# Memahami Collateralized Mortgage Obligations (CMO)

*English: Understanding Collateralized Mortgage Obligations (CMOs): A Comprehensive Guide*

> Panduan lengkap CMO: Apa itu, cara kerja, perbedaan dengan CDO, dan perannya dalam krisis finansial 2008.

**Definisi:** Collateralized Mortgage Obligation (CMO) adalah jenis sekuritas berbasis hipotek yang terdiri dari kumpulan hipotek yang dibundel dan dijual sebagai investasi.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/c/cmo

---

## Memahami Collateralized Mortgage Obligations (CMO): Panduan Komprehensif

## Apa Itu Collateralized Mortgage Obligation?

Collateralized Mortgage Obligation (CMO) adalah jenis sekuritas berbasis hipotek yang terdiri dari kumpulan hipotek yang dibundel dan dijual sebagai investasi. Diatur berdasarkan jatuh tempo dan tingkat risiko, CMO menyediakan arus kas dari pembayaran kembali hipotek yang mendasarinya. Investor menerima pembayaran pokok dan bunga berdasarkan perjanjian yang telah ditentukan sebelumnya, namun struktur kompleks dari instrumen ini membuatnya sensitif terhadap perubahan suku bunga dan kondisi ekonomi.

### Poin Penting

## Cara Kerja Collateralized Mortgage Obligations

Collateralized Mortgage Obligations terdiri dari beberapa tranche, atau kelompok hipotek, yang diatur berdasarkan profil risikonya. Tranche biasanya memiliki saldo pokok, suku bunga, tanggal jatuh tempo, dan risiko gagal bayar yang berbeda. Collateralized Mortgage Obligations sensitif terhadap perubahan suku bunga dan ekonomi, seperti tingkat penyitaan dan pembiayaan kembali, serta tingkat penjualan properti. Setiap tranche memiliki tanggal jatuh tempo dan ukuran yang berbeda, dan obligasi dengan kupon bulanan diterbitkan untuknya. Kupon tersebut melakukan pembayaran pokok dan bunga bulanan.

Bayangkan seorang investor dengan CMO yang terdiri dari ribuan hipotek. Keuntungan mereka bergantung pada apakah hipotek tersebut dibayar kembali. Jika hanya sedikit pemilik rumah yang gagal bayar tetapi sebagian besar membayar sesuai harapan, investor akan mendapatkan kembali pokok dan bunga. Sebaliknya, jika ribuan orang tidak dapat melakukan pembayaran hipotek mereka dan mengalami penyitaan, CMO akan merugi dan tidak dapat membayar investor.

Investor di CMO, yang terkadang disebut sebagai Real Estate Mortgage Investment Conduits (REMICs), ingin mendapatkan akses ke arus kas hipotek tanpa harus membuat atau membeli sekumpulan hipotek.

## Membandingkan CMO dan CDO: Perbedaan dan Persamaan Utama

Seperti CMO, Collateralized Debt Obligations (CDO) terdiri dari sekelompok pinjaman yang dibundel bersama dan dijual sebagai kendaraan investasi. Namun, sementara CMO hanya berisi hipotek, CDO berisi berbagai pinjaman seperti pinjaman mobil, kartu kredit, pinjaman komersial, dan bahkan hipotek. Baik CDO maupun CMO mencapai puncaknya pada tahun 2007 tepat sebelum krisis finansial global, dan nilainya jatuh tajam setelah waktu itu. Misalnya, pada puncaknya di tahun 2007, pasar CDO bernilai $1,3 triliun, dibandingkan dengan $850 juta pada tahun 2013.

### Penting

Organisasi yang membeli CMO termasuk hedge fund, bank, perusahaan asuransi, dan reksa dana.

## Peran CMO dalam Krisis Finansial 2008

Pertama kali diterbitkan oleh Salomon Brothers dan First Boston pada tahun 1983, CMO bersifat kompleks dan melibatkan banyak hipotek yang berbeda. Karena berbagai alasan, investor lebih cenderung fokus pada aliran pendapatan yang ditawarkan oleh CMO daripada kesehatan hipotek yang mendasarinya. Akibatnya, banyak investor membeli CMO yang penuh dengan subprime mortgage, adjustable-rate mortgage, hipotek yang dipegang oleh peminjam yang pendapatannya tidak diverifikasi selama proses aplikasi, dan hipotek berisiko lainnya dengan risiko gagal bayar yang tinggi.

Penggunaan CMO telah dikritik sebagai faktor pemicu krisis finansial 2007-2008. Kenaikan harga rumah membuat hipotek tampak seperti investasi yang tidak mungkin gagal, menarik investor untuk membeli CMO dan MBS lainnya, tetapi kondisi pasar dan ekonomi menyebabkan peningkatan penyitaan dan risiko pembayaran yang tidak diprediksi secara akurat oleh model keuangan. Akibat dari krisis finansial global menghasilkan peningkatan regulasi untuk sekuritas berbasis hipotek. Paling baru, pada Desember 2016, SEC dan FINRA memperkenalkan regulasi baru yang mengurangi risiko sekuritas ini dengan menciptakan persyaratan margin untuk transaksi agensi yang tercakup, termasuk collateralized mortgage obligations.

## Intinya

Collateralized Mortgage Obligations (CMO) adalah instrumen keuangan kompleks yang membundel hipotek menjadi sekuritas investasi, diatur berdasarkan risiko dan jatuh tempo. Investor di CMO harus menyadari sensitivitasnya terhadap fluktuasi suku bunga dan perubahan ekonomi, yang dapat berdampak signifikan pada pengembalian. 

Terlepas dari popularitasnya dan perannya dalam krisis finansial 2008, CMO menawarkan cara terstruktur untuk berinvestasi dalam arus hipotek, namun kehati-hatian disarankan karena risiko gagal bayar, terutama di pasar yang bergejolak. Selalu pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional keuangan sebelum terlibat dalam investasi yang melibatkan CMO atau sekuritas serupa.


## FAQ

**Apa itu Collateralized Mortgage Obligation (CMO)?**
CMO adalah jenis sekuritas berbasis hipotek yang terdiri dari kumpulan hipotek yang dibundel dan dijual sebagai investasi, diatur berdasarkan jatuh tempo dan tingkat risiko.

**Bagaimana cara kerja CMO?**
CMO terdiri dari beberapa tranche hipotek dengan profil risiko yang berbeda, yang memberikan arus kas dari pembayaran kembali hipotek yang mendasarinya kepada investor.

**Apa perbedaan utama antara CMO dan CDO?**
CMO hanya berisi hipotek, sedangkan CDO dapat berisi berbagai jenis pinjaman seperti pinjaman mobil, kartu kredit, dan pinjaman komersial selain hipotek.

**Mengapa CMO dikaitkan dengan krisis finansial 2008?**
CMO yang berisi hipotek berisiko tinggi, seperti subprime mortgage, berkontribusi pada krisis ketika banyak pemilik rumah gagal bayar, yang tidak diprediksi secara akurat oleh model keuangan.

**Siapa yang biasanya berinvestasi di CMO?**
Investor di CMO biasanya adalah hedge fund, bank, perusahaan asuransi, dan reksa dana.