# Disintermediasi: Memangkas Biaya dalam Bisnis dan Keuangan

*English: Disintermediation Explained: Cutting Costs in Business and Finance*

> Pelajari apa itu disintermediasi, cara kerjanya, dampaknya, serta tantangan dan peluangnya dalam bisnis dan keuangan.

**Definisi:** Disintermediasi adalah proses menghilangkan perantara dalam suatu transaksi untuk memangkas biaya, mempercepat pengiriman, atau keduanya.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/disintermediation

---

## Apa Itu Disintermediasi?

Disintermediasi merujuk pada proses menghilangkan perantara keuangan dalam suatu transaksi. Hal ini memungkinkan konsumen untuk membeli langsung dari grosir daripada melalui pengecer. Ini dapat memungkinkan bisnis untuk memesan langsung dari produsen daripada dari distributor. Disintermediasi terjadi dalam industri keuangan ketika investor membeli saham secara langsung daripada melalui broker atau lembaga keuangan.

Tujuan disintermediasi biasanya adalah untuk memangkas biaya, mempercepat pengiriman, atau keduanya. Platform internet dan bahkan cryptocurrency telah mempermudah disintermediasi, tetapi perusahaan mungkin menghadapi tantangan baru, seperti penanganan logistik pengiriman dan alokasi sumber daya. Kita akan mengeksplorasi tantangan dan peluang konsep ini serta memberikan beberapa contoh.

## Bagaimana Disintermediasi Bekerja dan Dampaknya

Disintermediasi digunakan di berbagai industri dan mampu menurunkan biaya keseluruhan penyelesaian transaksi. Menghilangkan perantara juga dapat memungkinkan transaksi diselesaikan lebih cepat. Kini, ini menjadi pilar model internet, di mana sering disebut sebagai model bisnis-ke-konsumen (B2C).

Ini dapat terjadi ketika pembelian grosir memungkinkan pembeli yang berminat untuk membeli barang, terkadang dalam jumlah besar, langsung dari produsen. Hal ini dapat menghasilkan harga yang lebih rendah bagi pembeli karena perantara, seperti toko ritel tradisional, dihilangkan dari proses pembelian. Ini menghemat pembeli dari biaya markup yang terkait dengan transisi produk dari grosir ke pengecer sebelum mencapai pembeli.

Konsep ini berasal dari industri keuangan, yang memungkinkan investor untuk membeli produk keuangan secara langsung tanpa perantara, seperti broker atau bank. Pemerintah menetapkan batas suku bunga bank untuk rekening yang diasuransikan federal pada tahun 1967, sehingga konsumen mulai menarik uang mereka dari rekening tabungan untuk mencari imbal hasil yang lebih baik dengan berinvestasi langsung dalam obligasi atau saham.

### Fakta Cepat

Tidak semua perusahaan menawarkan opsi grosir langsung kepada pelanggan, karena memerlukan investasi sumber daya yang besar untuk memenuhi dan mengirimkan pesanan tersebut.

## Tantangan dan Pertimbangan dalam Disintermediasi

Perantara sering kali memainkan peran penting dalam proses penyampaian produk dari lini produksi ke konsumen. Produsen memiliki jaringan grosir yang memesan produk mereka di muka dan mengirimkannya untuk didistribusikan. Mereka mempekerjakan perwakilan penjualan untuk mendapatkan pesanan produk dari pengecer. Toko ritel diperlukan untuk memamerkan produk dengan benar, menarik pelanggan, dan melakukan penjualan. Semua peran ini harus diduplikasi oleh produsen yang ingin memotong perantara.

Disintermediasi sering kali meningkatkan beban kerja perusahaan, karena perusahaan kini harus mengelola tugas-tugas yang sebelumnya ditangani oleh perantara.

Berurusan langsung dengan pembeli dapat meningkatkan biaya pengiriman bagi perusahaan. Perusahaan pengiriman khusus menggunakan skala ekonomi untuk menurunkan biaya ini bagi klien mereka.

## Bagaimana Internet Mendorong Disintermediasi

Internet dapat memberdayakan disintermediasi dengan memungkinkan konsumen dan bisnis kecil untuk memesan langsung dari produsen. Namun, perusahaan seperti Amazon, Etsy, dan eBay telah menjadi perantara elektronik baru, dan aplikasi sering dijual melalui Google Play atau App Store Apple.

### Contoh Praktis Disintermediasi

Munculnya perantara online mungkin tidak dapat dihindari. Sedikit produsen yang dapat mencurahkan sumber daya untuk mengembangkan platform ritel dan antarmuka yang dapat menyaingi Amazon, eBay, atau Etsy, dan lebih sedikit lagi yang memiliki sarana untuk mengembangkan rencana pemasaran profesional untuk mempromosikan produk mereka.

Namun demikian, beberapa produk telah berhasil melewati setidaknya satu perantara—pengecer. Produsen elektronik seperti Apple, Google, dan HP adalah contoh utama. Merek kosmetik, yang dulunya hanya dijual di department store, kini menjual langsung ke konsumen melalui situs web mereka. Banyak bisnis lokal kecil berkembang pesat dengan mempromosikan barang dagangan mereka di situs web mereka sendiri dan di media sosial. Produk-produk ini sering dijual di situs web pengecer juga.

### Pasar Niche Mengadopsi Disintermediasi

Beberapa raksasa internet telah merangkul disintermediasi niche. AdSense Google memungkinkan bisnis untuk mengontrol pesan mereka, sementara Meta (sebelumnya Facebook) memungkinkan bisnis lokal untuk berinteraksi langsung dan mempromosikan produk kepada pelanggan.

Potensi ini terealisasi sampai batas tertentu, terutama oleh bisnis independen kecil dan operator situs web. Namun, spesialis pemasaran online segera muncul untuk mengelola pesan bagi bisnis yang ingin mengalihdayakan pekerjaan tersebut. Proses ini terkadang disebut reintermediasi.

## Bagaimana Cryptocurrency Mempengaruhi Disintermediasi

Strategi disintermediasi adalah kunci pengembangan cryptocurrency terdesentralisasi yang mengandalkan teknologi blockchain, seperti Bitcoin. Salah satu fitur sistem ini adalah pengguna bertransaksi secara peer-to-peer (P2P) langsung satu sama lain, tanpa bank atau otoritas moneter memfasilitasi atau memvalidasi transaksi.

Alih-alih mengandalkan pihak ketiga yang tepercaya, sistem blockchain menggunakan mekanisme konsensus terdistribusi seperti proof of work (PoW) atau proof of stake (PoS). Mekanisme ini mengandalkan fungsi kriptografi dan pemrosesan algoritmik untuk menjaga keamanan dan keakuratan.

### Penting

Disintermediasi adalah komponen penting dari bisnis cryptocurrency. Bank dan pemerintah dihilangkan. Transaksi bersifat peer to peer.

## Disintermediasi dalam Industri Perjalanan

Industri perjalanan telah ditransformasi oleh disintermediasi, sebagian besar melalui internet.

Proses dimulai ketika American Airlines memperkenalkan pemesanan penerbangan langsung di Sabre Global Distribution System-nya (sekarang Travelocity) dan membuat layanan tersebut tersedia di situs online awal termasuk PRODIGY dan CompuServe.

Agen perjalanan kini harus berjuang untuk bersaing dengan konsumen yang dapat memesan kamar hotel, kapal pesiar, mobil sewaan, dan penerbangan langsung dari penyedia atau melalui situs perjalanan yang memungkinkan mereka membandingkan daftar opsi yang lengkap.

Pemesanan perjalanan online, bagaimanapun, bukanlah contoh sempurna dari disintermediasi. Situs seperti Expedia pada dasarnya adalah perantara. Situs ini membeli pemesanan hotel dalam jumlah besar dengan diskon dan menjualnya kembali kepada konsumen, memperoleh pendapatan dari markup.

## Bagaimana Konsumen Mendapat Manfaat dari Disintermediasi?

Secara teori, konsumen mendapatkan harga yang lebih baik untuk suatu produk ketika satu langkah dalam rantai pasokannya dihilangkan. Dalam praktiknya, langkah-langkah dalam rantai pasokan yang diperlukan masih harus dilakukan oleh seseorang. Bisnis dan pelanggan mereka mendapat manfaat dari disintermediasi jika tugas-tugas yang diperlukan dapat dilakukan seefisien dan lebih murah tanpa layanan perantara.

## Kapan Disintermediasi Terjadi?

Disintermediasi terjadi kapan pun satu langkah dalam rantai pasokan dihilangkan. Konsumen menelepon hotel secara langsung untuk membuat reservasi daripada memesan melalui situs web atau agen perjalanan. Pengecer memesan langsung dari produsen daripada perwakilan penjualan distributor.

Atau, dalam skala yang jauh lebih besar, Amazon membangun jaringan pengirimannya untuk mengirim langsung ke konsumen daripada mengandalkan FedEx atau UPS.

## Apa Itu Disintermediasi dalam E-commerce?

Sejak awal, internet telah dipandang sebagai platform ideal untuk disintermediasi. Internet memiliki potensi untuk menghilangkan perantara dan memungkinkan konsumen dan bisnis untuk berurusan langsung dengan produsen dan grosir. Namun, hal itu belum sepenuhnya terwujud. Kebanyakan konsumen, sebagian besar waktu, pergi ke perantara baru seperti Amazon untuk mendapatkan berbagai pilihan, layanan pelanggan, dan pengiriman cepat di satu tempat.

## Intinya

Disintermediasi menghilangkan perantara sehingga produsen dan konsumen dapat berurusan langsung, sering kali untuk menghemat uang dan mempercepat pengiriman. Hal ini sangat penting dalam keuangan, di mana hal itu memungkinkan investor untuk membeli secara langsung tanpa broker.

Munculnya Internet dan cryptocurrency telah mempercepat pergeseran ini, meskipun dapat menambah tantangan bagi perusahaan, seperti mengelola pengiriman dan logistik sendiri. Dalam banyak kasus, perantara baru akhirnya muncul, seperti Amazon atau Google, yang menawarkan layanan gabungan yang membuat prosesnya tetap sederhana bagi konsumen.


## FAQ

**Apa itu disintermediasi?**
Disintermediasi adalah proses menghilangkan perantara dalam suatu transaksi, seperti memotong pengecer dan membeli langsung dari grosir atau produsen.

**Apa tujuan utama disintermediasi?**
Tujuan utama disintermediasi adalah untuk memangkas biaya, mempercepat pengiriman, atau keduanya.

**Bagaimana internet memengaruhi disintermediasi?**
Internet mempermudah disintermediasi dengan memungkinkan konsumen dan bisnis kecil untuk memesan langsung dari produsen, meskipun sering kali muncul perantara online baru.

**Bagaimana cryptocurrency terkait dengan disintermediasi?**
Cryptocurrency adalah contoh utama disintermediasi karena memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa memerlukan bank atau otoritas moneter.

**Apa saja tantangan dalam disintermediasi?**
Tantangan dalam disintermediasi meliputi peningkatan beban kerja perusahaan, seperti mengelola logistik pengiriman dan alokasi sumber daya yang sebelumnya ditangani oleh perantara.