# Nilai Perusahaan terhadap Penjualan (EV/Sales)

*English: What Is Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)? How to Calculate*

> Pelajari rasio Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales) untuk menilai valuasi perusahaan. Hitung dan interpretasikan metrik penting ini.

**Definisi:** Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales) adalah rasio yang membandingkan nilai perusahaan (EV) dengan total penjualan tahunannya untuk menilai apakah saham perusahaan dinilai terlalu tinggi atau rendah.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/e/enterprisevaluesales

---

## Apa Itu Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)?

Enterprise value-to-sales (EV/sales) adalah rasio yang membandingkan nilai perusahaan (EV) suatu perusahaan dengan penjualan tahunannya. Artinya, rasio ini membandingkan potensi harga akuisisi perusahaan dengan total penjualannya selama setahun.

Kelipatan EV/sales memberikan investor salah satu cara untuk menentukan apakah saham perusahaan dinilai terlalu tinggi atau rendah. Kelipatan yang lebih rendah menunjukkan bahwa saham perusahaan mungkin lebih murah daripada yang seharusnya berdasarkan kinerja keuangannya.

## Rumus Enterprise Value-to-Sales

EV/Sales = MC + D − CC / Penjualan Tahunan

di mana:
MC = Market capitalization
D = Debt
CC = Cash and cash equivalents

## Cara Menghitung Enterprise Value-to-Sales

Enterprise value-to-sales dihitung dengan:

Versi nilai perusahaan yang sedikit lebih rumit dengan beberapa variabel tambahan terkadang digunakan. Rumus EV yang lebih kompleks adalah:

EV = MC + D + PS + MI − CC

di mana:
PS = Preferred shares
MI = Minority interest

## Apa yang Diberitahukan Enterprise Value-to-Sales?

Enterprise value-to-sales adalah perluasan dari valuasi price-to-sales (P/S), di mana P/S menggunakan market capitalization, bukan enterprise value. EV/Sales dianggap lebih akurat daripada P/S, sebagian karena market capitalization saja tidak memperhitungkan utang perusahaan saat menilai perusahaan, sedangkan enterprise value melakukannya.

Kelipatan EV-to-sales biasanya ditemukan antara 1x dan 3x. Umumnya, kelipatan EV/sales yang lebih rendah akan menunjukkan bahwa perusahaan mungkin lebih menarik atau dinilai terlalu rendah di pasar. Ukuran EV/sales juga bisa negatif ketika saldo kas perusahaan lebih besar dari struktur market capitalization dan utangnya, menandakan bahwa perusahaan pada dasarnya dapat dibeli dengan kasnya sendiri.

Namun, ukuran EV-to-sales bisa sedikit menipu karena kelipatan yang lebih tinggi tidak selalu merupakan sinyal penilaian yang berlebihan. EV-to-sales yang tinggi bisa menjadi pertanda positif bahwa investor percaya penjualan di masa depan akan meningkat pesat. Sebaliknya, EV-to-sales yang lebih rendah dapat menandakan bahwa prospek penjualan di masa depan tidak terlalu menarik.

Untuk memaksimalkan metrik ini, bandingkan EV-to-sales dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, dan lihat lebih dalam perusahaan yang Anda analisis.

## Contoh Cara Menggunakan Enterprise Value-to-Sales

Asumsikan sebuah perusahaan melaporkan penjualan selama setahun sebesar $70 juta. Perusahaan memiliki kewajiban jangka pendek sebesar $10 juta dan kewajiban jangka panjang sebesar $25 juta. Perusahaan memiliki aset senilai $90 juta, dengan 20% di antaranya dalam bentuk kas. Terakhir, perusahaan memiliki 5 juta saham biasa yang beredar dan harga saham saat ini adalah $25 per saham. Menggunakan skenario ini, nilai perusahaan adalah:

EV = Market Cap (5 Juta Saham × $25 Harga Saham) + Total Utang ($10 Juta + $25 Juta) − Kas ($90 Juta × 20%)
= $125 Juta + $35 Juta − $18 Juta
= $142 Juta

Selanjutnya, untuk menemukan EV-to-sales, cukup bagi nilai perusahaan yang dihitung dengan penjualan. Dalam contoh ini, EV-to-sales adalah:

EV/Sales = $142 Juta / $70 Juta = 2.03

Mengambil rasio EV/sales selangkah lebih maju, pertimbangkan Coca-Cola. Perusahaan memiliki market cap sebesar $237 miliar per 31 Desember 2019.

## Enterprise Value-to-Sales vs. Price-to-Sales

Rasio EV-to-sales memperhitungkan utang dan kas yang dimiliki perusahaan. Sementara itu, rasio price-to-sales tidak. Rasio price-to-sales lebih cepat dihitung, hanya menggunakan market cap perusahaan sebagai pembilang. Namun, pemegang utang memiliki klaim atas penjualan dan secara teoritis harus dimasukkan dalam valuasi.

## Keterbatasan Menggunakan Enterprise Value-to-Sales

Rasio EV/sales memerlukan perhitungan nilai perusahaan, yang melibatkan sedikit lebih banyak penggalian ke dalam laporan keuangan. EV umumnya digunakan untuk menilai akuisisi, di mana pengakuisisi akan menanggung utang perusahaan, tetapi juga mendapatkan kasnya. Keterbatasan lain yang perlu diwaspadai adalah bahwa penjualan tidak memperhitungkan biaya atau pajak perusahaan.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara EV/Sales dan P/S?**
Perbedaan utama adalah EV/Sales memperhitungkan utang dan kas perusahaan, sementara P/S hanya menggunakan market capitalization.

**Apa arti kelipatan EV/Sales yang lebih rendah?**
Kelipatan EV/Sales yang lebih rendah umumnya menunjukkan bahwa saham perusahaan mungkin dinilai terlalu rendah dibandingkan dengan kinerja keuangannya.

**Apakah EV/Sales yang tinggi selalu berarti overvalued?**
Tidak selalu. EV/Sales yang tinggi bisa menjadi pertanda positif jika investor percaya penjualan di masa depan akan meningkat pesat.

**Bagaimana cara terbaik menggunakan rasio EV/Sales?**
Cara terbaik adalah membandingkan rasio EV/Sales dengan perusahaan lain dalam industri yang sama dan melakukan analisis mendalam terhadap perusahaan tersebut.

**Apa saja keterbatasan dari rasio EV/Sales?**
Keterbatasan utamanya adalah penjualan tidak memperhitungkan biaya atau pajak perusahaan, dan perhitungannya memerlukan penggalian lebih dalam ke laporan keuangan.