# Memahami Attrition dalam Bisnis: Definisi, Jenis, dan Manfaat

*English: Understanding Attrition in Business: Definitions, Types, and Key Benefits*

> Pelajari apa itu attrition dalam bisnis, termasuk jenis-jenisnya seperti voluntary, involuntary, dan customer attrition, serta manfaatnya.

**Definisi:** Attrition adalah pengurangan bertahap dalam jumlah staf atau basis pelanggan yang terjadi ketika individu pergi dan tidak digantikan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/attrition

---

## Apa Itu Attrition dalam Bisnis?

Attrition adalah pengurangan bertahap dalam tenaga kerja melalui cara alami. Ini adalah proses yang disengaja yang terjadi ketika karyawan meninggalkan perusahaan dan tidak diganti. Attrition bisa bersifat sukarela, seperti ketika karyawan mengundurkan diri atau pensiun. Ini berbeda dari attrition yang melibatkan PHK, yang terjadi ketika perusahaan memberhentikan orang tanpa menggantinya. Attrition sukarela dianggap kurang mengganggu daripada PHK. Attrition juga dapat merujuk pada pengurangan basis pelanggan, seringkali sebagai akibat dari pelanggan yang beralih dan lebih sedikit pelanggan baru yang bergabung.

## Memeriksa Employee Attrition dalam Bisnis

Employee attrition mengacu pada pengurangan tenaga kerja perusahaan yang disengaja. Pengurangan terjadi ketika karyawan mengundurkan diri atau pensiun. Jenis pengurangan staf ini disebut "hiring freeze". Ini adalah salah satu cara perusahaan dapat mengurangi biaya tenaga kerja tanpa gangguan PHK.

Ada sejumlah alasan mengapa employee attrition terjadi. Ini termasuk:

### Fakta Cepat

Perusahaan mungkin ingin mempertimbangkan untuk meningkatkan pelatihan, membuka dialog dengan karyawan, dan meningkatkan tunjangan serta fasilitas lain untuk membantu mengurangi attrition.

## Berbagai Bentuk Attrition Dijelaskan

### Voluntary Attrition

Voluntary attrition terjadi ketika karyawan meninggalkan perusahaan atas kemauan mereka sendiri. Karyawan yang pergi secara sukarela dapat menunjukkan bahwa ada masalah di perusahaan. Atau, itu bisa berarti orang memiliki alasan pribadi untuk pergi yang tidak terkait dengan bisnis.

Misalnya, beberapa karyawan secara sukarela pergi ketika mereka mendapatkan pekerjaan baru di tempat lain. Mereka mungkin pindah ke area baru yang membuat perjalanan menjadi tidak mungkin. Mereka mungkin memutuskan untuk mencoba karier yang berbeda dan oleh karena itu membutuhkan jenis pekerjaan yang berbeda.

Voluntary attrition juga dapat terjadi ketika karyawan pensiun. Ini juga disebut "natural attrition". Kecuali perusahaan mengalami tingkat pensiun dini yang luar biasa tinggi, karyawan yang pensiun seharusnya tidak menjadi perhatian manajemen.

### Involuntary Attrition

Involuntary attrition terjadi ketika perusahaan memberhentikan karyawan karena kinerja buruk atau pelanggaran.

Perusahaan mungkin menghilangkan posisi atau melakukan PHK karena kondisi ekonomi yang buruk.

### Internal Attrition

Internal attrition mengacu pada perpindahan dari satu departemen atau divisi ke departemen atau divisi lain. Karyawan tidak meninggalkan perusahaan. Mereka hanya berpindah di dalamnya.

Misalnya, internal attrition dapat terjadi ketika seorang karyawan dipromosikan ke tingkat manajemen yang berbeda. Atau, mereka pindah secara lateral ke bagian yang berbeda dengan pekerjaan yang lebih sesuai.

Internal attrition mungkin menunjukkan peluang pertumbuhan, tetapi tingkat yang tinggi di satu departemen dapat menandakan masalah yang memerlukan penyelidikan.

### Demographic-Related Attrition

Demographic-related attrition terjadi ketika orang-orang yang teridentifikasi dengan kelompok demografis tertentu pergi dari perusahaan secara tak terduga dan cepat. Ini bisa jadi wanita, minoritas etnis, veteran, karyawan yang lebih tua, atau penyandang disabilitas.

Kepergian semacam itu dapat menunjukkan pelecehan atau diskriminasi, yang merusak lingkungan kerja yang positif dan kesuksesan bisnis.

Tindakan harus segera diambil untuk memahami penyebab kepergian tersebut. Mengatasi demographic-related attrition adalah suatu keharusan karena inklusi harus menjadi tujuan utama setiap perusahaan. Ditambah lagi, perusahaan dapat menghentikan kehilangan karyawan yang berharga dan menjanjikan. Pelatihan keragaman dapat membantu.

### Customer Attrition

Meskipun tidak terkait dengan employee attrition, penting bagi bisnis untuk juga menyadari customer attrition.

Customer attrition terjadi ketika basis pelanggan perusahaan mulai menyusut. Tingkat customer attrition terkadang disebut "churn rate". Customer attrition dapat berarti perusahaan dalam masalah dan dapat mengalami kerugian pendapatan.

Customer attrition dapat terjadi karena berbagai alasan:

### Fakta Cepat

Pada Juni 2024, 3,3 juta karyawan AS secara sukarela meninggalkan pekerjaan mereka.

## Menjelajahi Keuntungan Attrition

Attrition memiliki aspek positifnya. Sesuai definisi paling sederhana, ini adalah pengurangan alami tenaga kerja. Ini bisa disambut baik ketika ekonomi dalam kondisi buruk atau resesi mengintai dan, jika bukan karena attrition, perusahaan akan menghadapi prospek harus melakukan PHK (ketika mereka tidak ingin kehilangan mereka).

Berikut adalah saat-saat lain ketika attrition mungkin membantu:

## Memahami dan Menghitung Attrition Rate

Attrition rate adalah tingkat di mana orang meninggalkan perusahaan selama periode waktu tertentu. Berguna bagi bisnis untuk melacak attrition rate dari waktu ke waktu sehingga dapat melihat apakah kepergian meningkat atau menurun. Perubahan dalam attrition rate dapat memberi tahu manajemen tentang potensi masalah di dalam perusahaan yang mungkin menyebabkan kepergian karyawan.

Rumus untuk attrition rate adalah:

Attrition rate = jumlah kepergian/rata-rata jumlah karyawan 1 x 100

Misalkan 25 karyawan meninggalkan ABC Company tahun lalu. Selain itu, perusahaan memiliki rata-rata 250 karyawan untuk tahun tersebut ((200 + 300)/2).

Dengan angka-angka tersebut, Anda sekarang dapat menghitung attrition rate:

Attrition rate = 25/250 x 100

Attrition rate = 0,1 x 100

Attrition rate = 10%

1 Untuk menghitung rata-rata jumlah karyawan, tambahkan jumlah yang ada di awal periode waktu ke jumlah yang ada di akhir periode waktu. Kemudian, bagi dua.

### Pentingnya Melacak Attrition Rates

Mengukur attrition rate dapat membantu mengidentifikasi masalah yang menyebabkan kepergian sukarela, yang mahal ketika kehilangan karyawan berharga.

Misalnya, biaya untuk mempekerjakan dan melatih karyawan baru ketika satu karyawan pergi secara sukarela bisa setengah hingga dua kali lipat dari gaji tahunan karyawan tersebut.

Keuntungan perusahaan dapat terpengaruh secara negatif ketika karyawan yang berpengetahuan dan berpengalaman pergi dan produktivitas menurun.

Kehilangan pelanggan dapat berjalan seiring dengan kehilangan karyawan berharga. Itu bisa berarti pukulan lain terhadap keuntungan yang terkait dengan mantan karyawan yang memahami produk dan layanan perusahaan, dan cara menjualnya.

## Membedakan Antara Attrition dan PHK

Terkadang, karyawan memilih untuk meninggalkan pekerjaan yang ada untuk mengambil pekerjaan baru atau karena mereka pensiun. Kebijakan attrition memanfaatkan kepergian sukarela tersebut untuk mengurangi jumlah staf secara keseluruhan.

PHK tidak bersifat sukarela bagi karyawan, dan attrition terjadi jika perusahaan tidak mengganti semua pekerja yang di-PHK.

PHK terjadi ketika perusahaan menghadapi krisis keuangan dan harus mengurangi tenaga kerjanya agar tetap bertahan.

Terkadang, karena perubahan struktur perusahaan atau merger, departemen tertentu dipangkas atau dihilangkan. Daripada mengandalkan attrition alami yang terkait dengan kepergian karyawan sukarela, ini biasanya memerlukan PHK.

## Membandingkan Attrition dan Employee Turnover

Turnover terjadi dalam tenaga kerja perusahaan ketika orang meninggalkan pekerjaan mereka dan digantikan oleh karyawan baru. Dalam kasus seperti itu, tidak ada attrition.

Employee turnover umumnya dihitung dalam periode satu tahun. Kehilangan talenta ini terjadi di perusahaan karena banyak alasan. Sama seperti voluntary attrition, karyawan dapat pensiun, pindah, menemukan pekerjaan yang lebih baik, atau mengubah karier mereka.

Perusahaan dapat mempelajari turnover untuk melakukan perubahan yang diperlukan. Misalnya, banyak karyawan yang pergi dalam waktu singkat kemungkinan menandakan masalah di dalam perusahaan yang harus ditangani.

Sama seperti voluntary attrition, data turnover dapat memandu manajemen untuk melakukan perbaikan bagi semua karyawan.

## Bagaimana Employee Attrition Berbeda dari Customer Attrition?

Employee attrition mengacu pada penurunan jumlah karyawan yang bekerja untuk perusahaan yang terjadi ketika karyawan pergi dan tidak diganti. Customer attrition, di sisi lain, mengacu pada basis pelanggan yang menyusut.

## Apakah Employee Attrition Baik atau Buruk?

Kehilangan karyawan bisa menjadi masalah bagi perusahaan karena dapat berarti pengurangan talenta berharga dalam tenaga kerja. Namun, itu juga bisa menjadi hal yang baik. Attrition dapat memaksa perusahaan untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin menyebabkannya. Ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya tenaga kerja karena karyawan pergi atas pilihan mereka dan tidak diganti. Pada akhirnya, ini dapat mengarah pada perekrutan karyawan baru dengan ide dan energi segar.

## Bagaimana Cara Menghentikan Customer Attrition?

Anda dapat mencegah customer attrition dengan memastikan bahwa perusahaan Anda menawarkan produk dan layanan yang diinginkan pelanggan Anda, memberikan mereka layanan pelanggan yang sangat baik, tetap mengikuti tren pasar, dan mengatasi masalah apa pun yang timbul akibat keluhan pelanggan.

## Intinya

Attrition mengacu pada pengurangan staf yang bertahap namun disengaja yang terjadi ketika karyawan meninggalkan perusahaan dan tidak diganti. Karyawan dapat pergi secara sukarela atau tidak sukarela. Atau, mereka mungkin hanya pindah dari satu departemen ke departemen lain. Dalam kasus itu, attrition terjadi ketika departemen sebelumnya tidak mengganti karyawan. Karyawan juga dapat pergi karena alasan diskriminasi.

Menghitung dan melacak attrition rate dapat bermanfaat bagi perusahaan. Attrition rate yang tinggi menunjukkan lebih banyak orang yang pergi. Ini dapat menandakan bahwa ada masalah yang menyebabkan kepergian ini dan harus ditangani untuk meningkatkan lingkungan kerja. Tingkat attrition tertentu bisa membantu karena dapat menghindari kebutuhan akan PHK di masa ekonomi yang sulit.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara attrition dan PHK?**
Attrition adalah pengurangan staf yang alami atau sukarela, sementara PHK adalah pemberhentian karyawan yang tidak sukarela oleh perusahaan.

**Apa saja jenis-jenis employee attrition?**
Jenis-jenis employee attrition meliputi voluntary attrition (karyawan pergi atas kemauan sendiri), involuntary attrition (karyawan diberhentikan karena alasan tertentu), internal attrition (perpindahan antar departemen), dan demographic-related attrition (kepergian kelompok demografis tertentu).

**Bagaimana cara menghitung attrition rate?**
Attrition rate dihitung dengan membagi jumlah kepergian karyawan dengan rata-rata jumlah karyawan selama periode waktu tertentu, lalu dikalikan 100.

**Mengapa penting bagi bisnis untuk melacak customer attrition?**
Melacak customer attrition penting karena penurunan basis pelanggan dapat menandakan masalah pada produk, layanan, atau strategi bisnis, yang berpotensi menyebabkan kerugian pendapatan.

**Apakah employee attrition selalu buruk bagi perusahaan?**
Tidak, employee attrition tidak selalu buruk. Attrition dapat membantu perusahaan mengurangi biaya tenaga kerja, menghindari PHK, dan membuka peluang untuk merekrut karyawan baru dengan ide-ide segar.