# Double Exponential Moving Average (DEMA): Definisi dan Rumus

*English: Double Exponential Moving Average (DEMA): Definition and Formula*

> Pelajari Double Exponential Moving Average (DEMA), indikator teknikal yang mengurangi lag pada moving average tradisional untuk analisis tren harga.

**Definisi:** Double Exponential Moving Average (DEMA) adalah indikator teknikal yang dirancang untuk mengurangi jeda (lag) yang dihasilkan oleh moving average tradisional.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/double_exponential_moving_average

---

## Apa Itu Double Exponential Moving Average (DEMA)?

Double Exponential Moving Average (DEMA) adalah indikator teknikal yang dirancang untuk mengurangi jeda (lag) dalam hasil yang dihasilkan oleh moving average tradisional. Trader teknikal menggunakannya untuk mengurangi jumlah "noise" yang dapat mendistorsi pergerakan pada grafik harga.

Seperti moving average lainnya, DEMA digunakan untuk menunjukkan tren dalam harga saham atau aset lainnya. Dengan melacak harganya dari waktu ke waktu, trader dapat mendeteksi tren naik – ketika harga bergerak di atas rata-ratanya, atau tren turun – ketika harga bergerak di bawah rata-ratanya. Ketika harga melintasi rata-rata, ini dapat menandakan perubahan tren yang berkelanjutan.

Seperti namanya, DEMA menggunakan dua exponential moving average (EMA) untuk menghilangkan jeda pada grafik.

Variasi pada moving average ini diperkenalkan oleh Patrick Mulloy dalam artikel tahun 1994 "Smoothing Data With Faster Moving Averages" di majalah Technical Analysis of Stocks & Commodities.

### Poin Penting

## Rumus untuk Double Exponential Moving Average Adalah:

﻿ D E M A = 2 × E M A N − E M A of E M A N di mana:



DEMA = 2 × EMA<sub>N</sub> - EMA dari EMA<sub>N</sub>

**di mana:**
N = Periode lihat ke belakang


## Cara Menghitung Double Exponential Moving Average

Hanya ada empat langkah untuk perhitungan ini:

![Ilustrasi Perhitungan DEMA](https://www.investopedia.com/thmb/o9-13Q84j-q0y9g9j9q9q9q9q9q=/750x0/filters:no_upscale():max_bytes(150000):strip_icc()/DEMA-Calculation-5b727e0b46e0fb0037514720.jpg) Gambar oleh Sabrina Jiang © Investopedia 2021

## Apa yang Diberitahukan oleh Double Exponential Moving Average?

Meskipun indikator ini disebut double exponential moving average, persamaannya tidak bergantung pada penggunaan faktor penghalusan eksponensial ganda. Sebaliknya, persamaan ini menggandakan EMA tetapi kemudian membatalkan jeda dengan mengurangi EMA yang dihaluskan.

Karena kerumitan persamaan, perhitungan DEMA memerlukan lebih banyak data daripada perhitungan exponential moving average (EMA) biasa. Namun, spreadsheet dan perangkat lunak charting teknikal dapat dengan mudah menghitung DEMA.

### Tips

DEMA paling sering digunakan oleh day trader dan swing trader. Namun, investor jangka panjang mungkin lebih baik menggunakan moving average standar.

### Siapa yang Menggunakan DEMA dan Mengapa

DEMA bereaksi lebih cepat daripada moving average tradisional, sehingga penggunanya lebih cenderung adalah day trader atau swing trader. Investor jangka panjang, yang melakukan trading lebih jarang, mungkin merasa bahwa moving average tradisional bekerja lebih baik bagi mereka.

DEMA terutama digunakan untuk mendeteksi tren harga naik atau turun dan menganalisis kekuatannya. Trader memperhatikan pergerakan harga di atas atau di bawah DEMA. Beberapa menggunakan beberapa DEMA dengan periode lihat ke belakang yang berbeda, memperhatikan DEMA saling bersilangan.

Seperti moving average lainnya, DEMA juga dapat digunakan untuk menunjukkan support atau resistance harga. Artinya, ini dapat membantu mengidentifikasi titik harga di mana tren akan berhenti atau bahkan berbalik.

### Cara Membaca DEMA

Membaca DEMA cukup mudah. Ketika harga aset berada di atas DEMA, dan DEMA sedang naik, ini membantu mengkonfirmasi tren naik pada harga. Ketika harga berada di bawah DEMA, dan DEMA sedang turun, itu membantu mengkonfirmasi tren turun.

Seperti yang disebutkan di atas, beberapa trader menampilkan dua atau lebih DEMA dengan periode lihat ke belakang yang berbeda pada satu grafik. Sinyal trading dapat dihasilkan ketika garis-garis ini bersilangan.

Misalnya, seorang trader mungkin membeli jika DEMA 20-periode bersilangan di atas DEMA 50-periode, atau menjual ketika DEMA 20-periode bersilangan kembali di bawah DEMA 50-periode.

DEMA mungkin kurang andal ketika digunakan untuk menunjukkan potensi titik harga support dan resistance. Trader yang melihat DEMA, atau moving average apa pun, untuk menentukan potensi titik support atau resistance harus memastikan bahwa itu telah berfungsi sebagai fungsi tersebut di masa lalu. Jika tidak, kemungkinan besar tidak akan berfungsi di masa depan.

## Double Exponential Moving Average (DEMA) dan Triple Exponential Moving Average (TEMA)

Seperti namanya, DEMA mencakup EMA dari EMA. Triple EMA (TEMA) memiliki perhitungan yang lebih kompleks lagi, melibatkan EMA dari EMA dari EMA.

Tujuannya tetap untuk mengurangi jeda, dan triple EMA memiliki jeda yang lebih sedikit daripada double EMA.

### Penting

DEMA, atau moving average apa pun, kemungkinan akan lebih andal jika dipilih periode waktu yang lebih lama untuk pelacakan. Ini karena waktu mengurangi efek "noise" di pasar.

## Keterbatasan Double Exponential Moving Average

Moving average dapat memberikan sedikit atau tidak ada wawasan selama periode ketika harga aset bergejolak atau bergerak dalam kisaran tertentu. Tidak ada tren yang dapat diidentifikasi secara andal pada saat-saat seperti itu. Harga akan sering melintasi DEMA bolak-balik.

Selain itu, kekuatan DEMA adalah kemampuannya untuk mengurangi jeda, tetapi itu bisa menjadi kelemahannya dalam beberapa keadaan.

Jeda yang berkurang membuat trader keluar lebih cepat, mengurangi kerugian. Namun, jeda yang berkurang juga dapat mendorong overtrading dengan memberikan terlalu banyak sinyal. Indikator mungkin memberi tahu trader untuk menjual ketika harga bergerak sedikit, sehingga kehilangan peluang yang lebih besar jika tren berlanjut.

DEMA paling baik digunakan bersama dengan bentuk analisis lain, seperti analisis aksi harga dan analisis fundamental.

## Apa Perbedaan Antara Simple Moving Average dan DEMA?

Double exponential moving average dapat digambarkan sebagai "smoothed" simple moving average. Moving average standar menampilkan waktu jeda yang meningkat seiring dengan jumlah waktu yang dilacak. Double exponential moving average berusaha untuk mempersingkat waktu jeda tersebut ke tingkat yang konsisten. Secara keseluruhan, ini memberikan peringatan dini kepada trader tentang perubahan arah harga aset.

## Apa Moving Average Paling Akurat?

Akurasi moving average sangat bergantung pada panjang periode yang dilacak. Periode moving average yang paling umum digunakan adalah moving average 50-hari, 100-hari, dan 200-hari. Secara historis, semakin lama periode, semakin akurat indikatornya. Ini karena dampak "noise" pasar harian berkurang seiring waktu – dan dibutuhkan waktu agar tren menjadi jelas.

## Bagaimana Cara Menggunakan Double Exponential Moving Average?

Seperti moving average lainnya, double exponential moving average dirancang untuk memicu sinyal beli atau jual berdasarkan pergerakan harga dari waktu ke waktu dari aset tertentu. Sinyal dipicu oleh perubahan berkelanjutan ke atas atau ke bawah pada harga aset.

## Apa Itu MACD DEMA?

Moving average convergence/divergence (MACD) adalah indikator yang berusaha menambahkan wawasan lebih besar pada moving average dengan menentukan momentum relatif dari pergerakan harga. MACD dihitung dengan mengurangi EMA 26-periode dari EMA 12-periode. Hasilnya dapat membantu trader menentukan apakah tren harga tampak menguat atau melemah. Beberapa trader menggunakan MACD dalam kombinasi dengan DEMA daripada dengan moving average standar.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Double Exponential Moving Average (DEMA)?**
Tujuan utama DEMA adalah untuk mengurangi jeda (lag) yang sering terjadi pada moving average tradisional, sehingga memberikan sinyal tren yang lebih cepat.

**Siapa yang paling sering menggunakan DEMA?**
DEMA paling sering digunakan oleh day trader dan swing trader karena sifatnya yang lebih responsif terhadap perubahan harga.

**Bagaimana cara membaca sinyal dari DEMA?**
Secara umum, jika harga aset berada di atas DEMA yang sedang naik, itu mengkonfirmasi tren naik. Sebaliknya, jika harga di bawah DEMA yang sedang turun, itu mengkonfirmasi tren turun. Persilangan antara DEMA dengan periode berbeda juga dapat menghasilkan sinyal trading.

**Apa keterbatasan DEMA?**
DEMA bisa kurang andal saat pasar bergejolak atau bergerak dalam kisaran tertentu. Jeda yang sangat berkurang juga dapat menyebabkan overtrading karena terlalu banyak sinyal.

**Apakah DEMA lebih akurat daripada Simple Moving Average (SMA)?**
DEMA dirancang untuk memberikan sinyal lebih cepat daripada SMA dengan mengurangi jeda, tetapi akurasi indikator moving average secara umum bergantung pada periode yang dipilih dan kondisi pasar.