# Surat Komersial Beragun Aset (ABCP): Investasi Jangka Pendek

*English: Asset-Backed Commercial Paper: A Guide for Short-Term Investments*

> Panduan lengkap mengenai Asset-Backed Commercial Paper (ABCP) untuk investasi jangka pendek, cara kerja, dan pertimbangan penting bagi investor.

**Definisi:** Asset-Backed Commercial Paper (ABCP) adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh perusahaan untuk mendapatkan dana tunai cepat dengan menjual aset yang dijadikan jaminan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/asset_backed_commercial_paper

---

## Apa Itu Asset-Backed Commercial Paper (ABCP)?

Asset-Backed Commercial Paper (ABCP) digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan dana tunai dengan cepat dengan menjual surat utang jangka pendek yang dijamin oleh aset. Ini membantu bisnis memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek mereka dan memberikan investor imbal hasil jangka pendek berisiko rendah. Instrumen ini, yang digunakan di pasar uang jangka pendek, biasanya dijamin oleh aset seperti piutang dagang, pinjaman mobil, atau pembayaran kartu kredit.

## Bagaimana Asset-Backed Commercial Paper (ABCP) Bekerja?

Asset-Backed Commercial Paper (ABCP) adalah sekuritas pasar uang jangka pendek yang diterbitkan oleh special purpose vehicle (SPV) atau conduit, yang didirikan oleh lembaga keuangan sponsor. Tanggal jatuh tempo ABCP ditetapkan tidak lebih dari 270 hari dan diterbitkan baik atas dasar berbunga atau diskonto.

Surat utang ini dijamin oleh agunan perusahaan, yang mungkin mencakup pembayaran di masa depan atas kartu kredit, pinjaman mobil, pinjaman mahasiswa, dan collateralized debt obligations (CDOs). Pembayaran yang diharapkan ini secara kolektif dikenal sebagai piutang usaha. Hasil dari penerbitan ABCP terutama digunakan untuk memperoleh kepentingan dalam berbagai jenis aset, baik melalui pembelian aset atau transaksi pinjaman yang dijamin.

### Penting

Sebuah perusahaan dapat membuat ABCP dari jenis sekuritas beragun aset apa pun, termasuk subprime mortgages, yaitu hipotek berisiko tinggi yang merupakan salah satu pemicu utama krisis keuangan 2008.

## Commercial Paper vs. Asset-Backed Commercial Paper: Perbandingan

Perbedaan utama antara commercial paper (CP) dan asset-backed commercial paper (ABCP) adalah bahwa CP tidak dijamin oleh aset. Commercial paper (CP) adalah sekuritas pasar uang yang diterbitkan oleh perusahaan besar untuk mengumpulkan dana guna memenuhi kewajiban jangka pendek. Dengan jatuh tempo tetap kurang dari satu tahun, commercial paper bertindak sebagai surat promes yang hanya dijamin oleh peringkat kredit tinggi perusahaan penerbit.

Investor membeli commercial paper dengan diskon dari nilai nominal dan dibayar penuh nilai nominal sekuritas pada saat jatuh tempo. Karena commercial paper standar tidak dijamin oleh agunan, hanya perusahaan dengan peringkat kredit yang sangat baik dari lembaga pemeringkat kredit yang diakui yang dapat menjual commercial paper dengan harga yang wajar. Jenis commercial paper yang dijamin oleh aset keuangan lainnya disebut asset-backed commercial paper.

Perusahaan atau bank yang ingin meningkatkan likuiditas dapat menjual piutang kepada SPV atau conduit lainnya, yang kemudian menerbitkannya kepada investornya sebagai asset-backed commercial paper. ABCP dijamin oleh arus kas yang diharapkan dari piutang. Saat piutang dikumpulkan, originator diharapkan menyalurkan dana ke conduit, yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan dana yang dihasilkan oleh piutang kepada pemegang surat utang ABCP.

## Mengelola Pembayaran Bunga dalam Asset-Backed Commercial Papers

Selama periode investasi, lembaga keuangan sponsor memantau perkembangan yang memengaruhi kinerja aset dan kualitas kredit di SPV. Sponsor memastikan bahwa investor ABCP menerima pembayaran bunga dan pengembalian pokok mereka saat sekuritas jatuh tempo.

Pembayaran bunga yang dibayarkan kepada investor ABCP berasal dari kumpulan aset yang menjamin sekuritas, misalnya, pembayaran pinjaman mobil bulanan. Ketika surat utang jatuh tempo, investor dibayar pokoknya, yang didanai melalui pengumpulan aset, penerbitan ABCP baru, atau fasilitas likuiditas kredit.

## Pertimbangan Penting bagi Investor Asset-Backed Commercial Paper

Meskipun sebagian besar program ABCP menerbitkan commercial paper sebagai kewajiban utamanya, sumber pendanaan telah terdiversifikasi secara ekstensif akhir-akhir ini untuk mencakup jenis utang lainnya. Ini termasuk medium-term notes (MTNs), extendible commercial paper, dan subordinated debt untuk memberikan peningkatan kredit.

Salah satu kekhawatiran signifikan tentang ABCP dan investasi terkait berasal dari kemungkinan risiko likuiditas. Jika nilai pasar aset yang mendasarinya menurun, maka keamanan dan nilai ABCP juga dapat terpengaruh.

Penting bagi investor ABCP untuk memahami komposisi aset yang mendasarinya dan bagaimana nilai aset tersebut dapat dipengaruhi oleh tekanan pasar, seperti penurunan ekonomi. Ketidakmampuan dalam beberapa keadaan bagi investor untuk menjual investasi mereka dengan cepat untuk meminimalkan kerugian hanyalah salah satu risiko yang terkait dengan asset-backed commercial paper.


## FAQ

**Apa fungsi utama dari Asset-Backed Commercial Paper (ABCP)?**
ABCP berfungsi untuk membantu perusahaan mendapatkan dana tunai dengan cepat dengan menjual surat utang jangka pendek yang dijamin oleh aset, serta memberikan investor imbal hasil jangka pendek yang relatif rendah risiko.

**Bagaimana cara kerja ABCP?**
ABCP diterbitkan oleh SPV atau conduit yang didirikan oleh lembaga keuangan sponsor, dengan jatuh tempo maksimal 270 hari, dan dijamin oleh aset seperti piutang usaha, pinjaman mobil, atau pembayaran kartu kredit.

**Apa perbedaan utama antara Commercial Paper (CP) dan ABCP?**
Perbedaan utamanya adalah CP tidak dijamin oleh aset, melainkan oleh peringkat kredit tinggi perusahaan penerbit, sedangkan ABCP dijamin oleh aset tertentu.

**Apa saja risiko yang perlu dipertimbangkan oleh investor ABCP?**
Risiko utama yang perlu dipertimbangkan adalah risiko likuiditas, di mana nilai ABCP dapat terpengaruh jika nilai pasar aset yang mendasarinya menurun, serta potensi kesulitan menjual investasi dengan cepat untuk meminimalkan kerugian.