# Memahami Korelasi dalam Keuangan dan Rumus Perhitungannya

*English: Understanding Correlation in Finance and Its Calculation Formula*

> Pelajari apa itu korelasi dalam keuangan, cara menghitungnya menggunakan rumus Pearson, dan manfaatnya untuk diversifikasi portofolio.

**Definisi:** Korelasi adalah ukuran statistik yang menunjukkan sejauh mana dua variabel bergerak secara bersamaan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/c/correlation

---

## Memahami Korelasi dalam Keuangan dan Rumus Perhitungannya

### Poin Penting

## Apa Itu Korelasi?

Korelasi memberi tahu Anda bagaimana dua variabel keuangan bergerak bersama. Variabel keuangan bisa berupa aset seperti harga saham, dan imbal hasil obligasi atau indikator ekonomi seperti suku bunga. Arah pergerakan mereka bisa positif (arah yang sama) atau negatif (arah berlawanan). Korelasi dapat digunakan dalam manajemen portofolio tingkat lanjut dan berkisar dari +1.0 atau korelasi positif sempurna hingga -1.0 atau korelasi negatif sempurna. Sebagai investor, korelasi dapat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik, meminimalkan risiko Anda, dan membangun portofolio yang terdiversifikasi.

Investopedia / Sydney Saporito

## Wawasan dari Korelasi

Korelasi menunjukkan kekuatan hubungan antara dua variabel dan dinyatakan secara numerik oleh koefisien korelasi. Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1.0 dan 1.0.

Korelasi positif sempurna berarti koefisien korelasi tepat 1. Ini menyiratkan bahwa ketika satu sekuritas bergerak, baik naik atau turun, sekuritas lainnya bergerak serempak, ke arah yang sama. Korelasi negatif sempurna berarti dua aset bergerak ke arah berlawanan, sementara korelasi nol menyiratkan tidak ada hubungan linear sama sekali.

Misalnya, reksa dana saham kapitalisasi besar umumnya memiliki korelasi positif tinggi dengan Indeks Standard and Poor's (S&P) 500 atau mendekati satu. Saham kapitalisasi kecil cenderung memiliki korelasi positif dengan S&P, tetapi tidak setinggi itu atau sekitar 0,8.

Namun, harga opsi jual (put option) dan harga saham dasarnya cenderung memiliki korelasi negatif. Opsi jual memberi pemilik hak tetapi bukan kewajiban untuk menjual sejumlah tertentu dari sekuritas dasar pada harga yang telah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu.

Kontrak opsi jual menjadi lebih menguntungkan ketika harga saham dasar menurun. Dengan kata lain, ketika harga saham meningkat, harga opsi jual turun, yang merupakan korelasi negatif langsung dan bermagnitudo tinggi.

## Menghitung Korelasi

Ada beberapa metode untuk menghitung korelasi. Metode yang paling umum, korelasi momen produk Pearson, dibahas lebih lanjut dalam artikel ini. Korelasi momen produk Pearson mengukur hubungan linear antara dua variabel. Ini dapat digunakan untuk kumpulan data apa pun yang memiliki matriks kovarians terbatas. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung korelasi.

### Penting

Untuk menghindari perhitungan manual yang rumit, pertimbangkan untuk menggunakan fungsi CORREL di Excel.

### Rumus Korelasi

Menggunakan metode korelasi momen produk Pearson, rumus berikut dapat digunakan untuk menemukan koefisien korelasi, r:

r = n × ( ∑ ( X , Y ) − ( ∑ ( X ) × ∑ ( Y ) ) ) ( n × ∑ ( X 2 ) − ∑ ( X ) 2 ) × ( n × ∑ ( Y 2 ) − ∑ ( Y ) 2 ) di mana: r = Koefisien korelasi n = Jumlah observasi

## Contoh Korelasi

Manajer investasi, trader, dan analis menganggap sangat penting untuk menghitung korelasi karena manfaat pengurangan risiko dari diversifikasi bergantung pada statistik ini. Spreadsheet dan perangkat lunak keuangan dapat menghitung nilai korelasi dengan cepat.

Sebagai contoh hipotetis, asumsikan seorang analis perlu menghitung korelasi untuk dua kumpulan data berikut:

X: (41, 19, 23, 40, 55, 57, 33)

Y: (94, 60, 74, 71, 82, 76, 61)

Ada tiga langkah yang terlibat dalam menemukan korelasi. Pertama adalah menjumlahkan semua nilai X untuk menemukan SUM(X), menjumlahkan semua nilai Y untuk menemukan SUM(Y), dan mengalikan setiap nilai X dengan nilai Y yang sesuai dan menjumlahkannya untuk menemukan SUM(X,Y):

SUM(X) = (41 + 19 + 23 + 40 + 55 + 57 + 33) = 268

SUM(Y) = (94 + 60 + 74 + 71 + 82 + 76 + 61) = 518

SUM(X,Y) = (41 x 94) + (19 x 60) + (23 x 74) + ... (33 x 61) = 20.391

Langkah selanjutnya adalah mengambil setiap nilai X, mengkuadratkannya, dan menjumlahkan semua nilai ini untuk menemukan SUM(x^2). Hal yang sama harus dilakukan untuk nilai Y:

SUM(X^2) = (41^2) + (19^2) + (23^2) + ... (33^2) = 11.534

SUM(Y^2) = (94^2) + (60^2) + (74^2) + ... (61^2) = 39.174

Dengan mencatat bahwa ada tujuh observasi, n, rumus berikut dapat digunakan untuk menemukan koefisien korelasi, r:

r = n × ( ∑ ( X , Y ) − ( ∑ ( X ) × ∑ ( Y ) ) ) ( n × ∑ ( X 2 ) − ∑ ( X ) 2 ) × ( n × ∑ ( Y 2 ) − ∑ ( Y ) 2 ) di mana: r = Koefisien korelasi n = Jumlah observasi

Dalam contoh ini, korelasinya adalah:

r = (7 x 20.391 - (268 x 518) / AkarKuadrat((7 x 11.534 - 268^2) x (7 x 39.174 - 518^2)) = 3.913 / 7.248,4 = 0,54

## Peran Korelasi dan Diversifikasi Portofolio

Dalam investasi, korelasi paling penting dalam kaitannya dengan portofolio yang terdiversifikasi. Investor yang ingin mengurangi risiko dapat melakukannya dengan berinvestasi pada aset yang tidak berkorelasi. Misalnya, pertimbangkan seorang investor yang memiliki saham maskapai penerbangan. Jika industri maskapai penerbangan ditemukan memiliki korelasi rendah dengan industri media sosial, investor dapat memilih untuk berinvestasi pada saham media sosial dengan pemahaman bahwa dampak negatif pada satu industri mungkin tidak memengaruhi industri lainnya.

Ini sering kali merupakan pendekatan ketika mempertimbangkan investasi di berbagai kelas aset. Saham, obligasi, logam mulia, real estat, cryptocurrency, komoditas, dan jenis investasi lainnya masing-masing memiliki hubungan yang berbeda satu sama lain. Meskipun beberapa mungkin sangat berkorelasi, yang lain dapat bertindak sebagai lindung nilai untuk mendiversifikasi risiko jika mereka tidak berkorelasi.

### Fakta Cepat

Risiko yang dapat didiversifikasi disebut risiko tidak sistematis. Jenis risiko ini spesifik untuk perusahaan, industri, atau kelas aset. Berinvestasi dalam aset yang berbeda dapat mengurangi korelasi portofolio Anda dan mengurangi eksposur Anda terhadap risiko tidak sistematis.

## Pertimbangan Penting

Korelasi sering kali ditentukan dan terkait dengan pertimbangan statistik lainnya. Umum untuk melihat korelasi dikutip ketika statistik digunakan untuk menganalisis variabel.

### Memahami P-Value

Dalam statistik, p-value digunakan untuk menunjukkan apakah temuan tersebut signifikan secara statistik. Ada kemungkinan untuk menentukan bahwa dua variabel berkorelasi, tetapi mungkin tidak ada cukup bukti pendukung untuk menyatakan ini sebagai klaim yang kuat. P-value tinggi menunjukkan ada cukup bukti untuk menyimpulkan secara bermakna bahwa koefisien korelasi populasi berbeda dari nol.

### Menganalisis Korelasi dengan Scatterplot

Cara termudah untuk memvisualisasikan apakah dua variabel berkorelasi adalah dengan menggambarkannya secara grafis menggunakan scatterplot. Setiap titik pada scatterplot mewakili satu item sampel. Sumbu x scatterplot mewakili salah satu variabel yang diuji, sementara sumbu y scatterplot mewakili variabel lainnya.

Koefisien korelasi dari dua variabel digambarkan secara grafis sering kali sebagai garis linear yang dipetakan untuk menunjukkan hubungan kedua variabel. Jika kedua variabel berkorelasi positif, garis linear yang meningkat dapat digambar pada scatterplot. Jika dua variabel berkorelasi negatif, garis linear yang menurun dapat digambar. Semakin kuat hubungan titik data, semakin dekat setiap titik data akan berada pada garis ini.

Scatterplot mungkin lebih berguna ketika menganalisis data yang lebih kompleks yang mungkin memiliki hubungan yang berubah. Misalnya, dua variabel mungkin berkorelasi positif hingga titik tertentu, kemudian hubungan mereka menjadi berkorelasi negatif. Hubungan non-linear ini mungkin lebih sulit diidentifikasi menggunakan rumus tetapi bisa lebih mudah dikenali saat digrafik pada scatterplot.

Terakhir, scatterplot dapat dengan mudah menggambarkan korelasi ketika mereka menggabungkan pewarnaan kepadatan. Pewarnaan kepadatan atau elips kepadatan adalah area yang diwarnai pada scatterplot yang secara visual menunjukkan wilayah titik data terpadat pada scatterplot. Elips kepadatan sering kali mencerminkan arah garis korelasi linear jika variabel terkait. Jika tidak, elips kepadatan yang lebih melingkar tanpa arah yang jelas menunjukkan korelasi yang lebih rendah.

### Membedakan Korelasi dari Kausalitas

Kesulitan inheren lainnya dalam statistik adalah menentukan apakah hubungan antara dua variabel disebabkan oleh variabel tersebut. Pertimbangkan pernyataan berikut:

"Kebanyakan pemain bola basket tinggi. Oleh karena itu, jika Anda bermain bola basket, Anda akan menjadi tinggi."

Jelas bahwa pernyataan di atas tidak benar. Individu yang tinggi dan memahami keuntungan ini mungkin tertarik pada bola basket karena kemampuan fisik alami mereka paling cocok untuk olahraga tersebut. Namun, karena tinggi badan dan aktivitas dalam bola basket mungkin berkorelasi positif, ahli statistik dan ilmuwan data harus menyadari bahwa hubungan yang kuat antara dua variabel mungkin atau mungkin tidak disebabkan oleh salah satu variabel.

## Keterbatasan Korelasi

Seperti aspek analisis statistik lainnya, korelasi dapat disalahartikan. Ukuran sampel kecil dapat menghasilkan hasil yang tidak dapat diandalkan, bahkan jika tampaknya korelasi antara dua variabel kuat. Alternatifnya, ukuran sampel kecil dapat menghasilkan temuan yang tidak berkorelasi ketika kedua variabel sebenarnya terkait.

Korelasi sering kali miring ketika ada outlier. Korelasi hanya menunjukkan bagaimana satu variabel terhubung dengan yang lain dan mungkin tidak secara jelas mengidentifikasi bagaimana satu kejadian atau hasil tunggal dapat memengaruhi koefisien korelasi.

Korelasi juga dapat disalahartikan jika hubungan antara dua variabel bersifat non-linear. Jauh lebih mudah untuk mengidentifikasi dua variabel dengan korelasi positif atau negatif. Namun, dua variabel masih dapat berkorelasi dengan hubungan yang lebih kompleks.

## Apa Itu Korelasi?

Korelasi adalah istilah statistik yang menggambarkan sejauh mana dua variabel bergerak secara terkoordinasi satu sama lain. Jika kedua variabel bergerak ke arah yang sama, maka variabel tersebut dikatakan memiliki korelasi positif. Jika mereka bergerak ke arah yang berlawanan, maka mereka memiliki korelasi negatif.

## Mengapa Korelasi Penting dalam Keuangan?

Korelasi memainkan peran penting dalam keuangan karena digunakan untuk memperkirakan tren masa depan dan untuk mengelola risiko dalam portofolio. Saat ini, korelasi antar aset dapat dengan mudah dihitung menggunakan berbagai program perangkat lunak dan layanan online. Korelasi, bersama dengan konsep statistik lainnya, memainkan peran penting dalam pembuatan dan penetapan harga derivatif dan instrumen keuangan kompleks lainnya.

## Apa Contoh Penggunaan Korelasi?

Korelasi adalah konsep yang banyak digunakan dalam keuangan modern. Misalnya, seorang trader dapat menggunakan korelasi historis untuk memprediksi apakah saham perusahaan akan naik atau turun sebagai respons terhadap perubahan suku bunga atau harga komoditas. Demikian pula, seorang manajer portofolio dapat bertujuan untuk mengurangi risikonya dengan memastikan bahwa aset individu dalam portofolionya tidak terlalu berkorelasi satu sama lain.

## Apakah Korelasi Tinggi Lebih Baik?

Investor mungkin memiliki preferensi pada tingkat korelasi dalam portofolio mereka. Secara umum, sebagian besar investor akan lebih memilih korelasi yang lebih rendah karena ini mengurangi risiko dalam portofolio mereka yang terdiri dari aset atau sekuritas yang berbeda agar tidak terpengaruh oleh kondisi pasar yang serupa. Namun, investor yang mencari risiko atau investor yang ingin menempatkan uang mereka ke dalam jenis sektor atau perusahaan yang sangat spesifik mungkin bersedia memiliki korelasi yang lebih tinggi dalam portofolio mereka sebagai ganti potensi pengembalian yang lebih besar.

## Intinya

Korelasi mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel yang berbeda. Investor menggunakan korelasi antara aset yang berbeda untuk mendiversifikasi portofolio mereka dan melindungi terhadap risiko. Aset dengan korelasi tinggi dengan pasar cenderung kehilangan nilai selama resesi, tetapi aset dengan korelasi rendah atau negatif dapat memperoleh nilai.


## FAQ

**Apa itu korelasi dalam konteks keuangan?**
Korelasi dalam keuangan adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana dua variabel keuangan, seperti harga saham atau suku bunga, bergerak bersamaan, baik dalam arah yang sama (positif) maupun arah yang berlawanan (negatif).

**Bagaimana cara menghitung korelasi?**
Metode yang paling umum untuk menghitung korelasi adalah menggunakan korelasi momen produk Pearson, yang mengukur hubungan linear antara dua variabel menggunakan rumus tertentu.

**Apa manfaat korelasi bagi investor?**
Korelasi membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik, meminimalkan risiko, dan membangun portofolio yang terdiversifikasi dengan memahami bagaimana aset yang berbeda bergerak satu sama lain.

**Bagaimana korelasi berhubungan dengan diversifikasi portofolio?**
Investor menggunakan korelasi untuk mendiversifikasi portofolio mereka dengan berinvestasi pada aset yang tidak berkorelasi atau memiliki korelasi rendah, sehingga mengurangi risiko bahwa seluruh portofolio akan terpengaruh oleh pergerakan pasar yang sama.

**Apa perbedaan antara korelasi positif dan negatif?**
Korelasi positif berarti dua variabel bergerak ke arah yang sama, sedangkan korelasi negatif berarti dua variabel bergerak ke arah yang berlawanan.