# Efek Bandwagon: Mengapa Orang Mengikuti Keramaian

*English: What Is the Bandwagon Effect? Why People Follow the Crowd*

> Pelajari tentang efek bandwagon, fenomena psikologis di mana orang mengikuti keramaian. Pahami dampaknya pada perilaku konsumen, investasi, dan politik.

**Definisi:** Efek bandwagon adalah fenomena psikologis di mana orang cenderung melakukan sesuatu hanya karena orang lain melakukannya, mengabaikan keyakinan pribadi mereka.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/bandwagon_effect

---

## Apa Itu Efek Bandwagon?

Efek bandwagon adalah fenomena psikologis di mana orang melakukan sesuatu terutama karena orang lain melakukannya, terlepas dari keyakinan mereka sendiri, yang mungkin mereka abaikan atau kesampingkan. Kecenderungan orang untuk menyelaraskan keyakinan dan perilaku mereka dengan kelompok juga disebut mentalitas kawanan (herd mentality).

Istilah "efek bandwagon" berasal dari politik tetapi memiliki implikasi luas yang umum terlihat dalam perilaku konsumen dan aktivitas investasi. Fenomena ini dapat terlihat selama pasar bullish dan pertumbuhan gelembung aset.

Investopedia / Zoe Hansen

## Mengapa Efek Bandwagon Terjadi

Efek bandwagon terutama timbul dari faktor psikologis dan sosiologis. Manusia secara biologis terprogram untuk bersosialisasi dan suka menjadi bagian dari kelompok. Berperilaku sama seperti kelompok dapat membawa rasa memiliki dan penerimaan. Orang juga suka berada di tim yang menang dan menandakan identitas sosial mereka. Untuk melakukannya, mereka mengadopsi perilaku kelompok di sekitar mereka, dan perilaku itu mulai tampak diinginkan atau normal karena kedekatan dan pengulangan.

### Heuristik

Otak manusia menggunakan "jalan pintas", yang dikenal sebagai heuristik, untuk membuat keputusan dengan lebih efisien. Salah satu jalan pintas ini adalah melihat apa yang dilakukan orang lain. Jika cukup banyak orang mengikuti tren, mengulang pernyataan, atau membuat keputusan yang sama, otak Anda akan menganggap itu adalah keputusan yang benar untuk dibuat.

Secara ekonomi, ini bisa masuk akal, karena memungkinkan Anda menghemat biaya pengumpulan informasi dengan mengandalkan pengetahuan dan pendapat orang lain. Misalnya, jika Anda memiliki bayi, Anda bisa menghabiskan berjam-jam meneliti berbagai kereta bayi dan mencoba menemukan pilihan terbaik. Atau, jika semua orang yang Anda kenal memiliki model kereta bayi yang sama, Anda mungkin memutuskan itu yang terbaik karena semua orang lain menggunakannya. Selama itu adalah kereta bayi yang bagus, Anda akan menghemat waktu berjam-jam yang terbuang untuk penelitian yang tidak Anda perlukan.

Di sisi lain, mengikuti apa yang dilakukan kelompok tanpa mempertimbangkan implikasi penuhnya dapat menyebabkan masalah. Ini terlihat menjelang krisis perumahan pada tahun 2007. Lembaga keuangan semuanya bergabung dengan efek bandwagon KPR subprime, menciptakan gelembung perumahan yang tidak diatur dan tidak stabil. Investor dan pembeli semua percaya pasar akan terus stabil karena semua orang lain juga percaya pasar akan tetap stabil. Ini terbukti menjadi keyakinan yang salah dan menyebabkan Resesi Besar tahun 2007-2009.

### Efek Kebenaran Ilusi (Illusory Truth Effect)

Pengulangan juga dapat memengaruhi apa yang diyakini orang sebagai kebenaran. Orang cenderung percaya klaim lebih benar jika mereka lebih sering terpapar padanya. Inilah sebabnya mengapa iklan, propaganda, dan berita palsu semuanya berhasil: mereka membuat orang terpapar pada ide yang sama berulang kali. Ini dikenal sebagai efek kebenaran ilusi.

Ini juga bisa menjadi bagian dari efek bandwagon. Anda mungkin mendukung satu tim olahraga, tetapi jika semua orang yang Anda kenal terus-menerus berbicara tentang betapa lebih baiknya tim olahraga lain, itu mulai tampak seperti pernyataan yang benar. Pengulangan saja mungkin cukup untuk meyakinkan Anda untuk mengikuti keramaian dan mulai mendukung tim baru.

## Dampak Efek Bandwagon di Berbagai Bidang

Efek bandwagon dapat terlihat di berbagai bidang kehidupan sehari-hari. Ini dapat terlihat dalam perilaku sosial sehari-hari, seperti merokok karena teman Anda merokok atau berolahraga karena teman Anda berolahraga. Ini juga sering berlaku di bidang politik, perilaku konsumen, dan keuangan.

### Politik

Dalam politik, efek bandwagon mungkin menyebabkan warga memilih orang yang tampaknya memiliki dukungan lebih populer karena mereka ingin menjadi bagian dari mayoritas. Istilah "bandwagon" mengacu pada kereta yang membawa band melalui parade. Selama abad ke-19, seorang penghibur bernama Dan Rice berkeliling negara berkampanye untuk Presiden Zachary Taylor. Bandwagon Rice adalah pusat acara kampanyenya, dan dia mendorong orang-orang di kerumunan untuk "naik bandwagon" dan mendukung Taylor.

Pada awal abad ke-20, bandwagon umum digunakan dalam kampanye politik, dan "naik bandwagon" telah menjadi istilah yang merendahkan yang digunakan untuk menggambarkan fenomena sosial ingin menjadi bagian dari mayoritas, bahkan ketika itu berarti bertentangan dengan prinsip atau keyakinan seseorang.

### Perilaku Konsumen

Konsumen sering menghemat biaya pengumpulan informasi dan evaluasi kualitas barang konsumen dengan mengandalkan pendapat dan perilaku pembelian konsumen lain. Sampai batas tertentu, ini adalah kecenderungan yang bermanfaat dan berguna; jika preferensi orang lain serupa, keputusan konsumsi mereka rasional, dan mereka memiliki informasi akurat tentang kualitas relatif barang konsumen yang tersedia, maka sangat masuk akal untuk mengikuti jejak mereka dan secara efektif mengalihdayakan biaya pengumpulan informasi kepada orang lain.

Namun, efek bandwagon semacam ini dapat menimbulkan masalah karena memberikan insentif bagi setiap konsumen untuk "menumpang" pada informasi dan preferensi konsumen lain. Sejauh ini mengarah pada situasi di mana informasi mengenai produk konsumen mungkin kurang diproduksi, atau diproduksi semata-mata atau sebagian besar oleh pemasar, hal itu dapat dikritik. Misalnya, orang mungkin membeli barang elektronik baru karena popularitasnya, terlepas dari apakah mereka membutuhkannya, mampu membelinya, atau bahkan benar-benar menginginkannya.

Efek bandwagon dalam konsumsi juga dapat dikaitkan dengan konsumsi mencolok (conspicuous consumption), di mana konsumen membeli produk mahal sebagai sinyal status ekonomi.

### Investasi dan Keuangan

Efek bandwagon telah diidentifikasi dalam ekonomi perilaku juga. Pasar investasi dan keuangan bisa sangat rentan terhadap efek bandwagon karena tidak hanya jenis faktor sosial, psikologis, dan penghematan informasi yang sama terjadi, tetapi juga harga aset cenderung meningkat seiring semakin banyak orang ikut serta dalam bandwagon. Ini dapat menciptakan lingkaran umpan balik positif dari kenaikan harga dan peningkatan permintaan untuk suatu aset, terkait dengan konsep George Soros tentang refleksivitas.

Misalnya, selama gelembung dotcom akhir 1990-an, puluhan startup teknologi bermunculan yang tidak memiliki rencana bisnis yang layak, tidak ada produk atau layanan yang siap dipasarkan, dan dalam banyak kasus, tidak lebih dari sekadar nama (biasanya sesuatu yang terdengar teknologi dengan akhiran ".com" atau ".net"). Meskipun kurang dalam visi dan cakupan, perusahaan-perusahaan ini menarik jutaan dolar investasi sebagian besar karena efek bandwagon.

## Cara Menghindari Efek Bandwagon

Meminimalkan efek bandwagon bisa menjadi proses yang sulit. Groupthink sulit dihindari, begitu pula bias yang cenderung dimiliki manusia secara sosial. Ada tiga langkah yang dapat Anda ambil untuk meminimalkan efek bandwagon.

Anda mungkin akhirnya memilih untuk tidak mengikuti keramaian; dalam beberapa kasus, Anda mungkin menemukan bahwa pilihan populer juga merupakan pilihan yang baik untuk Anda. Apa pun yang terjadi, Anda akan merasa lebih percaya diri jika Anda telah meluangkan waktu untuk meneliti dan membuat keputusan Anda karena itulah yang Anda inginkan, bukan hanya apa yang dilakukan semua orang.

## Siapa yang Pertama Kali Mengidentifikasi Efek Bandwagon?

Istilah "bandwagon" berasal dari pemilihan presiden AS tahun 1848. Selama kampanye sukses Zachary Taylor, seorang badut pertunjukan populer mengundang Taylor untuk bergabung dengan kereta sirkusnya. Taylor menerima ketenaran yang signifikan, dan orang-orang mulai mengklaim bahwa lawan politiknya mungkin juga ingin "naik bandwagon".

## Apakah Efek Bandwagon Positif atau Negatif?

Efek bandwagon itu sendiri adalah fenomena netral. Apakah mengikuti perilaku orang lain itu positif atau negatif tergantung pada perilaku yang diikuti. Misalnya, jika semua orang yang Anda kenal menabung untuk pensiun dan sering membicarakannya, Anda mungkin lebih cenderung menabung untuk pensiun karena Anda meniru perilaku orang-orang di sekitar Anda. Dalam kasus itu, efek bandwagon akan positif bagi Anda. Tetapi jika semua orang yang Anda kenal menjalani gaya hidup mewah, dan Anda melakukan hal yang sama meskipun Anda tidak mampu membelinya, efek bandwagon akan memiliki konsekuensi negatif bagi Anda.

## Mengapa Efek Bandwagon Penting bagi Investor?

Efek bandwagon dapat menyebabkan investor mengikuti keramaian, yang dapat mengakibatkan gelembung aset atau keruntuhan, tergantung pada apakah keramaian membeli atau menjual. Dalam kedua kasus, orang mungkin berinvestasi karena takut ketinggalan (FOMO) daripada melakukan evaluasi individual terhadap investasi dan melakukan uji tuntas. Membeli atau menjual hanya karena semua orang tampaknya melakukannya dapat menyebabkan hasil yang buruk.

## Intinya

Efek bandwagon adalah fenomena di mana orang mulai melakukan sesuatu karena semua orang tampaknya melakukannya. Ini dapat disebabkan oleh faktor psikologis, sosial, dan ekonomi. Orang mungkin ingin menjadi bagian dari kelompok yang tampaknya akan menang, yakin sesuatu itu benar karena mereka telah mendengarnya berulang kali, atau sekadar dipengaruhi oleh teman atau kerabat mereka.

Efek bandwagon pertama kali diidentifikasi dalam politik. Orang sering memilih kandidat yang tampaknya memiliki dukungan terbanyak karena mereka ingin menjadi bagian dari mayoritas, terlepas dari keyakinan politik mereka sendiri. Ini juga dapat memengaruhi keputusan pengeluaran konsumen dan investasi.


## FAQ

**Apa itu efek bandwagon?**
Efek bandwagon adalah fenomena psikologis di mana orang cenderung melakukan sesuatu hanya karena orang lain melakukannya, mengabaikan keyakinan pribadi mereka.

**Mengapa efek bandwagon terjadi?**
Efek bandwagon terjadi karena faktor psikologis dan sosiologis, seperti keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok, diterima, dan berada di tim yang menang, serta penggunaan heuristik atau jalan pintas mental.

**Di mana efek bandwagon dapat terlihat?**
Efek bandwagon dapat terlihat dalam berbagai bidang seperti politik, perilaku konsumen, dan investasi keuangan.

**Bagaimana cara menghindari efek bandwagon?**
Untuk menghindari efek bandwagon, penting untuk meluangkan waktu untuk meneliti dan membuat keputusan berdasarkan apa yang Anda inginkan, bukan hanya apa yang dilakukan orang lain.

**Apakah efek bandwagon selalu negatif?**
Efek bandwagon itu sendiri adalah fenomena netral. Dampaknya bisa positif atau negatif tergantung pada perilaku yang diikuti.