# Beli Saat Harga Turun (Buy the Dips)

*English: Buy The Dips*

> Pelajari strategi 'buy the dips' dalam investasi: kapan membeli saat harga aset turun dan potensi risikonya.

**Definisi:** Beli saat harga turun adalah strategi membeli aset setelah harganya mengalami penurunan, dengan keyakinan bahwa penurunan tersebut bersifat sementara dan aset akan kembali naik nilainya.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/b/buy_the_dips

---

## Apa Itu Beli Saat Harga Turun?

"Beli saat harga turun" berarti membeli aset setelah harganya turun. Keyakinan di balik ini adalah bahwa harga yang lebih rendah mewakili kesempatan bagus karena penurunan tersebut hanya bersifat sementara dan aset, seiring waktu, kemungkinan akan pulih dan meningkat nilainya.

### Poin Penting

## Memahami Beli Saat Harga Turun

"Beli saat harga turun" adalah frasa umum yang sering didengar investor dan trader ketika harga suatu aset telah menurun dalam jangka pendek. Setelah harga aset turun dari level yang lebih tinggi, beberapa trader dan investor melihat ini sebagai waktu yang menguntungkan untuk membeli atau menambah posisi yang sudah ada. Konsep membeli saat harga turun didasarkan pada teori gelombang harga. Ketika seorang investor membeli aset setelah penurunan, mereka membeli dengan harga lebih rendah, berharap mendapat untung jika pasar pulih.

Membeli saat harga turun memiliki beberapa konteks dan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda, tergantung situasinya. Beberapa trader mengatakan mereka "membeli saat harga turun" jika aset tersebut turun dalam tren naik jangka panjang. Mereka berharap tren naik akan berlanjut setelah penurunan.

Trader lain menggunakan frasa ini ketika tidak ada tren naik sekuler, tetapi mereka percaya tren naik mungkin terjadi di masa depan. Oleh karena itu, mereka membeli saat harga turun untuk mendapatkan keuntungan dari potensi kenaikan harga di masa depan.

Jika seorang investor sudah memiliki posisi beli dan membeli lagi saat harga turun, mereka dikatakan sedang "averaging down" (merata-ratakan penurunan), sebuah strategi investasi yang melibatkan pembelian saham tambahan setelah harga turun lebih jauh, sehingga menghasilkan harga rata-rata bersih yang lebih rendah. Namun, jika pembelian saat turun tidak diikuti oleh kenaikan, itu dikatakan "menambah kerugian".

## Keterbatasan Beli Saat Harga Turun

Seperti semua strategi trading, membeli saat harga turun tidak menjamin keuntungan. Suatu aset bisa turun karena berbagai alasan, termasuk perubahan nilai fundamentalnya. Hanya karena harganya lebih murah dari sebelumnya tidak berarti aset tersebut mewakili nilai yang baik.

Masalahnya adalah investor rata-rata memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk membedakan antara penurunan harga sementara dan sinyal peringatan bahwa harga akan turun lebih jauh. Meskipun mungkin ada nilai intrinsik yang belum dikenali, membeli saham tambahan hanya untuk menurunkan biaya kepemilikan rata-rata mungkin bukan alasan yang baik untuk meningkatkan persentase portofolio investor yang terpapar pada pergerakan harga satu saham tersebut. Pendukung teknik ini melihat averaging down sebagai pendekatan yang hemat biaya untuk akumulasi kekayaan; penentangnya melihatnya sebagai resep bencana.

Saham yang jatuh dari $10 menjadi $8 mungkin merupakan peluang beli yang bagus, dan mungkin juga tidak. Mungkin ada alasan bagus mengapa saham tersebut turun, seperti perubahan laba, prospek pertumbuhan yang suram, perubahan manajemen, kondisi ekonomi yang buruk, kehilangan kontrak, dan sebagainya. Saham tersebut bisa terus turun - hingga $0 jika situasinya cukup buruk.

### Penting

BTFD, atau "buy the f****** dip", adalah strategi agresif untuk membeli saat harga turun yang didorong oleh trader di pasar yang sedang panas, seperti pada Bitcoin.

## Mengelola Risiko Saat Membeli Saat Harga Turun

Semua strategi trading dan metodologi investasi harus memiliki bentuk pengendalian risiko. Saat membeli aset setelah harganya turun, banyak trader dan investor akan menetapkan harga untuk mengendalikan risiko mereka. Misalnya, jika saham turun dari $10 menjadi $8, trader mungkin memutuskan untuk membatasi kerugian mereka jika saham mencapai $7. Mereka berasumsi saham akan naik dari $8, itulah sebabnya mereka membeli, tetapi mereka juga ingin membatasi kerugian mereka jika mereka salah dan aset terus turun.

Membeli saat harga turun cenderung bekerja lebih baik dengan aset yang berada dalam tren naik. Penurunan, juga disebut pullback, adalah bagian normal dari tren naik. Selama harga membuat level terendah yang lebih tinggi (pada pullback atau penurunan) dan level tertinggi yang lebih tinggi pada pergerakan tren berikutnya, tren naik tetap utuh.

Setelah harga mulai membuat level terendah yang lebih rendah, harga telah memasuki tren turun. Harga akan semakin murah seiring setiap penurunan diikuti oleh harga yang lebih rendah. Kebanyakan trader tidak ingin memegang aset yang merugi dan menghindari membeli saat harga turun selama tren turun. Namun, membeli saat harga turun dalam tren turun mungkin cocok untuk beberapa investor jangka panjang yang melihat nilai pada harga rendah.

## Contoh Membeli Saat Harga Turun

Pertimbangkan krisis keuangan 2007-08. Selama periode itu, saham banyak perusahaan hipotek dan keuangan anjlok. Bear Stearns dan New Century Mortgage termasuk yang paling terpukul. Seorang investor yang secara rutin mempraktikkan filosofi "beli saat harga turun" akan mengumpulkan sebanyak mungkin saham ini, dengan asumsi harga pada akhirnya akan kembali ke level sebelum penurunan. 

Tentu saja, ini tidak pernah terjadi. Kedua perusahaan menutup operasinya setelah kehilangan nilai saham yang signifikan. Saham New Century Mortgage turun begitu rendah sehingga New York Stock Exchange (NYSE) menangguhkan perdagangan. Investor yang mengira saham senilai $55 per saham adalah tawaran bagus di $45 akan mendapati diri mereka mengalami kerugian besar hanya beberapa minggu kemudian ketika harganya turun di bawah satu dolar per saham.

Sebaliknya, antara tahun 2009 dan 2020, saham Apple (AAPL) naik dari sekitar $3 menjadi lebih dari $120 (disesuaikan dengan split). Membeli saat harga turun selama periode tersebut akan memberikan imbalan yang besar bagi investor.


## FAQ

**Apa arti "buy the dips"?**
"Buy the dips" berarti membeli aset setelah harganya mengalami penurunan, dengan harapan harga tersebut akan naik kembali.

**Kapan waktu terbaik untuk menerapkan strategi "buy the dips"?**
Strategi ini cenderung bekerja lebih baik pada aset yang berada dalam tren naik, di mana penurunan harga dianggap sebagai pullback sementara.

**Apakah strategi "buy the dips" selalu menguntungkan?**
Tidak, strategi ini tidak menjamin keuntungan karena penurunan harga bisa disebabkan oleh masalah fundamental aset yang mendasarinya.

**Apa risiko utama dari strategi "buy the dips"?**
Risiko utamanya adalah investor tidak dapat membedakan antara penurunan harga sementara dan sinyal bahwa harga akan terus turun lebih jauh, yang dapat menyebabkan kerugian.

**Apa itu "averaging down" dalam konteks "buy the dips"?**
"Averaging down" adalah ketika investor yang sudah memiliki posisi beli membeli lebih banyak saham saat harganya turun, untuk menurunkan harga pembelian rata-rata mereka.