# Memahami Rata-rata Usia Utang (Average Life)

*English: Understanding Average Life: Definition, Calculation, and Comparison to Maturity*

> Pelajari definisi, cara menghitung, dan perbandingan Average Life (Rata-rata Usia Utang) dengan jatuh tempo untuk investasi obligasi.

**Definisi:** Average life adalah periode waktu rata-rata di mana pokok utang diharapkan masih beredar, hanya memperhitungkan pembayaran pokok.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/a/averagelife

---

## Apa Itu Average Life?

Average life adalah periode waktu di mana pokok utang diharapkan masih beredar. Ini hanya melibatkan pembayaran pokok, bukan pembayaran pokok dan bunga. Perhitungan average life dapat membantu investor memahami kapan harus mengharapkan pengembalian dan untuk menilai risiko sekuritas pendapatan tetap yang diamortisasi. Pembayaran di muka (prepayment) dan gagal bayar (default) dapat memengaruhi average life. Investor dapat menggunakan average life untuk membandingkan dan memilih peluang investasi.

### Poin Penting

## Cara Menilai Average Life pada Obligasi dan Sekuritas

Juga disebut sebagai weighted average maturity dan weighted average life, average life dihitung untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membayar pokok utang yang beredar dari suatu penerbitan utang, seperti Treasury Bill (T-Bill) atau obligasi. Sementara beberapa obligasi mengembalikan pokok dalam satu jumlah sekaligus pada saat jatuh tempo, yang lain mengembalikan pokok secara bertahap selama jangka waktu obligasi. Dalam kasus di mana pokok obligasi diamortisasi, average life memungkinkan investor untuk menentukan seberapa cepat pokok akan dibayar kembali.

Pembayaran bergantung pada jadwal pembayaran pinjaman yang mendasari sekuritas, seperti mortgage-backed security (MBS) atau asset-backed security (ABS). Saat peminjam melakukan pembayaran atas kewajiban utang terkait, investor menerima pembayaran yang mencerminkan sebagian dari total pembayaran bunga dan pokok kumulatif ini.

## Cara Menghitung Average Life untuk Obligasi

1. Identifikasi jadwal pembayaran obligasi, cantumkan tanggal dan jumlahnya.
2. Ubah tanggal pembayaran menjadi pecahan tahun.
3. Kalikan setiap tanggal dengan persentase total pokok yang dibayar pada tanggal tersebut.
4. Jumlahkan hasil ini.
5. Bagi totalnya dengan nilai nominal obligasi untuk menemukan average life.

Sebagai contoh, asumsikan obligasi berjangka empat tahun yang membayar tahunan memiliki nilai nominal $200 dan pembayaran pokok sebesar $80 selama tahun pertama, $60 untuk tahun kedua, $40 selama tahun ketiga, dan $20 untuk tahun keempat (dan terakhir). Average life untuk obligasi ini akan dihitung dengan rumus berikut:

($80 x 1) + ($60 x 2) + ($40 x 3) + ($20 x 4) = 400

Kemudian bagi total tertimbang dengan nilai nominal obligasi untuk mendapatkan average life. Dalam contoh ini, average life sama dengan 2 tahun (400 dibagi 200 = 2).

Obligasi ini akan memiliki average life dua tahun dibandingkan dengan jatuh temponya empat tahun.

## Menjelajahi Average Life pada Sekuritas Beragun Hipotek dan Aset

Dalam kasus MBS atau ABS, average life mewakili rata-rata jangka waktu yang diperlukan bagi peminjam terkait untuk melunasi utang pinjaman. Investasi dalam MBS atau ABS melibatkan pembelian sebagian kecil dari utang terkait yang dikemas dalam sekuritas tersebut.

Risiko yang terkait dengan MBS atau ABS berpusat pada apakah peminjam yang terkait dengan pinjaman akan gagal bayar. Jika peminjam melewatkan pembayaran, investor dalam sekuritas dapat menghadapi kerugian. Dalam krisis keuangan tahun 2008, sejumlah besar gagal bayar pinjaman rumah, terutama di pasar subprime, menyebabkan kerugian signifikan di arena MBS.

## Risiko Utama dalam Perhitungan Average Life

Meskipun tentu saja tidak separah risiko gagal bayar, risiko lain yang dihadapi investor obligasi adalah risiko pra-bayar (prepayment risk). Ini terjadi ketika penerbit obligasi (atau peminjam dalam kasus sekuritas beragun hipotek) membayar kembali pokok lebih awal dari jadwal. Pembayaran di muka ini akan mengurangi average life investasi. Karena pokok dibayar kembali lebih awal, investor tidak akan menerima pembayaran bunga di masa mendatang atas bagian pokok tersebut.

Pengurangan bunga dapat menjadi tantangan bagi investor pendapatan tetap yang mengandalkan pendapatan yang stabil. Untuk alasan ini, beberapa obligasi dengan risiko pembayaran menyertakan penalti pra-bayar.

## Kesimpulan

Average life mengacu pada periode waktu yang diproyeksikan untuk pembayaran kembali pokok utang yang beredar. Perhitungan average life tidak termasuk pembayaran bunga. Sebagai metrik yang berguna saat membandingkan pilihan investasi, penilaian risiko dan jadwal pembayaran dapat membantu pemilihan investasi—investor biasanya lebih memilih investasi dengan average life yang lebih pendek, karena dapat memberikan pengembalian yang lebih cepat. Namun, risiko pra-bayar dan gagal bayar dapat memengaruhi average life suatu investasi, terutama sekuritas beragun hipotek dan aset.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan average life?**
Average life adalah periode waktu rata-rata di mana pokok utang diharapkan masih beredar, hanya memperhitungkan pembayaran pokok.

**Mengapa investor perlu memahami average life?**
Investor perlu memahami average life untuk mengetahui kapan mereka dapat mengharapkan pengembalian pokok dan untuk menilai risiko sekuritas pendapatan tetap yang diamortisasi.

**Faktor apa saja yang dapat memengaruhi average life?**
Pembayaran di muka (prepayment) dan gagal bayar (default) dapat memengaruhi average life suatu investasi.

**Bagaimana cara menghitung average life?**
Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan setiap tanggal pembayaran pokok dengan persentase total pokok yang dibayar pada tanggal tersebut, menjumlahkan hasilnya, lalu membaginya dengan nilai nominal obligasi.

**Apa perbedaan antara average life dan jatuh tempo (maturity)?**
Average life adalah rata-rata waktu pembayaran pokok, sedangkan jatuh tempo adalah tanggal akhir pembayaran seluruh pokok dan bunga sesuai perjanjian awal.