# Tingkat Kapitalisasi (Cap Rate): Definisi, Rumus, dan Contoh

*English: Capitalization Rate: Cap Rate Defined With Formula and Examples*

> Pelajari apa itu Tingkat Kapitalisasi (Cap Rate) dalam properti komersial, rumus perhitungannya, dan bagaimana menggunakannya untuk menilai potensi keuntungan investasi.

**Definisi:** Tingkat Kapitalisasi (Cap Rate) adalah metrik yang digunakan dalam real estat komersial untuk mengukur tingkat pengembalian yang diharapkan dari properti sewaan dengan membagi pendapatan operasional bersih dengan nilai aset properti.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/c/capitalizationrate

---

## Apa Itu Tingkat Kapitalisasi?

Tingkat kapitalisasi (juga dikenal sebagai cap rate) digunakan dalam real estat komersial untuk menunjukkan tingkat pengembalian yang diharapkan dari properti sewaan. Ukuran ini dihitung dengan membagi pendapatan operasional bersih (Net Operating Income/NOI) dengan nilai aset properti dan dinyatakan dalam persentase. Ini digunakan untuk memperkirakan potensi pengembalian investor atas investasi mereka di pasar real estat. Angka ini juga membantu menentukan tingkat keluar atau tingkat kapitalisasi terminal untuk properti ketika dijual di akhir periode kepemilikan yang diproyeksikan.

Meskipun cap rate dapat berguna untuk membandingkan nilai relatif investasi real estat yang serupa di pasar dengan cepat, itu tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya indikator kekuatan investasi karena tidak memperhitungkan leverage, nilai waktu uang, atau arus kas masa depan dari peningkatan properti, di antara faktor-faktor lain.

Investopedia / Michela Buttignol

## Memahami Tingkat Kapitalisasi

Cap rate adalah ukuran paling populer yang digunakan untuk menilai profitabilitas dan potensi pengembalian investasi real estat. Ini secara sederhana mewakili hasil (yield) dari suatu properti selama satu tahun, dengan asumsi properti dibeli secara tunai dan bukan dengan pinjaman. Tingkat kapitalisasi menunjukkan tingkat pengembalian intrinsik, alami, dan tanpa leverage dari suatu properti.

## Rumus Tingkat Kapitalisasi

Beberapa versi ada untuk perhitungan tingkat kapitalisasi. Dalam rumus yang paling populer, tingkat kapitalisasi investasi real estat dihitung dengan membagi pendapatan operasional bersih (NOI) properti dengan nilai pasar saat ini:

Tingkat Kapitalisasi = Pendapatan Operasional Bersih / Nilai Pasar Saat Ini

Pendapatan operasional bersih adalah perkiraan pendapatan tahunan yang dihasilkan oleh properti, seperti sewa, dan diperoleh dengan mengurangi semua pengeluaran yang timbul untuk pengelolaan properti. Pengeluaran ini mencakup biaya pemeliharaan rutin fasilitas serta pajak properti. Nilai pasar saat ini dari aset adalah nilai properti saat ini sesuai dengan harga pasar yang berlaku.

Dalam versi lain, angka tersebut dihitung berdasarkan biaya modal awal atau biaya akuisisi properti:

Tingkat Kapitalisasi = Pendapatan Operasional Bersih / Harga Pembelian

Versi kedua ini tidak terlalu populer karena dua alasan. Pertama, ini memberikan hasil yang tidak realistis untuk properti lama yang dibeli beberapa tahun lalu dengan harga rendah, dan kedua, ini tidak dapat diterapkan pada properti warisan karena harga pembeliannya nol, membuat pembagian tidak mungkin dilakukan.

Selain itu, karena harga properti berfluktuasi secara luas, versi pertama yang menggunakan harga pasar saat ini merupakan representasi yang lebih akurat dibandingkan dengan versi kedua karena harga properti berfluktuasi secara luas.

### Tips

Bagi yang tertarik mempelajari lebih lanjut tentang tingkat kapitalisasi, pertimbangkan untuk mendaftar di sekolah real estat online.

## Apa yang Dapat Diberitahukan oleh Tingkat Kapitalisasi?

Cap rate didasarkan pada perkiraan pendapatan masa depan, sehingga rentan terhadap varians tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa yang merupakan cap rate yang baik untuk properti investasi.

Tarif ini juga menunjukkan durasi waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan jumlah yang diinvestasikan dalam suatu properti. Properti dengan cap rate 10% akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk memulihkan investasi.

Perbedaan cap rate antar properti yang berbeda, atau perbedaan cap rate di berbagai jangka waktu pada properti yang sama, mewakili tingkat risiko yang berbeda. Melihat rumus menunjukkan bahwa nilai cap rate akan lebih tinggi untuk properti yang menghasilkan pendapatan operasional bersih lebih tinggi dan memiliki valuasi lebih rendah, dan sebaliknya.

### Penting

Tidak ada rentang yang jelas untuk cap rate yang baik atau buruk, dan ini sangat bergantung pada konteks properti dan pasar.

Misalnya, dua properti serupa dalam semua atribut kecuali lokasi geografisnya. Satu berada di area pusat kota yang mewah, sementara yang lain berada di pinggiran kota. Properti pertama akan menghasilkan sewa yang lebih tinggi dibandingkan yang kedua, tetapi itu akan diimbangi sebagian oleh biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dan pajak yang lebih tinggi. Properti pusat kota akan memiliki cap rate yang relatif lebih rendah dibandingkan yang kedua, karena nilai pasarnya yang sangat tinggi.

Ini menunjukkan bahwa cap rate bernilai lebih rendah sesuai dengan valuasi yang lebih baik dan prospek pengembalian yang lebih baik dengan tingkat risiko yang lebih rendah. Namun, nilai cap rate yang lebih tinggi menyiratkan prospek pengembalian yang relatif lebih rendah atas investasi properti dan tingkat risiko yang lebih tinggi.

Meskipun contoh hipotetis di atas memudahkan investor untuk memilih properti di pusat kota, skenario dunia nyata mungkin tidak sesederhana itu. Investor yang menilai properti berdasarkan cap rate menghadapi tugas yang menantang untuk menentukan cap rate yang sesuai untuk tingkat risiko tertentu.

## Representasi Model Gordon untuk Cap Rate

Representasi lain dari cap rate berasal dari Gordon Growth Model, yang juga disebut dividend discount model (DDM). Ini adalah metode untuk menghitung nilai intrinsik harga saham perusahaan terlepas dari kondisi pasar saat ini, dan nilai saham dihitung sebagai nilai sekarang dari dividen masa depan saham:

Nilai Saham = Arus Kas Dividen Tahunan yang Diharapkan / (Tingkat Pengembalian yang Diperlukan Investor - Tingkat Pertumbuhan Dividen yang Diharapkan)

Menyusun ulang persamaan dan menggeneralisasi rumus di luar dividen:

(Tingkat Pengembalian yang Diperlukan - Tingkat Pertumbuhan yang Diharapkan) = Arus Kas yang Diharapkan / Nilai Aset

Representasi di atas sesuai dengan rumus dasar tingkat kapitalisasi yang disebutkan di bagian sebelumnya. Nilai arus kas yang diharapkan mewakili pendapatan operasional bersih, dan nilai aset sesuai dengan harga pasar properti saat ini.

Ini mengarah pada tingkat kapitalisasi yang setara dengan selisih antara tingkat pengembalian yang diperlukan dan tingkat pertumbuhan yang diharapkan. Cap rate hanyalah tingkat pengembalian yang diperlukan dikurangi tingkat pertumbuhan.

Ini dapat digunakan untuk menilai valuasi properti untuk tingkat pengembalian tertentu yang diharapkan oleh investor. Misalkan pendapatan operasional bersih suatu properti adalah $50.000, dan diharapkan meningkat sebesar 2% setiap tahun. Jika tingkat pengembalian yang diharapkan investor adalah 10% per tahun, net cap rate akan menjadi (10% - 2%) = 8%. Menggunakan ini dalam rumus di atas, valuasi aset menjadi ($50.000 / 8%) = $625.000.

## Keterbatasan Cap Rate

Tingkat kapitalisasi dapat menjadi metrik yang berguna untuk properti yang memberikan pendapatan stabil, tetapi kurang andal jika properti memiliki arus kas yang tidak teratur atau tidak konsisten. Model discounted cash flow mungkin merupakan cara yang lebih baik untuk mengukur pengembalian dari properti investasi dalam keadaan ini.

Tingkat kapitalisasi hanya berguna sejauh pendapatan properti akan tetap stabil dalam jangka panjang. Ini tidak memperhitungkan risiko masa depan, seperti depresiasi atau perubahan struktural di pasar sewa yang dapat menyebabkan fluktuasi pendapatan. Investor harus mempertimbangkan risiko-risiko ini ketika mengandalkan perhitungan cap rate.

## Apa Itu Cap Rate yang Baik?

Tidak ada satu nilai tunggal untuk menentukan tingkat kapitalisasi yang "ideal", dan investor harus mempertimbangkan selera risiko mereka sendiri saat mengevaluasi properti. Cap rate yang tinggi umumnya menunjukkan tingkat risiko yang lebih tinggi, sementara cap rate yang lebih rendah menunjukkan pengembalian yang lebih rendah tetapi risiko yang lebih rendah.

Banyak analis menganggap cap rate yang "baik" berkisar antara 5% hingga 10%, sementara cap rate 4% menunjukkan risiko lebih rendah tetapi jangka waktu yang lebih lama untuk mendapatkan kembali investasi. Ada juga faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti fitur pasar properti lokal, dan penting untuk tidak hanya mengandalkan cap rate atau metrik tunggal lainnya.

## Apa yang Mempengaruhi Cap Rate?

Ada banyak faktor pasar potensial yang dapat memengaruhi tingkat kapitalisasi properti. Seperti properti sewaan lainnya, lokasi memainkan faktor utama dalam menentukan pengembalian properti komersial, dengan area lalu lintas tinggi kemungkinan akan datang dengan cap rate yang lebih tinggi.

Penting juga untuk mempertimbangkan fitur lain dari pasar lokal, seperti properti pesaing. Properti di pasar yang besar dan berkembang dengan baik umumnya cenderung memiliki cap rate yang lebih rendah karena tekanan persaingan dari bisnis lain. Tren masa depan, seperti pertumbuhan pasar lokal, juga dapat memengaruhi cap rate jangka panjang untuk suatu properti.

Terakhir, jumlah modal yang Anda investasikan dalam suatu properti juga dapat memengaruhi cap rate. Renovasi yang membuat properti lebih menarik dapat menghasilkan sewa yang lebih tinggi, meningkatkan pendapatan operasional pemilik.

## Contoh Tingkat Kapitalisasi

Asumsikan seorang investor memiliki $1 juta dan sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam salah satu dari dua opsi investasi yang tersedia: Mereka dapat berinvestasi dalam obligasi Treasury yang diterbitkan pemerintah yang menawarkan bunga tahunan nominal 3% dan dianggap sebagai investasi teraman, atau mereka dapat membeli gedung komersial yang memiliki banyak penyewa yang diharapkan membayar sewa secara teratur.

Dalam kasus kedua, asumsikan total sewa yang diterima per tahun adalah $90.000 dan investor perlu membayar total $20.000 untuk berbagai biaya pemeliharaan dan pajak properti. Ini menyisakan pendapatan bersih dari investasi properti sebesar $70.000. Asumsikan bahwa selama tahun pertama, nilai properti tetap stabil pada harga beli awal $1 juta.

Tingkat kapitalisasi akan dihitung sebagai (Pendapatan Operasional Bersih/Nilai Properti) = $70.000/$1 juta = 7%.

Pengembalian 7% yang dihasilkan dari investasi properti ini lebih baik daripada pengembalian standar 3% yang tersedia dari obligasi Treasury bebas risiko. Tambahan 4% mewakili pengembalian untuk risiko yang diambil oleh investor dengan berinvestasi di pasar properti, dibandingkan dengan berinvestasi di obligasi Treasury teraman, yang datang dengan risiko nol.

### Tingkat Kapitalisasi pada Properti

Investasi properti berisiko, dan bisa ada beberapa skenario di mana pengembalian, sebagaimana diwakili oleh ukuran tingkat kapitalisasi, dapat sangat bervariasi.

Beberapa penyewa mungkin pindah, dan pendapatan sewa dari properti dapat berkurang menjadi $40.000. Mengurangi $20.000 untuk berbagai biaya pemeliharaan dan pajak properti, dan dengan asumsi nilai properti tetap $1 juta, tingkat kapitalisasi menjadi ($20.000 / $1 juta) = 2%. Nilai ini lebih rendah dari pengembalian yang tersedia dari obligasi bebas risiko.

Dalam skenario lain, asumsikan pendapatan sewa tetap $90.000, tetapi biaya pemeliharaan dan/atau pajak properti meningkat secara signifikan menjadi $50.000. Tingkat kapitalisasi kemudian akan menjadi ($40.000/$1 juta) = 4%.

### Tips

Perhatikan tarifnya. Cap rate umumnya meningkat ketika suku bunga naik.

Dalam kasus lain, jika nilai pasar properti saat ini berkurang menjadi $800.000, dengan pendapatan sewa dan berbagai biaya tetap sama, tingkat kapitalisasi akan meningkat menjadi $70.000/$800.000 = 8,75%.

Tingkat pendapatan yang bervariasi yang dihasilkan dari properti, pengeluaran terkait properti, dan valuasi pasar properti saat ini dapat secara signifikan mengubah tingkat kapitalisasi.

Surplus pengembalian, yang secara teoritis tersedia bagi investor properti di atas investasi obligasi Treasury, dapat dikaitkan dengan risiko terkait yang menyebabkan skenario yang disebutkan di atas. Faktor risiko meliputi:

## Berapa Seharusnya Tingkat Kapitalisasi Saya?

Tingkat kapitalisasi untuk properti investasi seharusnya antara 4% dan 10%. Angka pastinya akan bergantung pada lokasi properti serta tingkat pengembalian yang diperlukan untuk membuat investasi tersebut sepadan.

## Apakah Tingkat Kapitalisasi yang Lebih Tinggi atau Lebih Rendah Lebih Baik?

Tingkat kapitalisasi umumnya dapat dilihat sebagai ukuran risiko. Jadi, menentukan apakah cap rate yang lebih tinggi atau lebih rendah lebih baik akan bergantung pada investor dan profil risikonya. Cap rate yang lebih tinggi berarti investasi tersebut memiliki lebih banyak risiko, sedangkan cap rate yang lebih rendah berarti investasi tersebut memiliki lebih sedikit risiko.

## Apa Perbedaan Antara Tingkat Kapitalisasi dan Return on Investment?

Return on Investment (ROI) menunjukkan potensi pengembalian suatu investasi dalam jangka waktu tertentu. Tingkat kapitalisasi akan memberi tahu Anda berapa pengembalian investasi saat ini atau seharusnya.

## Kesimpulan

Tingkat kapitalisasi digunakan untuk mengukur profitabilitas properti sewaan komersial. Cap rate yang tinggi menunjukkan pendapatan yang relatif tinggi, relatif terhadap ukuran investasi awal. Namun, ada juga faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti risiko dan dinamika pasar lokal. Investor harus berhati-hati untuk mempertimbangkan berbagai metrik selain tingkat kapitalisasi.


## FAQ

**Apa itu Tingkat Kapitalisasi (Cap Rate)?**
Tingkat Kapitalisasi (Cap Rate) adalah rasio yang digunakan dalam real estat komersial untuk memperkirakan tingkat pengembalian yang diharapkan dari properti sewaan, dihitung dengan membagi Pendapatan Operasional Bersih (NOI) dengan nilai pasar properti.

**Bagaimana cara menghitung Cap Rate?**
Rumus dasarnya adalah: Tingkat Kapitalisasi = Pendapatan Operasional Bersih / Nilai Pasar Saat Ini.

**Apa yang ditunjukkan oleh Cap Rate yang tinggi atau rendah?**
Cap Rate yang tinggi umumnya menunjukkan tingkat risiko yang lebih tinggi dan potensi pengembalian yang lebih tinggi, sementara Cap Rate yang rendah menunjukkan risiko yang lebih rendah tetapi potensi pengembalian yang lebih rendah.

**Apakah ada nilai Cap Rate yang "ideal"?**
Tidak ada nilai tunggal yang ideal. Cap Rate yang baik sangat bergantung pada konteks properti, pasar, dan selera risiko investor. Banyak analis menganggap kisaran 5% hingga 10% sebagai "baik", tetapi ini bisa bervariasi.

**Apa saja keterbatasan Cap Rate?**
Cap Rate tidak memperhitungkan leverage, nilai waktu uang, atau arus kas masa depan. Ini juga kurang andal untuk properti dengan arus kas yang tidak teratur atau tidak konsisten.