# Black Monday: Penyebab dan Dampak Keruntuhan Pasar Saham

*English: Black Monday: Stock Market Crash Causes and Impact*

> Pelajari tentang Black Monday 1987, penyebab keruntuhan pasar saham global, dampaknya, dan pelajaran penting bagi investor.

**Definisi:** Black Monday adalah hari di mana pasar saham mengalami keruntuhan tajam, yang paling terkenal terjadi pada 19 Oktober 1987, ketika Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 22,6% nilainya dalam satu sesi perdagangan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/blackmonday

---

## Apa Itu Black Monday?

Black Monday adalah hari, 19 Oktober 1987, ketika Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 22,6% nilainya dalam satu sesi perdagangan. S&P 500 turun 30% pada hari yang sama. Black Monday memicu penurunan pasar saham global. Para ekonom mengaitkan keruntuhan ini dengan peristiwa geopolitik dan program trading terkomputerisasi yang mempercepat aksi jual.

Setelah kejadian tersebut, Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar setengah persen untuk mendorong lebih banyak pinjaman dan pengeluaran. U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menetapkan sejumlah mekanisme perlindungan, seperti pembatasan perdagangan (trading curbs) dan pemutus sirkuit (circuit breakers), untuk mencegah aksi jual panik.

## Memahami Penyebab di Balik Black Monday

Penurunan pasar saham yang masif bukan disebabkan oleh satu peristiwa tunggal, karena tidak ada berita besar yang keluar pada akhir pekan sebelum keruntuhan.

## Dampak dan Respons Terhadap Black Monday

Setelah keruntuhan, Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar setengah persen, dengan harapan dapat melonggarkan modal dan mendorong lebih banyak pinjaman. The Fed juga menyuntikkan miliaran dolar ke dalam perekonomian melalui quantitative easing.

Regulator memperkenalkan perlindungan baru untuk mencegah keruntuhan kilat (flash crashes) akibat program trading. Pemutus sirkuit diperkenalkan di pasar saham utama untuk secara otomatis menghentikan perdagangan jika terjadi pergerakan harga yang tidak biasa.

Pemutus sirkuit dapat menghentikan semua perdagangan jika indeks seperti S&P 500 turun secara tidak normal. Ada juga pemutus sirkuit untuk saham individu yang menghentikan perdagangan pada sekuritas tersebut saja. Ini dimaksudkan untuk mencegah para trader melakukan aksi jual panik selama penurunan sesaat.

Per 2022, pemutus sirkuit diatur pada level 7%, 13%, dan 20%. Penurunan 7% dari penutupan hari perdagangan sebelumnya dianggap sebagai penurunan Level 1, yang mengakibatkan penghentian perdagangan selama 15 menit. Penurunan 13% adalah Level 2 dan juga mengakibatkan penghentian selama 15 menit. Penurunan 20% mengakhiri perdagangan untuk hari itu.

## Menilai Risiko Keruntuhan Lain Seperti Black Monday

Sejak Black Monday, sejumlah mekanisme perlindungan telah dibangun ke dalam pasar untuk mencegah aksi jual panik, seperti pembatasan perdagangan dan pemutus sirkuit. Namun demikian, algoritma high-frequency trading (HFT) dan superkomputer memindahkan volume besar dalam hitungan milidetik. Algoritma ini terbukti berkontribusi dan menyebabkan keruntuhan kilat.

Flash Crash 2010, yang disebabkan oleh HFT, membuat pasar turun hampir 9% dalam hitungan menit. Hal ini menyebabkan pemasangan batas harga yang lebih ketat (tighter price bands), tetapi pasar saham telah mengalami beberapa momen fluktuatif sejak 2010.

Di tengah krisis global 2020, pasar kehilangan jumlah yang serupa pada bulan Maret ketika tingkat pengangguran mencapai level tertinggi sejak Depresi Besar, sebelum pulih selama musim panas tahun itu.

## Pelajaran Penting dari Black Monday dan Keruntuhan Pasar Selanjutnya

Keruntuhan pasar bersifat sementara. Seringkali, reli terbesar terjadi tepat setelah keruntuhan. Penurunan pasar yang tajam pada Agustus 2015 dan Januari serta Februari 2016 keduanya mengalami penurunan sekitar 10%, tetapi pasar pulih sepenuhnya dan naik ke level tertinggi baru atau mendekati tertinggi baru dalam bulan-bulan berikutnya.

### Tetap Berpegang pada Strategi Anda

Rencana investasi jangka panjang yang solid memberikan kepercayaan diri kepada investor untuk tetap tenang selama kepanikan pasar. Investor yang tidak memiliki strategi cenderung membiarkan emosi mereka memandu pengambilan keputusan.

### Peluang Membeli

Mengetahui bahwa keruntuhan pasar hanya bersifat sementara, waktu-waktu ini harus dianggap sebagai peluang untuk membeli saham atau reksa dana. Keruntuhan pasar tidak dapat dihindari. Investor yang bijak bersiap untuk membeli saham dengan harga lebih rendah sementara yang lain menjual.

### Matikan Kebisingan

Dalam jangka panjang, keruntuhan pasar seperti Black Monday hanyalah riak kecil dalam kinerja portofolio yang terstruktur dengan baik. Peristiwa pasar jangka pendek tidak mungkin diprediksi, dan segera dilupakan. Investor jangka panjang lebih baik dilayani dengan mengabaikan kebisingan media dan kerumunan serta fokus pada tujuan jangka panjang mereka.

## Menjelajahi Black Monday Lain yang Terkenal dalam Sejarah

"Black Monday" sering merujuk pada keruntuhan 1987, tetapi dapat berlaku untuk setiap penurunan harga mendadak pada hari Senin.

Black Monday pertama terjadi pada 28 Oktober 1929, awal dari keruntuhan yang akhirnya mengakibatkan Depresi Besar. Pada hari itu, saham turun 12,8%. Black Monday segera diikuti oleh Black Tuesday pada 29 Oktober, ketika saham turun lagi 12%. Keruntuhan ini dikaitkan dengan berbagai penyebab, yang masih diperdebatkan oleh para sejarawan dan ekonom, termasuk peningkatan utang dan penggunaan berlebihan margin trading, saham yang terlalu mahal yang tidak memiliki fundamental untuk mendukung harganya, kesalahan dalam kebijakan moneter Federal Reserve, dan aksi jual panik.

Pada Agustus 2015, pasar saham Tiongkok mengalami keruntuhan yang oleh sebagian orang disebut "Black Monday Tiongkok". Kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok kemudian memicu keruntuhan kilat di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Pada 24 Agustus 2015, DJIA turun 1.089 poin setelah pasar dibuka. Penurunan ini mengikuti penurunan tajam pada hari Jumat sebelumnya. Pasar sebagian pulih dan ditutup 588 poin di bawah pembukaan.

Istilah ini lebih jarang diterapkan pada keruntuhan 9 Maret 2020, ketika DJIA turun 7,79% karena ketidakpastian seputar pandemi COVID-19. Kemudian pada hari Kamis, 12 Maret, pasar kembali runtuh sebesar 9,9%. Pada hari Senin, 16 Maret 2020, pasar kembali runtuh sebesar 12,9% dalam apa yang oleh sebagian orang disebut Black Monday II.

## Apa Penyebab Black Monday 1929?

Black Monday sering merujuk pada 28 Oktober 1929, ketika saham turun 12,8%. Hari berikutnya dikenal sebagai Black Tuesday ketika saham turun lagi 12% pada 29 Oktober 1929. Sebelumnya, pada 24 Oktober, Black Thursday, saham telah turun 10% sebelum pulih pada hari yang sama, menandakan masalah. Berbagai penyebab keruntuhan sering disebutkan, dan topik ini masih diperdebatkan oleh para sejarawan dan ekonom. Beberapa penyebab yang sering dibahas adalah margin trading yang berlebihan, peningkatan utang di seluruh perekonomian, gelembung saham yang terlalu mahal tanpa fundamental untuk mendukung harganya, dan kesalahan dalam kebijakan moneter Federal Reserve.

## Apakah Orang Kehilangan Uang pada Black Monday?

Ya. Black Monday menyebabkan kerugian sekitar $500 miliar ketika Dow Jones Industrial Index turun 508 poin. Dalam persentase, ini adalah kerugian pasar saham satu hari terbesar yang pernah ada.

## Mengapa Disebut Black Monday?

Black Monday tidak hanya merujuk pada peristiwa pada 19 Oktober 1987, tetapi juga pada sejumlah hari Senin tertentu ketika peristiwa mendadak, parah, dan bergejolak terjadi, mulai dari pertempuran militer hingga pembantaian dan keruntuhan pasar saham. Istilah ini tampaknya diciptakan oleh Anggota Kongres AS John Bell Williams di lantai Kongres di Washington, D.C. pada hari Senin, 17 Mei 1954. Ini adalah tanggal keputusan Mahkamah Agung dalam Brown v. Board of Education, di mana Pengadilan memutuskan bahwa undang-undang negara bagian AS yang menetapkan segregasi rasial di sekolah umum tidak konstitusional. Sebagai penentangan terhadap keputusan tersebut, dewan warga kulit putih secara resmi dibentuk di seluruh Selatan untuk mempertahankan segregasi dan membela sekolah yang terpisah.

## Intinya

Black Monday merujuk pada keruntuhan pasar saham dunia yang katastropik pada 19 Oktober 1987, ketika DJIA turun 508 poin, atau 22,6%, dalam satu hari. Ini tetap menjadi penurunan satu hari terbesar yang pernah ada. Pasar saham besar lainnya mengalami penurunan yang sama besarnya.

Pasar saham dengan cepat memulihkan sebagian besar kerugian Black Monday mereka. Hanya dalam dua sesi perdagangan, DJIA mendapatkan kembali 288 poin, atau 57%, dari total kerugian Black Monday. Dalam waktu kurang dari dua tahun, pasar saham AS telah melampaui level tertinggi sebelum keruntuhan.

Setelah Black Monday, U.S. Securities and Exchange Commission membangun sejumlah mekanisme perlindungan untuk menghindari kepanikan pasar, seperti pembatasan perdagangan dan pemutus sirkuit. Selain itu, banyak investor belajar pentingnya strategi investasi jangka panjang dan menggunakan keruntuhan pasar sebagai peluang membeli.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan Black Monday?**
Black Monday adalah hari, 19 Oktober 1987, ketika pasar saham mengalami keruntuhan tajam, dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 22,6% nilainya dalam satu sesi perdagangan.

**Apa penyebab utama Black Monday 1987?**
Para ekonom mengaitkan keruntuhan ini dengan peristiwa geopolitik dan program trading terkomputerisasi yang mempercepat aksi jual.

**Bagaimana respons Federal Reserve terhadap Black Monday?**
Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar setengah persen untuk mendorong lebih banyak pinjaman dan pengeluaran, serta menyuntikkan miliaran dolar ke dalam perekonomian melalui quantitative easing.

**Apa saja mekanisme perlindungan yang diterapkan setelah Black Monday?**
U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menetapkan mekanisme perlindungan seperti pembatasan perdagangan (trading curbs) dan pemutus sirkuit (circuit breakers) untuk mencegah aksi jual panik.

**Apakah keruntuhan pasar seperti Black Monday bisa terjadi lagi?**
Meskipun ada mekanisme perlindungan, algoritma high-frequency trading (HFT) dan superkomputer dapat memicu keruntuhan kilat. Namun, pelajaran dari Black Monday mengajarkan pentingnya strategi investasi jangka panjang dan melihat keruntuhan sebagai peluang membeli.