# Aset Bisnis: Pengertian dan Metode Penilaian

*English: Business Assets: Overview and Valuation Method*

> Pelajari apa itu aset bisnis, cara kerjanya, jenisnya (aset lancar vs. tidak lancar), serta metode depresiasi dan penilaiannya.

**Definisi:** Aset bisnis adalah item bernilai yang dimiliki oleh perusahaan, baik berwujud maupun tidak berwujud.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/business_asset

---

## Aset Bisnis: Tinjauan dan Metode Penilaian

### Poin Penting

## Apa Itu Aset Bisnis?

Aset bisnis adalah item bernilai yang dimiliki oleh perusahaan. Aset bisnis mencakup banyak kategori. Aset bisa berupa barang fisik yang berwujud, seperti kendaraan, real estat, komputer, perabotan kantor, dan perlengkapan lainnya, atau item tidak berwujud, seperti kekayaan intelektual.

## Cara Kerja Aset Bisnis

Aset bisnis diuraikan dan dinilai di neraca, yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan. Aset dicantumkan berdasarkan biaya historis, bukan nilai pasar, dan muncul di neraca sebagai item kepemilikan.

Sebagian besar aset bisnis dapat dihapusbukukan (diambil sebagai beban pada laporan laba rugi) baik sebagai satu beban besar di tahun pembelian atau dengan cara disusutkan, yaitu proses penyebaran biaya aset dari waktu ke waktu. Beberapa aset besar dan mahal mungkin memenuhi syarat untuk dibebankan seluruhnya di tahun pembelian berdasarkan Bagian 179.

Aset dicantumkan berdasarkan likuiditasnya, yaitu kemudahan aset tersebut dibeli atau dijual dengan cepat di pasar tanpa memengaruhi harganya.

### Penting

Akuntansi aset bisnis bisa dibilang salah satu tugas terpenting manajemen perusahaan. Rasio keuangan yang disebut return on net assets (RONA) digunakan oleh investor untuk menentukan seberapa efektif perusahaan memanfaatkan asetnya.

## Aset Bisnis Lancar vs. Tidak Lancar

Aset bisnis dibagi menjadi dua bagian di neraca: aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar adalah aset bisnis yang akan diubah menjadi kas dalam waktu satu tahun, seperti surat berharga yang dapat dipasarkan, kas, persediaan, dan piutang (utang yang terutang kepada perusahaan oleh pelanggannya untuk barang atau jasa yang telah dikirimkan atau digunakan tetapi belum dibayar). Aset-aset ini mungkin hanya bernilai untuk waktu yang singkat, tetapi tetap diperlakukan sebagai aset bisnis.

Sebaliknya, aset tidak lancar, atau aset jangka panjang, adalah aset yang kurang likuid yang diharapkan memberikan nilai lebih dari satu tahun. Dengan kata lain, perusahaan tidak berniat menjual atau mengkonversi aset ini di tahun berjalan. Aset tidak lancar umumnya disebut aset yang dikapitalisasi karena biayanya dikapitalisasi dan dibebankan selama masa manfaat aset dalam proses yang disebut depresiasi. Ini termasuk item seperti properti, bangunan, dan peralatan.

## Depresiasi dan Amortisasi Aset Bisnis

Aset bisnis yang berwujud atau fisik disusutkan, sementara aset bisnis yang tidak berwujud diamortisasi, yaitu proses penyebaran biaya aset tidak berwujud selama masa manfaatnya. Ketika bisnis mengamortisasi dan menyusutkan beban, mereka membantu mengaitkan biaya aset dengan pendapatan yang dihasilkannya.

Depresiasi dihitung dengan mengurangi nilai sisa atau nilai jual kembali aset dari biaya aslinya. Perbedaan antara biaya aset dan nilai sisa dibagi dengan masa manfaat aset. Jika sebuah truk memiliki masa manfaat 10 tahun, biaya $100.000, dan nilai sisa $10.000, maka beban depresiasi dihitung sebagai $100.000 dikurangi $10.000 dibagi 10, atau $9.000 per tahun. Dengan kata lain, alih-alih menghapus seluruh jumlah aset, aset bisnis yang dikapitalisasi hanya dibebankan sebagian kecil dari total biaya setiap tahun.

## Menilai Aset Bisnis

Nilai aset bisnis bervariasi dan dapat berubah seiring waktu. Banyak aset lancar yang berwujud, seperti kendaraan, komputer, dan peralatan mesin, cenderung menua, dan beberapa bahkan mungkin menjadi usang seiring diperkenalkannya teknologi baru yang lebih efisien. Lembaga keuangan sering kali menggunakan return on average assets (ROAA), yang merupakan nilai gabungan dari semua aset, untuk menilai perusahaan.

Perusahaan dapat mengeluarkan uang untuk membeli aset baru atau meningkatkan aset yang ada. Ini dikenal sebagai penambahan modal, dan bisnis mencatat pengeluaran modal (CapEx) ini di neracanya.

Ketika perusahaan ingin menggunakan aset sebagai jaminan atau untuk mendukung pengurangan depresiasi, mereka dapat menilainya melalui penilai.


## FAQ

**Apa saja contoh aset bisnis yang berwujud?**
Contoh aset bisnis yang berwujud meliputi kendaraan, real estat, komputer, perabotan kantor, dan perlengkapan lainnya.

**Apa perbedaan antara aset lancar dan aset tidak lancar?**
Aset lancar adalah aset yang dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun, seperti kas dan persediaan, sedangkan aset tidak lancar adalah aset yang diharapkan memberikan nilai lebih dari satu tahun, seperti bangunan dan peralatan.

**Bagaimana cara menghitung depresiasi aset?**
Depresiasi dihitung dengan mengurangi nilai sisa aset dari biaya aslinya, lalu membagi hasilnya dengan masa manfaat aset.

**Apa itu amortisasi dalam konteks aset bisnis?**
Amortisasi adalah proses penyebaran biaya aset tidak berwujud selama masa manfaatnya, mirip dengan depresiasi untuk aset berwujud.

**Bagaimana investor menggunakan rasio keuangan terkait aset bisnis?**
Investor menggunakan rasio seperti return on net assets (RONA) untuk menilai seberapa efektif perusahaan menggunakan asetnya.