# 5 Kelipatan Trading Teratas untuk Valuasi Perusahaan Minyak dan Gas

*English: Top 5 Trading Multiples for Oil and Gas Company Valuation*

> Pelajari 5 kelipatan trading utama untuk valuasi perusahaan minyak dan gas: EV/EBITDA, EV/BOE/D, EV/2P, Price/Cash Flow, dan EV/DACF.

**Definisi:** Kelipatan trading adalah rasio keuangan yang digunakan untuk membandingkan nilai pasar suatu perusahaan dengan metrik keuangannya untuk menentukan apakah sahamnya dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/e/common_multiples_used_in_oil_and_gas_valuation

---

## 5 Kelipatan Trading Teratas untuk Valuasi Perusahaan Minyak dan Gas

Analis industri minyak dan gas sering menggunakan lima kelipatan trading utama untuk menilai perusahaan dan mengevaluasi peluang investasi. Kelipatan tersebut adalah EV/EBITDA, EV/BOE/D, EV/2P, Price/Cash Flow Per Share, dan EV/DACF. Kelipatan ini memberikan wawasan tentang kinerja keuangan dan efisiensi perusahaan relatif terhadap rekan-rekannya. Analis mengandalkan ukuran-ukuran ini untuk membandingkan perusahaan dalam sektor ini, membantu investor membuat keputusan yang tepat tentang alokasi modal.

### Poin-poin Penting

## Memahami EV/EBITDA dalam Valuasi Minyak dan Gas

Kelipatan pertama yang akan kita bahas adalah EV/EBITDA—nilai perusahaan dibandingkan dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Kelipatan ini juga disebut sebagai kelipatan perusahaan.

Rasio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan mungkin dinilai terlalu rendah. Ini berguna untuk perbandingan lintas negara karena mengabaikan efek distorsi pajak yang berbeda untuk setiap negara. Semakin rendah kelipatannya, semakin baik, dan dalam membandingkan perusahaan dengan rekan-rekannya, perusahaan tersebut dapat dianggap dinilai terlalu rendah jika kelipatannya rendah.

Rasio EV/EBITDA membandingkan bisnis minyak dan gas—bebas utang—dengan EBITDA. Ini adalah metrik penting karena perusahaan minyak dan gas biasanya memiliki banyak utang dan EV mencakup biaya pelunasannya. EBITDA mengukur laba sebelum bunga. Ini digunakan untuk menentukan nilai perusahaan minyak dan gas. EV/EBITDA sering digunakan untuk menemukan kandidat akuisisi, yang umum terjadi di sektor minyak dan gas.

Biaya eksplorasi biasanya ditemukan dalam laporan keuangan sebagai biaya eksplorasi, pengabaian, dan lubang kering. Biaya non-kas lain yang harus ditambahkan kembali adalah penurunan nilai, akresi kewajiban pensiun aset, dan pajak tangguhan.

### Keunggulan EV/EBITDA

Salah satu keunggulan utama rasio EV/EBITDA dibandingkan rasio harga-pendapatan (P/E) dan rasio harga-terhadap-arus kas (P/CF) yang lebih dikenal adalah bahwa rasio ini tidak terpengaruh oleh struktur modal perusahaan. Jika perusahaan menerbitkan lebih banyak saham, itu akan mengurangi laba per saham (EPS), sehingga meningkatkan rasio P/E dan membuat perusahaan terlihat lebih mahal. Tetapi rasio EV/EBITDA-nya tidak akan berubah. Jika perusahaan sangat berleverage, rasio P/CF akan rendah, sementara rasio EV/EBITDA akan membuat perusahaan terlihat rata-rata atau kaya.

## Menggunakan EV/BOE/D untuk Mengukur Nilai Produksi Minyak

Ini adalah nilai perusahaan dibandingkan dengan produksi harian. Juga disebut sebagai harga per barel mengalir, ini adalah metrik kunci yang digunakan oleh banyak analis minyak dan gas. Ukuran ini mengambil nilai perusahaan (kapitalisasi pasar + utang – kas) dan membaginya dengan barel setara minyak per hari, atau BOE/D.

Semua perusahaan minyak dan gas melaporkan produksi dalam BOE. Jika kelipatannya tinggi dibandingkan dengan rekan-rekan perusahaan, perusahaan tersebut diperdagangkan dengan premi. Jika kelipatannya rendah di antara rekan-rekannya, perusahaan tersebut diperdagangkan dengan diskon.

Meskipun metrik ini berguna, metrik ini tidak memperhitungkan potensi produksi dari ladang yang belum dikembangkan. Investor juga harus menentukan biaya pengembangan ladang baru untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang kesehatan keuangan perusahaan minyak.

## Peran EV/2P dalam Menilai Cadangan Minyak

Ini adalah nilai perusahaan dibandingkan dengan cadangan terbukti dan kemungkinan (2P). Ini adalah metrik yang mudah dihitung yang tidak memerlukan perkiraan atau asumsi. Ini membantu analis memahami seberapa baik sumber dayanya akan mendukung operasi perusahaan.

Cadangan dapat berupa cadangan terbukti, kemungkinan, atau mungkin. Cadangan terbukti biasanya dikenal sebagai 1P. Banyak analis menyebutnya sebagai P90, atau memiliki probabilitas 90% untuk diproduksi. Cadangan kemungkinan disebut sebagai P50 atau memiliki kepastian 50% untuk diproduksi. Ketika digunakan bersama-sama, mereka disebut sebagai 2P.

Rasio EV/2P tidak boleh digunakan secara terpisah, karena cadangan tidak semuanya sama. Namun, rasio ini masih bisa menjadi metrik penting jika sedikit yang diketahui tentang arus kas perusahaan. Ketika kelipatan ini tinggi, perusahaan akan diperdagangkan dengan premi untuk jumlah minyak tertentu di perut bumi. Nilai yang rendah akan menunjukkan perusahaan yang berpotensi dinilai terlalu rendah.

### Penting

Karena cadangan tidak semuanya sama, kelipatan EV/2P seharusnya tidak digunakan sendiri untuk menilai perusahaan.

EV/3P juga dapat digunakan. Yaitu cadangan terbukti, kemungkinan, dan mungkin bersama-sama. Namun, karena cadangan yang mungkin hanya memiliki peluang 10% untuk diproduksi, ini tidak umum.

## Mengevaluasi Perusahaan dengan Metrik Price/Cash Flow

Analis minyak dan gas sering menggunakan harga dibandingkan dengan arus kas per saham atau P/CF sebagai kelipatan. Arus kas lebih sulit dimanipulasi daripada nilai buku dan rasio P/E.

Perhitungannya sederhana. Ambil harga saham perusahaan yang diperdagangkan dan bagi dengan arus kas per saham. Untuk membatasi efek volatilitas, harga rata-rata 30 hari atau 60 hari dapat digunakan.

Arus kas, dalam kasus ini, adalah arus kas operasi. Angka tersebut tidak mencerminkan biaya eksplorasi, tetapi mencakup biaya non-kas, depresiasi, amortisasi, pajak tangguhan, dan penipisan.

Metode ini memungkinkan perbandingan yang lebih baik di seluruh sektor. Untuk hasil yang paling akurat, jumlah saham dalam menghitung arus kas per saham harus menggunakan jumlah saham terdilusi penuh. Salah satu kerugian dari metode ini adalah dapat menyesatkan jika terjadi leverage keuangan di atas rata-rata atau di bawah rata-rata.

## Menilai Arus Kas dengan EV/DACF di Sektor Energi

Ini adalah EV/DACF—nilai perusahaan dibandingkan dengan arus kas yang disesuaikan utang. Struktur modal perusahaan minyak dan gas bisa sangat berbeda. Perusahaan dengan tingkat utang yang lebih tinggi akan menunjukkan rasio P/CF yang lebih baik, itulah sebabnya banyak analis lebih memilih kelipatan EV/DACF.

Kelipatan ini mengambil nilai perusahaan dan membaginya dengan jumlah arus kas dari aktivitas operasi dan semua biaya keuangan termasuk beban bunga, pajak penghasilan saat ini, dan saham preferen.

## Kesimpulan

EV/EBITDA, EV/BOE/D, EV/2P, Price/Cash Flow Per Share, dan EV/DACF memungkinkan investor untuk membandingkan kesehatan keuangan, efisiensi, dan potensi pertumbuhan di berbagai perusahaan, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peluang investasi. Setiap kelipatan memiliki kekuatan dan keterbatasannya sendiri, sehingga paling efektif bila digunakan bersama-sama sebagai bagian dari analisis yang lebih luas. Dengan mempertimbangkan rasio-rasio ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat di sektor energi.


## FAQ

**Apa saja 5 kelipatan trading utama yang digunakan untuk valuasi perusahaan minyak dan gas?**
Lima kelipatan trading utama adalah EV/EBITDA, EV/BOE/D, EV/2P, Price/Cash Flow Per Share, dan EV/DACF.

**Mengapa EV/EBITDA berguna untuk perbandingan internasional?**
EV/EBITDA berguna untuk perbandingan internasional karena mengabaikan efek distorsi pajak yang berbeda untuk setiap negara.

**Apa yang diukur oleh EV/BOE/D?**
EV/BOE/D mengukur nilai perusahaan dibandingkan dengan produksi harian dalam barel setara minyak per hari (BOE/D).

**Apakah EV/2P dapat digunakan sendiri untuk menilai perusahaan?**
Tidak, EV/2P tidak boleh digunakan sendiri untuk menilai perusahaan karena cadangan tidak semuanya sama.

**Mengapa analis lebih memilih EV/DACF daripada P/CF?**
Analis lebih memilih EV/DACF karena struktur modal perusahaan minyak dan gas bisa sangat berbeda, dan perusahaan dengan tingkat utang yang lebih tinggi akan menunjukkan rasio P/CF yang lebih baik.