# Due Diligence: Panduan Lengkap Riset dan Evaluasi

*English: Due Diligence: Types and How to Perform*

> Pahami apa itu due diligence, jenis-jenisnya, dan cara melakukannya untuk investasi saham, startup, hingga M&A. Minimalkan risiko Anda.

**Definisi:** Due diligence adalah riset dan evaluasi mendalam yang dilakukan untuk memverifikasi informasi dan menilai potensi risiko sebelum melakukan transaksi, perjanjian, atau keputusan penting.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/d/duediligence

---

## Apa Itu Due Diligence?

Due diligence merujuk pada riset dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan untuk mengonfirmasi keakuratan informasi dan menilai potensi risiko sebelum berkomitmen pada transaksi, perjanjian, atau keputusan penting. Dalam dunia keuangan, due diligence memerlukan pemeriksaan catatan keuangan sebelum memasuki transaksi yang diusulkan dengan pihak lain.

### Poin Penting

Investopedia / Ellen Lindner

## Memahami Due Diligence

Due diligence menjadi praktik umum (dan istilah umum) di Amerika Serikat dengan disahkannya Securities Act of 1933. Dengan undang-undang tersebut, para dealer dan broker sekuritas bertanggung jawab untuk sepenuhnya mengungkapkan informasi material tentang instrumen yang mereka jual. Kegagalan mengungkapkan informasi ini kepada calon investor membuat dealer dan broker bertanggung jawab atas penuntutan pidana.

Para penulis undang-undang tersebut menyadari bahwa mewajibkan pengungkapan penuh membuat dealer dan broker rentan terhadap penuntutan yang tidak adil karena gagal mengungkapkan fakta material yang tidak mereka miliki atau tidak dapat mereka ketahui pada saat penjualan.

Oleh karena itu, undang-undang tersebut mencakup pembelaan hukum: selama dealer dan broker melakukan "due diligence" saat menyelidiki perusahaan yang ekuitasnya mereka jual, dan sepenuhnya mengungkapkan hasilnya, mereka tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas informasi yang tidak ditemukan selama penyelidikan.

Due diligence dilakukan oleh analis riset ekuitas, manajer dana, broker-dealer, investor individu, dan perusahaan yang mempertimbangkan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Due diligence oleh investor individu bersifat sukarela. Namun, broker-dealer berkewajiban secara hukum untuk melakukan due diligence pada sekuritas sebelum menjualnya.

## Jenis-Jenis Due Diligence

Tergantung pada tujuannya, due diligence mengambil berbagai bentuk.

### Due Diligence Spesifik Konteks

### Hard vs. Soft Due Diligence

Due diligence dapat dikategorikan sebagai "hard" atau "soft" berdasarkan pendekatan yang digunakan.

Kami membahas lebih lanjut tentang bagaimana kedua jenis due diligence ini dipraktikkan dalam konteks kesepakatan M&A di bawah ini.

## Cara Melakukan Due Diligence untuk Saham

Berikut adalah 10 langkah bagi investor individu yang melakukan due diligence. Sebagian besar terkait dengan saham, tetapi dalam banyak kasus, dapat diterapkan pada obligasi, real estat, dan banyak investasi lainnya.

Setelah 10 langkah tersebut, kami menawarkan beberapa tips saat mempertimbangkan investasi di perusahaan startup.

Semua informasi yang Anda butuhkan tersedia di laporan triwulanan dan tahunan perusahaan serta profil perusahaan di situs berita keuangan dan broker diskon.

### Langkah 1: Analisis Kapitalisasi Perusahaan

Kapitalisasi pasar perusahaan, atau nilai totalnya, menunjukkan seberapa fluktuatif harga sahamnya, seberapa luas kepemilikannya, dan potensi ukuran pasar target perusahaan. 

Perusahaan besar (large-cap) dan sangat besar (mega-cap) cenderung memiliki arus pendapatan yang stabil dan basis investor yang besar dan beragam, yang cenderung menghasilkan volatilitas yang lebih rendah. Perusahaan menengah (mid-cap) dan kecil (small-cap) biasanya memiliki fluktuasi harga saham dan laba yang lebih besar daripada perusahaan besar.

### Langkah 2: Tren Pendapatan, Laba, dan Margin

Laporan laba rugi perusahaan akan mencantumkan pendapatan dan laba bersihnya. Itu adalah hasil akhirnya. Penting untuk memantau tren dari waktu ke waktu dalam pendapatan perusahaan, biaya operasional, margin laba, dan return on equity.

Margin laba perusahaan dihitung dengan membagi laba bersih dengan pendapatan. Sebaiknya analisis margin laba selama beberapa kuartal atau tahun dan bandingkan hasil tersebut dengan perusahaan dalam industri yang sama untuk mendapatkan perspektif.

### Langkah 3: Pesaing dan Industri

Sekarang setelah Anda memiliki gambaran tentang seberapa besar perusahaan dan berapa pendapatannya, saatnya untuk mengukur industri tempat perusahaan beroperasi dan persaingannya. Setiap perusahaan sebagian didefinisikan oleh persaingannya.

Due diligence melibatkan perbandingan margin laba perusahaan dengan dua atau tiga pesaingnya. Misalnya, pertanyaan yang perlu diajukan adalah: Apakah perusahaan tersebut pemimpin di industrinya atau pasar target spesifiknya? Apakah industri perusahaan sedang berkembang?

Melakukan due diligence pada beberapa perusahaan dalam industri yang sama dapat memberikan wawasan signifikan kepada investor tentang bagaimana industri tersebut berkinerja dan perusahaan mana yang memiliki keunggulan di industri tersebut.

### Langkah 4: Rasio Valuasi

Banyak rasio dan metrik keuangan digunakan untuk mengevaluasi perusahaan, tetapi tiga yang paling berguna adalah rasio price-to-earnings (P/E), rasio price/earnings to growth (PEGs), dan rasio price-to-sales (P/S). Rasio-rasio ini sudah dihitung untuk Anda di situs web seperti Yahoo! Finance.

Saat Anda meneliti rasio untuk suatu perusahaan, bandingkan dengan beberapa pesaingnya. Anda mungkin menjadi lebih tertarik pada pesaing.

### Langkah 5: Manajemen dan Kepemilikan Saham

Apakah perusahaan masih dijalankan oleh para pendirinya, atau dewan direksi telah memasukkan banyak wajah baru? Perusahaan yang lebih muda cenderung dipimpin oleh pendiri. Teliti biografi manajemen untuk mengetahui tingkat keahlian dan pengalaman mereka. Informasi biografi dapat ditemukan di situs web perusahaan.

Apakah para pendiri dan eksekutif memegang proporsi saham yang tinggi dan apakah mereka telah menjual saham baru-baru ini adalah faktor penting dalam due diligence. Kepemilikan yang tinggi oleh manajer puncak adalah nilai tambah, dan kepemilikan yang rendah adalah tanda bahaya. Pemegang saham cenderung terlayani dengan baik ketika mereka yang menjalankan perusahaan memiliki kepentingan dalam kinerja saham.

### Rasio P/E

Rasio P/E memberikan gambaran tentang ekspektasi investor terhadap kinerja saham dalam jangka pendek.

### Langkah 6: Neraca Keuangan

Neraca konsolidasi perusahaan akan menunjukkan aset dan liabilitasnya serta berapa banyak kas yang tersedia.

Periksa tingkat utang perusahaan dan bandingkan dengan perusahaan lain di industri tersebut. Utang tidak selalu buruk, tergantung pada model bisnis dan industri perusahaan. Tetapi pastikan utang tersebut memiliki peringkat tinggi oleh lembaga pemeringkat.

Beberapa perusahaan dan seluruh industri, seperti minyak dan gas, sangat padat modal, sementara yang lain membutuhkan sedikit aset tetap dan investasi modal. Tentukan rasio utang terhadap ekuitas untuk melihat berapa banyak ekuitas positif yang dimiliki perusahaan.

Biasanya, semakin banyak kas yang dihasilkan perusahaan, semakin baik kemungkinan investasinya karena perusahaan dapat memenuhi kewajibannya dan tetap tumbuh.

Jika angka total aset, total liabilitas, dan ekuitas pemegang saham berubah secara substansial dari satu tahun ke tahun berikutnya, cobalah untuk mencari tahu alasannya.

Membaca catatan kaki yang menyertai laporan keuangan dan diskusi manajemen dalam laporan triwulanan atau tahunan dapat memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan. Perusahaan bisa saja sedang mempersiapkan peluncuran produk baru, mengakumulasi laba ditahan, atau dalam keadaan penurunan finansial.

### Langkah 7: Riwayat Harga Saham

Investor harus meneliti pergerakan harga saham jangka pendek dan jangka panjang serta apakah saham tersebut fluktuatif atau stabil. Bandingkan laba yang dihasilkan secara historis dan tentukan bagaimana korelasi dengan pergerakan harga.

Ingatlah bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin pergerakan harga di masa depan. Jika Anda seorang pensiunan yang mencari dividen, misalnya, Anda mungkin tidak menginginkan harga saham yang fluktuatif. Saham yang terus-menerus fluktuatif cenderung memiliki pemegang saham jangka pendek, yang dapat menambah risiko tambahan bagi investor tertentu.

### Langkah 8: Kemungkinan Dilusi Saham

Investor harus mengetahui berapa banyak saham yang beredar di perusahaan dan bagaimana jumlah tersebut berhubungan dengan persaingan. Apakah perusahaan berencana menerbitkan lebih banyak saham? Jika ya, harga saham mungkin akan terpengaruh.

### Langkah 9: Ekspektasi

Investor harus mencari tahu apa konsensus analis Wall Street untuk pertumbuhan laba, pendapatan, dan perkiraan laba untuk dua hingga tiga tahun ke depan. Investor juga harus mencari diskusi tentang tren jangka panjang yang memengaruhi industri dan berita spesifik perusahaan tentang kemitraan, usaha patungan, kekayaan intelektual, dan produk atau layanan baru.

### Langkah 10: Periksa Risiko Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Pastikan untuk memahami risiko industri secara keseluruhan dan risiko spesifik perusahaan. Apakah ada masalah hukum atau peraturan yang tertunda? Apakah ada manajemen yang tidak stabil?

Investor harus selalu bermain sebagai pengacara setan, membayangkan skenario terburuk dan potensi dampaknya pada saham. Jika produk baru gagal atau pesaing menghadirkan produk baru yang lebih baik, bagaimana ini akan memengaruhi perusahaan? Bagaimana kenaikan suku bunga akan memengaruhi perusahaan?

Setelah Anda menyelesaikan langkah-langkah yang diuraikan di atas, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kinerja perusahaan dan bagaimana posisinya dibandingkan dengan persaingan. Anda akan lebih terinformasi untuk membuat keputusan yang bijaksana.

## Dasar-Dasar Due Diligence untuk Investasi Startup

Saat mempertimbangkan investasi di startup, beberapa dari 10 langkah di atas sesuai, sementara yang lain tidak mungkin dilakukan karena perusahaan tidak memiliki rekam jejak. Berikut adalah beberapa langkah spesifik startup.

## Due Diligence M&A

Dalam dunia merger dan akuisisi (M&A), perusahaan yang mempertimbangkan kesepakatan akan melakukan analisis keuangan terhadap perusahaan target. Due diligence juga mungkin mencakup analisis pertumbuhan di masa depan.

Pihak pengakuisisi mungkin mengajukan pertanyaan yang membahas struktur akuisisi. Pihak pengakuisisi juga kemungkinan akan melihat praktik dan kebijakan perusahaan target saat ini dan melakukan analisis nilai pemegang saham.

Dalam aktivitas M&A tradisional, perusahaan pengakuisisi mengerahkan analis risiko yang melakukan due diligence dengan mempelajari biaya, manfaat, struktur, aset, dan liabilitas. Itu dikenal secara umum sebagai hard due diligence.

Namun, semakin banyak kesepakatan M&A juga tunduk pada studi tentang budaya perusahaan, manajemen, dan elemen manusia lainnya melalui soft due diligence.

### Melakukan Hard Due Diligence

Dalam kesepakatan M&A, hard due diligence adalah medan pertempuran pengacara, akuntan, dan negosiator. Biasanya, hard due diligence berfokus pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), penuaan piutang dan utang, arus kas, dan belanja modal.

Di sektor-sektor seperti teknologi atau manufaktur, fokus tambahan ditempatkan pada kekayaan intelektual dan modal fisik.

Contoh lain dari aktivitas hard due diligence meliputi:

### Melakukan Soft Due Diligence

Melakukan soft due diligence bukanlah ilmu pasti. Ini harus berfokus pada seberapa baik tenaga kerja target akan menyatu dengan budaya perusahaan pengakuisisi.

Hard dan soft due diligence saling terkait ketika menyangkut program kompensasi dan insentif. Program-program ini tidak hanya didasarkan pada angka riil, membuatnya mudah untuk dimasukkan ke dalam perencanaan pasca-akuisisi, tetapi juga dapat didiskusikan dengan karyawan dan digunakan untuk mengukur dampak budaya.

Soft due diligence berkaitan dengan motivasi karyawan, dan paket kompensasi secara khusus disusun untuk meningkatkan motivasi tersebut. Ini bukan obat mujarab atau solusi tunggal, tetapi soft due diligence dapat membantu perusahaan pengakuisisi memprediksi apakah program kompensasi dapat diterapkan untuk meningkatkan keberhasilan kesepakatan.

Soft due diligence juga dapat berkaitan dengan pelanggan perusahaan target. Bahkan jika karyawan target menerima pergeseran budaya dan operasional dari pengambilalihan, pelanggan dan klien target mungkin sangat membenci perubahan dalam layanan, produk, atau prosedur. Inilah sebabnya mengapa banyak analisis M&A sekarang mencakup ulasan pelanggan, ulasan pemasok, dan data pasar uji.

## Apa Sebenarnya Due Diligence Itu?

Due diligence adalah proses atau upaya untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi sebelum membuat keputusan. Ini adalah proses yang sering digunakan oleh investor untuk menilai risiko. Ini melibatkan pemeriksaan angka-angka perusahaan, membandingkan angka-angka dari waktu ke waktu, dan membandingkannya dengan pesaing untuk menilai potensi investasi dalam hal pertumbuhan.

## Apa Tujuan Due Diligence?

Due diligence terutama merupakan cara untuk mengurangi eksposur risiko. Proses ini memastikan bahwa suatu pihak menyadari semua detail transaksi sebelum mereka menyetujuinya. Misalnya, broker-dealer akan memberikan laporan hasil due diligence kepada investor sehingga investor sepenuhnya terinformasi dan tidak dapat meminta pertanggungjawaban broker-dealer atas kerugian apa pun.

## Apa Itu Daftar Periksa Due Diligence?

Daftar periksa due diligence adalah cara terorganisir untuk menganalisis perusahaan. Daftar periksa akan mencakup semua area yang akan dianalisis, seperti kepemilikan dan organisasi, aset dan operasi, rasio keuangan, nilai pemegang saham, proses dan kebijakan, potensi pertumbuhan di masa depan, manajemen, dan sumber daya manusia.

## Apa Contoh Due Diligence?

Contoh due diligence dapat ditemukan di banyak area kehidupan sehari-hari kita. Misalnya, melakukan inspeksi properti sebelum menyelesaikan pembelian untuk menilai risiko investasi, perusahaan pengakuisisi memeriksa perusahaan target sebelum menyelesaikan merger atau akuisisi, dan pemberi kerja melakukan pemeriksaan latar belakang pada calon rekrutan.

## Intinya

Due diligence adalah proses atau upaya untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi sebelum membuat keputusan atau melakukan transaksi, sehingga suatu pihak tidak dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas kerugian atau kerusakan apa pun. Istilah ini berlaku untuk banyak situasi, tetapi yang paling penting adalah transaksi bisnis.

Due diligence dilakukan oleh investor yang ingin meminimalkan risiko, broker-dealer yang ingin memastikan bahwa pihak dalam transaksi mana pun sepenuhnya mengetahui detailnya sehingga broker-dealer tidak bertanggung jawab, dan perusahaan yang mempertimbangkan untuk mengakuisisi perusahaan lain.

Pada dasarnya, melakukan due diligence berarti Anda telah mengumpulkan fakta-fakta yang diperlukan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan terinformasi.


## FAQ

**Apa itu due diligence?**
Due diligence adalah proses riset dan evaluasi mendalam yang dilakukan untuk memverifikasi informasi dan menilai potensi risiko sebelum melakukan transaksi, perjanjian, atau keputusan penting.

**Siapa yang melakukan due diligence?**
Due diligence dilakukan oleh analis riset ekuitas, manajer dana, broker-dealer, investor individu, dan perusahaan yang mempertimbangkan untuk mengakuisisi perusahaan lain.

**Apa tujuan utama dari due diligence?**
Tujuan utama due diligence adalah untuk mengurangi eksposur risiko dan memastikan bahwa suatu pihak menyadari semua detail transaksi sebelum mereka menyetujuinya.

**Apa perbedaan antara hard due diligence dan soft due diligence?**
Hard due diligence berfokus pada aspek kuantitatif dan finansial seperti EBITDA, arus kas, dan aset, sementara soft due diligence berfokus pada aspek kualitatif seperti budaya perusahaan, manajemen, dan motivasi karyawan.

**Bagaimana cara melakukan due diligence untuk investasi saham?**
Untuk investasi saham, due diligence melibatkan analisis kapitalisasi perusahaan, tren pendapatan dan laba, pesaing, rasio valuasi, manajemen, neraca keuangan, riwayat harga saham, potensi dilusi saham, ekspektasi pasar, serta risiko jangka panjang dan pendek.