing. Garis-garis ini berfluktuasi antara nol dan 100. Nilai yang mendekati 100 menunjukkan tren yang kuat dan nilai yang mendekati nol menunjukkan tren yang lemah, di mana semakin rendah AroonUp, semakin lemah tren naik dan semakin kuat tren turun, dan sebaliknya.

Indikator ini berfokus pada 25 periode terakhir tetapi diskalakan ke nol dan 100. Oleh karena itu, pembacaan AroonUp di atas 50 berarti harga mencapai titik tertinggi baru dalam 12,5 periode terakhir. Pembacaan mendekati 100 berarti titik tertinggi terlihat sangat baru. Konsep yang sama berlaku untuk AroonDown. Ketika berada di atas 50, titik terendah terlihat dalam 12,5 periode. Pembacaan AroonDown mendekati 100 berarti titik terendah terlihat sangat baru.

Persilangan dapat menandakan titik masuk atau keluar. Persilangan AroonUp di atas AroonDown dapat menjadi sinyal beli. Persilangan AroonDown di atas AroonUp dapat menjadi sinyal jual. Ketika kedua indikator berada di bawah 50, ini dapat menandakan bahwa harga sedang konsolidasi. Titik tertinggi atau terendah baru tidak dibuat.

### Penting

Trader dapat mengamati breakout serta persilangan Aroon berikutnya untuk menandakan arah pergerakan harga.

## Batasan Menggunakan Indikator Aroon

Indikator Aroon dapat memberikan sinyal titik masuk atau keluar yang baik. Dalam kasus lain, indikator ini akan memberikan sinyal yang buruk atau palsu. Sinyal beli atau jual mungkin terjadi terlambat setelah pergerakan harga yang substansial telah terjadi. Hal ini terjadi karena indikator melihat ke belakang dan tidak prediktif.

Persilangan mungkin terlihat bagus pada indikator, tetapi itu tidak berarti harga akan selalu membuat pergerakan besar. Indikator tidak memperhitungkan besarnya pergerakan, indikator hanya peduli pada jumlah hari sejak titik tertinggi atau terendah.

Bahkan jika harga relatif datar, persilangan akan terjadi karena pada akhirnya titik tertinggi atau terendah baru akan dibuat dalam 25 periode terakhir. Trader masih perlu menggunakan analisis harga, dan berpotensi indikator lain, untuk membuat keputusan trading yang terinformasi. Sangat tidak disarankan untuk hanya mengandalkan satu indikator.

## Indikator Aroon vs. Directional Movement Index (DMI)

Indikator Aroon mirip dengan Directional Movement Index (DMI), yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978. Ini juga merupakan indikator teknikal yang menggunakan garis naik dan turun untuk menunjukkan arah tren. 

Perbedaan utama antara kedua indikator ini adalah rumus indikator Aroon terutama berfokus pada jumlah waktu antara titik tertinggi dan terendah. DMI, di sisi lain, mengukur perbedaan harga antara titik tertinggi/terendah saat ini dan titik tertinggi/terendah sebelumnya. Oleh karena itu, faktor utama dalam DMI adalah harga daripada waktu.

## Contoh Cara Menggunakan Indikator Aroon

Grafik berikut menunjukkan contoh indikator Aroon dan bagaimana indikator ini dapat diinterpretasikan. Grafik menunjukkan adanya indikator Aroon dan osilator yang menggabungkan kedua garis menjadi satu pembacaan antara 100 dan -100.

Persilangan AroonUp dan AroonDown menunjukkan pembalikan tren. Sementara indeks sedang tren (sebelum pembalikan), AroonDown tetap sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa indeks memiliki bias bullish.

Meskipun terjadi reli di sisi kanan, indikator Aroon belum menunjukkan bias bullish. Hal ini karena harga rebound begitu cepat sehingga belum mencapai titik tertinggi baru dalam 25 periode terakhir (pada saat tangkapan layar), meskipun terjadi reli.

## Bagaimana Cara Kerja Indikator Aroon?

Indikator Aroon adalah alat yang digunakan oleh analis teknikal untuk menunjukkan apakah harga aset sedang tren, apakah berada dalam rentang tren, apakah tren sedang dimulai, dan kekuatan keseluruhan tren. Indikator ini bekerja dengan mengukur periode antara titik tertinggi dan periode antara titik terendah selama waktu tertentu. Garis AroonUp dan AroonDown digunakan untuk mengukur lamanya waktu antara pencatatan titik tertinggi atau terendah baru dalam periode tertentu.

## Berapa Periode Terbaik untuk Indikator Aroon?

Indikator Aroon biasanya diterapkan pada data 25 periode. Ini berarti indikator menunjukkan berapa periode sejak titik tertinggi atau terendah 25 periode atau periode di mana titik tertinggi dan terendah dapat dilacak. Indikator berkisar antara 0 dan 100. Ketika indikator tren di atas 50, itu berarti 12 periode terakhir menunjukkan titik tertinggi atau terendah. Pembacaan di bawah 50 menyoroti tren tertinggi/terendah dalam 13 periode.

## Apa Perbedaan Antara Indikator Aroon dan MACD?

Indikator Aroon dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah dua alat yang digunakan oleh trader teknikal untuk mengidentifikasi tren harga. Sementara indikator Aroon mengukur kekuatan tren harga, MACD menandakan perubahan dalam lamanya waktu, arah, kekuatan, dan momentum tren. Seperti kebanyakan indikator, indikator Aroon paling baik digunakan ketika dikombinasikan dengan indikator lain, seperti MACD.

## Kesimpulan

Indikator Aroon adalah alat teknikal yang dapat membantu trader mengidentifikasi tren dalam perubahan harga serta kekuatan tren tersebut. Seperti halnya alat trading apa pun, trader harus memahami cara kerjanya sebelum menerapkannya dalam strategi trading mereka. Daripada menggunakannya sendiri, disarankan untuk menggunakan indikator Aroon dengan alat lain, seperti MACD. Hal ini membantu trader menghindari kerugian besar dalam aktivitas trading mereka.

Koreksi - 22 Okt. 2024: Artikel ini telah dikoreksi untuk menyatakan bahwa persilangan di mana AroonDown melintasi di atas AroonUp dapat menjadi sinyal jual.


## FAQ

**Apa itu Indikator Aroon dan siapa yang mengembangkannya?**
Indikator Aroon adalah indikator teknikal yang mengidentifikasi perubahan tren harga aset dan kekuatannya, dikembangkan oleh Tushar Chande.

**Bagaimana cara menghitung Indikator Aroon?**
Indikator Aroon dihitung menggunakan rumus Aroon Up dan Aroon Down, yang mengukur waktu sejak titik tertinggi atau terendah 25 periode terakhir, diskalakan dari 0 hingga 100.

**Apa arti pembacaan Indikator Aroon?**
Pembacaan mendekati 100 pada AroonUp atau AroonDown menunjukkan tren yang kuat, sementara pembacaan mendekati nol menunjukkan tren yang lemah. Persilangan garis dapat menandakan titik masuk atau keluar.

**Apa saja batasan dari Indikator Aroon?**
Indikator Aroon dapat memberikan sinyal yang terlambat atau palsu karena melihat ke belakang dan tidak memperhitungkan besarnya pergerakan harga, sehingga disarankan untuk digunakan bersama indikator lain.

**Bagaimana Indikator Aroon berbeda dengan DMI?**
Indikator Aroon berfokus pada waktu antara titik tertinggi dan terendah, sedangkan DMI mengukur perbedaan harga antara titik tertinggi/terendah saat ini dan sebelumnya.