# Periode Penagihan Rata-Rata: Definisi dan Cara Menghitung

*English: Average Collection Period: Definition, Formula, How It Works, and Example*

> Pelajari definisi, rumus, cara kerja, dan contoh Periode Penagihan Rata-Rata (Average Collection Period) untuk mengukur efektivitas manajemen piutang.

**Definisi:** Periode Penagihan Rata-Rata adalah rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan sebuah bisnis untuk menerima pembayaran dari klien atas piutang usaha.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/average_collection_period

---

## Apa Itu Periode Penagihan Rata-Rata?

Periode penagihan rata-rata adalah jumlah waktu yang dibutuhkan sebuah bisnis untuk menerima pembayaran yang terutang oleh kliennya dalam bentuk piutang usaha (AR).

Perusahaan menggunakan periode penagihan rata-rata untuk memastikan mereka memiliki cukup kas untuk memenuhi kewajiban keuangan mereka.

Periode penagihan rata-rata adalah indikator efektivitas praktik manajemen AR suatu perusahaan dan merupakan metrik penting bagi perusahaan yang sangat bergantung pada piutang untuk arus kas mereka.

### Poin Penting

## Cara Kerja Periode Penagihan Rata-Rata

Piutang usaha (AR) adalah istilah bisnis yang digunakan untuk menggambarkan uang yang terutang entitas kepada perusahaan ketika mereka membeli barang dan/atau jasa. Perusahaan biasanya melakukan penjualan ini kepada pelanggan mereka secara kredit.

AR tercantum di neraca perusahaan sebagai aset lancar dan mengukur likuiditas mereka. Dengan demikian, mereka menunjukkan kemampuan mereka untuk melunasi utang jangka pendek mereka tanpa perlu mengandalkan arus kas tambahan.

Periode penagihan rata-rata adalah metrik akuntansi yang digunakan untuk mewakili rata-rata jumlah hari antara tanggal penjualan kredit dan tanggal ketika pembeli melakukan pembayaran.

Periode penagihan rata-rata perusahaan menunjukkan efektivitas praktik manajemen AR-nya. Bisnis harus dapat mengelola periode penagihan rata-rata mereka agar dapat beroperasi dengan lancar.

Periode penagihan rata-rata yang lebih rendah umumnya lebih menguntungkan daripada yang lebih tinggi. Periode penagihan rata-rata yang rendah menunjukkan bahwa organisasi mengumpulkan pembayaran lebih cepat. Namun, ini juga bisa berarti bahwa persyaratan kredit perusahaan terlalu ketat.

Pelanggan yang tidak merasa persyaratan kreditur mereka sangat bersahabat mungkin memilih untuk mencari pemasok atau penyedia layanan dengan persyaratan pembayaran yang lebih lunak.

## Rumus Periode Penagihan Rata-Rata

Periode penagihan rata-rata dihitung dengan membagi saldo rata-rata piutang usaha (AR) perusahaan dengan penjualan kredit bersihnya untuk periode tertentu, lalu mengalikan hasil bagi dengan 365 hari.

Periode Penagihan Rata-Rata = 365 Hari * (Rata-rata Piutang Usaha / Penjualan Kredit Bersih)

Atau, yang lebih umum, periode penagihan rata-rata dinyatakan sebagai jumlah hari dalam suatu periode dibagi dengan rasio perputaran piutang.

Rumus di bawah ini juga disebut rasio hari penjualan dalam piutang.

Periode Penagihan Rata-Rata = 365 Hari / Rasio Perputaran Piutang

Rata-rata perputaran piutang adalah saldo rata-rata piutang usaha dibagi dengan penjualan kredit bersih. Rumus di bawah ini adalah cara yang lebih ringkas untuk menuliskannya.

### Rata-rata Piutang Usaha

Untuk rumus di atas, rata-rata piutang usaha dihitung dengan mengambil rata-rata saldo awal dan akhir suatu periode. Alat pelaporan akuntansi yang lebih canggih mungkin dapat mengotomatiskan rata-rata piutang usaha perusahaan selama periode tertentu dengan memperhitungkan saldo akhir harian.

Saat menganalisis periode penagihan rata-rata, perhatikan musiman saldo piutang usaha. Misalnya, menganalisis bulan puncak ke bulan yang lambat dapat menghasilkan saldo rata-rata piutang usaha yang sangat tidak konsisten yang dapat memutarbalikkan jumlah yang dihitung.

### Penjualan Kredit Bersih

Periode penagihan rata-rata juga bergantung pada penjualan kredit bersih untuk suatu periode. Metrik ini harus mengecualikan penjualan tunai (karena tidak dilakukan secara kredit dan oleh karena itu tidak memiliki periode penagihan).

Selain dibatasi hanya pada penjualan kredit, penjualan kredit bersih mengecualikan transaksi residual yang memengaruhi dan sering kali mengurangi jumlah penjualan. Ini termasuk diskon apa pun yang diberikan kepada pelanggan, penarikan atau pengembalian produk, atau barang yang diterbitkan ulang berdasarkan garansi.

### Penting

Saat menghitung periode penagihan rata-rata, pastikan kerangka waktu yang sama digunakan untuk penjualan kredit bersih dan rata-rata piutang. Misalnya, jika menganalisis laporan laba rugi perusahaan selama setahun penuh, saldo piutang awal dan akhir yang diambil dari neraca harus sesuai dengan periode yang sama.

## Pentingnya Periode Penagihan Rata-Rata

Periode penagihan rata-rata menyederhanakan menjadi satu angka. Namun, ia memiliki banyak kegunaan yang berbeda dan mengkomunikasikan beberapa informasi.

## Cara Menggunakan Periode Penagihan Rata-Rata

Periode penagihan rata-rata tidak memiliki banyak nilai sebagai angka mandiri. Sebaliknya, Anda bisa mendapatkan lebih banyak dari nilainya dengan menggunakannya sebagai alat perbandingan.

Cara terbaik bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan secara konsisten menghitung periode penagihan rata-ratanya dan menggunakannya dari waktu ke waktu untuk mencari tren dalam bisnisnya sendiri.

Periode penagihan rata-rata juga dapat digunakan untuk membandingkan satu perusahaan dengan pesaingnya, baik secara individu maupun berkelompok. Perusahaan serupa harus menghasilkan metrik keuangan yang serupa, sehingga periode penagihan rata-rata dapat digunakan sebagai tolok ukur terhadap kinerja perusahaan lain.

Perusahaan juga dapat membandingkan periode penagihan rata-rata dengan persyaratan kredit yang diberikan kepada pelanggan. Misalnya, periode penagihan rata-rata 25 hari tidak terlalu mengkhawatirkan jika faktur diterbitkan dengan tanggal jatuh tempo net 30.

Namun, evaluasi berkelanjutan terhadap periode penagihan yang luar biasa secara langsung memengaruhi arus kas organisasi.

### Fakta Cepat

Periode penagihan rata-rata biasanya tidak perlu dilaporkan secara eksternal. Ini juga umumnya tidak termasuk sebagai perjanjian keuangan. Kegunaan periode penagihan rata-rata adalah untuk menginformasikan manajemen tentang operasinya.

## Contoh Periode Penagihan Rata-Rata

Seperti yang disebutkan di atas, periode penagihan rata-rata dihitung dengan membagi saldo rata-rata piutang usaha (AR) dengan total penjualan kredit bersih untuk periode tersebut, lalu mengalikan hasil bagi dengan jumlah hari dalam periode tersebut.

Misalkan sebuah perusahaan memiliki saldo AR rata-rata selama setahun sebesar $10.000. Total penjualan bersih yang dicatat perusahaan selama periode ini adalah $100.000. Kita akan menggunakan rumus periode penagihan rata-rata berikut untuk menghitung periode tersebut:

Periode penagihan rata-rata, oleh karena itu, akan menjadi 36,5 hari. Ini bukan angka yang buruk, mengingat sebagian besar perusahaan menagih dalam waktu 30 hari. Mengumpulkan piutangnya dalam jangka waktu yang relatif singkat dan wajar memberi perusahaan waktu untuk melunasi kewajibannya.

Jika periode penagihan rata-rata perusahaan ini lebih lama - katakanlah, lebih dari 60 hari - maka perusahaan perlu mengadopsi kebijakan penagihan yang lebih agresif untuk memperpendek jangka waktu tersebut. Jika tidak, perusahaan mungkin akan kekurangan dana saat membayar utangnya sendiri.

### Perputaran Piutang Usaha (AR)

Periode penagihan rata-rata sangat terkait dengan rasio perputaran piutang usaha, yang dihitung dengan membagi total penjualan bersih dengan saldo AR rata-rata.

Menggunakan contoh sebelumnya, perputaran AR adalah 10 ($100.000 ÷ $10.000). Periode penagihan rata-rata juga dapat dihitung dengan membagi jumlah hari dalam periode dengan perputaran AR. Dalam contoh ini, periode penagihan rata-rata sama seperti sebelumnya: 36,5 hari.

## Penagihan Berdasarkan Industri

Tidak semua bisnis berurusan dengan kredit dan kas dengan cara yang sama. Meskipun kas yang tersedia penting bagi setiap bisnis, beberapa lebih mengandalkan arus kas mereka daripada yang lain.

Misalnya, sektor perbankan sangat bergantung pada piutang karena pinjaman dan hipotek yang ditawarkannya kepada konsumen. Karena bergantung pada pendapatan yang dihasilkan dari produk-produk ini, bank harus memiliki waktu penyelesaian yang singkat untuk piutang.

Jika mereka memiliki prosedur dan kebijakan penagihan yang longgar, maka pendapatan akan turun, menyebabkan kerugian finansial.

Perusahaan real estat dan konstruksi juga bergantung pada arus kas yang stabil untuk membayar tenaga kerja, layanan, dan pasokan. Industri-industri ini tidak selalu menghasilkan pendapatan semudah bank, sehingga penting bagi mereka yang bekerja di industri ini untuk menagih pada interval yang sesuai, karena penjualan dan konstruksi membutuhkan waktu dan dapat mengalami penundaan.

## Mengapa Periode Penagihan Rata-Rata Penting?

Periode penagihan rata-rata menunjukkan efektivitas praktik manajemen piutang usaha suatu perusahaan. Ini sangat penting bagi perusahaan yang sangat bergantung pada piutang mereka dalam hal arus kas mereka. Bisnis harus mengelola periode penagihan rata-rata mereka jika mereka ingin memiliki cukup kas untuk memenuhi kewajiban keuangan mereka.

## Bagaimana Periode Penagihan Rata-Rata Dihitung?

Untuk menghitung periode penagihan rata-rata, bagi saldo rata-rata piutang usaha dengan total penjualan kredit bersih untuk periode tersebut. Kemudian kalikan hasil bagi dengan jumlah total hari selama periode spesifik tersebut.

Jadi, jika sebuah perusahaan memiliki saldo piutang usaha rata-rata selama setahun sebesar $10.000 dan total penjualan bersih sebesar $100.000, maka periode penagihan rata-rata akan menjadi (($10.000 ÷ $100.000) × 365), atau 36,5 hari.

## Mengapa Periode Penagihan Rata-Rata yang Lebih Rendah Lebih Baik?

Perusahaan lebih memilih periode penagihan rata-rata yang lebih rendah daripada yang lebih tinggi karena ini menunjukkan bahwa bisnis dapat secara efisien mengumpulkan piutangnya.

Kelemahannya adalah ini mungkin menunjukkan bahwa persyaratan kredit perusahaan terlalu ketat. Persyaratan yang lebih ketat dapat mengakibatkan hilangnya pelanggan ke pesaing dengan persyaratan pembayaran yang lebih lunak.

## Bagaimana Perusahaan Dapat Meningkatkan Periode Penagihan Rata-Ratanya?

Perusahaan dapat meningkatkan periode penagihan rata-ratanya dalam beberapa cara. Perusahaan dapat menetapkan persyaratan kredit yang lebih ketat yang membatasi jumlah hari faktur diizinkan untuk belum dibayar. Ini juga dapat mencakup pembatasan jumlah klien yang ditawari kredit untuk meningkatkan penjualan tunai. Perusahaan juga dapat menawarkan diskon harga untuk pembayaran lebih awal (misalnya, diskon 2% jika dibayar dalam 10 hari).

## Intinya

Periode penagihan rata-rata adalah rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan penjualan kredit untuk ditagih. Selama periode ini, perusahaan memberikan pinjaman jangka sangat pendek kepada pelanggannya. Semakin cepat klien dapat mengumpulkan pinjaman, semakin cepat ia akan memiliki modal untuk digunakan untuk mengembangkan perusahaannya atau membayar faktur.

Meskipun periode penagihan rata-rata yang lebih pendek seringkali lebih baik, ini juga dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki persyaratan kredit yang terlalu ketat, yang dapat menakuti pelanggan.


## FAQ

**Apa itu Periode Penagihan Rata-Rata?**
Periode Penagihan Rata-Rata adalah rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan sebuah bisnis untuk menerima pembayaran dari klien atas piutang usaha.

**Bagaimana cara menghitung Periode Penagihan Rata-Rata?**
Periode Penagihan Rata-Rata dihitung dengan membagi saldo rata-rata piutang usaha dengan penjualan kredit bersih untuk periode tertentu, lalu mengalikan hasilnya dengan 365 hari.

**Mengapa periode penagihan rata-rata yang lebih rendah lebih baik?**
Periode penagihan rata-rata yang lebih rendah lebih baik karena menunjukkan bahwa bisnis dapat secara efisien mengumpulkan piutangnya, yang berarti lebih banyak kas tersedia untuk operasional.

**Apa implikasi jika periode penagihan rata-rata terlalu rendah?**
Periode penagihan rata-rata yang terlalu rendah dapat mengindikasikan bahwa persyaratan kredit perusahaan terlalu ketat, yang berpotensi membuat pelanggan beralih ke pesaing dengan persyaratan yang lebih lunak.

**Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan Periode Penagihan Rata-Ratanya?**
Perusahaan dapat meningkatkan periode penagihan rata-ratanya dengan menetapkan persyaratan kredit yang lebih ketat, menawarkan diskon untuk pembayaran lebih awal, atau membatasi pemberian kredit kepada klien.