# Memahami Imbal Hasil Diskonto: Rumus, Manfaat, dan Contoh Praktis

*English: Understanding Discount Yield: Formula, Benefits, and Practical Examples*

> Pelajari cara menghitung imbal hasil diskonto untuk sekuritas jangka pendek yang dibeli dengan diskon. Pahami rumus, manfaat, dan contohnya.

**Definisi:** Imbal hasil diskonto adalah metode perhitungan imbal hasil persentase obligasi yang dijual dengan diskon dari nilai nominalnya dan dipegang hingga jatuh tempo.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/discount_yield

---

## Memahami Imbal Hasil Diskonto: Rumus, Manfaat, dan Contoh Praktis

### Poin Penting

## Apa Itu Imbal Hasil Diskonto?

Imbal hasil diskonto adalah metode yang digunakan untuk menghitung imbal hasil persentase obligasi ketika obligasi tersebut dijual dengan diskon dari nilai nominalnya dan dipegang hingga jatuh tempo. Metode ini umum diterapkan pada municipal notes, commercial paper, dan Treasury bills, dengan menggunakan konvensi bulan 30 hari dan tahun 360 hari untuk memperkirakan imbal hasil tahunan. Ukuran ini membantu investor membandingkan sekuritas diskonto jangka pendek secara konsisten.

## Cara Menghitung Imbal Hasil Diskonto

Imbal hasil diskonto dihitung menggunakan rumus yang menggunakan bulan 30 hari dan tahun 360 hari untuk menyederhanakan perhitungan.

Ilustrasi oleh Sabrina Jiang © Investopedia 2021

## Tinjauan Lebih Dalam tentang Imbal Hasil Diskonto

Imbal hasil diskonto menghitung imbal hasil investasi (ROI) bagi investor obligasi diskonto jika obligasi tersebut dipegang hingga jatuh tempo. Treasury bill diterbitkan dengan diskon dari nilai par (jumlah nominal), bersama dengan banyak bentuk commercial paper dan municipal notes, yang merupakan instrumen utang jangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah daerah. U.S. Treasury bills memiliki jatuh tempo maksimum enam bulan (26 minggu), sementara Treasury notes dan bonds memiliki tanggal jatuh tempo yang lebih lama.

Jika sekuritas dijual sebelum tanggal jatuh tempo, tingkat imbal hasil yang diperoleh investor akan berbeda, dan tingkat imbal hasil baru didasarkan pada harga jual sekuritas tersebut. Misalnya, jika obligasi korporasi senilai $1.000 yang dibeli seharga $920 dijual seharga $1.100 lima tahun setelah tanggal pembelian, investor akan mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut. Investor harus menentukan jumlah diskon obligasi yang dicatat sebagai pendapatan sebelum penjualan dan membandingkannya dengan harga jual $1.100 untuk menghitung keuntungan.

Obligasi tanpa kupon (zero-coupon bond) adalah contoh lain dari obligasi diskonto. Tergantung pada jangka waktu hingga jatuh tempo, obligasi tanpa kupon dapat diterbitkan dengan diskon yang cukup besar dari nilai par, terkadang 20% atau lebih. Karena obligasi akan selalu membayar nilai nominal penuhnya pada saat jatuh tempo—dengan asumsi tidak ada kejadian kredit yang terjadi—obligasi tanpa kupon akan terus meningkat harganya seiring mendekatnya tanggal jatuh tempo. Obligasi ini tidak melakukan pembayaran bunga berkala dan hanya akan melakukan satu pembayaran nilai nominal kepada pemegangnya pada saat jatuh tempo.

## Contoh Perhitungan Imbal Hasil Diskonto

Misalnya, seorang investor membeli Treasury bill senilai $10.000 dengan diskon $300 dari nilai par (harga $9.700), dan sekuritas tersebut jatuh tempo dalam 120 hari. Dalam kasus ini, imbal hasil diskontonya adalah ($300 diskon) / ($10.000 nilai par) * 360/120 hari hingga jatuh tempo, atau imbal hasil dividen sebesar 9%.

## Membandingkan Imbal Hasil Diskonto dan Akresi

Sekuritas yang dijual dengan diskon menggunakan imbal hasil diskonto untuk menghitung tingkat imbal hasil investor, dan metode ini berbeda dengan akresi obligasi. Obligasi yang menggunakan akresi obligasi dapat diterbitkan pada nilai par, dengan diskon, atau dengan premi, dan akresi digunakan untuk memasukkan jumlah diskon ke dalam pendapatan obligasi selama sisa masa pakai obligasi.

Misalnya, seorang investor membeli obligasi korporasi senilai $1.000 seharga $920, dan obligasi tersebut jatuh tempo dalam 10 tahun. Karena investor menerima $1.000 pada saat jatuh tempo, diskon $80 merupakan pendapatan obligasi bagi pemiliknya, bersama dengan bunga yang diperoleh dari obligasi tersebut. Akresi obligasi berarti bahwa diskon $80 dicatat sebagai pendapatan obligasi selama masa pakai 10 tahun, dan investor dapat menggunakan metode garis lurus atau metode suku bunga efektif. Metode garis lurus memasukkan jumlah dolar yang sama ke dalam pendapatan obligasi setiap tahun, dan metode suku bunga efektif menggunakan rumus yang lebih kompleks untuk menghitung jumlah pendapatan obligasi.

## Kesimpulan

Imbal hasil diskonto mengukur imbal hasil tahunan sekuritas jangka pendek yang dibeli dengan diskon, seperti Treasury bills, menggunakan perhitungan standar bulan 30 hari dan tahun 360 hari. Berbeda dengan akresi obligasi, yang melacak pengakuan pendapatan dari waktu ke waktu, imbal hasil diskonto memperkirakan imbal hasil yang diharapkan pada saat pembelian. Misalnya, Treasury bill yang dibeli seharga $9.700 dan jatuh tempo pada $10.000 dalam 120 hari memiliki imbal hasil diskonto sekitar 9%.


## FAQ

**Apa itu imbal hasil diskonto?**
Imbal hasil diskonto adalah metode yang digunakan untuk menghitung imbal hasil persentase obligasi ketika obligasi tersebut dijual dengan diskon dari nilai nominalnya dan dipegang hingga jatuh tempo.

**Sekuritas apa saja yang umumnya menggunakan imbal hasil diskonto?**
Imbal hasil diskonto umum diterapkan pada municipal notes, commercial paper, dan Treasury bills.

**Bagaimana cara menghitung imbal hasil diskonto?**
Imbal hasil diskonto dihitung menggunakan rumus yang menggunakan konvensi bulan 30 hari dan tahun 360 hari untuk menyederhanakan perhitungan.

**Apa perbedaan antara imbal hasil diskonto dan akresi obligasi?**
Imbal hasil diskonto mengukur imbal hasil tahunan sekuritas jangka pendek yang dibeli dengan diskon, sedangkan akresi obligasi melacak pengakuan pendapatan obligasi dari waktu ke waktu.

**Apakah obligasi tanpa kupon termasuk obligasi diskonto?**
Ya, obligasi tanpa kupon adalah contoh obligasi diskonto yang dapat diterbitkan dengan diskon yang cukup besar dari nilai par.