# Manajemen Risiko Perusahaan (ERM): Manfaat dan Implementasi

*English: What Is Enterprise Risk Management (ERM) and Its Benefits?*

> Pelajari Manajemen Risiko Perusahaan (ERM) - pendekatan holistik untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko di seluruh organisasi. Temukan manfaatnya.

**Definisi:** Manajemen Risiko Perusahaan (ERM) adalah pendekatan terpadu untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko di seluruh organisasi guna mencapai tujuan strategisnya.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/e/enterprise_risk_management

---

## Apa Itu Manajemen Risiko Perusahaan (ERM)?

Manajemen Risiko Perusahaan (ERM) mengidentifikasi, mengelola, dan menilai risiko di seluruh bisnis, bukan menanganinya secara terpisah. Berbeda dengan manajemen risiko tradisional yang cenderung berfokus pada ancaman spesifik, ERM bersifat menyeluruh, menyelaraskan pengawasan risiko dengan operasi, kepatuhan, dan tujuan jangka panjang. Kerangka kerja seperti COSO membentuk praktik ERM dengan menyusun komponen untuk mengevaluasi dan menanggapi ketidakpastian. ERM juga dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menandakan stabilitas organisasi yang lebih besar.

## Tinjauan Mendalam tentang Manajemen Risiko Perusahaan

Manajemen Risiko Perusahaan mengambil pendekatan holistik dan memerlukan pengambilan keputusan di tingkat manajemen yang mungkin tidak selalu masuk akal untuk unit bisnis atau segmen individu. Dengan demikian, alih-alih setiap unit bisnis bertanggung jawab atas manajemen risikonya sendiri, pengawasan seluruh perusahaan menjadi prioritas.

Ini juga sering melibatkan penyediaan rencana aksi risiko kepada semua pemangku kepentingan sebagai bagian dari laporan tahunan. Berbagai industri seperti penerbangan, konstruksi, kesehatan masyarakat, pembangunan internasional, energi, keuangan, dan asuransi semuanya telah beralih untuk memanfaatkan ERM.

Oleh karena itu, ERM dapat berfungsi untuk meminimalkan risiko seluruh perusahaan serta mengidentifikasi peluang unik di seluruh perusahaan. Komunikasi dan koordinasi antar unit bisnis yang berbeda adalah kunci keberhasilan ERM, karena keputusan risiko yang datang dari manajemen puncak mungkin tampak bertentangan dengan penilaian lokal di lapangan. Perusahaan yang memanfaatkan ERM biasanya akan memiliki tim manajemen risiko perusahaan khusus yang mengawasi operasional perusahaan.

Meskipun praktik dan standar terbaik ERM masih berkembang, mereka telah diformalkan melalui COSO, sebuah kelompok industri yang memelihara dan memperbarui panduan semacam itu untuk perusahaan dan profesional ERM.

### Fakta Singkat

Perusahaan yang ramah ERM mungkin menarik bagi investor karena mereka menandakan investasi yang lebih stabil.

## Pendekatan Komprehensif terhadap Manajemen Risiko

Bisnis modern menghadapi beragam risiko dan potensi bahaya. Di masa lalu, perusahaan secara tradisional menangani eksposur risiko mereka melalui setiap divisi yang mengelola bisnisnya sendiri. Manajemen Risiko Perusahaan mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi semua risiko yang mereka hadapi. Ini juga membuat manajemen memutuskan risiko mana yang akan dikelola secara aktif. Berbeda dengan risiko yang terkotak-kotak di seluruh perusahaan, perusahaan melihat gambaran yang lebih besar saat menggunakan ERM.

ERM melihat setiap unit bisnis sebagai "portofolio" dalam perusahaan dan mencoba memahami bagaimana risiko terhadap unit bisnis individu berinteraksi dan tumpang tindih. Ini juga mampu mengidentifikasi faktor risiko potensial yang tidak terlihat oleh unit individu mana pun.

Perusahaan telah mengelola risiko selama bertahun-tahun. Manajemen risiko tradisional bergantung pada setiap unit bisnis yang mengevaluasi dan menangani risikonya sendiri, kemudian melaporkan kembali ke CEO di kemudian hari. Baru-baru ini, perusahaan mulai menyadari perlunya pendekatan yang lebih holistik.

Misalnya, Chief Risk Officer (CRO) adalah posisi eksekutif perusahaan yang diperlukan dari sudut pandang ERM. CRO bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi risiko internal dan eksternal yang memengaruhi seluruh perusahaan.

CRO juga bekerja untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi peraturan pemerintah, seperti Sarbanes-Oxley (SOX), dan meninjau faktor-faktor yang dapat merusak investasi atau unit bisnis perusahaan. Mandat CRO akan ditentukan bersama dengan manajemen puncak lainnya, bersama dengan dewan direksi dan pemangku kepentingan lainnya.

### Fakta Singkat

Indikasi yang baik bahwa sebuah perusahaan bekerja pada ERM yang efektif adalah keberadaan Chief Risk Officer (CRO) atau manajer khusus yang mengoordinasikan upaya ERM.

## Komponen Inti ERM

Kerangka kerja Manajemen Risiko Perusahaan COSO mengidentifikasi lima komponen inti yang mendefinisikan bagaimana sebuah perusahaan harus mendekati penciptaan praktik ERM-nya.

### Tata Kelola dan Budaya ERM

Tata kelola menetapkan nada perusahaan, memperkuat pentingnya ERM, dan menetapkan tanggung jawab pengawasan untuk itu. Budaya berkaitan dengan nilai-nilai etika perusahaan, perilaku yang diinginkan, dan pemahaman tentang risiko. Prinsip-prinsip tata kelola dan budaya meliputi pelaksanaan pengawasan risiko dewan; pembentukan struktur operasional; pendefinisian budaya perusahaan yang diinginkan; demonstrasi komitmen terhadap nilai-nilai inti; dan komitmen untuk membangun modal manusia (menarik, mengembangkan, dan mempertahankan individu yang cakap) yang selaras dengan strategi dan tujuan bisnis.

### Penetapan Strategi dan Tujuan ERM

ERM menetapkan dan menyelaraskan selera risiko perusahaan dengan strateginya, sementara tujuan bisnis perusahaan mewujudkan strategi tersebut dan berfungsi sebagai dasar untuk mengidentifikasi, menilai, dan menanggapi risiko. Saat perusahaan menentukan tujuannya, ia harus menetapkan tujuan yang mendukung misi dan tujuannya. Tujuan-tujuan ini kemudian harus diselaraskan dengan selera risikonya. Rencana strategis perusahaan dapat diselaraskan dengan apa yang ingin dicapainya, seperti mempekerjakan staf peraturan tambahan untuk area ekspansi yang tidak dikenalnya. Ini juga dapat mengevaluasi strategi alternatif.

### Mengevaluasi Kinerja ERM

Risiko dapat memengaruhi pencapaian strategi dan tujuan bisnis perusahaan, sehingga panduan ERM mengharuskan risiko tersebut diidentifikasi dan dinilai. Risiko diprioritaskan berdasarkan tingkat keparahannya sehubungan dengan selera risiko. Misalnya, peristiwa berisiko tinggi dapat menimbulkan risiko terhadap operasi (misalnya, bencana alam yang memaksa kantor tutup sementara) atau strategis (misalnya, peraturan pemerintah melarang lini produk utama perusahaan). Perusahaan kemudian mengidentifikasi dan memilih respons risiko dan mengambil pandangan portofolio atas jumlah risiko yang diasumsikan. Hasilnya dilaporkan kepada pemangku kepentingan utama.

### Proses Tinjauan dan Revisi ERM

Perusahaan dapat mempertimbangkan seberapa baik komponen ERM berfungsi dari waktu ke waktu dengan meninjau risiko dan kinerja. Perubahan substansial, jika ada yang perlu dilakukan, diidentifikasi dan dinilai; revisi yang diperlukan diidentifikasi; dan peningkatan ERM dikejar.

### Informasi, Komunikasi, dan Pelaporan ERM

ERM mengharuskan perusahaan untuk terus memperoleh dan berbagi informasi yang diperlukan dari sumber internal dan eksternal. Sistem teknologi informasi (TI) harus dapat menangkap data yang berguna bagi manajemen untuk lebih memahami profil risiko dan manajemen risiko perusahaan. Ini berarti tidak memberikan pengecualian untuk departemen yang berkinerja lebih baik dari yang lain; semua aspek perusahaan harus terus dipantau. Dengan perluasan, beberapa data ini harus dianalisis dan dikomunikasikan kepada karyawan jika relevan untuk mengurangi risiko. Dengan berkomunikasi dengan karyawan, kemungkinan akan ada penerimaan yang lebih besar terhadap proses dan perlindungan aset perusahaan.

### Penting

Dewan Committee of Sponsoring Organizations (COSO) awalnya menerbitkan kerangka kerja ERM pada tahun 2004, kemudian versi yang diperbarui diterbitkan pada tahun 2017. Publikasi ini telah banyak digunakan sejak saat itu.

## Menerapkan Praktik Manajemen Risiko Perusahaan

Praktik ERM akan bervariasi berdasarkan ukuran perusahaan, preferensi risiko, dan tujuan bisnis. Di bawah ini adalah praktik terbaik yang dapat digunakan sebagian besar perusahaan untuk menerapkan strategi ERM.

### Tip

Saat perusahaan menerapkan praktik ERM, sangat disarankan untuk terus mengumpulkan umpan balik dari semua karyawan. Setiap orang akan memiliki perspektif yang berbeda tentang apa yang mungkin tidak berfungsi atau apa yang dapat dilakukan dengan lebih baik.

## Pro dan Kontra Manajemen Risiko Perusahaan

### Pro

ERM menetapkan ekspektasi di seluruh organisasi seputar budaya perusahaan. Ini termasuk berkomunikasi lebih terbuka tentang risiko yang dihadapi perusahaan dan cara menguranginya. Hal ini menghasilkan lebih sedikit risiko tak terduga dan lebih banyak arahan terpandu tentang cara menanggapi peristiwa tertentu.

Selain itu, hal ini dapat menghasilkan kepuasan karyawan yang lebih besar karena mengetahui ada rencana yang ada untuk melindungi sumber daya perusahaan, serta layanan pelanggan yang lebih baik karena mengetahui cara menanggapi pelanggan jika risiko tertentu benar-benar terjadi.

Praktik ERM sering disintesis oleh laporan risiko standar yang disampaikan kepada manajemen puncak. Laporan ini secara ringkas merangkum risiko yang dihadapi perusahaan, tindakan yang diambil, dan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Akibatnya, perusahaan mungkin lebih efisien dalam waktunya, terutama mengingat apa yang disampaikan kepada manajemen puncak.

ERM juga dapat berdampak positif di seluruh perusahaan pada sumber daya bisnis. ERM dapat menghilangkan proses yang berlebihan, memastikan penggunaan staf yang efisien, mengurangi pencurian, atau meningkatkan profitabilitas dengan lebih baik memahami pasar mana yang akan dimasuki.

### Kontra

Saat perusahaan membangun praktik ERM-nya, kemungkinan akan mempertimbangkan risiko yang sudah dikenal yang telah dihadapi di masa lalu. Oleh karena itu, ERM terbatas dalam mengidentifikasi risiko di masa depan yang tidak disadari oleh organisasi yang mungkin memiliki dampak yang lebih merusak. Dengan cara ini, beberapa orang mungkin menganggap ERM sebagai reaktif, karena perusahaan hanya dapat memperkirakan risiko berdasarkan pengalaman sebelumnya.

ERM juga sangat bergantung pada perkiraan dan masukan manajemen. Ini mungkin hampir mustahil untuk diprediksi secara akurat. Misalnya, dalam kemungkinan yang sangat kecil bahwa sebuah perusahaan memperkirakan terjadinya pandemi COVID-19, apakah perusahaan dapat secara akurat menghitung dampak fiskal dari penutupan bisnis atau perubahan pengeluaran konsumen? Biaya mitigasi ERM juga bisa sulit dinilai.

Praktik ERM memakan waktu dan oleh karena itu memerlukan sumber daya perusahaan agar berhasil. Meskipun perusahaan akan mendapat manfaat dari perlindungan asetnya, perusahaan harus mengalihkan waktu stafnya dan mungkin melakukan investasi modal untuk menerapkan strategi ERM. Selain itu, perusahaan mungkin kesulitan mengukur keberhasilan ERM, karena risiko keuangan yang tidak terjadi harus diproyeksikan.

### Praktik ERM

Dapat membuat perusahaan lebih siap menghadapi risiko dan ketidakpastian
Dapat membuat karyawan lebih puas dengan keadaan masa depan perusahaan
Dapat menghasilkan layanan pelanggan yang lebih baik, karena perusahaan siap menghadapi situasi tertentu
Dapat menghasilkan pelaporan yang efisien kepada manajemen puncak yang meningkatkan pengambilan keputusan
Dapat mengarah pada operasi seluruh perusahaan yang lebih efisien
Mungkin tidak secara akurat mengidentifikasi risiko yang kemungkinan akan dialami perusahaan
Mungkin tidak secara akurat menilai dampak keuangan atau kemungkinan suatu hasil
Seringkali membutuhkan investasi waktu dari perusahaan agar berhasil
Seringkali membutuhkan investasi modal dari perusahaan agar berhasil

## Jenis Risiko yang Ditangani oleh ERM

ERM dapat membantu menyusun rencana untuk hampir semua jenis risiko bisnis. Risiko bisnis mengancam kemampuan perusahaan untuk bertahan hidup, dan risiko ini dapat diklasifikasikan lebih lanjut ke dalam berbagai risiko yang dibahas di bawah ini. Secara umum, ERM paling umum menangani jenis risiko berikut:

## Organisasi yang Paling Cocok untuk ERM

ERM sangat cocok untuk perusahaan besar yang beroperasi di lingkungan yang kompleks dan beragam. Perusahaan-perusahaan ini sering menghadapi banyak risiko di berbagai unit bisnis, wilayah, dan fungsi. ERM membantu perusahaan besar untuk secara sistematis mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko baik di tingkat operasional maupun strategis.

ERM juga dapat sangat berguna dalam industri tertentu. Misalnya, ERM sangat baik untuk lembaga keuangan seperti bank, perusahaan asuransi, dan perusahaan investasi. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi di pasar yang sangat teregulasi dan fluktuatif. Lembaga-lembaga ini menghadapi begitu banyak risiko yang dibahas di atas. Dengan mengintegrasikan ERM ke dalam operasi mereka, lembaga keuangan dapat memperkuat praktik manajemen risiko, mengoptimalkan alokasi modal, dan meningkatkan ketahanan mereka terhadap penurunan ekonomi.

Terakhir, perlu disebutkan perusahaan multinasional dan perusahaan global sebagai entitas yang ideal. Perusahaan-perusahaan ini mendapat manfaat dari ERM karena operasi mereka yang luas di berbagai negara dan yurisdiksi. Perusahaan-perusahaan ini menghadapi berbagai risiko terkait ketidakstabilan geopolitik, fluktuasi mata uang, gangguan rantai pasokan, dan kepatuhan terhadap peraturan di berbagai wilayah. Dengan menerapkan kerangka kerja ERM, perusahaan global dapat melacak dan mengelola risiko-risiko ini dengan lebih baik, terutama jika entitas mereka memiliki risiko yang lebih tinggi di area, departemen, atau unit bisnis tertentu.

## ERM vs. Perencanaan Sumber Daya Perusahaan

ERM terutama berkaitan dengan identifikasi, penilaian, pengelolaan, dan mitigasi risiko di seluruh organisasi. Di sisi lain, alat perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) berfokus pada integrasi dan optimalisasi proses bisnis inti. Tujuan utama sistem ERP adalah untuk menyederhanakan operasi di seluruh keuangan, manufaktur, penjualan, dan pemasaran (di antara lainnya). ERM menangani risiko di berbagai fungsi dan departemen dalam organisasi. Sistem ERP umumnya lebih spesifik dalam cakupannya. Mereka cenderung berfokus pada efisiensi operasional yang lebih rinci daripada risiko gambaran besar yang komprehensif.

Menerapkan alat ERM memerlukan kolaborasi di antara pemangku kepentingan utama seperti manajer risiko, petugas kepatuhan, eksekutif, dan anggota dewan. Pemangku kepentingan ini bekerja sama untuk menetapkan kerangka kerja manajemen risiko. Implementasi ERP mungkin lebih diarahkan pada kolaborasi antara tim TI, kepala departemen, dan pengguna akhir. Selain memainkan peran penting dalam operasi, komponen utama sistem ERP adalah permainan data yang berpotensi langsung dan saling terhubung. Untuk alasan ini, berbeda dengan alat ERM, sistem ERP mungkin memiliki tuntutan yang lebih teknis.

Terakhir, strategi manajemen risiko dalam ERM dirancang untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang, melindungi aset organisasi, dan meminimalkan potensi gangguan. Sistem ERP selaras dengan tujuan strategis organisasi dengan meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan memberikan wawasan waktu nyata tentang peluang operasi bisnis. Dalam arti tertentu, ERM dan sistem ERP dapat saling meniadakan. Misalnya, sistem ERP dapat menandakan peluang pertumbuhan dan efisiensi untuk berekspansi di pasar baru tertentu; ERM dapat menandakan bahwa pasar baru terlalu berisiko untuk dipertimbangkan.

## ERM vs. Manajemen Hubungan Pelanggan

Sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM) berpusat pada pengelolaan interaksi dengan pelanggan dan prospek. Ini memanfaatkan teknologi dan proses untuk mengorganisir, mengotomatiskan, dan menyinkronkan aktivitas penjualan, pemasaran, layanan pelanggan, dan dukungan. Tujuan utama CRM adalah untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan, menyederhanakan proses bisnis, dan meningkatkan profitabilitas dengan memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif.

Seperti ERM, sistem CRM mengkonsolidasikan data. Namun, sifat datanya sangat berbeda. Sementara ERM melacak dan memantau risiko, CRM paling peduli tentang data pelanggan, interaksi, dan wawasan yang memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pelanggan. Implementasi CRM sangat penting untuk tim penjualan, departemen pemasaran, perwakilan layanan pelanggan, dan eksekutif yang mengandalkan data pelanggan untuk mendorong pertumbuhan penjualan dan meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan. Alternatifnya, ERM lebih berguna untuk tim operasional seperti risiko, asuransi, operasi, atau keuangan.

ERM berfokus pada manajemen risiko yang komprehensif di semua aspek organisasi. Ini cenderung melihat ke dalam, meskipun juga dapat memasukkan kekuatan pasar eksternal. CRM, sebaliknya, jauh lebih berorientasi ke luar. Meskipun akan mempertimbangkan proses dan sumber daya saat ini dalam perusahaan, CRM ada untuk memantau apa yang terjadi di luar perusahaan dengan sumber daya perusahaan yang bisa dibilang paling penting (yaitu, pelanggannya).

## Contoh Manajemen Risiko Perusahaan

ExxonMobil (XOM) adalah contoh yang kuat tentang bagaimana ERM diterapkan dalam perusahaan multinasional besar yang beroperasi di industri minyak dan gas. ERM di ExxonMobil adalah pendekatan terstruktur yang mencakup semua tingkatan organisasi, bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan mengurangi risiko yang dapat memengaruhi operasi bisnis dan kinerja keseluruhannya. Informasi tentang strategi ERM ExxonMobil ada di situs web perusahaan.

Kerangka kerja ExxonMobil mengintegrasikan lima elemen inti: pengorganisasian dan agregasi risiko, praktik identifikasi risiko yang ketat, metode prioritisasi, sistem dan proses untuk manajemen risiko, dan tata kelola risiko yang komprehensif. Pendekatan berlapis ini mencakup peran dan tanggung jawab yang ditentukan untuk pemilik risiko, pakar fungsional, dan verifikator independen. Tujuannya adalah agar setiap jenis risiko dikelola secara aktif dan selaras dengan persyaratan dan proses perusahaan.

Sebelum memulai pengembangan baru, perusahaan menggunakan data canggih dan pemodelan komputer untuk menilai potensi risiko lingkungan, sosial ekonomi, dan kesehatan yang terkait dengan konstruksi dan operasi. Melibatkan masyarakat melalui pertemuan publik dan berkolaborasi dengan regulator memastikan komunikasi yang transparan dan kepatuhan terhadap standar peraturan, yang keduanya dapat meminimalkan risiko di masa depan.

Proses ketat yang dipandu oleh ERM terintegrasi ini juga memungkinkan ExxonMobil untuk menerapkan langkah-langkah yang disesuaikan untuk mencegah, meminimalkan, atau mengurangi dampak lingkungan. Berbagai jenis risiko ini dapat berkisar dari perubahan pola cuaca hingga kenaikan permukaan laut, aktivitas seismik, atau kondisi geologis. Penilaian lingkungan ExxonMobil dengan ERM-nya dilakukan untuk fasilitas lepas pantai dan darat untuk menerapkan tindakan perlindungan secara efektif dan menjaga keselamatan operasional.

## Apa Itu ERM?

ERM adalah pendekatan perusahaan untuk mengelola risiko. Ini adalah praktik, kebijakan, dan kerangka kerja tentang bagaimana perusahaan menangani berbagai risiko yang dihadapi bisnisnya.

## Mengapa ERM Penting?

ERM penting karena membantu mencegah kerugian atau hasil negatif yang tidak terduga. ERM juga penting karena membantu perusahaan menetapkan rencana untuk mendekati risiko secara strategis dan mendapatkan dukungan karyawan.

## Apa 3 Jenis Risiko Perusahaan?

ERM sering merangkum risiko yang dihadapi perusahaan menjadi risiko operasional, strategis, dan keuangan. Risiko operasional memengaruhi operasi sehari-hari. Risiko strategis memengaruhi rencana jangka panjang. Risiko keuangan memengaruhi status dan kesehatan keuangan umum perusahaan.

## Apa 5 Komponen ERM?

Kerangka kerja COSO untuk ERM mengidentifikasi lima komponen: tata kelola dan budaya; penetapan strategi dan tujuan; kinerja; tinjauan dan revisi; serta informasi, komunikasi, dan pelaporan. Kelima komponen inti ini mendorong praktik ERM perusahaan.

## Apa Perbedaan Antara Manajemen Risiko dan Manajemen Risiko Perusahaan?

Manajemen risiko secara tradisional digunakan untuk menggambarkan praktik dan kebijakan seputar risiko spesifik yang dihadapi perusahaan. Manajemen risiko yang lebih modern telah memperkenalkan ERM, pendekatan komprehensif di seluruh perusahaan untuk melihat risiko secara holistik untuk seluruh perusahaan.

## Kesimpulan

Saat perusahaan membuat, menjual, dan mengirimkan barang kepada pelanggan, perusahaan menghadapi risiko yang tak terhitung jumlahnya dari berbagai sumber. Untuk merencanakan risiko-risiko ini dengan lebih baik, perusahaan beralih ke manajemen risiko perusahaan (ERM), pendekatan top-down di seluruh perusahaan untuk menilai risiko dan menyusun rencana. Tujuan akhir ERM adalah untuk melindungi aset dan operasi perusahaan sambil memiliki strategi yang ada jika terjadi peristiwa yang tidak menguntungkan.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara Manajemen Risiko Tradisional dan ERM?**
Manajemen risiko tradisional berfokus pada ancaman spesifik secara terpisah, sedangkan ERM adalah pendekatan menyeluruh yang mengidentifikasi, mengelola, dan menilai risiko di seluruh organisasi secara terpadu.

**Siapa yang bertanggung jawab atas ERM dalam sebuah perusahaan?**
ERM biasanya diawasi oleh tim manajemen risiko perusahaan khusus, dan seringkali melibatkan posisi Chief Risk Officer (CRO) yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi risiko di seluruh perusahaan.

**Apa saja lima komponen inti dari kerangka kerja ERM COSO?**
Lima komponen inti ERM COSO adalah: tata kelola dan budaya, penetapan strategi dan tujuan, evaluasi kinerja, proses tinjauan dan revisi, serta informasi, komunikasi, dan pelaporan.

**Mengapa perusahaan besar dan multinasional sangat cocok untuk ERM?**
Perusahaan besar dan multinasional beroperasi di lingkungan yang kompleks dan beragam, menghadapi banyak risiko di berbagai unit bisnis, wilayah, dan fungsi. ERM membantu mereka secara sistematis mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko-risiko ini di tingkat operasional dan strategis.

**Apa manfaat utama dari menerapkan ERM bagi sebuah perusahaan?**
Manfaat utama ERM meliputi minimisasi risiko perusahaan, identifikasi peluang unik, peningkatan kepercayaan investor, stabilitas organisasi yang lebih besar, komunikasi risiko yang lebih terbuka, dan respons yang lebih terpandu terhadap peristiwa tak terduga.