# Memahami Pasar Beruang: Fase, Contoh, dan Tips Investasi

*English: Understanding Bear Markets: Phases, Examples, and Investment Tips*

> Pelajari tentang pasar beruang, fase-fasenya, contoh historis, dan strategi investasi untuk menavigasi penurunan pasar 20% atau lebih.

**Definisi:** Pasar beruang adalah kondisi di mana pasar keuangan mengalami penurunan 20% atau lebih dari puncaknya, seringkali disertai pesimisme investor dan pelemahan ekonomi.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/bearmarket

---

## Memahami Pasar Beruang: Fase, Contoh, dan Tips Investasi

Pasar beruang terjadi ketika pasar keuangan mengalami penurunan 20% atau lebih. Hal ini sering ditandai dengan jatuhnya harga dan meningkatnya pesimisme investor. Penurunan ini biasanya dipicu oleh faktor-faktor yang melemahkan kepercayaan investor, seperti perlambatan ekonomi, inflasi yang meningkat, atau ketegangan geopolitik. Artikel ini akan membahas fase-fase utama pasar beruang, contoh dari sejarah terkini, dan strategi investasi yang efektif untuk membantu menavigasi dan berpotensi memanfaatkan kondisi pasar yang menantang ini.

### Poin Penting

Investopedia / Daniel Fishel

## Wawasan Mendalam Tentang Pasar Beruang

Harga saham umumnya mencerminkan ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan. Jika sebuah perusahaan memiliki laba yang lebih rendah dari perkiraan, atau mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dari prediksi analis, investor mungkin merespons dengan menjual saham perusahaan tersebut, yang menyebabkan penurunan harga secara keseluruhan. Kombinasi perilaku kerumunan dan ketakutan dapat menciptakan dorongan untuk meminimalkan kerugian, yang pada gilirannya dapat menyebabkan periode harga aset yang tertekan dalam jangka waktu lama.

Satu definisi pasar beruang menyatakan bahwa pasar berada dalam wilayah beruang ketika saham, rata-rata, turun setidaknya 20% dari puncaknya. Namun, 20% adalah angka yang arbitrer, sama seperti penurunan 10% adalah patokan arbitrer untuk koreksi. Definisi lain dari pasar beruang adalah ketika investor lebih menghindari risiko daripada mencari risiko. Pasar beruang semacam ini dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun karena investor menghindari spekulasi demi pilihan yang aman dan membosankan.

Pasar beruang dapat disebabkan oleh ekonomi yang lemah, pecahnya gelembung pasar, pandemi, perang, krisis geopolitik, atau pergeseran besar seperti perpindahan ke ekonomi online. Tanda-tanda ekonomi yang lemah atau melambat biasanya adalah:

Intervensi pemerintah dalam ekonomi juga dapat memicu pasar beruang. Misalnya, perubahan tarif pajak atau federal funds rate dapat menyebabkan pasar beruang. Demikian pula, penurunan kepercayaan investor juga dapat menandakan dimulainya pasar beruang. Ketika investor percaya sesuatu akan terjadi, mereka akan mengambil tindakan—dalam kasus pasar beruang yang akan datang, mereka akan menjual saham untuk menghindari kerugian.

Pasar beruang dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Pasar beruang sekuler dapat berlangsung antara 10 hingga 20 tahun dan ditandai dengan imbal hasil di bawah rata-rata secara berkelanjutan. Mungkin ada reli dalam pasar beruang sekuler di mana saham atau indeks menguat untuk sementara waktu, tetapi kenaikan tersebut tidak berkelanjutan, dan harga kembali ke tingkat yang lebih rendah. Sebaliknya, pasar beruang siklus dapat berlangsung antara beberapa minggu hingga beberapa bulan.

### Pasar Beruang Penting dalam Sejarah Terkini

Indeks pasar utama AS mendekati wilayah pasar beruang pada 24 Desember 2018, hanya sedikit kurang dari penurunan 20%. Baru-baru ini, indeks utama termasuk S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok tajam ke wilayah pasar beruang antara 11 Maret dan 12 Maret 2020. Sebelum itu, pasar beruang berkepanjangan terakhir di Amerika Serikat terjadi antara tahun 2007 dan 2009 selama Krisis Finansial dan berlangsung sekitar 17 bulan. S&P 500 kehilangan 50% nilainya selama waktu itu.

Pada Februari 2020, saham global memasuki pasar beruang mendadak setelah pandemi virus corona global, menyebabkan DJIA turun 38% dari puncaknya sepanjang masa pada 12 Februari (29.568,77) ke level terendah pada 23 Maret (18.213,65) dalam waktu lebih dari satu bulan. Namun, baik S&P 500 maupun Nasdaq 100 mencapai rekor tertinggi baru pada Agustus 2020.

## Empat Fase Siklus Pasar Beruang

Pasar beruang biasanya memiliki empat fase yang berbeda.

### Fase Pertama Pasar Beruang

Fase pertama ditandai dengan harga tinggi dan sentimen investor yang tinggi. Menjelang akhir fase ini, investor mulai keluar dari pasar dan mengambil keuntungan.

### Fase Kedua Pasar Beruang

Pada fase kedua, harga saham mulai turun tajam, aktivitas perdagangan dan laba perusahaan mulai menurun, dan indikator ekonomi, yang mungkin pernah positif, mulai berada di bawah rata-rata. Beberapa investor mulai panik seiring sentimen yang mulai menurun. Ini disebut sebagai kapitulasi.

### Fase Ketiga Pasar Beruang

Fase ketiga menunjukkan spekulan mulai memasuki pasar, yang secara konsekuen menaikkan beberapa harga dan volume perdagangan.

### Fase Keempat Pasar Beruang

Pada fase keempat dan terakhir, harga saham terus turun, tetapi perlahan. Ketika harga rendah dan berita baik mulai menarik investor kembali, pasar beruang mulai mengarah ke pasar banteng.

### "Beruang" dan "Banteng"

Fenomena pasar beruang diperkirakan berasal dari cara beruang menyerang mangsanya—menyapu cakarnya ke bawah. Inilah sebabnya mengapa pasar dengan harga saham yang menurun disebut pasar beruang. Sama seperti pasar beruang, pasar banteng mungkin dinamai dari cara banteng menyerang dengan mendorong tanduknya ke udara.

## Membedakan Pasar Beruang dari Koreksi Pasar

Pasar beruang tidak boleh disamakan dengan koreksi, yang merupakan tren jangka pendek dengan durasi kurang dari dua bulan.

Sementara koreksi menawarkan waktu yang baik bagi investor nilai untuk menemukan titik masuk ke pasar saham, pasar beruang jarang memberikan titik masuk yang sesuai. Hambatan ini karena hampir tidak mungkin untuk menentukan titik terendah pasar beruang. Mencoba memulihkan kerugian bisa menjadi perjuangan berat kecuali investor adalah penjual kosong (short seller) atau menggunakan strategi lain untuk mendapatkan keuntungan di pasar yang menurun.

Antara tahun 1900 dan 2018, Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami sekitar 33 pasar beruang, rata-rata satu setiap tiga tahun. Pasar beruang utama baru-baru ini terjadi selama krisis keuangan global dari Oktober 2007 hingga Maret 2009. Selama waktu itu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 54%. Pandemi COVID-19 global menyebabkan pasar beruang terbaru tahun 2020 untuk S&P 500 dan DJIA. Nasdaq Composite baru-baru ini memasuki pasar beruang pada Maret 2022 karena kekhawatiran seputar perang di Ukraina, sanksi ekonomi terhadap Rusia, dan inflasi tinggi.

## Memanfaatkan Short Selling Selama Pasar Beruang

Investor dapat memperoleh keuntungan di pasar beruang dengan melakukan short selling. Teknik ini melibatkan penjualan saham pinjaman dan membelinya kembali dengan harga lebih rendah. Ini adalah perdagangan yang sangat berisiko dan dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak berhasil. Penjual kosong harus meminjam saham dari broker sebelum pesanan short sell ditempatkan. Jumlah keuntungan dan kerugian penjual kosong adalah perbedaan antara harga di mana saham dijual dan harga di mana saham dibeli kembali, yang disebut "covered."

Misalnya, seorang investor melakukan short 100 saham suatu perusahaan pada harga $94. Harga turun dan saham dibeli kembali pada $84. Investor mengantongi keuntungan sebesar $10 x 100 = $1.000. Jika saham naik tak terduga, investor terpaksa membeli kembali saham dengan harga premium, menyebabkan kerugian besar.

### Peringatan

Short selling adalah strategi perdagangan yang berisiko dengan kemungkinan kerugian besar. Ini tidak cocok untuk investor yang tidak berpengalaman.

## Menggunakan Puts dan Inverse ETF untuk Menavigasi Pasar Beruang

Opsi put memberikan pemilik kebebasan, tetapi bukan kewajiban, untuk menjual saham pada harga tertentu pada, atau sebelum, tanggal tertentu. Opsi put dapat digunakan untuk berspekulasi pada penurunan harga saham, dan untuk melindungi portofolio yang hanya memiliki posisi beli (long-only) terhadap penurunan harga. Investor harus memiliki hak opsi di akun mereka untuk melakukan perdagangan semacam itu. Di luar pasar beruang, membeli put umumnya lebih aman daripada short selling.

Inverse ETF dirancang untuk mengubah nilai berlawanan arah dengan indeks yang mereka lacak. Misalnya, inverse ETF untuk S&P 500 akan meningkat sebesar 1% jika indeks S&P 500 turun sebesar 1%. Ada banyak inverse ETF yang dileveraged yang memperbesar imbal hasil indeks yang mereka lacak sebanyak dua dan tiga kali. Seperti opsi, inverse ETF dapat digunakan untuk berspekulasi atau melindungi portofolio.

## Studi Kasus Historis Pasar Beruang

Krisis gagal bayar hipotek perumahan menghantam pasar saham pada Oktober 2007. Saat itu, S&P 500 telah mencapai puncaknya di 1.565,15 pada 9 Oktober 2007. Pada 5 Maret 2009, indeks tersebut anjlok ke 682,55, seiring dengan semakin jelasnya skala dan dampak gagal bayar hipotek perumahan terhadap perekonomian secara keseluruhan. Indeks pasar utama AS kembali mendekati wilayah pasar beruang pada 24 Desember 2018, hanya sedikit kurang dari penurunan 20%.

Baru-baru ini, Dow Jones Industrial Average memasuki pasar beruang pada 11 Maret 2020, dan S&P 500 memasuki pasar beruang pada 12 Maret 2020. Ini terjadi setelah pasar banteng terpanjang dalam catatan untuk indeks tersebut, yang dimulai pada Maret 2009. Saham anjlok akibat dimulainya pandemi COVID-19, yang membawa lockdown massal dan ketakutan akan penurunan permintaan konsumen. Selama periode ini, Dow Jones anjlok tajam dari rekor tertinggi mendekati 30.000 ke level terendah di bawah 19.000 dalam beberapa minggu. Dari 19 Februari hingga 23 Maret, S&P 500 turun 34%.

Contoh lain termasuk dampak pecahnya gelembung dot com pada Maret 2000, yang menghapus sekitar 49% nilai S&P 500 dan berlangsung hingga Oktober 2002; dan Depresi Besar yang dimulai dengan keruntuhan pasar saham pada 28-29 Oktober 1929.

## Apa Perbedaan Utama Antara Pasar Beruang dan Pasar Banteng?

Perbedaan utama antara pasar beruang dan pasar banteng adalah bahwa pasar beruang mengacu pada penurunan besar di pasar keuangan, sementara pasar banteng mengacu pada kenaikan besar. Pasar berkinerja baik selama pasar banteng dan buruk selama pasar beruang.

## Apakah Baik Membeli Selama Pasar Beruang?

Investor jangka panjang dapat menemukan banyak saham berharga dengan harga lebih rendah selama pasar beruang, menjadikan pasar beruang waktu yang baik untuk membeli jika Anda mampu menunggu investasi Anda pulih. Trader yang ingin mendapatkan keuntungan jangka pendek mungkin perlu menggunakan strategi lain selama pasar beruang, seperti short selling.

## Haruskah Saya Menjual Saham Saya Selama Pasar Beruang?

Bagi kebanyakan investor, strategi beli dan tahan (buy-and-hold) adalah cara terbaik untuk menghasilkan uang melalui investasi, daripada terburu-buru membeli atau menjual investasi setiap kali pasar berubah. Jika Anda memiliki portofolio yang seimbang dan terdiversifikasi yang mencakup aset seperti obligasi pemerintah, saham defensif, dan kas, serta ekuitas, Anda seharusnya tidak perlu menjual selama pasar beruang. Memang, jika Anda menjual saham Anda selama pasar beruang karena takut harganya akan turun lebih jauh, Anda mungkin kehilangan keuntungan besar ketika pasar akhirnya pulih.

## Intinya

Pasar beruang adalah penurunan 20% atau lebih dalam harga pasar, seringkali disertai dengan sentimen investor negatif dan kondisi ekonomi yang melemah. Penurunan ini dapat bervariasi dalam durasi, berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa tahun. Pasar beruang dapat memberikan peluang untuk membeli saham berkualitas dengan harga lebih rendah bagi investor jangka panjang, sementara trader jangka pendek dapat menggunakan strategi seperti short selling, membeli opsi put, atau berinvestasi di inverse ETF. Namun, ini bisa datang dengan risiko. Pasar beruang biasanya dipicu oleh faktor-faktor seperti perlambatan ekonomi atau kepanikan investor. Karena sulit untuk menentukan titik terendah yang tepat, kesabaran dan pengambilan keputusan yang disiplin diperlukan untuk menavigasinya dengan sukses.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan pasar beruang?**
Pasar beruang adalah kondisi di mana pasar keuangan mengalami penurunan 20% atau lebih dari puncaknya, seringkali disertai pesimisme investor dan pelemahan ekonomi.

**Apa saja penyebab umum pasar beruang?**
Pasar beruang dapat disebabkan oleh ekonomi yang lemah, pecahnya gelembung pasar, pandemi, perang, krisis geopolitik, atau pergeseran besar dalam ekonomi.

**Berapa lama pasar beruang biasanya berlangsung?**
Pasar beruang dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga bertahun-tahun; pasar beruang sekuler bisa berlangsung 10-20 tahun, sementara pasar beruang siklus bisa berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan.

**Bagaimana investor dapat berinvestasi selama pasar beruang?**
Investor jangka panjang dapat membeli saham berkualitas dengan harga lebih rendah, sementara trader jangka pendek dapat menggunakan strategi seperti short selling, membeli opsi put, atau berinvestasi di inverse ETF.

**Apa perbedaan antara pasar beruang dan koreksi pasar?**
Pasar beruang adalah penurunan 20% atau lebih yang berkelanjutan, sementara koreksi pasar adalah tren jangka pendek yang berlangsung kurang dari dua bulan.