# Memahami Desil: Definisi, Perhitungan, dan Aplikasi

*English: Decile Explained: Definition, Calculation, and Application*

> Pelajari apa itu desil dalam keuangan, cara menghitungnya, dan bagaimana penerapannya dalam analisis investasi dan ekonomi.

**Definisi:** Desil adalah metode statistik yang membagi kumpulan data menjadi 10 kelompok yang sama berdasarkan nilainya, digunakan untuk mengurutkan dan menganalisis data.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/decile

---

## Apa Itu Desil dalam Keuangan?

Desil dalam statistik membagi kumpulan data menjadi 10 kelompok yang sama berdasarkan nilai. Metode pemeringkatan data kuantitatif ini dilakukan sebagai bagian dari banyak studi akademis dan statistik di bidang keuangan dan ekonomi. Data dapat diurutkan dari nilai terbesar ke terkecil, atau sebaliknya.

Desil, yang memiliki 10 kategori, dapat dibandingkan dengan persentil yang memiliki 100, kuartil yang memiliki empat, atau kuintil yang memiliki lima.

## Memahami Desil

Dalam statistik deskriptif, desil digunakan untuk mengkategorikan kumpulan data besar dari nilai tertinggi ke terendah, atau sebaliknya. Seperti kuartil dan persentil, desil adalah bentuk kuantil yang membagi sekumpulan observasi menjadi sampel yang lebih mudah dianalisis dan diukur.

Sementara kuartil adalah tiga titik data yang membagi observasi menjadi empat kelompok atau seperempat yang sama, desil terdiri dari sembilan titik data yang membagi kumpulan data menjadi 10 bagian yang sama. Ketika seorang analis atau ahli statistik mengurutkan data dan kemudian membaginya menjadi desil, mereka melakukannya dalam upaya untuk menemukan nilai terbesar dan terkecil berdasarkan metrik tertentu.

Misalnya, dengan membagi seluruh S&P 500 Index menjadi desil (50 perusahaan di setiap desil) menggunakan kelipatan harga terhadap pendapatan (price-to-earnings atau P/E), analis akan menemukan perusahaan dengan valuasi P/E tertinggi dan terendah dalam indeks.

Desil biasanya digunakan untuk menetapkan peringkat desil ke kumpulan data. Peringkat desil mengatur data secara berurutan dari terendah ke tertinggi dan dilakukan pada skala satu hingga 10, di mana setiap angka berturut-turut sesuai dengan peningkatan 10 poin persentase. Dengan kata lain, ada sembilan titik desil. Desil pertama, atau D1, adalah titik di mana 10% observasi berada di bawahnya, D2 memiliki 20% observasi di bawahnya, D3 memiliki 30% observasi di bawahnya, dan seterusnya.

## Cara Menghitung Desil

Tidak ada satu cara tunggal untuk menghitung desil; namun, penting untuk konsisten dengan formula apa pun yang Anda putuskan untuk digunakan dalam menghitung desil. Salah satu perhitungan sederhana desil adalah:

D1 = Nilai dari data ke-[ (n + 1) / 10 ]
D2 = Nilai dari data ke-[ 2 × (n + 1) / 10 ]
D3 = Nilai dari data ke-[ 3 × (n + 1) / 10 ]
D9 = Nilai dari data ke-[ 9 × (n + 1) / 10 ]

Dari formula ini, diberikan bahwa desil kelima adalah median karena 5 (n+1) / 10 adalah titik data yang mewakili titik tengah distribusi.

## Desil dalam Keuangan dan Ekonomi

Desil digunakan dalam bidang investasi untuk menilai kinerja portofolio atau sekelompok reksa dana. Peringkat desil bertindak sebagai angka perbandingan yang mengukur kinerja aset terhadap aset serupa.

Misalnya, jika seorang analis mengevaluasi kinerja sekumpulan reksa dana dari waktu ke waktu, reksa dana yang menduduki peringkat lima pada skala desil satu hingga 10 berarti berada di 50% teratas. Dengan membagi reksa dana menjadi desil, analis dapat meninjau reksa dana dengan kinerja terbaik dan terburuk untuk periode waktu tertentu, diurutkan dari pengembalian investasi rata-rata terkecil hingga terbesar.

Pemerintah juga menggunakan desil untuk menentukan tingkat ketimpangan pendapatan di negara tersebut—yaitu, bagaimana pendapatan didistribusikan. Misalnya, jika 20% pekerja berpenghasilan tertinggi di negara dengan 50.000 warga jatuh ke dalam desil ke-10 dan memperoleh lebih dari 50% dari total pendapatan di negara tersebut, seseorang dapat menyimpulkan bahwa ada tingkat ketimpangan pendapatan yang sangat tinggi di negara tersebut. Dalam kasus ini, pemerintah dapat memperkenalkan langkah-langkah untuk mengurangi kesenjangan upah, seperti meningkatkan pajak penghasilan bagi orang kaya dan menciptakan pajak warisan untuk membatasi berapa banyak kekayaan yang dapat diwariskan kepada penerima manfaat sebagai warisan.

## Contoh Desil

Tabel di bawah ini menunjukkan skor yang tidak dikelompokkan (dari 100) untuk 30 peserta ujian:

48
52
55
57
58
60
61
64
65
66
69
72
73
75
76
78
81
82
84
87
88
90
91
92
93
94
95
96
97
99

Menggunakan informasi yang disajikan dalam tabel, desil pertama dapat dihitung sebagai:

Mari kita hitung desil ketiga:

Apa yang akan kita dapatkan jika kita menghitung desil kelima?

Juga, perhatikan bagaimana desil kelima juga merupakan median dari observasi. Melihat kumpulan data dalam tabel, median, yang merupakan titik data tengah dari kumpulan angka apa pun, dapat dihitung sebagai (76 + 78) / 2 = 77 = median = D5. Pada titik ini, setengah dari skor berada di atas dan di bawah distribusi.

## Kesimpulannya

Di antara kegunaannya yang lain, desil digunakan dalam investasi untuk menilai kinerja portofolio atau sekelompok reksa dana. Peringkat desil dapat digunakan untuk membandingkan kinerja aset terhadap aset serupa. Peringkat desil mengatur data dari terendah ke tertinggi dan dilakukan pada skala satu hingga 10, di mana setiap angka berturut-turut sesuai dengan peningkatan 10 poin persentase.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara desil, kuartil, dan persentil?**
Desil membagi data menjadi 10 bagian, kuartil menjadi 4 bagian, dan persentil menjadi 100 bagian.

**Bagaimana desil digunakan dalam analisis investasi?**
Desil digunakan untuk menilai kinerja portofolio atau reksa dana dengan membandingkannya dengan aset serupa dan mengidentifikasi yang berkinerja terbaik atau terburuk.

**Apakah desil kelima selalu sama dengan median?**
Ya, desil kelima (D5) selalu merupakan median karena membagi data menjadi dua bagian yang sama, yaitu 50% data di bawahnya dan 50% di atasnya.

**Bagaimana pemerintah menggunakan desil?**
Pemerintah menggunakan desil untuk mengukur ketimpangan pendapatan dan mendistribusikan pendapatan dalam suatu negara, yang dapat menginformasikan kebijakan ekonomi.