# Koreksi Pasar: Definisi, Penyebab, dan Strategi

*English: Correction*

> Pelajari apa itu koreksi pasar, bagaimana dampaknya pada investasi, dan strategi untuk menghadapinya.

**Definisi:** Koreksi pasar adalah penurunan harga aset, indeks, atau pasar sebesar 10% atau lebih dari puncaknya yang terakhir.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/c/correction

---

## Apa Itu Koreksi?

Dalam investasi, koreksi biasanya didefinisikan sebagai penurunan harga sekuritas sebesar 10% atau lebih dari puncaknya yang terakhir. Koreksi dapat terjadi pada aset individu, seperti saham atau obligasi, atau pada indeks yang mengukur sekelompok aset.

Aset, indeks, atau pasar dapat mengalami koreksi baik sebentar maupun dalam periode yang berkelanjutan—hari, minggu, bulan, atau bahkan lebih lama. Namun, koreksi pasar rata-rata berumur pendek dan berlangsung antara tiga hingga empat bulan.

Investor, trader, dan analis menggunakan metode charting untuk memprediksi dan melacak koreksi. Banyak faktor yang dapat memicu koreksi. Dari pergeseran makroekonomi skala besar hingga masalah dalam rencana manajemen perusahaan tunggal, alasan di balik koreksi sama beragamnya dengan saham, indeks, atau pasar yang terpengaruh.

### Poin Penting

## Cara Kerja Koreksi

Koreksi seperti laba-laba di bawah tempat tidur Anda. Anda tahu itu ada, mengintai, tetapi tidak tahu kapan ia akan muncul lagi. Meskipun Anda mungkin sulit tidur memikirkan laba-laba itu, Anda tidak perlu khawatir tentang kemungkinan koreksi.

Menurut laporan tahun 2018 dari CNBC dan Goldman Sachs, koreksi rata-rata untuk S&P 500 hanya berlangsung empat bulan dan nilainya turun sekitar 13% sebelum pulih. Namun, mudah untuk melihat mengapa individu atau investor pemula mungkin khawatir tentang penyesuaian penurunan nilai aset portofolio mereka sebesar 10% atau lebih selama koreksi. Banyak yang tidak melihatnya datang dan tidak tahu berapa lama koreksi akan berlangsung. Bagi mereka yang tetap berada di pasar dalam jangka panjang, koreksi hanyalah lubang kecil di jalan menuju tabungan pensiun. Pasar pada akhirnya akan pulih, jadi mereka tidak perlu panik.

Tentu saja, koreksi dramatis yang terjadi dalam satu sesi perdagangan bisa berakibat fatal bagi trader jangka pendek atau day trader dan trader yang sangat leveraged. Trader tersebut bisa mengalami kerugian signifikan selama masa koreksi.

Tidak ada yang bisa memastikan kapan koreksi akan dimulai, berakhir, atau seberapa drastis penurunan harga yang akan terjadi sampai setelah selesai. Yang dapat dilakukan analis dan investor adalah melihat data koreksi masa lalu dan merencanakan sesuai.

## Memetakan Koreksi

Koreksi terkadang dapat diproyeksikan menggunakan analisis pasar, dan dengan membandingkan satu indeks pasar dengan indeks lainnya. Menggunakan metode ini, seorang analis mungkin menemukan bahwa indeks yang berkinerja buruk akan diikuti oleh indeks serupa yang juga berkinerja buruk. Tren yang stabil dari kesamaan ini bisa menjadi tanda bahwa koreksi pasar akan segera terjadi.

Analis teknikal meninjau level support dan resistance harga untuk membantu memprediksi kapan pembalikan atau konsolidasi dapat berubah menjadi koreksi. Koreksi teknikal terjadi ketika aset atau seluruh pasar menjadi terlalu mahal. Analis menggunakan charting untuk melacak perubahan dari waktu ke waktu pada aset, indeks, atau pasar. Beberapa alat yang mereka gunakan untuk menentukan di mana mengharapkan level support dan resistance harga termasuk Bollinger Bands®, envelope channels, dan trendlines.

## Mempersiapkan Investasi untuk Koreksi

Sebelum koreksi pasar, saham individu mungkin kuat atau bahkan berkinerja baik. Selama periode koreksi, aset individu seringkali berkinerja buruk karena kondisi pasar yang merugikan. Koreksi dapat menciptakan waktu yang ideal untuk membeli aset bernilai tinggi dengan harga diskon. Namun, investor masih harus menimbang risiko yang terlibat dengan pembelian, karena mereka bisa saja melihat penurunan lebih lanjut seiring berlanjutnya koreksi.

Melindungi investasi terhadap koreksi bisa sulit, tetapi bisa dilakukan. Untuk mengatasi penurunan harga ekuitas, investor dapat mengatur stop-loss orders atau stop-limit orders. Yang pertama secara otomatis dipicu ketika harga mencapai level yang telah ditetapkan oleh investor. Namun, transaksi mungkin tidak dieksekusi pada level harga tersebut jika harga turun dengan cepat.

Order stop kedua menetapkan harga target yang ditentukan dan harga batas luar untuk perdagangan. Stop-loss menjamin eksekusi di mana stop-limit menjamin harga. Stop order harus dipantau secara teratur, untuk memastikan bahwa mereka mencerminkan situasi pasar saat ini dan nilai aset yang sebenarnya. Selain itu, banyak broker akan mengizinkan stop order kedaluwarsa setelah periode waktu tertentu.

## Berinvestasi Selama Koreksi

Meskipun koreksi dapat memengaruhi semua ekuitas, seringkali beberapa ekuitas terkena dampaknya lebih keras daripada yang lain. Saham small-cap, high-growth di sektor yang fluktuatif, seperti teknologi, cenderung bereaksi paling kuat. Sektor lain lebih terlindungi. Saham consumer staples, misalnya, cenderung tahan terhadap siklus bisnis, karena melibatkan produksi atau ritel kebutuhan pokok. Jadi, jika koreksi disebabkan oleh, atau semakin dalam menjadi, penurunan ekonomi, saham-saham ini tetap berkinerja.

Diversifikasi juga menawarkan perlindungan jika melibatkan aset yang berkinerja berlawanan dengan aset yang sedang terkoreksi, atau aset yang dipengaruhi oleh faktor yang berbeda. Obligasi dan instrumen investasi secara tradisional menjadi penyeimbang ekuitas, misalnya. Aset riil atau nyata, seperti komoditas atau real estat, adalah pilihan lain selain aset keuangan seperti saham.

Meskipun koreksi pasar bisa menantang, dan penurunan 10% dapat sangat merugikan banyak portofolio investasi, koreksi terkadang dianggap positif bagi pasar dan investor. Bagi pasar, koreksi dapat membantu menyesuaikan dan mengkalibrasi valuasi aset yang mungkin telah menjadi terlalu tinggi secara tidak berkelanjutan. Bagi investor, koreksi dapat memberikan kesempatan untuk memanfaatkan harga aset yang didiskon serta untuk mempelajari pelajaran berharga tentang seberapa cepat lingkungan pasar dapat berubah.

Menciptakan peluang beli pada saham bernilai tinggi
Dapat dimitigasi dengan stop-loss/limit orders
Menenangkan pasar yang terlalu mahal
Dapat menyebabkan kepanikan, overselling
Merugikan investor jangka pendek, trader leveraged
Dapat berubah menjadi penurunan yang berkepanjangan

## Contoh Koreksi di Dunia Nyata

Koreksi pasar terjadi relatif sering. Antara tahun 1980 dan 2020, S&P 500 mengalami 18 koreksi. Lima dari koreksi ini menghasilkan bear market, yang umumnya merupakan indikator penurunan ekonomi. Yang lainnya tetap atau bertransisi kembali ke bull market, yang biasanya merupakan indikator pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Ambil contoh tahun 2018. Pada Februari 2018, dua indeks utama, Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500, keduanya mengalami koreksi, turun lebih dari 10%. Baik Nasdaq maupun S&P 500 juga mengalami koreksi pada akhir Oktober 2018.

Setiap kali, pasar pulih. Kemudian koreksi lain terjadi pada 17 Desember 2018, dan baik DJIA maupun S&P 500 turun lebih dari 10%—S&P 500 turun 15% dari titik tertingginya. Penurunan berlanjut hingga awal Januari dengan prediksi bahwa AS akhirnya mengakhiri bear market yang meluas.

Pasar mulai reli, menghapus semua kerugian tahun itu pada akhir Januari. Dan pada April 2019, S&P 500 naik sekitar 20% sejak masa-masa kelam Desember.


## FAQ

**Apa definisi umum dari koreksi pasar?**
Koreksi pasar umumnya didefinisikan sebagai penurunan harga aset, indeks, atau pasar sebesar 10% atau lebih dari puncaknya yang terakhir.

**Berapa lama rata-rata koreksi pasar berlangsung?**
Rata-rata koreksi pasar berumur pendek dan berlangsung antara tiga hingga empat bulan.

**Faktor apa saja yang dapat memicu koreksi pasar?**
Banyak faktor yang dapat memicu koreksi, mulai dari pergeseran makroekonomi skala besar hingga masalah dalam rencana manajemen perusahaan tunggal.

**Bagaimana investor dapat mempersiapkan investasi mereka untuk menghadapi koreksi?**
Investor dapat mengatur stop-loss orders atau stop-limit orders untuk melindungi investasi mereka dari penurunan harga yang drastis.

**Apakah koreksi pasar selalu berdampak buruk bagi investor?**
Tidak selalu, koreksi pasar terkadang dianggap positif karena dapat membantu menyesuaikan valuasi aset yang terlalu tinggi dan memberikan peluang untuk membeli aset berkualitas dengan harga diskon.