# Saham Biasa: Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya dengan Saham Preferen

*English: Common Stock: What It Is, Different Types, vs. Preferred Stock*

> Pelajari apa itu saham biasa, jenisnya, hak pemegang saham, dan perbedaannya dengan saham preferen dalam investasi.

**Definisi:** Saham biasa adalah jenis kepemilikan dalam suatu perusahaan yang memberikan hak suara dan klaim residual atas aset serta pendapatan perusahaan setelah semua kewajiban lain dipenuhi.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/c/commonstock

---

## Apa Itu Saham Biasa?

Saham biasa bukan sekadar selembar kertas, melainkan tiket kepemilikan di sebuah perusahaan. Ketika Anda memegang saham biasa, Anda berhak ikut serta dalam keputusan perusahaan dengan memilih dewan direksi dan kebijakan perusahaan. Anda juga berhak atas sebagian dividen. Dalam jangka panjang, jenis ekuitas ini dapat menawarkan imbal hasil yang menarik.

Namun, ada konsekuensinya: jika perusahaan harus melikuidasi asetnya, pemegang saham biasa berada di urutan terakhir, baru dibayar setelah pemegang obligasi, pemegang saham preferen, dan kreditor lain mendapatkan bagian mereka.

Nilai saham biasa perusahaan dilaporkan di bagian ekuitas pemegang saham pada neraca perusahaan.

### Poin Penting

## Memahami Saham Biasa

Saham biasa pada dasarnya adalah bentuk kepemilikan dalam suatu korporasi, yang mewakili klaim atas sebagian aset dan pendapatan perusahaan. Jika Anda adalah pemegang saham, ini menjadikan Anda "setengah pemilik", tetapi bukan berarti Anda memiliki aset fisik perusahaan seperti kursi atau komputer; aset tersebut dimiliki oleh korporasi itu sendiri, entitas hukum yang terpisah. Sebaliknya, sebagai pemegang saham, Anda memiliki klaim residual atas laba dan aset perusahaan, yang berarti Anda berhak atas apa yang tersisa setelah semua kewajiban lain dipenuhi.

Investor dapat membeli dan menjual saham biasa di pasar saham, dan pemegang saham biasa berhak atas bagian dari dividen apa pun. Biasanya, dividen dibayarkan dari laba perusahaan, dan keputusan untuk menerbitkannya dibuat oleh dewan direksi.

Saham biasa pertama kali diterbitkan pada tahun 1602 oleh Dutch East India Company dan diperdagangkan di Amsterdam Stock Exchange. Selama empat abad berikutnya, banyak pasar saham telah diciptakan di seluruh dunia, dengan bursa utama seperti London Stock Exchange dan Tokyo Stock Exchange mencatatkan puluhan ribu perusahaan.

Saham perusahaan besar yang berbasis di AS diperdagangkan di bursa publik, seperti New York Stock Exchange (NYSE) atau Nasdaq. Hingga pertengahan 2024, Nasdaq memiliki sekitar 3.377 pencatatan, tetapi NYSE adalah yang terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Perusahaan yang lebih kecil yang tidak dapat memenuhi persyaratan pencatatan bursa utama dianggap tidak terdaftar, dan saham mereka diperdagangkan secara over the counter.

## Apa Itu Saham Preferen?

Saham preferen adalah kelas saham yang berbeda yang memberikan hak yang berbeda dibandingkan dengan saham biasa. Meskipun kedua jenis saham memberikan kepemilikan di perusahaan, pemegang saham preferen memiliki klaim yang lebih tinggi atas aset dan dividen perusahaan dibandingkan pemegang saham biasa. Status yang ditinggikan ini tercermin dalam nama "preferen" (preferred).

## Saham Biasa vs. Saham Preferen

Baik saham biasa maupun saham preferen memungkinkan investor memiliki saham di sebuah bisnis, tetapi ada perbedaan utama yang perlu dipahami investor.

### Hak Suara

Pemegang saham di suatu perusahaan memiliki hak untuk memberikan suara pada keputusan penting terkait manajemen perusahaan. Misalnya, pemegang saham memilih anggota dewan direksi. Biasanya, saham biasa memberikan hak suara kepada pemegang saham, tetapi saham preferen sering kali tidak memberikan hak suara.

### Dividen

Baik pemegang saham biasa maupun preferen dapat menerima dividen dari perusahaan. Namun, dividen saham preferen ditentukan di muka berdasarkan nilai nominal atau nilai muka saham dan tingkat dividen saham tersebut. Perusahaan dapat memilih apakah akan membayar dividen kepada pemegang saham biasa dan berapa jumlahnya.

Jika perusahaan tidak memiliki cukup uang untuk membayar dividen kepada semua pemegang saham, pemegang saham preferen memiliki prioritas atas pemegang saham biasa dan dibayar terlebih dahulu. Bagi pemegang saham preferen kumulatif, setiap pembayaran dividen yang terlewat akan terakumulasi sebagai "dividen yang tertunggak" dan harus dibayar sebelum dividen diterbitkan kepada pemegang saham biasa.

### Penting

Semua perusahaan publik menerbitkan saham biasa, tetapi mereka tidak harus menerbitkan saham preferen.

### Perdagangan dan Perubahan Harga

Saham biasa dan saham preferen diperdagangkan di pasar terbuka. Investor dapat memilih untuk membeli atau menjual salah satu jenis saham.

Namun, investor umumnya lebih banyak memperdagangkan saham biasa daripada saham preferen. Karena dividennya yang tetap dan profil risikonya yang lebih rendah, saham preferen biasanya memiliki volatilitas harga yang lebih rendah dan potensi pertumbuhan yang lebih besar daripada saham biasa. Karena dividennya yang stabil dan volatilitasnya yang lebih rendah, saham preferen sering kali disukai oleh investor institusional yang mencari aliran pendapatan yang dapat diprediksi. Saham-saham ini juga biasanya kurang likuid dibandingkan saham biasa, yang berarti saham tersebut lebih jarang diperdagangkan, membuatnya kurang cocok untuk investor ritel yang mencari keuntungan jangka pendek.

### Kebangkrutan Perusahaan

Ketika sebuah perusahaan bangkrut, pemegang saham biasa tidak menerima bagian aset mereka sampai setelah kreditor, pemegang obligasi, dan pemegang saham preferen. Hal ini membuat saham biasa lebih berisiko daripada utang atau saham preferen.

Keuntungan saham biasa adalah biasanya berkinerja lebih baik daripada obligasi dan saham preferen dalam jangka panjang. Sebagian besar perusahaan menerbitkan ketiga jenis sekuritas tersebut. Misalnya, Wells Fargo & Company memiliki beberapa obligasi yang tersedia di pasar sekunder: saham preferen, seperti Seri L (WFC-L), dan saham biasa (WFC).

### Penawaran Umum Perdana (IPO)

Agar perusahaan dapat menerbitkan saham, perusahaan memulai penawaran umum perdana (IPO). IPO adalah cara utama bagi perusahaan yang mencari modal tambahan untuk mengembangkan usaha. Untuk memulai proses IPO, perusahaan bekerja sama dengan bank investasi penjamin emisi untuk menentukan jenis dan harga saham. Setelah IPO selesai, saham tersebut tersedia untuk dibeli oleh masyarakat umum di pasar sekunder.

## Kelebihan dan Kekurangan

Baik saham biasa maupun saham preferen memiliki kelebihan dan kekurangan untuk dipertimbangkan investor.

### Kelebihan dan Kekurangan Saham Biasa

*   Lebih sering diperdagangkan daripada saham preferen
*   Potensi imbal hasil lebih tinggi
*   Hak suara
*   Mungkin tidak menerima dividen
*   Prioritas lebih rendah untuk menerima dividen atau jika terjadi kebangkrutan
*   Volatilitas harga lebih tinggi

### Kelebihan dan Kekurangan Saham Preferen

*   Prioritas lebih tinggi untuk menerima dividen
*   Volatilitas harga lebih rendah
*   Dividen tetap yang tidak akan berkurang
*   Mungkin tidak memiliki hak suara
*   Potensi imbal hasil lebih rendah
*   Lebih jarang diperdagangkan

## Cara Berinvestasi di Saham Biasa

Saham harus dianggap sebagai bagian penting dari portofolio investor mana pun. Saham membawa risiko lebih besar daripada aset seperti CD, saham preferen, dan obligasi. Namun, risiko yang lebih besar datang dengan potensi imbalan yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang, saham cenderung berkinerja lebih baik daripada investasi lain, tetapi dalam jangka pendek memiliki volatilitas lebih.

Investor dapat memilih dari berbagai jenis saham biasa. Saham pertumbuhan (growth stocks) dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan mengalami peningkatan pendapatan, yang menaikkan nilai saham mereka. Sementara itu, saham nilai (value stocks) dihargai lebih rendah relatif terhadap fundamentalnya dan sering kali membayar dividen, tidak seperti saham pertumbuhan.

Saham juga diklasifikasikan berdasarkan kapitalisasi pasar menjadi kategori large-cap, mid-cap, dan small-cap. Saham large-cap lebih sering diperdagangkan dan biasanya mewakili perusahaan yang mapan dan stabil. Sebaliknya, saham small-cap sering kali dimiliki oleh perusahaan yang lebih baru dan berorientasi pertumbuhan serta cenderung lebih volatil.

## Cara Berinvestasi di Saham Preferen

Investor dapat membeli saham preferen seperti saham biasa. Namun, karena perbedaan dengan saham biasa, investor memerlukan pendekatan yang berbeda saat membelinya.

Melakukan riset terhadap penerbit sangat penting. Berinvestasi pada saham preferen dari perusahaan yang goyah sama berisikonya dengan membeli saham biasanya. Jika perusahaan berkinerja buruk, kedua jenis saham kemungkinan akan menghasilkan kerugian.

Satu hal penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih saham preferen adalah dividen. Bandingkan dividen dengan harga saham untuk menentukan apakah imbal hasil menawarkan pengembalian yang menarik. Imbal hasil yang lebih baik dapat menghasilkan pengembalian yang lebih besar.

Selain itu, perhatikan apakah saham tersebut dapat dipanggil (callable) atau dapat dikonversi (convertible). Saham preferen yang dapat dipanggil dapat dibeli kembali oleh penerbit pada tanggal dan harga yang telah ditentukan, menyebabkan Anda kehilangan dividen di masa mendatang. Sementara itu, saham preferen yang dapat dikonversi dapat dikonversi menjadi saham biasa atas kebijakan perusahaan, yang dapat menjadi keuntungan jika harga saham biasa naik secara signifikan.

## Jelaskan Seperti Saya Berusia Lima Tahun

Saham biasa adalah jenis saham kepemilikan yang paling dasar dalam suatu perusahaan. Setiap saham memberi Anda hak untuk memilih dewan direksi perusahaan dan menerima bagian dari dividen apa pun yang diterbitkan perusahaan. Beberapa perusahaan menerbitkan beberapa jenis saham biasa yang berbeda, dengan hak suara dan dividen yang berbeda.

Saham preferen adalah jenis saham kepemilikan lainnya. Pemegang saham preferen biasanya tidak mendapatkan hak suara, tetapi mereka mendapatkan dividen yang lebih baik. Disebut saham preferen karena jika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen dibayar dari aset yang tersisa sebelum pemegang saham biasa.

## Bagaimana Cara Saya Menggunakan Saham Biasa untuk Memberikan Suara di Rapat Perusahaan?

Sebagian besar saham biasa biasa memiliki satu suara per saham, memberikan pemegang saham hak untuk memberikan suara pada tindakan perusahaan, yang sering kali dilakukan dalam rapat pemegang saham perusahaan. Jika Anda tidak dapat hadir, Anda dapat memberikan suara melalui proxy, di mana pihak ketiga akan memberikan suara atas nama Anda. Pemungutan suara yang paling penting dilakukan pada isu-isu seperti perusahaan yang melakukan merger atau akuisisi, siapa yang akan dipilih ke dewan direksi, atau apakah akan menyetujui pemecahan saham atau dividen.

## Mengapa Saham Biasa Disebut Ekuitas?

Saham biasa mewakili klaim kepemilikan residual atas suatu perusahaan, hak untuk mengklaim aset perusahaan lainnya setelah semua kewajiban keuangan lainnya dipenuhi. Perusahaan memiliki neraca yang terdiri dari aset dan liabilitas. Aset mencakup apa yang dimiliki atau terutang oleh perusahaan, seperti properti, peralatan, cadangan kas, dan piutang usaha. Di sisi lain pembukuan adalah liabilitas, yaitu apa yang terutang oleh perusahaan. Ini termasuk utang usaha, pinjaman, dan kewajiban lainnya. Jika perusahaan sehat, total aset akan lebih besar dari total liabilitas. Jumlah residual yang tersisa untuk pemilik dikenal sebagai ekuitas pemegang saham dan diwakili oleh saham perusahaan.

## Mengapa Perusahaan Menerbitkan Saham Preferen?

Menjual saham preferen, seperti saham lainnya, memungkinkan perusahaan mengumpulkan uang dengan menjual sebagian kepemilikan dalam bisnis. Perusahaan dapat melakukan ini untuk mengumpulkan modal untuk ekspansi bisnis, pembayaran utang, atau untuk berinvestasi dalam proyek baru. Saham preferen kurang mendilusi kepemilikan perusahaan karena tidak datang dengan hak suara. Saham ini menawarkan manfaat lain bagi perusahaan penerbit, tidak terkecuali karena volatilitasnya yang lebih rendah membuatnya menarik bagi investor yang berbeda. Dividen tetap juga menstabilkan neraca perusahaan, membuatnya lebih menarik bagi investor tambahan. Alasan lain adalah bahwa, bagi sebagian perusahaan, biaya penerbitan saham preferen lebih rendah daripada menerbitkan obligasi. Berbeda dengan pembayaran bunga atas obligasi, dividen atas saham preferen tidak wajib dan umumnya tidak dapat dikurangkan dari pajak bagi korporasi. Namun, mereka mungkin masih lebih murah daripada tingkat bunga yang lebih tinggi yang harus dibayar perusahaan untuk menarik investor obligasi.

## Apakah Saham Preferen atau Saham Biasa Merupakan Investasi yang Lebih Baik?

Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Saham biasa cenderung menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, tetapi dengan volatilitas yang lebih besar. Saham preferen mungkin kurang volatil tetapi memiliki potensi imbal hasil yang lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa investor jangka panjang yang dapat mentolerir volatilitas yang lebih besar akan lebih memilih saham biasa, sementara mereka yang ingin menghindari fluktuasi tersebut lebih mungkin memilih saham preferen.

## Apakah Ada Jenis Saham Lain yang Berbeda?

Saham biasa dan saham preferen adalah dua jenis utama. Beberapa perusahaan menerbitkan kelas saham yang berbeda atau bahkan jenis saham biasa yang berbeda. Misalnya, Alphabet, perusahaan induk Google, memiliki dua kelas saham biasa: GOOG dan GOOGL.

## Kesimpulan

Saham biasa, seperti namanya, adalah salah satu jenis saham yang paling umum. Saham ini memberikan pemegang saham kepemilikan dalam bisnis yang mendasarinya, serta hak suara untuk memilih dewan direksi dan klaim atas sebagian aset perusahaan dan pendapatan di masa depan. Namun, pemegang saham biasa memiliki posisi yang lebih rendah daripada pemegang saham preferen, yang mendapatkan prioritas dalam pembayaran dividen dan dalam pemulihan investasi mereka jika perusahaan dilikuidasi.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara saham biasa dan saham preferen?**
Saham biasa memberikan hak suara dan klaim residual atas aset perusahaan, sementara saham preferen memiliki prioritas lebih tinggi dalam pembayaran dividen dan likuidasi, tetapi biasanya tidak memiliki hak suara.

**Siapa yang dibayar lebih dulu jika perusahaan bangkrut?**
Dalam kasus kebangkrutan, kreditor, pemegang obligasi, dan pemegang saham preferen akan dibayar terlebih dahulu sebelum pemegang saham biasa menerima bagian mereka.

**Apakah semua perusahaan menerbitkan saham preferen?**
Tidak, semua perusahaan publik menerbitkan saham biasa, tetapi mereka tidak diwajibkan untuk menerbitkan saham preferen.

**Mengapa investor memilih saham preferen meskipun potensi imbal hasilnya lebih rendah?**
Investor memilih saham preferen karena volatilitasnya yang lebih rendah, dividen yang tetap, dan prioritas pembayaran yang lebih tinggi, yang menarik bagi mereka yang mencari pendapatan yang stabil dan risiko yang lebih rendah.

**Apa itu saham biasa yang dapat dikonversi (convertible preferred stock)?**
Saham preferen yang dapat dikonversi adalah saham preferen yang dapat diubah menjadi saham biasa oleh perusahaan, yang bisa menjadi keuntungan jika harga saham biasa naik.