# Deleveraging: Mengurangi Utang untuk Kesehatan Finansial

*English: Deleveraging Explained: Key Concepts and Financial Ratios*

> Pelajari apa itu deleveraging, dampaknya pada perusahaan dan ekonomi, serta cara menganalisisnya dengan rasio keuangan.

**Definisi:** Deleveraging adalah proses mengurangi leverage finansial dengan melunasi atau merestrukturisasi utang untuk memperkuat kesehatan finansial jangka panjang.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/deleverage

---

## Apa Itu Deleveraging?

Deleveraging adalah proses mengurangi leverage finansial dengan melunasi atau merestrukturisasi utang untuk memperkuat kesehatan finansial jangka panjang. Meskipun utang dapat mendorong pertumbuhan, pinjaman berlebihan meningkatkan risiko gagal bayar, sehingga perusahaan dapat melakukan deleveraging melalui pembayaran utang, penjualan aset, atau refinancing.

Deleveraging yang efektif meningkatkan rasio keuangan utama, seperti debt-to-equity, return on assets (ROA), dan return on equity (ROE), serta membantu memulihkan stabilitas, sementara kegagalan mengelola tingkat utang yang tinggi dapat menyebabkan kesulitan finansial.

## Dampak Deleveraging pada Perusahaan

Leverage (atau utang) memiliki keuntungan, seperti manfaat pajak atas bunga yang dikurangkan, penundaan arus kas keluar, dan menghindari dilusi ekuitas. Utang telah menjadi aspek integral dari masyarakat kita—pada tingkat paling dasar, bisnis menggunakannya untuk membiayai operasi mereka, mendanai ekspansi, dan membayar riset dan pengembangan.

Namun, jika perusahaan mengambil terlalu banyak utang, pembayaran bunga atau biaya untuk melayani utang tersebut dapat merugikan perusahaan secara finansial. Akibatnya, perusahaan terkadang terpaksa melakukan deleveraging atau melunasi utang dengan melikuidasi atau menjual aset mereka atau merestrukturisasi utang mereka.

Jika digunakan dengan benar, utang dapat menjadi katalis untuk membantu perusahaan mendanai pertumbuhan jangka panjangnya. Dengan menggunakan utang, bisnis dapat membayar tagihan mereka tanpa menerbitkan ekuitas lebih lanjut, sehingga mencegah dilusi laba pemegang saham. Dilusi saham terjadi ketika perusahaan menerbitkan saham, yang menyebabkan pengurangan persentase kepemilikan pemegang saham atau investor yang ada. Meskipun perusahaan dapat mengumpulkan modal atau dana dengan menerbitkan saham, kerugiannya adalah dapat menyebabkan harga saham yang lebih rendah bagi pemegang saham yang ada karena dilusi saham.

### Peran Utang dalam Pembiayaan Bisnis

Alternatifnya adalah perusahaan meminjam uang. Perusahaan dapat menerbitkan utang langsung kepada investor dalam bentuk obligasi. Investor akan membayar perusahaan sejumlah pokok di muka untuk obligasi tersebut dan sebagai imbalannya, akan menerima pembayaran bunga berkala serta pokok kembali pada tanggal jatuh tempo obligasi. Perusahaan juga dapat mengumpulkan uang dengan meminjam dari bank atau kreditur.

Misalnya, jika sebuah perusahaan dibentuk dengan investasi $5 juta dari investor, ekuitas di perusahaan tersebut adalah $5 juta—uang yang digunakan perusahaan untuk beroperasi. Jika perusahaan selanjutnya menggabungkan pembiayaan utang dengan meminjam $20 juta, perusahaan sekarang memiliki $25 juta untuk diinvestasikan dalam proyek penganggaran modal dan peluang lebih besar untuk meningkatkan nilai bagi jumlah pemegang saham yang tetap.

### Strategi untuk Mengurangi Utang

Perusahaan sering kali mengambil utang dalam jumlah besar untuk memulai pertumbuhan. Namun, penggunaan leverage secara substansial meningkatkan risiko perusahaan. Jika leverage tidak mendorong pertumbuhan sesuai rencana, risiko tersebut bisa menjadi terlalu besar untuk ditanggung oleh perusahaan. Dalam situasi ini, yang dapat dilakukan perusahaan adalah delever dengan melunasi utang. Deleveraging mungkin merupakan tanda bahaya bagi investor yang membutuhkan pertumbuhan di perusahaan mereka.

Tujuan deleveraging adalah untuk mengurangi persentase relatif neraca bisnis yang didanai oleh liabilitas. Pada dasarnya, ini dapat dicapai dengan salah satu dari dua cara. Pertama, perusahaan atau individu dapat mengumpulkan kas melalui operasi bisnis dan menggunakan kelebihan kas tersebut untuk melunasi liabilitas. Kedua, aset yang ada seperti peralatan, saham, obligasi, real estat, lini bisnis, dan lain-lain, dapat dijual, dan hasil yang diperoleh dapat diarahkan untuk melunasi utang. Dalam kedua kasus, porsi utang di neraca akan berkurang.

### Fakta Cepat

Tingkat tabungan pribadi adalah salah satu indikator deleveraging, karena semakin banyak orang menabung, mereka tidak meminjam.

## Risiko dan Kendala dalam Deleveraging

Wall Street dapat menyambut deleveraging yang berhasil dengan baik. Misalnya, pengumuman PHK besar-besaran dapat menyebabkan kenaikan harga saham. Namun, deleveraging tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ketika kebutuhan untuk mengumpulkan modal guna mengurangi tingkat utang memaksa perusahaan untuk menjual aset yang tidak ingin mereka jual dengan harga obral, harga saham perusahaan umumnya menderita dalam jangka pendek.

Lebih buruk lagi, ketika investor merasa bahwa perusahaan memegang utang buruk dan tidak dapat melakukan deleveraging, nilai utang tersebut semakin anjlok. Perusahaan kemudian terpaksa menjualnya dengan kerugian jika mereka dapat menjualnya sama sekali. Ketidakmampuan untuk menjual atau melayani utang dapat mengakibatkan kegagalan bisnis. Perusahaan yang memegang utang beracun dari perusahaan yang gagal dapat menghadapi pukulan besar pada neraca mereka karena pasar untuk instrumen pendapatan tetap tersebut runtuh. Hal ini terjadi pada perusahaan yang memegang utang Lehman Brothers sebelum keruntuhannya pada tahun 2008.

## Dampak Ekonomi Deleveraging

Peminjaman dan kredit adalah bagian integral dari pertumbuhan ekonomi dan ekspansi perusahaan. Ketika terlalu banyak orang dan perusahaan memutuskan untuk melunasi utang mereka sekaligus dan tidak mengambil utang lagi, ekonomi dapat menderita. Meskipun deleveraging biasanya baik untuk perusahaan, jika terjadi selama resesi atau penurunan ekonomi, hal itu dapat membatasi pertumbuhan kredit dalam perekonomian. Ketika perusahaan melakukan deleveraging dan memotong pinjaman mereka, spiral penurunan ekonomi dapat berakselerasi.

Akibatnya, pemerintah terpaksa turun tangan dan mengambil utang (leverage) untuk membeli aset dan menetapkan batas bawah harga atau untuk mendorong pengeluaran. Stimulus fiskal dapat mencakup pembelian sekuritas yang didukung hipotek, penawaran jaminan pemerintah, mengambil saham di perusahaan yang gagal, memberikan potongan pajak, dan mensubsidi pembelian melalui kredit pajak.

Federal Reserve juga dapat menurunkan federal funds rate untuk membuat bank lebih murah untuk meminjam uang satu sama lain, menekan suku bunga dan mendorong bank untuk meminjamkan kepada konsumen dan bisnis.

### Fakta Cepat

Pembayar pajak biasanya bertanggung jawab untuk melunasi utang federal ketika pemerintah menyelamatkan bisnis yang menderita dan sedang melalui proses deleveraging.

## Menganalisis Deleveraging dengan Rasio Keuangan

Misalnya, mari kita asumsikan Perusahaan X memiliki aset senilai $2.000.000, di mana $1.000.000 didanai oleh utang dan $1.000.000 didanai oleh ekuitas. Selama setahun, Perusahaan X memperoleh laba bersih atau keuntungan sebesar $500.000.

Meskipun ada banyak rasio keuangan yang tersedia untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan, tiga rasio utama yang akan kita gunakan diuraikan di bawah ini.

Berikut adalah perhitungan rasio menggunakan informasi keuangan dari Perusahaan X.

Alih-alih skenario di atas, asumsikan bahwa pada awal tahun perusahaan memutuskan untuk menggunakan $800.000 aset untuk melunasi $800.000 liabilitas. Dalam skenario ini, Perusahaan X sekarang akan memiliki aset senilai $1.200.000, di mana $200.000 didanai oleh utang dan $1.000.000 didanai oleh ekuitas. Jika perusahaan menghasilkan $500.000 yang sama selama setahun, return on assets, return on equity, dan nilai debt-to-equity-nya akan menjadi sebagai berikut:

Kumpulan rasio kedua menunjukkan perusahaan jauh lebih sehat, dan investor atau pemberi pinjaman akan lebih memilih skenario kedua.

## Intinya

Deleveraging berarti mengurangi utang tanpa mengambil pinjaman baru untuk membangun neraca yang lebih kuat dan kurang berleverage. Jika dilakukan dengan baik, seperti ketika Perusahaan X melunasi utang dan meningkatkan rasio keuangan utamanya, hal itu mendukung stabilitas dan kinerja jangka panjang.

Namun, deleveraging yang agresif atau tidak tepat waktu dapat memperketat kredit dan membebani perekonomian yang lebih luas. Pendekatan umum meliputi penggunaan kas operasional atau penjualan aset untuk melunasi utang, sehingga diperlukan strategi yang terencana.


## FAQ

**Apa itu deleveraging?**
Deleveraging adalah proses mengurangi leverage finansial dengan melunasi atau merestrukturisasi utang untuk memperkuat kesehatan finansial jangka panjang.

**Bagaimana perusahaan melakukan deleveraging?**
Perusahaan dapat melakukan deleveraging melalui pembayaran utang, penjualan aset, atau refinancing.

**Apa dampak deleveraging pada rasio keuangan perusahaan?**
Deleveraging yang efektif meningkatkan rasio keuangan utama seperti debt-to-equity, ROA, dan ROE.

**Apa risiko dari deleveraging yang buruk?**
Deleveraging yang buruk dapat menyebabkan perusahaan menjual aset dengan harga rendah, penurunan nilai utang, dan bahkan kegagalan bisnis.

**Bagaimana deleveraging dapat mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan?**
Jika deleveraging terjadi secara massal, hal itu dapat membatasi pertumbuhan kredit dan mempercepat penurunan ekonomi, yang mungkin memerlukan intervensi pemerintah.