# Deregulasi: Definisi, Sejarah, dan Dampaknya

*English: Deregulation: Definition, History, Effects, and Purpose*

> Pelajari definisi, sejarah, dan dampak deregulasi di Indonesia. Pahami manfaat dan risikonya bagi ekonomi, konsumen, dan lingkungan.

**Definisi:** Deregulasi adalah pengurangan atau penghapusan pengawasan pemerintah terhadap suatu industri.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/deregulate

---

## Apa Itu Deregulasi?

Deregulasi adalah pengurangan atau penghapusan pengawasan pemerintah terhadap suatu industri.

Para pendukung deregulasi berpendapat bahwa deregulasi menciptakan lebih banyak persaingan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Lawan menyatakan bahwa deregulasi berisiko membahayakan konsumen, pekerja, dan lingkungan.

Perjuangan antara pendukung regulasi dan pendukung non-intervensi pemerintah telah menggeser kondisi pasar. Beberapa sektor yang telah mengalami deregulasi di Amerika Serikat meliputi truk, kereta api, dan maskapai penerbangan. Industri jasa keuangan telah diatur, dideregulasi, dan diregulasi ulang selama bertahun-tahun sesuai kebutuhan peristiwa.

### Poin Penting

Investopedia / Mira Norian

## Memahami Deregulasi

Deregulasi melibatkan penghapusan regulasi dan pembatasan pemerintah dalam suatu industri, baik di tingkat federal, negara bagian, maupun lokal.

Ini mengurangi sebagian birokrasi yang membuat perusahaan sulit berbisnis dan berinovasi.

Pendukung deregulasi mengatakan bahwa deregulasi:

Namun, ada banyak kritik. Pihak yang menentang deregulasi mengatakan bahwa deregulasi mengarah pada praktik bisnis yang dipertanyakan secara etis, menghilangkan akuntabilitas, dan menyebabkan kurangnya transparansi dalam cara bisnis beroperasi.

Penghapusan regulasi dapat berdampak buruk pada konsumen dan pekerja ketika menyangkut kesehatan, keselamatan, dampak lingkungan, perlindungan konsumen, isu etika, dan lainnya.

Misalnya, Federal Trade Commission (FTC) mengeluarkan "Junk Fees Rule" baru pada akhir 2024 untuk melarang bisnis menyembunyikan biaya tambahan dalam harga tiket acara dan tarif hotel.

### Penting

Pendukung deregulasi berpendapat bahwa undang-undang yang berlebihan mengurangi peluang investasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi, menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.

## Sejarah Deregulasi di Industri Keuangan

### Awal Mula

Sektor keuangan di AS tidak diatur secara ketat sampai jatuhnya pasar saham pada tahun 1929 dan Depresi Besar yang mengikutinya.

Pemerintahan Presiden Franklin D. Roosevelt menanggapi krisis keuangan dengan memberlakukan regulasi keuangan. Ini termasuk Securities Exchange Acts tahun 1933 dan 1934 serta U.S. Banking Act tahun 1933, yang dikenal sebagai Glass-Steagall Act.

Securities Exchange Acts mengharuskan semua perusahaan publik untuk mengungkapkan informasi keuangan yang relevan dan mendirikan Securities and Exchange Commission (SEC) untuk mengawasi pasar sekuritas.

Glass-Steagall Act melarang lembaga keuangan terlibat dalam perbankan komersial dan investasi. Legislasi reformasi ini didasarkan pada keyakinan bahwa pengejaran keuntungan oleh bank-bank besar nasional harus memiliki batasan untuk menghindari perilaku sembrono dan manipulatif yang akan merugikan pasar keuangan utama.

### Deregulasi pada 1980-an hingga 1990-an

Pada tahun 1986, Federal Reserve menafsirkan ulang Glass-Steagall Act dan memutuskan bahwa 5% pendapatan bank komersial dapat berasal dari aktivitas perbankan investasi. Pada tahun 1996, tingkat tersebut dinaikkan menjadi 25%. Tahun berikutnya, Fed memutuskan bahwa bank komersial dapat terlibat dalam underwriting. Pada tahun 1994, Riegle-Neal Interstate Banking and Branching Efficiency Act disahkan, mengubah Bank Holding Company Act tahun 1956 dan Federal Deposit Insurance Act, untuk mengizinkan perbankan dan cabang antarnegara bagian.

Pada tahun 1999, Financial Services Modernization Act, atau Gramm-Leach-Bliley Act, disahkan di bawah pemerintahan Clinton dan sepenuhnya membatalkan Glass-Steagall Act.

Pada tahun 2000, Commodity Futures Modernization Act melarang Commodity Futures Trading Commission mengatur credit default swaps dan kontrak derivatif over-the-counter (OTC) lainnya.

Pada tahun 2004, SEC membuat perubahan yang mengurangi proporsi modal yang harus dipegang bank investasi dalam cadangan.

### Regulasi Ulang: Resesi Hebat dan Setelahnya

Serangkaian deregulasi ini terhenti setelah krisis hipotek subprime tahun 2007 dan keruntuhan keuangan 2007-2008, terutama dengan disahkannya Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection Act tahun 2010, yang membatasi pinjaman hipotek subprime dan perdagangan derivatif.

Namun, dengan pemilihan umum AS tahun 2016 yang membawa presiden dan Kongres dari Partai Republik berkuasa, Presiden Donald Trump dan partainya bertekad untuk membatalkan Dodd-Frank.

Pada Mei 2018, Trump menandatangani undang-undang yang membebaskan bank kecil dan regional dari peraturan Dodd-Frank yang paling ketat dan melonggarkan aturan yang diterapkan untuk mencegah keruntuhan mendadak bank-bank besar. Undang-undang ini disahkan oleh kedua kamar Kongres dengan dukungan bipartisan setelah negosiasi yang berhasil dengan Demokrat.

Trump mengatakan bahwa dia ingin "membuat perubahan besar" pada Dodd-Frank, bahkan mungkin mencabutnya sepenuhnya. Namun, salah satu sponsor RUU tersebut dan mantan Anggota Kongres Barney Frank (D-Mass.) mengatakan tentang undang-undang baru tersebut, "Ini bukan 'perubahan besar' pada RUU tersebut. Ini adalah perubahan kecil."

Legislasi tersebut mempertahankan sebagian besar aturan Dodd-Frank dan tidak membuat perubahan pada Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), yang diciptakan oleh Dodd-Frank untuk mengawasi aturannya.

## Dampak Deregulasi

Dampak yang diharapkan dari deregulasi adalah meningkatkan peluang investasi dengan menghilangkan pembatasan bagi bisnis baru untuk memasuki pasar. Peningkatan persaingan mendorong inovasi, dan ketika perusahaan memasuki pasar dan bersaing satu sama lain, konsumen menikmati harga yang lebih rendah.

Mengurangi kebutuhan untuk menggunakan sumber daya dan modal untuk mematuhi regulasi memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan. Tanpa perlu mematuhi mandat, bisnis akan menghabiskan waktu dan uang mereka untuk mengembangkan produk baru, mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja, mengekspor lebih banyak barang, dan membeli aset baru.

## Contoh Deregulasi

Industri keuangan bukanlah satu-satunya sektor besar yang menuntut dan memenangkan deregulasi.

Pada tahun 1978, Kongres mengesahkan Airline Deregulation Act, yang mengubah lanskap industri. Dengan menghilangkan pembatasan tertentu, undang-undang tersebut memungkinkan maskapai penerbangan baru untuk memasuki pasar, termasuk pesaing regional yang lebih kecil.

Ini juga memungkinkan maskapai penerbangan kebebasan lebih untuk terbang ke lokasi baru, meningkatkan jumlah pesawat di udara, dan meningkatkan jumlah penumpang per penerbangan.

## Apa yang Akan Terjadi Jika Tidak Ada Regulasi Federal di AS?

Skenario terburuk: Bahaya akan meningkat bagi orang yang mengonsumsi obat-obatan, mengendarai mobil, makan makanan, dan menggunakan produk konsumen yang tidak lagi tunduk pada standar kesehatan dan keselamatan yang diatur.

Tempat kerja akan kekurangan lingkungan yang aman atau kondisi kerja yang manusiawi. Akhir pekan, bayaran lembur, dan cuti berbayar bisa dihilangkan, memaksa karyawan untuk bekerja berjam-jam atau menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaan mereka.

Sungai dan badan air lainnya bisa menjadi sangat tercemar dan bahkan terbakar, seperti yang terjadi pada Sungai Cuyahoga sebelum disahkannya Clean Water and Environmental Protection Acts pada tahun 1970.

## Apa Saja Manfaat Deregulasi?

Deregulasi telah meningkatkan persaingan dan menurunkan harga bagi konsumen di sektor-sektor utama termasuk maskapai penerbangan dan telekomunikasi.

Deregulasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan mengizinkan perusahaan menjalankan bisnis mereka sesuai keinginan, mereka bisa lebih efisien. Mengurangi birokrasi membebaskan modal untuk diinvestasikan dalam tenaga kerja atau peralatan baru. Perusahaan dapat menurunkan harga mereka dan menarik lebih banyak pelanggan.

Ketika deregulasi berlaku, ia mengurangi hambatan masuk. Bisnis baru tidak memiliki begitu banyak biaya atau pertimbangan regulasi, membuatnya lebih murah untuk memasuki pasar.

## Apa Saja Regulasi Lokal yang Aneh?

Beberapa contoh: Cemberut ilegal di Pocatello, Idaho. Minum di bawah umur legal di Illinois, tetapi hanya jika Anda seorang siswa seni kuliner dan hanya jika Anda meludahkannya sebelum menelan.

## Intinya

Deregulasi menurunkan biaya operasional bisnis, memungkinkan lebih banyak pesaing untuk memasuki pasar, dan menurunkan harga bagi konsumen. Faktor-faktor ini dapat membantu merangsang efisiensi dan mengarah pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Itulah sisi positifnya. Sisi negatifnya adalah potensi kerugian bagi konsumen, pekerja, dan lingkungan jika bisnis diizinkan beroperasi sepenuhnya tanpa pengawasan.


## FAQ

**Apa tujuan utama deregulasi?**
Tujuan utama deregulasi adalah untuk mengurangi atau menghilangkan pengawasan pemerintah terhadap suatu industri, dengan harapan dapat meningkatkan persaingan, mendorong inovasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

**Siapa saja yang diuntungkan dari deregulasi?**
Pendukung deregulasi berpendapat bahwa konsumen diuntungkan dari harga yang lebih rendah dan pilihan yang lebih banyak karena persaingan yang meningkat, sementara bisnis mendapat manfaat dari biaya operasional yang lebih rendah dan kebebasan untuk berinovasi.

**Apa risiko dari deregulasi?**
Risiko dari deregulasi meliputi potensi bahaya bagi konsumen, pekerja, dan lingkungan jika bisnis beroperasi tanpa pengawasan yang memadai, yang dapat menyebabkan praktik bisnis yang tidak etis, kurangnya akuntabilitas, dan dampak negatif pada kesehatan dan keselamatan.

**Bagaimana sejarah deregulasi di industri keuangan AS?**
Industri keuangan AS mengalami periode regulasi ketat setelah Depresi Besar, diikuti oleh serangkaian deregulasi pada tahun 1980-an dan 1990-an, yang kemudian diikuti oleh regulasi ulang setelah krisis keuangan 2007-2008 melalui Dodd-Frank Act.