# Memahami Ekonomi Perilaku: Teori, Tujuan, dan Aplikasi Nyata

*English: Understanding Behavioral Economics: Theories, Goals, and Real-World Applications*

> Pelajari ekonomi perilaku: studi psikologi dalam pengambilan keputusan ekonomi individu dan institusi. Temukan teori, bias kognitif, dan aplikasinya.

**Definisi:** Ekonomi perilaku adalah studi tentang psikologi yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan ekonomi individu dan institusi.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/behavioraleconomics

---

## Apa Itu Ekonomi Perilaku?

Ekonomi perilaku adalah studi tentang psikologi yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan ekonomi individu dan institusi. Bidang ini mengambil dari psikologi dan ekonomi untuk mengeksplorasi mengapa orang terkadang membuat keputusan yang tidak rasional, serta bias kognitif yang menyebabkan perilaku menyimpang dari model ekonomi.

Ekonomi perilaku sangat berguna dalam strategi pemasaran untuk memprediksi perilaku konsumen. Ekonomi perilaku sering dikaitkan dengan ekonomi normatif.

## Menjelajahi Prinsip-prinsip Ekonomi Perilaku

Dalam dunia yang ideal, orang akan selalu membuat keputusan optimal yang memberi mereka manfaat dan kepuasan terbesar. Dalam ekonomi, teori pilihan rasional menyatakan bahwa ketika manusia dihadapkan pada berbagai pilihan dalam kondisi kelangkaan, mereka akan memilih opsi yang memaksimalkan kepuasan individu mereka.

Teori ini mengasumsikan bahwa orang, mengingat preferensi dan kendala mereka, mampu membuat keputusan rasional dengan menimbang secara efektif biaya dan manfaat dari setiap pilihan yang tersedia bagi mereka. Keputusan akhir yang dibuat akan menjadi pilihan terbaik bagi individu tersebut. Orang yang rasional memiliki kontrol diri dan tidak terpengaruh oleh emosi serta faktor eksternal, sehingga tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri. Sayangnya, ekonomi perilaku menjelaskan bahwa manusia tidak rasional dan tidak mampu membuat keputusan yang baik.

Karena manusia adalah makhluk emosional dan mudah teralihkan, mereka membuat keputusan yang tidak sesuai dengan kepentingan pribadi mereka. Misalnya, menurut teori pilihan rasional, jika Charles ingin menurunkan berat badan dan dibekali informasi tentang jumlah kalori yang tersedia dalam setiap produk makanan, ia hanya akan memilih produk makanan dengan kalori minimal.

Ekonomi perilaku menyatakan bahwa meskipun Charles ingin menurunkan berat badan dan bertekad untuk makan makanan sehat ke depannya, perilaku akhirnya akan dipengaruhi oleh bias kognitif, emosi, dan pengaruh sosial. Jika iklan di TV mempromosikan merek es krim dengan harga menarik dan menyatakan bahwa semua manusia membutuhkan 2.000 kalori sehari untuk berfungsi efektif, gambar es krim yang menggugah selera, harga, dan statistik yang tampaknya valid dapat membuat Charles tergoda dan gagal dalam usahanya menurunkan berat badan, menunjukkan kurangnya kontrol diri.

### Penting

Ekonomi perilaku dan keuangan perilaku sering kali didorong oleh banyak faktor yang sama, meskipun keuangan perilaku sering kali lebih terkait dengan pasar keuangan.

## Tinjauan Historis Ekonomi Perilaku

Pemenang Nobel seperti Gary Becker, Herbert Simon, Daniel Kahneman, George Akerlof, dan Richard H. Thaler adalah tokoh penting dalam ekonomi perilaku.

Pada abad ke-18, Adam Smith mencatat bahwa orang sering kali terlalu percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri, menyatakan "peluang mendapatkan keuntungan oleh setiap orang lebih atau kurang dinilai terlalu tinggi, dan peluang kerugian oleh kebanyakan orang dinilai terlalu rendah, dan oleh hampir tidak ada orang yang dalam kesehatan dan semangat yang layak, dinilai lebih dari nilainya." Smith berpendapat bahwa individu sering kali menilai terlalu tinggi kemampuan mereka dan meremehkan risiko, menunjukkan ketidakrasionalan dalam keterbatasan mereka.

Pada tahun 1960-an, ekonom seperti Amos Tversky dan Daniel Kahneman mengidentifikasi bias-bias utama, seperti heuristik ketersediaan, yang membuat orang salah menafsirkan data. Misalnya, berita utama dapat membuat serangan hiu tampak lebih umum daripada kenyataannya. Tversky dan Kahneman juga berjasa dalam mengembangkan teori prospek, yaitu bagaimana orang berpotensi lebih menghindari kerugian dibandingkan menerima keuntungan yang setara.

Pada tahun 2017, Richard Thaler menerima Penghargaan Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi atas karyanya dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang memandu pengambilan keputusan ekonomi individu. Karya Thaler mencakup rasionalitas terbatas, preferensi sosial, kurangnya kontrol diri, dan pengambilan keputusan individu.

## Faktor-faktor Kunci yang Mempengaruhi Perilaku Ekonomi

Seringkali ada lima faktor yang dikutip saat menganalisis bagaimana perilaku individu dipengaruhi.

### Rasionalitas Terbatas

Rasionalitas terbatas adalah gagasan bahwa individu membuat keputusan berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki. Sayangnya, informasi ini sering kali terbatas, baik karena kurangnya keahlian individu maupun kurangnya informasi yang tersedia. Dalam hal keuangan dan investasi, informasi publik yang sama tersedia untuk semua orang, meskipun investor mungkin tidak mengetahui keadaan sebenarnya dari apa yang terjadi di dalam perusahaan.

### Arsitektur Pilihan

Orang dapat dengan mudah dimanipulasi, dan ini sering terlihat dalam cara promotor membuat insentif atau penawaran untuk membuat konsumen membeli produk tertentu. Pertimbangkan bagaimana tampilan kerupuk dapat disajikan tepat di sebelah lorong keju di supermarket. Tata letak ini dirancang untuk memandu konsumen dalam membuat keputusan menggunakan tampilan produk terkait yang terencana.

### Bias Kognitif

Baik disadari atau tidak, setiap orang membuat keputusan yang dipengaruhi oleh bias kognitif. Pertimbangkan pilihan untuk berinvestasi di antara dua perusahaan. Ekonomi perilaku berpegang pada teori bahwa warna logo, nama CEO, atau kota tempat masing-masing perusahaan berkantor pusat dapat memicu bias yang tidak diketahui yang membuat kita memilih perusahaan lain.

### Diskriminasi

Dalam arti yang sama, ekonomi perilaku sering dikaitkan dengan diskriminasi. Orang mempersepsikan hal-hal, peristiwa, atau orang lain melalui lensa mereka sendiri, berpotensi mendiskriminasi orang lain karena mereka hanya menyukai alternatif yang berbeda. Ini tidak berarti alternatif tersebut adalah pilihan yang lebih baik, meskipun demikian.

### Mentalitas Kawanan

Banyak keputusan konsumen dipengaruhi oleh apa yang dilakukan orang lain. Baik itu ketakutan ketinggalan atau keinginan untuk menjadi bagian dari kolektif yang lebih besar, mentalitas kawanan adalah keyakinan bahwa keputusan individu dipengaruhi oleh apa yang dilakukan orang lain, bukan semata-mata pada hasil terbaik. Bagaimanapun, jauh lebih mudah mendukung tim favorit Anda meskipun mereka belum memenangkan kejuaraan untuk sementara waktu selama penggemar lain berbagi rasa sakit Anda.

### Fakta Cepat

Media memainkan peran penting dalam ekonomi perilaku. Pertimbangkan bagaimana satu judul berita dapat menarik perhatian Anda dan membuat Anda ingin mengejar atau menghindari suatu produk.

## Prinsip Inti yang Memandu Ekonomi Perilaku

Bidang ekonomi sangat luas. Meskipun ekonomi perilaku hanyalah bagian dari bidang tersebut, ia sendiri memiliki sejumlah prinsip panduan yang menentukan tema-tema dalam ekonomi perilaku. Beberapa prinsip dan tema utama tercantum di bawah ini.

### Pembingkaian (Framing)

Pembingkaian adalah prinsip tentang bagaimana sesuatu disajikan kepada individu. Konsep ekonomi perilaku ini menghadirkan bias kognitif di mana suatu hasil dapat ditentukan berdasarkan struktur bagaimana sesuatu telah disajikan. Pertimbangkan dua pernyataan tentang Babe Ruth ini, yang menggambarkan fakta yang sama:

### Heuristik

Heuristik adalah bidang yang rumit, tetapi secara sederhana berarti bahwa manusia cenderung membuat keputusan menggunakan jalan pintas mental daripada menggunakan penalaran yang panjang, rasional, dan optimal. Orang sering percaya sesuatu itu benar, meskipun sudah ketinggalan zaman. Dalam situasi ini, lebih mudah bagi konsumen untuk melanjutkan apa yang telah mereka lakukan daripada menyadari adanya situasi yang lebih menguntungkan.

### Keengganan Kerugian (Loss Aversion)

Ekonomi perilaku berakar pada gagasan bahwa orang tidak menyukai kerugian. Faktanya, orang sangat menghindari kerugian hingga hasil ekonomi dari satu nilai finansial yang negatif lebih besar daripada beban emosional dari nilai finansial yang sama tetapi positif. Misalnya, beberapa orang merasa ada emosi negatif yang jauh lebih kuat terkait dengan kehilangan uang $20 dibandingkan menemukan uang $20 di tanah.

### Inefisiensi Pasar

Untuk mencari frasa yang lebih baik, pasar dapat memanfaatkan ekonomi perilaku. Untuk alasan ini, inefisiensi pasar memainkan peran penting dalam ekonomi perilaku. Pertimbangkan bagaimana saham yang terlalu mahal masih dapat menarik investor karena penurunan rasio P/E. Meskipun kelipatan perdagangan mungkin masih sangat tinggi, investor mungkin berpikir ada sesuatu di pasar yang lebih masuk akal hanya karena lebih rendah. Misalnya, saham senilai $20 mungkin diperdagangkan seharga $50. Jika harganya turun menjadi $40, investor mungkin merasa ini adalah peluang besar.

### Akuntansi Mental (Mental Accounting)

Konsumen dan investor dapat mengubah kecenderungan pengeluaran dan perdagangan mereka berdasarkan keadaan. Meskipun ini adil, sering kali tidak logis dan membentuk banyak aspek ekonomi perilaku. Misalnya, setelah menerima bonus tahunan seseorang, seorang investor mungkin memilih untuk berinvestasi pada saham yang lebih berisiko. Latihan akuntansi mental ini membuat investor membuat keputusan berdasarkan keadaan mereka, bukan strategi jangka panjang mereka.

### Kekeliruan Biaya Tenggelam (Sunk-Cost Fallacy)

Kekeliruan biaya tenggelam adalah keterikatan emosional pada biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu. Konsumen dan investor cenderung lebih sulit untuk "melepaskan" investasi yang gagal atau modal yang telah dikomitmen. Pertimbangkan saham yang gagal yang dibeli seharga $100 per saham yang sekarang bernilai $15 per saham. Seorang investor mungkin tidak merasa terdorong untuk membeli pada harga $15 per saham karena mereka berpikir perusahaan tidak bernilai sebanyak itu. Namun, mereka tidak mau menjual saham mereka yang dibeli seharga $100 per saham karena keterikatan emosional pada modal yang telah dikomitmen itu.

### Fakta Cepat

Saat melakukan analisis biaya/manfaat, biaya tenggelam diabaikan sepenuhnya. Itu karena harga sudah dibayar dan, jika tidak dapat dipulihkan, tidak memiliki pengaruh finansial pada hasil keputusan di masa depan.

## Aplikasi Praktis Ekonomi Perilaku

### Pasar Keuangan

Salah satu bidang di mana ekonomi perilaku dapat diterapkan adalah keuangan perilaku, yang berusaha menjelaskan mengapa investor membuat keputusan gegabah saat berdagang di pasar modal. Mirip dengan bagaimana profesional poker tidak hanya mempelajari matematika dan peluang poker, mereka juga mencoba memanfaatkan sifat tidak rasional pemain lain. Konsep ini juga berlaku untuk pasar keuangan.

### Teori Permainan (Game Theory)

Ketika keputusan yang dibuat mengarah pada kesalahan, heuristik dapat menyebabkan bias kognitif. Teori permainan perilaku, kelas teori permainan yang muncul, juga dapat diterapkan pada ekonomi perilaku karena teori permainan menjalankan eksperimen dan menganalisis keputusan orang untuk membuat pilihan yang tidak rasional. Konsep ini mencoba untuk mengesampingkan perilaku tidak logis untuk memprediksi hasil konsumsi.

### Strategi Penetapan Harga

Perusahaan semakin memasukkan ekonomi perilaku untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Pada tahun 2007, harga iPhone 8GB diperkenalkan seharga $600 dan dengan cepat dikurangi menjadi $400. Dengan meluncurkan ponsel seharga $600 dan kemudian menguranginya menjadi $400, konsumen merasa mereka mendapatkan kesepakatan, meskipun nilainya $400.

### Kemasan dan Distribusi Produk

Pertimbangkan produsen sabun yang memproduksi sabun yang sama tetapi memasarkannya dalam dua kemasan berbeda untuk menarik berbagai kelompok target. Satu kemasan mengiklankan sabun untuk semua pengguna sabun, yang lain untuk konsumen dengan kulit sensitif. Kelompok target terakhir tidak akan membeli produk jika kemasan tidak menyatakan bahwa sabun tersebut untuk kulit sensitif. Mereka memilih sabun dengan label kulit sensitif meskipun itu adalah produk yang sama persis dalam kemasan umum.

## Apa yang Dilakukan Ekonom Perilaku?

Ekonom perilaku bekerja untuk memahami apa yang dilakukan konsumen dan mengapa mereka membuat pilihan yang mereka buat. Ekonom semacam itu juga membantu pasar dalam membantu konsumen membuat keputusan tersebut. Ekonom perilaku dapat bekerja untuk pemerintah untuk membentuk kebijakan publik guna melindungi konsumen. Di lain waktu, mereka dapat bekerja untuk perusahaan swasta dan membantu dalam mendorong pertumbuhan penjualan.

## Apa Tujuan Ekonomi Perilaku?

Tujuan ekonomi perilaku adalah untuk memahami mengapa manusia membuat keputusan yang mereka buat. Biasanya ada hasil yang terbaik bagi orang-orang dan berkali-kali, orang tidak memilih hasil tersebut. Ekonomi perilaku adalah sains yang sangat kompleks dan terkadang tidak dapat dijelaskan tentang mengapa orang melakukan sesuatu dan mengapa mereka memilih untuk tidak rasional.

## Apa Perbedaan Antara Ekonomi Perilaku dan Psikologi?

Baik ekonomi perilaku maupun psikologi merujuk pada disposisi, emosi, dan pengambilan keputusan individu. Ekonomi perilaku adalah bidang yang jauh lebih khusus yang mempelajari pengambilan keputusan finansial individu, sementara psikologi dapat mencakup aspek apa pun dari rasionalitas manusia.

## Apa Kerugian Ekonomi Perilaku?

Salah satu kerugian ekonomi perilaku adalah bahwa hal itu dapat digunakan untuk menipu atau memanipulasi orang dan pengambilan keputusan mereka. Meskipun orang sering tidak rasional, ketidakrasionalan ini dapat diprediksi. Perusahaan dapat memilih untuk mengeksploitasi ini dengan mengemas produk mereka dengan cara tertentu, menetapkan harga barang mereka pada tingkat tertentu, atau menyesuaikan pemasaran mereka untuk menarik pasar tertentu.

## Intinya

Ekonomi perilaku adalah bidang studi yang bertujuan untuk memahami mengapa orang membuat keputusan ekonomi yang tidak rasional. Bidang ini mengeksplorasi peran faktor psikologis dalam pengambilan keputusan ekonomi. Berbeda dengan teori pilihan rasional, ekonomi perilaku mengakui bahwa bias kognitif dan keengganan kerugian terkadang dapat menyebabkan keputusan yang tidak optimal.

Prinsip-prinsip ekonomi perilaku sangat penting dalam pasar keuangan dan kebijakan publik. Konsumen juga harus menyadari bahwa kebiasaan belanja mereka dapat dimanipulasi oleh perusahaan yang tidak etis.


## FAQ

**Apa itu ekonomi perilaku?**
Ekonomi perilaku adalah studi tentang psikologi yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan ekonomi individu dan institusi.

**Mengapa orang membuat keputusan yang tidak rasional menurut ekonomi perilaku?**
Manusia dianggap emosional dan mudah teralihkan, sehingga membuat keputusan yang tidak selalu sesuai dengan kepentingan pribadi mereka, dipengaruhi oleh bias kognitif, emosi, dan pengaruh sosial.

**Apa saja faktor kunci yang mempengaruhi perilaku ekonomi?**
Faktor-faktor kunci meliputi rasionalitas terbatas, arsitektur pilihan, bias kognitif, diskriminasi, dan mentalitas kawanan.

**Apa tujuan utama dari ekonomi perilaku?**
Tujuan utamanya adalah untuk memahami mengapa manusia membuat keputusan yang mereka buat, terutama ketika keputusan tersebut tidak optimal atau tidak rasional.

**Apa perbedaan antara ekonomi perilaku dan psikologi?**
Ekonomi perilaku adalah bidang yang lebih khusus yang mempelajari pengambilan keputusan finansial individu, sedangkan psikologi mencakup aspek yang lebih luas dari rasionalitas manusia.