# Finansial Perilaku: Bias, Emosi, dan Keputusan Investasi

*English: Behavioral Finance: Biases, Emotions and Financial Behavior*

> Pelajari Finansial Perilaku: bagaimana bias psikologis dan emosi memengaruhi keputusan investasi dan pasar keuangan.

**Definisi:** Finansial perilaku adalah studi tentang bagaimana faktor psikologis dan bias memengaruhi keputusan keuangan investor dan praktisi pasar.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/behavioralfinance

---

## Apa Itu Finansial Perilaku?

Finansial perilaku, sebuah sub-bidang dari ekonomi perilaku, mengusulkan bahwa pengaruh psikologis dan bias memengaruhi perilaku keuangan investor dan praktisi keuangan. Selain itu, pengaruh dan bias dapat menjelaskan semua jenis anomali pasar, termasuk yang ada di pasar saham, seperti kenaikan atau penurunan harga saham yang signifikan.

Mengingat finansial perilaku merupakan bagian integral dari investasi, U.S. Securities and Exchange Commission memiliki staf yang secara khusus berfokus pada finansial perilaku.

### Poin Penting

## Memahami Finansial Perilaku

Finansial perilaku dapat dianalisis dari berbagai perspektif. Imbal hasil pasar saham adalah salah satu area keuangan di mana perilaku psikologis sering diasumsikan memengaruhi hasil dan imbal hasil pasar, tetapi ada juga banyak sudut pandang lain untuk observasi. Tujuan klasifikasi finansial perilaku adalah untuk membantu memahami mengapa orang membuat pilihan keuangan tertentu dan bagaimana pilihan tersebut dapat memengaruhi pasar.

Dalam finansial perilaku, diasumsikan bahwa partisipan keuangan tidak sepenuhnya rasional dan terkontrol diri, melainkan dipengaruhi secara psikologis dengan kecenderungan yang agak normal dan terkontrol diri. Pengambilan keputusan keuangan sering kali bergantung pada kesehatan mental dan fisik investor. Seiring membaik atau memburuknya kesehatan investor secara keseluruhan, keadaan mental mereka sering berubah. Hal ini memengaruhi pengambilan keputusan dan rasionalitas mereka terhadap semua masalah dunia nyata, termasuk yang spesifik untuk keuangan.

Salah satu aspek kunci dari studi finansial perilaku adalah pengaruh bias. Bias dapat terjadi karena berbagai alasan. Bias biasanya dapat diklasifikasikan ke dalam salah satu dari lima konsep utama. Memahami dan mengklasifikasikan berbagai jenis bias finansial perilaku bisa sangat penting saat mempersempit studi atau analisis hasil dan kinerja industri atau sektor.

### Tips

Baca 10 Aturan Investasi Investopedia dengan mengambil salinan edisi cetak khusus kami.

## Konsep Finansial Perilaku

Finansial perilaku biasanya mencakup lima konsep utama:

### Fakta Cepat

Finansial perilaku dieksploitasi melalui reward kartu kredit, karena konsumen lebih bersedia membelanjakan poin, reward, atau mil dibandingkan membayar transaksi dengan uang tunai langsung.

## Beberapa Bias yang Diungkap oleh Finansial Perilaku

Memecah bias lebih lanjut, banyak bias dan kecenderungan individu telah diidentifikasi untuk analisis finansial perilaku. Beberapa di antaranya meliputi:

### Bias Konfirmasi

Bias konfirmasi terjadi ketika investor memiliki bias untuk menerima informasi yang mengonfirmasi keyakinan mereka yang sudah ada dalam suatu investasi. Jika informasi muncul, investor menerimanya dengan mudah untuk mengonfirmasi bahwa mereka benar tentang keputusan investasi mereka—bahkan jika informasinya cacat.

### Bias Pengalaman

Bias pengalaman terjadi ketika ingatan investor tentang peristiwa terkini membuat mereka bias atau membuat mereka percaya bahwa peristiwa tersebut jauh lebih mungkin terjadi lagi. Karena alasan ini, bias ini juga dikenal sebagai bias keterkinian atau bias ketersediaan.

Misalnya, krisis keuangan pada tahun 2008 dan 2009 menyebabkan banyak investor keluar dari pasar saham. Banyak yang memiliki pandangan suram tentang pasar dan kemungkinan besar mengharapkan kesulitan ekonomi lebih lanjut di tahun-tahun mendatang. Pengalaman melalui peristiwa negatif seperti itu meningkatkan bias mereka atau kemungkinan bahwa peristiwa tersebut dapat terjadi kembali. Kenyataannya, ekonomi pulih, dan pasar bangkit kembali di tahun-tahun berikutnya.

### Keengganan Kerugian (Loss Aversion)

Keengganan kerugian terjadi ketika investor memberikan bobot lebih besar pada kekhawatiran tentang kerugian daripada kesenangan dari keuntungan pasar. Dengan kata lain, mereka jauh lebih mungkin mencoba memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk menghindari kerugian daripada membuat keuntungan investasi.

Akibatnya, beberapa investor mungkin menginginkan imbal hasil yang lebih tinggi untuk mengkompensasi kerugian. Jika imbal hasil tinggi tidak mungkin terjadi, mereka mungkin mencoba menghindari kerugian sama sekali, bahkan jika risiko investasi dapat diterima dari sudut pandang rasional.

Menerapkan keengganan kerugian pada investasi, apa yang disebut efek disposisi terjadi ketika investor menjual aset yang untung dan mempertahankan aset yang merugi. Pemikiran investor adalah bahwa mereka ingin merealisasikan keuntungan dengan cepat. Namun, ketika suatu investasi merugi, mereka akan mempertahankannya karena mereka ingin kembali ke titik impas atau harga awal mereka. Investor cenderung mengakui bahwa mereka benar tentang suatu investasi dengan cepat (ketika ada keuntungan).

Namun, investor enggan mengakui ketika mereka membuat kesalahan investasi (ketika ada kerugian). Cacat dalam bias disposisi adalah bahwa kinerja investasi sering kali terkait dengan harga masuk bagi investor. Dengan kata lain, investor mengukur kinerja investasi mereka berdasarkan harga masuk individu mereka, mengabaikan fundamental atau atribut investasi yang mungkin telah berubah.

### Bias Keterkenalan (Familiarity Bias)

Bias keterkenalan terjadi ketika investor cenderung berinvestasi pada apa yang mereka ketahui, seperti perusahaan domestik atau investasi yang dimiliki secara lokal. Akibatnya, investor tidak terdiversifikasi di berbagai sektor dan jenis investasi, yang dapat mengurangi risiko. Investor cenderung memilih investasi yang mereka miliki riwayat atau memiliki keterkenalan.

### Fakta Cepat

Bias keterkenalan dapat terjadi dalam banyak cara. Anda mungkin enggan berinvestasi di perusahaan tertentu karena industri tempatnya berada, lokasi operasinya, produk yang dijualnya, siapa yang mengawasi manajemen perusahaan, siapa kliennya, bagaimana pemasarannya dilakukan, dan seberapa kompleks akuntansinya.

## Finansial Perilaku di Pasar Saham

Hipotesis pasar efisien (EMH) menyatakan bahwa kapan saja di pasar yang sangat likuid, harga saham dinilai secara efisien untuk mencerminkan semua informasi yang tersedia. Namun, banyak studi telah mendokumentasikan fenomena historis jangka panjang di pasar sekuritas yang bertentangan dengan hipotesis pasar efisien dan tidak dapat ditangkap secara masuk akal dalam model berdasarkan rasionalitas investor yang sempurna.

EMH umumnya didasarkan pada keyakinan bahwa partisipan pasar melihat harga saham secara rasional berdasarkan semua faktor intrinsik dan eksternal saat ini dan di masa depan. Saat mempelajari pasar saham, finansial perilaku mengambil pandangan bahwa pasar tidak sepenuhnya efisien. Hal ini memungkinkan observasi bagaimana faktor psikologis dan sosial dapat memengaruhi pembelian dan penjualan saham.

Pemahaman dan penggunaan bias finansial perilaku dapat diterapkan pada pergerakan pasar saham dan pasar perdagangan lainnya setiap hari. Secara luas, teori finansial perilaku juga telah digunakan untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang anomali pasar yang substansial seperti gelembung dan resesi yang dalam. Meskipun bukan bagian dari EMH, investor dan manajer portofolio memiliki kepentingan dalam memahami tren finansial perilaku. Tren ini dapat digunakan untuk membantu menganalisis tingkat harga pasar dan fluktuasi untuk tujuan spekulasi serta pengambilan keputusan.

## Apa yang Diberitahukan oleh Finansial Perilaku kepada Kita?

Finansial perilaku membantu kita memahami bagaimana keputusan keuangan terkait hal-hal seperti investasi, pembayaran, risiko, dan utang pribadi, sangat dipengaruhi oleh emosi manusia, bias, dan keterbatasan kognitif pikiran dalam memproses dan menanggapi informasi.

## Bagaimana Finansial Perilaku Berbeda dari Teori Keuangan Mainstream?

Teori mainstream, di sisi lain, membuat asumsi dalam modelnya bahwa orang adalah aktor rasional, bahwa mereka bebas dari emosi atau efek budaya dan hubungan sosial, dan bahwa orang adalah maksimizer utilitas yang mementingkan diri sendiri. Hal ini juga mengasumsikan, secara perpanjangan, bahwa pasar efisien dan perusahaan adalah organisasi yang memaksimalkan keuntungan secara rasional. Finansial perilaku menentang setiap asumsi ini.

## Bagaimana Mengetahui tentang Finansial Perilaku Membantu?

Dengan memahami bagaimana dan kapan orang menyimpang dari ekspektasi rasional, finansial perilaku menyediakan cetak biru untuk membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dalam urusan keuangan.

## Apa Contoh Temuan dalam Finansial Perilaku?

Investor ditemukan secara sistematis menahan investasi yang merugi lebih lama dari yang diprediksi oleh ekspektasi rasional, dan mereka juga menjual aset yang untung terlalu dini. Ini dikenal sebagai efek disposisi, dan merupakan perpanjangan dari konsep keengganan kerugian ke domain investasi. Alih-alih mengunci kerugian kertas, investor yang memegang posisi merugi bahkan mungkin menggandakan taruhan dan mengambil risiko lebih besar dengan harapan kembali impas.

## Intinya

Finansial perilaku adalah bidang ekonomi yang menyatu dengan psikologi. Hal ini mengaitkan perilaku individu yang seringkali tidak rasional ketika dihadapkan pada pilihan keuangan dengan berbagai bias dan heuristik. Seringkali, individu tidak menyadari bias yang mendasarinya yang dapat mendasari pengambilan keputusan yang buruk. Studi tentang area keuangan ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin menguasai seni perdagangan dan investasi.


## FAQ

**Apa itu finansial perilaku?**
Finansial perilaku adalah studi tentang bagaimana faktor psikologis dan bias memengaruhi keputusan keuangan investor dan praktisi pasar.

**Mengapa finansial perilaku penting dalam investasi?**
Finansial perilaku penting karena membantu menjelaskan mengapa investor membuat pilihan keuangan tertentu dan bagaimana pilihan tersebut dapat memengaruhi pasar, termasuk anomali pasar seperti kenaikan atau penurunan harga saham yang signifikan.

**Apa saja contoh bias dalam finansial perilaku?**
Beberapa contoh bias dalam finansial perilaku meliputi bias konfirmasi, bias pengalaman (recency bias/availability bias), keengganan kerugian (loss aversion), dan bias keterkenalan (familiarity bias).

**Bagaimana finansial perilaku berbeda dari teori keuangan mainstream?**
Teori keuangan mainstream mengasumsikan bahwa orang adalah aktor rasional yang bebas dari emosi dan pasar efisien, sedangkan finansial perilaku berpendapat bahwa emosi, bias, dan faktor psikologis lainnya secara signifikan memengaruhi keputusan keuangan dan efisiensi pasar.

**Bagaimana pemahaman tentang finansial perilaku dapat membantu investor?**
Memahami finansial perilaku dapat membantu investor membuat keputusan keuangan yang lebih baik dengan menyadari bagaimana dan kapan mereka menyimpang dari ekspektasi rasional, serta bagaimana bias dan emosi dapat memengaruhi tindakan mereka.