# Anggaran Kas: Definisi, Komponen, dan Cara Membuat

*English: Cash Budget Definition: Parts and How to Create One*

> Pelajari apa itu anggaran kas, komponen utamanya, dan langkah-langkah praktis untuk membuatnya demi kesehatan finansial bisnis Anda.

**Definisi:** Anggaran kas adalah perkiraan arus kas masuk dan keluar suatu bisnis dalam periode waktu tertentu untuk memastikan ketersediaan likuiditas.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/c/cashbudget

---

## Apa Itu Anggaran Kas?

Anggaran kas adalah perkiraan arus kas suatu bisnis selama periode waktu tertentu. Ini bisa untuk anggaran mingguan, bulanan, triwulanan, atau tahunan. Anggaran ini digunakan untuk menilai apakah entitas memiliki kas yang cukup untuk terus beroperasi selama jangka waktu yang ditentukan. Anggaran kas memberikan wawasan kepada perusahaan tentang kebutuhan kasnya (dan surplus apa pun) dan membantu menentukan alokasi kas yang efisien.

### Poin Penting

Investopedia / Ellen Lindner

## Cara Kerja Anggaran Kas

Perusahaan menggunakan perkiraan penjualan dan produksi untuk membuat anggaran kas, bersama dengan asumsi tentang pengeluaran yang diperlukan dan penagihan piutang. Anggaran kas diperlukan untuk menilai apakah perusahaan akan memiliki cukup kas untuk melanjutkan operasi. Jika perusahaan tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk beroperasi, ia harus mengumpulkan lebih banyak modal dengan menerbitkan saham atau mengambil lebih banyak utang.

Perhitungan kas bergulir menghitung arus kas masuk dan keluar untuk satu bulan, dan menggunakan saldo akhir sebagai saldo awal untuk bulan berikutnya. Proses ini memungkinkan perusahaan untuk memperkirakan kebutuhan kas sepanjang tahun, dan perubahan pada perhitungan bergulir untuk menyesuaikan saldo kas untuk semua bulan mendatang.

## Anggaran Kas Jangka Pendek vs. Anggaran Kas Jangka Panjang

Anggaran kas biasanya dilihat dalam jangka pendek atau jangka panjang. Anggaran kas jangka pendek berfokus pada kebutuhan kas untuk minggu atau bulan berikutnya, sedangkan anggaran kas jangka panjang berfokus pada kebutuhan kas untuk tahun hingga beberapa tahun mendatang.

Anggaran kas jangka pendek akan melihat item-item seperti tagihan utilitas, sewa, penggajian, pembayaran kepada pemasok, biaya operasional lainnya, dan investasi. Anggaran kas jangka panjang berfokus pada pembayaran pajak triwulanan dan tahunan, proyek pengeluaran modal, dan investasi jangka panjang. Anggaran kas jangka panjang biasanya memerlukan perencanaan yang lebih strategis dan analisis terperinci karena membutuhkan kas untuk terikat dalam jangka waktu yang lebih lama.

Sangat bijaksana juga untuk menganggarkan kebutuhan kas untuk keadaan darurat atau kebutuhan kas tak terduga yang mungkin timbul, terutama jika bisnis masih baru dan semua aspek operasi belum sepenuhnya terealisasi.

### Fakta Singkat

Di akhir setiap periode anggaran, saldo akhir anggaran kas dibawa ke anggaran kas periode berikutnya.

## Pertimbangan Khusus

Mengelola anggaran kas juga bergantung pada pengelolaan pertumbuhan bisnis dengan hati-hati. Misalnya, semua bisnis ingin menjual lebih banyak dan tumbuh, tetapi sangat penting untuk melakukannya dengan cara yang berkelanjutan.

Misalnya, sebuah perusahaan mungkin menerapkan strategi pemasaran untuk meningkatkan kesadaran merek dan menjual lebih banyak produk. Kampanye iklan berhasil dan permintaan produk melonjak. Jika perusahaan tidak siap untuk memenuhi peningkatan permintaan ini, misalnya, ia mungkin tidak memiliki mesin yang cukup untuk memproduksi lebih banyak barang, karyawan yang cukup untuk melakukan pemeriksaan kualitas, atau pemasok yang cukup untuk memesan bahan baku yang diperlukan, maka ia bisa memiliki banyak pelanggan yang tidak puas.

Perusahaan mungkin ingin membangun semua aspek ini untuk memenuhi permintaan, tetapi jika tidak memiliki cukup kas atau pembiayaan untuk melakukannya, maka ia tidak bisa. Oleh karena itu, penting untuk mengelola penjualan dan pengeluaran untuk mencapai tingkat arus kas yang optimal.

## Contoh Anggaran Kas

Misalnya, mari kita asumsikan ABC Clothing memproduksi sepatu, dan memperkirakan penjualan sebesar $300.000 untuk bulan Juni, Juli, dan Agustus. Dengan harga eceran $60 per pasang, perusahaan memperkirakan penjualan 5.000 pasang sepatu setiap bulan. ABC memperkirakan bahwa 80% kas dari penjualan ini akan dikumpulkan pada bulan setelah penjualan dan 20% lainnya akan dikumpulkan dua bulan setelah penjualan. Saldo kas awal untuk bulan Juli diperkirakan $20.000, dan anggaran kas mengasumsikan 80% dari penjualan Juni akan dikumpulkan pada bulan Juli, yang setara dengan $240.000 (80% dari $300.000). ABC juga memproyeksikan arus kas masuk sebesar $100.000 dari penjualan yang dilakukan di awal tahun.

Di sisi pengeluaran, ABC juga harus menghitung biaya produksi yang diperlukan untuk memproduksi sepatu dan memenuhi permintaan pelanggan. Perusahaan memperkirakan 1.000 pasang sepatu akan berada dalam persediaan awal, yang berarti minimum 4.000 pasang harus diproduksi pada bulan Juli. Jika biaya produksi adalah $50 per pasang, ABC menghabiskan $200.000 ($50 x 4.000) pada bulan Juli untuk harga pokok penjualan, yang merupakan biaya manufaktur. Perusahaan juga memperkirakan akan membayar $60.000 untuk biaya yang tidak terkait langsung dengan produksi, seperti asuransi.

ABC menghitung arus kas masuk dengan menambahkan piutang yang dikumpulkan selama bulan Juli ke saldo awal, yaitu $360.000 ($20.000 saldo awal Juli + $240.000 dari penjualan Juni yang dikumpulkan di Juli + $100.000 arus kas masuk dari penjualan sebelumnya). Perusahaan kemudian mengurangi kas yang dibutuhkan untuk membayar produksi dan pengeluaran lainnya. Totalnya adalah $260.000 ($200.000 harga pokok penjualan + $60.000 biaya lainnya). Saldo kas akhir Juli ABC adalah $100.000, atau $360.000 arus kas masuk dikurangi $260.000 arus kas keluar.

## Apa Saja Langkah-Langkah Membuat Anggaran Kas?

Langkah pertama dalam membuat anggaran kas adalah menetapkan perkiraan yang andal untuk arus kas masuk dan keluar perusahaan. Beberapa arus ini dapat diprediksi, seperti biaya sewa dan penggajian. Yang lain, seperti angka penjualan, cenderung lebih bervariasi. Setelah angka-angka ini diperkirakan, dimungkinkan untuk menyiapkan anggaran kas yang memperhitungkan semua arus masuk dan keluar yang diharapkan.

## Biaya Apa Saja yang Harus Dimasukkan dalam Anggaran Kas?

Anggaran kas harus memperhitungkan arus kas yang diharapkan, seperti pendapatan, serta arus keluar operasional karena pengembalian, penggajian, sewa, utilitas, perlengkapan, dan biaya lain untuk menjalankan bisnis.

## Bagaimana Cara Menyiapkan Anggaran Kas?

Ini akan tergantung pada jangka waktu anggaran yang disiapkan. Anggaran kas jangka pendek selama beberapa minggu hanya akan memperhitungkan pengeluaran sehari-hari yang terkait dengan pendanaan dan penyediaan operasi perusahaan, sementara anggaran kas untuk satu kuartal atau lebih lama mungkin juga memperhitungkan pengeluaran yang lebih besar seperti peralatan, investasi modal, dan pajak perusahaan. Dalam setiap kasus, surplus kas yang tersisa di akhir satu periode anggaran akan dibawa ke awal periode berikutnya.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari anggaran kas?**
Tujuan utama anggaran kas adalah untuk memperkirakan ketersediaan kas bisnis dalam periode waktu tertentu dan memastikan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk terus beroperasi.

**Apa perbedaan antara anggaran kas jangka pendek dan jangka panjang?**
Anggaran kas jangka pendek berfokus pada kebutuhan kas dalam beberapa minggu atau bulan ke depan, sementara anggaran kas jangka panjang mencakup kebutuhan kas untuk satu tahun hingga beberapa tahun mendatang, seringkali melibatkan perencanaan strategis yang lebih detail.

**Bagaimana cara kerja perhitungan kas bergulir (cash roll forward)?**
Perhitungan kas bergulir menghitung arus kas masuk dan keluar untuk satu bulan, dan menggunakan saldo akhir bulan tersebut sebagai saldo awal untuk bulan berikutnya, memungkinkan perusahaan memprediksi kebutuhan kas sepanjang tahun.

**Apa saja komponen yang harus dimasukkan dalam anggaran kas?**
Anggaran kas harus mencakup perkiraan arus kas masuk (seperti pendapatan) dan arus kas keluar operasional (seperti penggajian, sewa, utilitas, biaya operasional lainnya, dan pembayaran kepada pemasok).