# Penerbitan Saham Bonus: Definisi dan Cara Kerjanya

*English: Bonus Issue of Shares: Definition and How It Works*

> Pahami apa itu penerbitan saham bonus, bagaimana cara kerjanya, keuntungan, kerugian, dan perbedaannya dengan stock split.

**Definisi:** Penerbitan saham bonus adalah penawaran saham tambahan gratis kepada pemegang saham yang sudah ada.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/bonusissue

---

## Apa Itu Penerbitan Saham Bonus?

Penerbitan saham bonus, juga dikenal sebagai scrip issue atau capitalization issue, adalah penawaran saham tambahan gratis kepada pemegang saham yang sudah ada.

Misalnya, sebuah perusahaan dapat memberikan satu saham bonus untuk setiap lima saham yang dimiliki. Perusahaan menerbitkan saham bonus untuk menarik lebih banyak investasi dan memberi penghargaan kepada pemegang saham.

### Poin Penting

## Memahami Penerbitan Saham Bonus

Penerbitan saham bonus meningkatkan jumlah saham beredar perusahaan tetapi tidak meningkatkan kapitalisasi pasarnya. Perusahaan biasanya mendanai penerbitan saham bonus melalui laba atau cadangan saham yang ada. Penerbitan saham bonus tidak dikenakan pajak; namun, pemegang saham harus membayar pajak capital gain jika mereka menjualnya untuk keuntungan bersih.

Perusahaan mengalokasikan penerbitan saham bonus sesuai dengan kepemilikan masing-masing pemegang saham. Saham bonus tidak mendilusi ekuitas pemegang saham karena diterbitkan dalam rasio konstan yang menjaga ekuitas relatif setiap pemegang saham tetap sama seperti sebelum penerbitan.

Misalnya, penerbitan saham bonus tiga-untuk-satu memberikan hak kepada setiap pemegang saham untuk tiga saham untuk setiap satu saham yang mereka miliki sebelum penerbitan. Pemegang saham dengan 1.000 saham menerima 3.000 saham bonus (1.000 x 3 / 1 = 3.000).

### Penting

Harga saham perusahaan menyesuaikan secara proporsional dengan jumlah saham bonus yang diterbitkan.

## Mengapa Perusahaan Menerbitkan Saham Bonus?

Perusahaan biasanya menerbitkan saham bonus karena beberapa alasan utama:

1. Pertama, mereka mendorong partisipasi investor ritel lebih banyak dalam saham mereka dengan menurunkan harga per saham dan meningkatkan likuiditas saham beredar.

2. Kedua, penerbitan saham bonus memberikan alternatif untuk menerbitkan pembayaran dividen guna memberi penghargaan kepada pemegang saham.

3. Ketiga, mereka mencerminkan perusahaan yang sehat secara finansial yang dapat terus tumbuh dan menghasilkan nilai bagi pemegang saham.

Di bawah ini, kami membahas alasan-alasan ini secara lebih rinci.

## Keuntungan Saham Bonus

Mereka mendorong partisipasi ritel: Meningkatkan jumlah saham beredar menambah likuiditasnya dan menurunkan harga saham perusahaan, membuat saham lebih terjangkau dan lebih mudah diperdagangkan oleh investor ritel.

Harga saham yang lebih rendah memungkinkan investor untuk memperoleh lebih banyak unit, sementara peningkatan likuiditas mengurangi biaya slippage.

Mereka adalah alternatif pembayaran dividen: Perusahaan yang menghasilkan laba tidak teratur dapat menerbitkan saham bonus daripada dividen tunai untuk membangun kepercayaan pemegang saham tanpa menyentuh laba.

Penerbitan saham bonus mungkin sangat menarik bagi perusahaan kecil yang ingin menarik lebih banyak investor tetapi tidak mampu membayar dividen rutin.

Mereka menyampaikan rasa kesehatan finansial: Perusahaan yang menerbitkan saham bonus menunjukkan bahwa ia memiliki cadangan saham dan/atau laba ditahan yang cukup untuk memberi penghargaan kepada calon investor dan pemegang saham saat ini.

Penerbitan saham juga menandakan bahwa perusahaan cukup sehat secara finansial untuk terus tumbuh dan menambah nilai bagi pemegang saham.

Mereka melibatkan perlakuan pajak yang menguntungkan: Saham bonus tidak dikenakan pajak saat diterbitkan, membuatnya lebih menarik daripada dividen tunai dari perspektif pajak.

Dividen non-kualifikasi dikenakan tarif pajak 10% hingga 37%. Pemegang saham membayar pajak capital gain yang lebih rendah atas saham bonus yang dijual untuk keuntungan bersih.

## Kerugian Menerbitkan Saham Bonus

Ada biaya peluang: Perusahaan dapat menggunakan laba yang disisihkan untuk penerbitan saham bonus untuk tujuan lain yang mungkin menambah lebih banyak nilai bagi pemegang saham.

Misalnya, laba ditahan dapat digunakan untuk akuisisi strategis di pasar pertumbuhan baru atau untuk mendanai peralatan dan mesin yang diperbarui. Peluang yang hilang juga berpotensi menciptakan publisitas negatif bagi perusahaan, yang dapat berdampak negatif pada sentimen investor.

Mereka dapat berdampak negatif pada dividen: Menerbitkan saham bonus tidak menghasilkan kas bagi perusahaan, yang dapat mengakibatkan penurunan pembayaran dividen di masa depan, berpotensi membuat pemegang saham kecewa.

Selain itu, beberapa investor yang menerima saham bonus mungkin berpikir bahwa perusahaan dapat memprioritaskan bentuk penghargaan tersebut daripada dividen tunai di masa depan.

Tidak ada manfaat finansial langsung: Berbeda dengan pembayaran dividen tunai, pemegang saham tidak segera mendapatkan manfaat finansial karena harga saham perusahaan turun secara proporsional dengan tambahan saham bonus yang diterbitkan.

Misalnya, katakanlah seorang investor membeli 100 saham XZY Ltd. seharga $10 per saham, dan perusahaan memiliki penerbitan saham bonus satu-untuk-satu. Investor sekarang memegang 200 saham (100 saham asli + 100 saham bonus).

Sebagai hasil dari pertumbuhan saham beredar, masing-masing sekarang bernilai $5 ($10 / 2). Nilai akun investor yang ada tidak berubah dan tidak ada keuntungan finansial langsung.

## Stock Split vs. Saham Bonus

Ketika sebuah perusahaan mengumumkan stock split, saham yang ada dibagi (split), yang meningkatkan kepemilikan investor, tetapi nilai investasi tetap sama karena nilai setiap saham berkurang secara proporsional dengan split.

Saham bonus tidak memengaruhi saham yang ada dengan memecahnya. Mereka menambahkannya. Selain itu, nilai nominalnya tidak berkurang seperti pada stock split. Tetapi harga saham menyesuaikan secara proporsional dengan rasio penerbitan.

Perusahaan biasanya mengumumkan stock split untuk meningkatkan likuiditas saham. Ini meningkatkan jumlah saham yang diperdagangkan dan membuat saham lebih terjangkau bagi investor ritel.

Ketika saham di-split, tidak ada peningkatan atau penurunan dalam cadangan kas perusahaan. Sebaliknya, ketika perusahaan menerbitkan saham bonus, saham tersebut dibayar dari cadangan kas, yang terkuras.

## Mengapa Perusahaan Akan Menerbitkan Saham Bonus?

Perusahaan menerbitkan saham bonus untuk membuat saham mereka lebih menarik bagi investor ritel, memberikan alternatif untuk dividen tunai, dan/atau mencerminkan posisi kesehatan finansial. Singkatnya, perusahaan menerbitkan saham bonus untuk meningkatkan investasi dan memberi penghargaan kepada pemegang saham.

## Apa Saja Kerugian Menerbitkan Saham Bonus?

Perusahaan berpotensi menggunakan laba yang disisihkan untuk penerbitan saham bonus untuk mendanai kegiatan lain yang mungkin menghasilkan pengembalian investasi yang lebih besar bagi pemegang saham. Selain itu, saham bonus dapat mengurangi pembayaran dividen, karena tidak menghasilkan kas bagi perusahaan.

## Apakah Penerbitan Saham Bonus Memengaruhi Harga Saham Perusahaan?

Ya, harga saham perusahaan menyesuaikan secara proporsional dengan jumlah saham bonus yang diterbitkan. Misalnya, jika harga saham perusahaan adalah $10 dan memiliki penerbitan saham bonus satu-untuk-satu, harga saham akan menyesuaikan kembali menjadi $5 untuk mencerminkan saham tambahan.

## Apakah Saya Perlu Membayar Pajak atas Saham Bonus Saya?

Hanya jika dan ketika Anda menjualnya. Investor tidak dikenakan pajak atas saham bonus saat perusahaan menerbitkannya; namun, mereka harus membayar pajak capital gain jika dijual untuk keuntungan bersih. Investor harus memberi tahu akuntan mereka tentang saham bonus apa pun yang diterima untuk memastikan bahwa saham tersebut dikelola dengan benar dari sudut pandang perpajakan.

## Kesimpulan

Penerbitan saham bonus adalah penawaran saham tambahan kepada pemegang saham yang sudah ada tanpa biaya langsung. Ini meningkatkan jumlah saham beredar perusahaan tetapi tidak meningkatkan kapitalisasi pasarnya, karena harga saham menyesuaikan secara proporsional untuk mencerminkan saham tambahan yang diterbitkan.

Perusahaan terutama menerbitkan saham bonus untuk menarik investor ritel, memberikan alternatif untuk dividen, dan/atau menyampaikan posisi keuangan yang sehat. Di sisi lain, laba yang disisihkan untuk penerbitan saham bonus dapat berarti hilangnya peluang untuk menghasilkan nilai pemegang saham yang lebih baik.

Meskipun investor tidak dikenakan pajak saat perusahaan menerbitkan saham bonus, mereka dikenakan pajak jika mereka menjual saham mereka untuk keuntungan bersih.


## FAQ

**Apa itu penerbitan saham bonus?**
Penerbitan saham bonus adalah penawaran saham tambahan gratis kepada pemegang saham yang sudah ada, seringkali dalam rasio tertentu seperti satu saham bonus untuk setiap lima saham yang dimiliki.

**Mengapa perusahaan menerbitkan saham bonus?**
Perusahaan menerbitkan saham bonus untuk menarik investor ritel dengan menurunkan harga saham, memberikan alternatif pembayaran dividen, dan menunjukkan kesehatan finansial perusahaan.

**Apakah penerbitan saham bonus memengaruhi nilai total kepemilikan saham saya?**
Tidak, nilai total kepemilikan saham Anda tidak berubah secara langsung karena harga saham akan menyesuaikan secara proporsional dengan jumlah saham bonus yang diterbitkan.

**Apakah saya perlu membayar pajak atas saham bonus yang saya terima?**
Anda tidak dikenakan pajak saat menerima saham bonus. Pajak hanya berlaku jika Anda menjual saham bonus tersebut dan mendapatkan keuntungan bersih (capital gain).

**Apa perbedaan utama antara stock split dan penerbitan saham bonus?**
Stock split memecah saham yang ada menjadi lebih banyak saham dengan nilai per saham yang lebih rendah, sedangkan penerbitan saham bonus menambahkan saham baru ke kepemilikan yang ada tanpa memecah saham asli, meskipun harga saham juga menyesuaikan.