# Diversifikasi Portofolio: Strategi Manajemen Risiko

*English: What Diversification Really Means for Your Portfolio*

> Pelajari arti diversifikasi portofolio, strategi, manfaat, dan cara mengukur diversifikasi untuk mengurangi risiko investasi Anda.

**Definisi:** Diversifikasi adalah strategi manajemen risiko yang menciptakan campuran berbagai investasi dalam sebuah portofolio untuk membatasi eksposur terhadap satu aset atau risiko tunggal.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/diversification

---

## Apa Arti Diversifikasi Sebenarnya untuk Portofolio Anda

### Poin Penting

## Apa Itu Diversifikasi?

Diversifikasi adalah strategi manajemen risiko yang menciptakan campuran berbagai investasi dalam sebuah portofolio. Portofolio yang terdiversifikasi berisi jenis aset dan instrumen investasi yang berbeda dalam upaya membatasi eksposur terhadap satu aset atau risiko tunggal.

Alasan di balik teknik ini adalah bahwa portofolio yang dibangun dari berbagai jenis aset akan, rata-rata, menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang lebih tinggi dan menurunkan risiko dari setiap kepemilikan atau sekuritas individu.

### Penting

Diversifikasi berarti membeli kelas aset yang berbeda dan jenis investasi yang berbeda dalam kelas aset yang sama, seperti saham berkapitalisasi besar (large-cap) dan berkapitalisasi kecil (small-cap).

## Memahami Diversifikasi

Studi dan model matematika telah menunjukkan bahwa mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dari 25 hingga 30 saham menghasilkan tingkat pengurangan risiko yang paling hemat biaya. Berinvestasi pada lebih banyak sekuritas menghasilkan manfaat diversifikasi lebih lanjut, tetapi melakukannya dengan tingkat efektivitas yang menurun secara substansial.

Diversifikasi berusaha untuk menghaluskan peristiwa risiko tidak sistematis dalam portofolio, sehingga kinerja positif beberapa investasi menetralkan kinerja negatif dari investasi lainnya. Manfaat diversifikasi hanya berlaku jika sekuritas dalam portofolio tidak berkorelasi sempurna—yaitu, mereka merespons secara berbeda, idealnya dengan cara yang berlawanan, terhadap pengaruh pasar.

## Strategi Diversifikasi

Saat investor mempertimbangkan cara untuk mendiversifikasi kepemilikan mereka, ada puluhan strategi yang tersedia untuk diterapkan. Banyak dari metode di bawah ini dapat digabungkan untuk meningkatkan tingkat diversifikasi dalam satu portofolio.

### Kelas Aset

Manajer dana dan investor sering mendiversifikasi investasi mereka di berbagai kelas aset dan menentukan persentase portofolio yang akan dialokasikan untuk masing-masing. Setiap kelas aset memiliki seperangkat risiko dan peluang yang berbeda dan unik. Kelas aset dapat mencakup:

Teori menyatakan bahwa apa yang dapat berdampak negatif pada satu kelas aset dapat menguntungkan kelas aset lain. Misalnya, kenaikan suku bunga biasanya berdampak negatif pada harga obligasi karena imbal hasil harus meningkat untuk membuat sekuritas pendapatan tetap lebih menarik. Di sisi lain, kenaikan suku bunga dapat mengakibatkan peningkatan sewa untuk real estat atau peningkatan harga komoditas.

### Industri/Sektor

Terdapat perbedaan besar dalam cara berbagai industri atau sektor beroperasi. Saat investor melakukan diversifikasi di berbagai industri, mereka menjadi kurang mungkin terkena dampak risiko spesifik sektor.

Misalnya, pertimbangkan CHIPS and Science Act tahun 2022. Legislasi ini berdampak pada banyak industri, meskipun beberapa perusahaan lebih terpengaruh daripada yang lain. Produsen semikonduktor akan sangat terpengaruh, sementara sektor jasa keuangan mungkin merasakan dampak residual yang lebih kecil.

Investor dapat melakukan diversifikasi di berbagai industri dengan menggabungkan investasi yang dapat mengimbangi bisnis yang berbeda. Misalnya, pertimbangkan kenaikan tajam harga minyak. Investor yang berharap untuk melindungi diri dari perubahan harga minyak dapat berinvestasi pada produsen energi dan gas (terdampak positif oleh harga yang lebih tinggi). Pada saat yang sama, mereka dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi secara bersamaan pada maskapai penerbangan (terdampak positif jika minyak turun). Secara teori, kedua industri yang tidak terkait ini dapat meminimalkan risiko portofolio secara keseluruhan.

### Penting

Berapa banyak saham yang perlu dimiliki agar terdiversifikasi dengan baik? Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Risk and Financial Management menemukan bahwa ada terlalu banyak variabel untuk dipertimbangkan, dan "tidak ada jumlah saham optimal yang membentuk portofolio yang terdiversifikasi dengan baik."

### Tahap Siklus Hidup Perusahaan (Pertumbuhan vs. Nilai)

Ekuitas publik cenderung dibagi menjadi dua kategori: saham pertumbuhan (growth stocks) dan saham nilai (value stocks). Saham pertumbuhan adalah saham di perusahaan yang diharapkan mengalami pertumbuhan laba atau pendapatan lebih besar dari rata-rata industri. Saham nilai adalah saham di perusahaan yang tampaknya diperdagangkan dengan diskon berdasarkan fundamental perusahaan saat ini.

Saham pertumbuhan cenderung lebih berisiko karena pertumbuhan perusahaan yang diharapkan mungkin tidak terwujud. Misalnya, jika Federal Reserve memperketat kebijakan moneter, lebih sedikit modal yang biasanya tersedia (atau lebih mahal untuk meminjam), menciptakan skenario yang lebih sulit bagi perusahaan pertumbuhan. Namun, perusahaan pertumbuhan dapat memanfaatkan potensi yang tampaknya tak terbatas dan melampaui ekspektasi, menghasilkan imbal hasil yang lebih besar dari yang diharapkan.

Di sisi lain, saham nilai cenderung merupakan perusahaan yang lebih mapan dan stabil. Meskipun perusahaan-perusahaan ini mungkin telah mengalami sebagian besar potensi mereka, mereka biasanya membawa risiko lebih sedikit. Dengan melakukan diversifikasi ke keduanya, seorang investor akan memanfaatkan potensi masa depan beberapa perusahaan sambil juga mengakui manfaat yang ada dari perusahaan lain.

### Kapitalisasi Pasar (Besar vs. Kecil)

Investor mungkin ingin mempertimbangkan untuk berinvestasi di berbagai sekuritas berdasarkan kapitalisasi pasar aset atau perusahaan yang mendasarinya. Pertimbangkan perbedaan operasional yang sangat besar antara Apple dan Molson Coors Beverage. Pada April 2026, kedua perusahaan berada di S&P 500, dengan Apple mewakili sekitar 6% dari indeks dan Molson Coors Beverage mewakili 0,01%.

Setiap perusahaan akan memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam mengumpulkan modal, memperkenalkan produk baru ke pasar, pengenalan merek, dan potensi pertumbuhan. Saham dengan kapitalisasi lebih rendah memiliki lebih banyak ruang untuk tumbuh, meskipun saham dengan kapitalisasi lebih tinggi cenderung menjadi investasi yang lebih aman.

### Profil Risiko

Di hampir setiap kelas aset, investor dapat memilih profil risiko sekuritas yang mendasarinya. Misalnya, pertimbangkan sekuritas pendapatan tetap. Seorang investor dapat memilih untuk membeli obligasi dari pemerintah berperingkat teratas di dunia atau dari perusahaan swasta yang hampir bangkrut yang mengumpulkan dana darurat. Ada perbedaan besar antara beberapa obligasi 10 tahun berdasarkan penerbit, peringkat kredit mereka, prospek operasional masa depan, dan tingkat utang yang ada.

Hal yang sama berlaku untuk jenis investasi lainnya. Proyek pengembangan real estat dengan risiko lebih tinggi mungkin membawa potensi keuntungan yang lebih besar daripada properti operasional yang mapan. Sementara itu, mata uang kripto dengan sejarah lebih panjang dan adopsi lebih besar, seperti Bitcoin, membawa risiko lebih sedikit dibandingkan dengan koin atau token berkapitalisasi pasar lebih kecil.

### Tips

Diversifikasi mungkin bukan strategi terbaik bagi investor yang ingin memaksimalkan imbal hasil mereka. Pertimbangkan strategi "YOLO" (you only live once) di mana 100% modal ditempatkan pada investasi berisiko tinggi. Meskipun ada kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan uang yang mengubah hidup, ada juga kemungkinan tertinggi untuk kehilangannya karena diversifikasi yang buruk.

### Jangka Waktu Jatuh Tempo (Maturity Lengths)

Khusus untuk sekuritas pendapatan tetap seperti obligasi, jangka waktu yang berbeda memengaruhi profil risiko. Umumnya, semakin panjang jatuh tempo, semakin tinggi risiko fluktuasi harga obligasi karena perubahan suku bunga. Obligasi jangka pendek cenderung menawarkan suku bunga lebih rendah; namun, mereka juga cenderung kurang terpengaruh oleh ketidakpastian kurva imbal hasil di masa depan. Investor yang lebih nyaman dengan risiko dapat mempertimbangkan untuk menambahkan obligasi jangka panjang yang cenderung membayar bunga lebih tinggi.

Jangka waktu jatuh tempo juga lazim di kelas aset lain. Pertimbangkan perbedaan antara perjanjian sewa jangka pendek untuk properti hunian (yaitu, hingga satu tahun) dan perjanjian sewa jangka panjang untuk properti komersial (yaitu, terkadang lima tahun atau lebih). Meskipun ada lebih banyak keamanan dalam mengumpulkan pendapatan sewa dengan mengunci perjanjian jangka panjang, investor mengorbankan fleksibilitas untuk menaikkan harga atau mengganti penyewa.

### Lokasi Fisik (Luar Negeri vs. Domestik)

Investor dapat memperoleh manfaat diversifikasi lebih lanjut dengan berinvestasi pada sekuritas asing. Misalnya, kekuatan yang menekan ekonomi AS mungkin tidak memengaruhi ekonomi Jepang dengan cara yang sama. Oleh karena itu, memegang saham Jepang memberi investor bantalan perlindungan kecil terhadap kerugian selama penurunan ekonomi Amerika.

Alternatifnya, mungkin ada potensi keuntungan yang lebih besar (dengan tingkat risiko yang lebih tinggi) ketika melakukan diversifikasi di negara maju dan berkembang. Pertimbangkan klasifikasi Pakistan saat ini sebagai peserta pasar frontier. Investor yang bersedia mengambil risiko lebih tinggi mungkin ingin mempertimbangkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari pasar yang lebih kecil namun belum sepenuhnya mapan seperti Pakistan.

### Keterwujudan (Tangibility)

Instrumen keuangan seperti saham dan obligasi adalah investasi tidak berwujud; mereka tidak dapat disentuh atau dirasakan secara fisik. Di sisi lain, investasi berwujud seperti tanah, real estat, lahan pertanian, logam mulia, atau komoditas dapat disentuh dan memiliki aplikasi dunia nyata. Aset nyata ini memiliki profil investasi yang berbeda karena dapat dikonsumsi, disewakan, dikembangkan, atau diperlakukan berbeda dari aset tidak berwujud atau digital.

Ada juga risiko unik yang spesifik untuk aset berwujud. Properti nyata dapat dirusak, dicuri secara fisik, rusak oleh kondisi alam, atau menjadi usang. Aset nyata juga mungkin memerlukan biaya penyimpanan, asuransi, atau keamanan untuk dibawa. Meskipun aliran pendapatan berbeda dari instrumen keuangan, biaya input untuk melindungi aset berwujud juga berbeda.

## Diversifikasi Lintas Platform

Terlepas dari bagaimana seorang investor mempertimbangkan untuk membangun portofolio mereka, aspek lain dari diversifikasi berkaitan dengan bagaimana aset tersebut dipegang. Meskipun ini bukan implikasi dari risiko investasi, ini adalah risiko tambahan yang patut dipertimbangkan, karena dapat didiversifikasi.

Misalnya, pertimbangkan seseorang dengan mata uang AS senilai $400.000. Dalam ketiga situasi di bawah ini, investor memiliki alokasi aset yang sama. Namun, profil risiko mereka berbeda:

Konsep yang sama di atas berkaitan dengan hampir setiap kelas aset. Misalnya, Celsius Network mengajukan kebangkrutan pada Juli 2022. Investor yang memegang cryptocurrency di bursa tidak dapat menarik atau mentransfer dana. Seandainya investor melakukan diversifikasi di berbagai platform, risiko kerugian akan tersebar di berbagai bursa.

### Fakta Cepat

Pertimbangkan strategi yang berbeda untuk mengimbangi risiko teknologi dan risiko fisik. Misalnya, memiliki batangan emas fisik dan ETF emas mendiversifikasi portofolio Anda di berbagai risiko. Jika kepemilikan fisik Anda dicuri, setidaknya 100% kepemilikan emas Anda tidak akan hilang.

## Diversifikasi dan Investor Ritel

Kendala waktu dan anggaran dapat menyulitkan investor non-institusional—yaitu, individu—untuk membuat portofolio yang terdiversifikasi secara memadai. Tantangan ini adalah kunci mengapa reksa dana sangat populer di kalangan investor ritel. Membeli saham di reksa dana menawarkan cara yang terjangkau untuk mendiversifikasi investasi.

Sementara reksa dana menyediakan diversifikasi di berbagai kelas aset, exchange-traded funds (ETFs) memberikan investor akses ke pasar yang sempit, seperti komoditas dan peluang internasional, yang biasanya sulit diakses. Seseorang dengan portofolio $100.000 dapat menyebarkan investasi di antara ETF tanpa tumpang tindih.

Ada beberapa alasan mengapa ini menguntungkan bagi investor. Pertama, mungkin terlalu mahal bagi investor ritel untuk membeli sekuritas menggunakan berbagai order pasar. Selain itu, investor kemudian harus melacak bobot portofolio mereka untuk memastikan diversifikasi yang tepat. Meskipun investor mengorbankan suara dalam semua perusahaan yang mendasarinya, mereka mendapatkan pendekatan investasi yang lebih mudah yang memprioritaskan minimalisasi risiko.

## Kelebihan dan Kekurangan Diversifikasi

Tujuan utama diversifikasi adalah untuk mengurangi risiko. Dengan menyebarkan investasi Anda di berbagai kelas aset, industri, atau jatuh tempo, Anda cenderung tidak mengalami guncangan pasar yang memengaruhi setiap investasi Anda dengan cara yang sama.

Ada manfaat lain juga. Beberapa investor mungkin merasa diversifikasi membuat investasi lebih menyenangkan karena mendorong eksplorasi investasi yang berbeda dan unik. Diversifikasi juga dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan berita positif. Alih-alih berharap untuk berita yang menguntungkan khusus untuk satu perusahaan, berita positif yang memengaruhi salah satu dari puluhan perusahaan dapat menguntungkan portofolio Anda.

Namun, ada kekurangan diversifikasi. Semakin banyak kepemilikan yang dimiliki portofolio, semakin memakan waktu untuk dikelola—dan semakin mahal, karena membeli dan menjual banyak kepemilikan yang berbeda menimbulkan lebih banyak biaya transaksi dan komisi pialang. Lebih mendasar lagi, strategi penyebaran diversifikasi bekerja dua arah, mengurangi risiko dan imbal hasil.

Misalnya, bayangkan Anda telah menginvestasikan $120.000 secara merata di enam saham, dan satu saham berlipat ganda nilainya. Taruhan asli Anda sebesar $20.000 sekarang bernilai $40.000. Anda memang untung banyak, tetapi tidak sebanyak jika seluruh $120.000 Anda diinvestasikan pada satu perusahaan itu. Dengan melindungi Anda dari kerugian, diversifikasi membatasi Anda dari keuntungan—setidaknya dalam jangka pendek.

*   Mengurangi risiko portofolio
*   Melindungi dari volatilitas pasar
*   Menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dalam jangka panjang
*   Mungkin lebih menyenangkan bagi investor untuk meneliti investasi baru
*   Membatasi keuntungan dalam jangka pendek
*   Memakan waktu untuk dikelola
*   Menimbulkan lebih banyak biaya transaksi, komisi
*   Mungkin membingungkan bagi investor baru yang kurang berpengalaman

## Risiko yang Dapat dan Tidak Dapat Didiversifikasi

Ide di balik diversifikasi adalah untuk meminimalkan (atau bahkan menghilangkan) risiko dalam portofolio. Namun, ada jenis risiko tertentu yang dapat Anda hilangkan melalui diversifikasi, dan jenis risiko tertentu ada terlepas dari bagaimana Anda melakukan diversifikasi. Jenis risiko ini disebut risiko tidak sistematis dan sistematis.

Pertimbangkan dampak COVID-19. Karena krisis kesehatan global, banyak bisnis berhenti beroperasi. Karyawan di berbagai industri diberhentikan, dan pengeluaran konsumen di semua sektor menurun. Di satu sisi, perlambatan ekonomi berdampak negatif pada hampir semua sektor. Di sisi lain, hampir setiap sektor kemudian mendapat manfaat dari intervensi pemerintah dan stimulus moneter. Dampak COVID-19 pada pasar keuangan bersifat sistematis.

Secara umum, diversifikasi bertujuan untuk mengurangi risiko tidak sistematis. Ini adalah risiko spesifik untuk suatu investasi yang unik untuk kepemilikan tersebut. Contoh risiko yang dapat didiversifikasi, tidak sistematis, meliputi:

Melalui diversifikasi, investor berusaha mengurangi risiko di atas, yang dapat dikendalikan berdasarkan investasi yang dipegang.

## Mengukur Diversifikasi

Menjadi kompleks dan merepotkan untuk mengukur seberapa terdiversifikasi sebuah portofolio. Kenyataannya, tidak mungkin menghitung tingkat diversifikasi yang sebenarnya; terlalu banyak variabel untuk dipertimbangkan di terlalu banyak aset untuk benar-benar mengukur satu ukuran diversifikasi. Namun, analis dan manajer portofolio menggunakan beberapa pengukuran untuk mendapatkan gambaran kasar tentang seberapa terdiversifikasi sebuah portofolio.

### Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi adalah pengukuran statistik yang membandingkan hubungan antara dua variabel. Perhitungan statistik ini melacak pergerakan dua aset dan apakah aset tersebut cenderung bergerak ke arah yang sama. Hasil koefisien korelasi bervariasi dari -1 hingga 1, dengan interpretasi mulai dari:

### Standar Deviasi

Standar deviasi (SD) mengukur seberapa sering dan seberapa jauh suatu hasil terjadi dari rata-rata. Untuk investasi, standar deviasi mengukur seberapa jauh dari imbal hasil rata-rata suatu aset imbal hasil lainnya. Analis menggunakan SD untuk memperkirakan risiko berdasarkan frekuensi imbal hasil.

Misalnya, bayangkan dua investasi, masing-masing dengan imbal hasil tahunan rata-rata 5%. Satu memiliki standar deviasi tinggi, yang berarti imbal hasil investasi dapat bervariasi secara signifikan. Investasi lainnya memiliki standar deviasi rendah, yang berarti imbal hasilnya lebih dekat dengan 5%. Semakin tinggi standar deviasi, semakin besar risikonya, tetapi ada peluang untuk imbal hasil yang lebih tinggi.

Portofolio yang penuh dengan investasi dengan standar deviasi tinggi mungkin memiliki potensi penghasilan yang lebih tinggi. Namun, aset-aset ini mungkin lebih mungkin mengalami risiko serupa di berbagai kelas aset.

### Smart Beta

Strategi smart beta menawarkan diversifikasi dengan melacak indeks yang mendasarinya, tetapi tidak selalu menimbang saham sesuai dengan kapitalisasi pasarnya. Manajer ETF menyaring isu ekuitas lebih lanjut berdasarkan fundamental dan menyeimbangkan kembali portofolio sesuai dengan analisis objektif, bukan hanya ukuran perusahaan. Meskipun portofolio smart beta tidak dikelola, tujuan utamanya adalah mengungguli indeks itu sendiri.

### Jumlah/Pembobotan

Dalam bentuknya yang paling dasar, diversifikasi portofolio dapat diukur dengan menghitung jumlah aset atau menentukan bobot setiap aset. Saat menghitung jumlah aset, pertimbangkan jumlah setiap jenis untuk strategi di atas. Misalnya, seorang investor dapat menghitung bahwa dari 20 ekuitas yang mereka pegang, 15 berada di sektor teknologi.

Atau, investor dapat mengukur diversifikasi dengan mengalokasikan persentase untuk apa yang mereka investasikan. Jadi, dalam pandangan ini, investor dengan 15 ekuitas di bidang teknologi memiliki 75% dari kepemilikan ekuitas mereka di satu industri.

Pada basis portofolio yang lebih luas, investor lebih sering membandingkan ekuitas, obligasi, dan aset alternatif untuk menciptakan target diversifikasi mereka. Misalnya, portofolio tradisional cenderung condong ke 60% ekuitas dan 40% obligasi—meskipun beberapa strategi menyerukan diversifikasi yang berbeda berdasarkan usia. Teori lain mengklaim bahwa memegang aset alternatif memiliki manfaat tambahan (misalnya, 60% ekuitas, 20% obligasi, dan 20% aset alternatif).

## Contoh Diversifikasi

Bayangkan seorang investor agresif, yang dapat menanggung tingkat risiko lebih tinggi, ingin membangun portofolio yang terdiri dari ekuitas Jepang, obligasi Australia, dan kontrak berjangka kapas. Mereka dapat membeli saham di iShares MSCI Japan ETF, Vanguard Australian Government Bond Index ETF, dan iPath Bloomberg Cotton Subindex Total Return ETN.

Dengan campuran saham ETF ini, karena kualitas spesifik dari kelas aset yang ditargetkan dan transparansi kepemilikan, investor memastikan diversifikasi sejati dalam kepemilikan mereka. Selain itu, dengan korelasi yang berbeda, atau respons terhadap kekuatan eksternal, di antara sekuritas, mereka dapat sedikit mengurangi eksposur risiko mereka.

## Intinya

Diversifikasi adalah konsep yang sangat penting dalam perencanaan keuangan dan manajemen investasi. Ini adalah gagasan bahwa dengan berinvestasi pada hal-hal yang berbeda, risiko keseluruhan portofolio Anda lebih rendah.

Alih-alih menempatkan semua uang Anda ke dalam satu aset, menyebarkan kekayaan Anda ke berbagai aset membuat Anda berisiko lebih kecil kehilangan modal. Dengan kemudahan transaksi dan investasi online, kini mudah untuk mendiversifikasi portofolio Anda melalui berbagai kelas aset dan strategi lainnya.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari diversifikasi portofolio?**
Tujuan utama diversifikasi adalah untuk mengurangi risiko dalam portofolio dengan menyebarkan investasi ke berbagai aset, industri, atau jatuh tempo, sehingga mengurangi kemungkinan mengalami guncangan pasar yang memengaruhi semua investasi secara bersamaan.

**Berapa banyak saham yang ideal untuk diversifikasi portofolio?**
Studi menunjukkan bahwa portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dari 25 hingga 30 saham menawarkan pengurangan risiko yang paling hemat biaya. Namun, tidak ada jumlah saham optimal yang pasti karena terlalu banyak variabel yang perlu dipertimbangkan.

**Apa saja contoh strategi diversifikasi yang bisa dilakukan investor?**
Investor dapat melakukan diversifikasi melalui berbagai kelas aset (saham, obligasi, real estat), industri/sektor yang berbeda, tahap siklus hidup perusahaan (pertumbuhan vs. nilai), kapitalisasi pasar (besar vs. kecil), profil risiko, jangka waktu jatuh tempo, lokasi fisik (domestik vs. luar negeri), dan keterwujudan aset (berwujud vs. tidak berwujud).

**Apa perbedaan antara risiko yang dapat didiversifikasi dan yang tidak dapat didiversifikasi?**
Risiko yang dapat didiversifikasi (risiko tidak sistematis) adalah risiko spesifik untuk suatu investasi yang unik untuk kepemilikan tersebut dan dapat dikurangi melalui diversifikasi. Risiko yang tidak dapat didiversifikasi (risiko sistematis) adalah risiko yang ada terlepas dari bagaimana Anda melakukan diversifikasi, seperti dampak krisis kesehatan global atau perubahan kebijakan moneter.

**Bagaimana investor ritel dapat melakukan diversifikasi portofolio mereka?**
Investor ritel dapat mendiversifikasi portofolio mereka melalui reksa dana (mutual funds) yang menawarkan cara yang terjangkau untuk berinvestasi di berbagai aset, atau melalui exchange-traded funds (ETFs) yang memberikan akses ke pasar yang lebih sempit.