# Modal Bank: Pengertian dan Klasifikasi

*English: Bank Capital: Meaning and Classifications*

> Pelajari pengertian modal bank, klasifikasinya menurut Basel III (Tier 1, Tier 2), dan pentingnya bagi kesehatan finansial bank.

**Definisi:** Modal bank adalah selisih antara aset bank dengan liabilitasnya, yang merepresentasikan nilai bersih bank atau ekuitasnya.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/bank_capital

---

## Apa Itu Modal Bank?

Modal bank adalah selisih antara aset bank dengan liabilitasnya. Ini adalah nilai bersih bank.

Porsi aset dari modal bank mencakup kas, sekuritas pemerintah, dan pinjaman yang menghasilkan bunga seperti KPR. Liabilitasnya mencakup cadangan kerugian pinjaman dan utang yang dimilikinya.

Modal bank dapat dipandang sebagai nilai ekuitasnya. Artinya, ini adalah jumlah yang akan tersedia bagi kreditur dan investor jika bank bangkrut dan terpaksa melikuidasi asetnya.

## Cara Kerja Modal Bank

Modal bank merepresentasikan nilai instrumen ekuitas bank yang dapat menyerap kerugian dan memiliki prioritas terendah dalam pembayaran jika bank dilikuidasi. Meskipun modal bank dapat didefinisikan sebagai selisih antara aset dan liabilitas bank, otoritas nasional memiliki definisi modal regulasi mereka sendiri.

Kerangka kerja regulasi perbankan utama terdiri dari standar internasional yang diberlakukan oleh Basel Committee on Banking Supervision melalui perjanjian internasional Basel I, Basel II, dan Basel III. Standar-standar ini memberikan definisi modal bank regulasi yang dipantau ketat oleh pasar dan regulator perbankan.

Karena bank memainkan peran penting dalam perekonomian dengan mengumpulkan tabungan dan menyalurkannya ke penggunaan produktif melalui pinjaman, industri perbankan dan definisi modal bank sangat diregulasi. Meskipun setiap negara dapat memiliki persyaratan sendiri, perjanjian regulasi perbankan internasional terbaru, Basel III, menyediakan kerangka kerja untuk mendefinisikan modal bank regulasi.

## Klasifikasi Modal Regulasi

Menurut Basel III, modal bank regulasi dibagi menjadi beberapa tingkatan (tier). Tingkatan ini didasarkan pada subordinasi dan kemampuan bank untuk menyerap kerugian dengan perbedaan yang jelas antara instrumen modal saat bank masih solvabel versus setelah bangkrut. Common equity tier 1 (CET1) mencakup nilai buku saham biasa, modal disetor, dan laba ditahan, dikurangi goodwill dan aset tak berwujud lainnya. Instrumen dalam CET1 harus memiliki subordinasi tertinggi dan tanpa jatuh tempo.

### Tier 1 Capital

Tier 1 capital mencakup CET1 ditambah instrumen lain yang tersubordinasi terhadap utang subordinasi, dan tidak memiliki jatuh tempo tetap, tidak ada insentif tertanam untuk penebusan, dan di mana bank dapat membatalkan dividen atau kupon kapan saja. Tier 1 capital terdiri dari ekuitas pemegang saham dan laba ditahan. Tier 1 capital ditujukan untuk mengukur kesehatan finansial bank dan digunakan ketika bank harus menyerap kerugian tanpa menghentikan operasi bisnis.

### Penting

Dari sudut pandang regulator, modal bank (dan Tier 1 capital khususnya) adalah ukuran utama kekuatan finansial bank.

Tier 1 capital adalah sumber pendanaan utama bank. Biasanya, ini menampung hampir semua dana terkumpul bank. Dana ini dihasilkan secara khusus untuk mendukung bank saat kerugian diserap sehingga fungsi bisnis reguler tidak perlu ditutup.

Di bawah Basel III, rasio minimum tier 1 capital adalah 8,5%, yang dihitung dengan membagi modal tier 1 bank dengan total aset tertimbang risiko. Misalnya, asumsikan ada bank dengan modal tier 1 sebesar $176,263 miliar dan aset tertimbang risiko senilai $1,243 triliun. Rasio tier 1 capital bank untuk periode tersebut adalah $176,263 miliar / $1,243 triliun = 14,18%, yang memenuhi persyaratan minimum Basel III sebesar 8,5% untuk tier 1 capital dan 10,5% untuk total capital ratio.

### Tier 2 Capital

Tier 2 capital terdiri dari utang subordinasi tanpa jaminan dan surplus sahamnya dengan jatuh tempo asli kurang dari lima tahun, dikurangi investasi di anak perusahaan lembaga keuangan non-konsolidasi dalam keadaan tertentu. Total modal regulasi sama dengan jumlah Tier 1 dan Tier 2 capital.

Tier 2 capital mencakup cadangan revaluasi, instrumen modal hibrida, utang berjangka subordinasi, cadangan kerugian pinjaman umum, dan cadangan yang tidak diungkapkan. Tier 2 capital adalah modal tambahan karena kurang andal dibandingkan tier 1 capital. Tier 2 capital dianggap kurang andal dibandingkan Tier 1 capital karena lebih sulit dihitung secara akurat dan terdiri dari aset yang lebih sulit dilikuidasi.

Di bawah Basel III, rasio total capital minimum adalah 10,5%; tidak ada persyaratan yang ditentukan untuk tier 2 capital.

## Nilai Buku Ekuitas Pemegang Saham

Modal bank dapat dianggap sebagai nilai buku ekuitas pemegang saham di neraca bank. Karena banyak bank menilai kembali aset keuangan mereka lebih sering daripada perusahaan di industri lain yang memegang aset tetap dengan biaya historis, ekuitas pemegang saham dapat berfungsi sebagai proksi yang masuk akal untuk modal bank.

Item tipikal yang ditampilkan dalam nilai buku ekuitas pemegang saham meliputi ekuitas preferen, saham biasa, modal disetor, laba ditahan, dan pendapatan komprehensif terakumulasi. Nilai buku ekuitas pemegang saham juga dihitung sebagai selisih antara aset dan liabilitas bank.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan modal bank?**
Modal bank adalah selisih antara total aset bank dengan total liabilitasnya, yang mencerminkan nilai bersih atau ekuitas bank.

**Bagaimana modal bank diklasifikasikan menurut Basel III?**
Menurut Basel III, modal bank regulasi diklasifikasikan menjadi Tier 1 Capital (termasuk Common Equity Tier 1/CET1) dan Tier 2 Capital, berdasarkan kemampuan menyerap kerugian dan prioritas pembayaran.

**Apa perbedaan utama antara Tier 1 Capital dan Tier 2 Capital?**
Tier 1 Capital adalah modal inti yang paling andal untuk menyerap kerugian tanpa menghentikan operasi, sedangkan Tier 2 Capital bersifat suplemen dan kurang andal.

**Berapa rasio minimum Tier 1 Capital yang ditetapkan oleh Basel III?**
Basel III menetapkan rasio minimum Tier 1 Capital sebesar 8,5% dari total aset tertimbang risiko bank.

**Apakah nilai buku ekuitas pemegang saham bisa dianggap sebagai modal bank?**
Ya, nilai buku ekuitas pemegang saham seringkali dapat dianggap sebagai proksi yang masuk akal untuk modal bank, karena mencerminkan selisih antara aset dan liabilitas bank.