# Imbal Hasil Berlebih: Definisi, Risiko, dan Rumus

*English: Excess Returns: Meaning, Risk, and Formulas*

> Pelajari tentang imbal hasil berlebih (excess returns), bagaimana mengukurnya, dan hubungannya dengan risiko investasi serta metrik seperti alpha dan beta.

**Definisi:** Imbal hasil berlebih adalah keuntungan investasi yang melebihi tingkat pengembalian acuan yang ditetapkan, seperti tingkat bebas risiko atau indeks pasar.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/e/excessreturn

---

## Apa Itu Imbal Hasil Berlebih?

Imbal hasil berlebih adalah imbal hasil yang dicapai di atas imbal hasil perwakilan pasar saham. Imbal hasil ini bergantung pada perbandingan imbal hasil investasi yang ditetapkan untuk analisis. Beberapa perbandingan imbal hasil paling dasar meliputi tingkat bebas risiko dan tolok ukur dengan tingkat risiko yang mencerminkan investasi yang dianalisis.

Investopedia / Matthew Collins

## Memahami Imbal Hasil Berlebih

Imbal hasil berlebih adalah metrik penting yang membantu investor mengukur kinerja dibandingkan dengan alternatif investasi lain. Umumnya, semua investor mengharapkan imbal hasil berlebih positif karena memberikan investor lebih banyak uang daripada yang bisa mereka capai dengan berinvestasi di tempat lain.

Imbal hasil berlebih diidentifikasi dengan mengurangi imbal hasil satu investasi dari persentase total imbal hasil yang dicapai dalam investasi lain. Saat menghitung imbal hasil berlebih, beberapa ukuran imbal hasil dapat digunakan. Beberapa investor mungkin ingin melihat imbal hasil berlebih sebagai perbedaan dalam investasi mereka di atas tingkat bebas risiko.

Di lain waktu, imbal hasil berlebih dapat dihitung dibandingkan dengan tolok ukur yang sangat sebanding dengan karakteristik risiko dan imbal hasil yang serupa. Menggunakan tolok ukur yang sangat sebanding adalah perhitungan imbal hasil yang menghasilkan ukuran imbal hasil berlebih yang dikenal sebagai alpha.

Secara umum, perbandingan imbal hasil bisa positif atau negatif. Imbal hasil berlebih positif menunjukkan bahwa suatu investasi mengungguli perbandingannya, sementara perbedaan imbal hasil negatif terjadi ketika suatu investasi berkinerja buruk. Investor harus ingat bahwa perbandingan murni imbal hasil investasi dengan tolok ukur memberikan imbal hasil berlebih yang tidak selalu memperhitungkan semua potensi biaya perdagangan dari proksi yang sebanding.

Misalnya, menggunakan S&P 500 sebagai tolok ukur memberikan perhitungan imbal hasil berlebih yang biasanya tidak memperhitungkan biaya aktual yang diperlukan untuk berinvestasi di semua 500 saham dalam Indeks atau biaya manajemen untuk berinvestasi di dana kelolaan S&P 500.

## Imbal Hasil Berlebih vs. Tingkat Bebas Risiko

Investasi bebas risiko dan berisiko rendah sering digunakan oleh investor yang ingin mempertahankan modal untuk berbagai tujuan. U.S. Treasuries biasanya dianggap sebagai bentuk sekuritas bebas risiko paling dasar. Investor dapat membeli U.S. Treasuries dengan jatuh tempo satu bulan, dua bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, lima tahun, tujuh tahun, 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.

Setiap jatuh tempo akan memiliki imbal hasil yang diharapkan berbeda yang ditemukan di sepanjang kurva imbal hasil U.S. Treasury. Jenis investasi berisiko rendah lainnya termasuk sertifikat deposito, rekening pasar uang, dan obligasi daerah.

Investor dapat menentukan tingkat imbal hasil berlebih berdasarkan perbandingan dengan sekuritas bebas risiko. Misalnya, jika Treasury satu tahun telah menghasilkan 2,0% dan saham teknologi Meta (sebelumnya Facebook) telah menghasilkan 15%, maka imbal hasil berlebih yang dicapai untuk berinvestasi di Meta adalah 13%.

### Alpha

Seringkali, investor ingin melihat investasi yang lebih sebanding saat menentukan imbal hasil berlebih. Di sinilah alpha berperan. Alpha adalah hasil dari perhitungan yang lebih terfokus yang hanya mencakup tolok ukur dengan karakteristik risiko dan imbal hasil yang sebanding dengan suatu investasi. Alpha umumnya dihitung dalam manajemen dana investasi sebagai imbal hasil berlebih yang dicapai manajer dana di atas tolok ukur yang dinyatakan dari dana tersebut.

Analisis imbal hasil saham yang luas dapat melihat perhitungan alpha dibandingkan dengan S&P 500 atau indeks pasar luas lainnya seperti Russell 3000. Saat menganalisis sektor tertentu, investor akan menggunakan indeks tolok ukur yang mencakup saham di sektor tersebut. Nasdaq 100 misalnya dapat menjadi perbandingan alpha yang baik untuk teknologi berkapitalisasi besar.

Secara umum, manajer dana aktif berusaha menghasilkan alpha bagi klien mereka di atas tolok ukur yang dinyatakan dari dana tersebut. Manajer dana pasif akan berusaha mencocokkan kepemilikan dan imbal hasil dari suatu indeks.

Pertimbangkan reksa dana AS berkapitalisasi besar yang memiliki tingkat risiko yang sama dengan indeks S&P 500. Jika dana tersebut menghasilkan imbal hasil 12% dalam setahun ketika S&P 500 hanya naik 7%, selisih 5% akan dianggap sebagai alpha yang dihasilkan oleh manajer dana.

## Imbal Hasil Berlebih vs. Konsep Risiko

Seperti yang dibahas, investor memiliki kesempatan untuk mencapai imbal hasil berlebih di atas proksi yang sebanding. Namun, jumlah imbal hasil berlebih biasanya dikaitkan dengan risiko. Teori investasi telah menentukan bahwa semakin besar risiko yang bersedia diambil investor, semakin besar peluang mereka untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Dengan demikian, beberapa metrik pasar dapat membantu investor memahami apakah imbal hasil dan imbal hasil berlebih yang mereka capai sepadan.

### Beta

Beta adalah metrik risiko yang dikuantifikasi sebagai koefisien dalam analisis regresi yang memberikan korelasi investasi individu dengan pasar (biasanya S&P 500). Beta satu berarti bahwa investasi akan mengalami tingkat volatilitas imbal hasil yang sama dari pergerakan pasar sistematis seperti indeks pasar.

Beta di atas satu menunjukkan bahwa investasi akan memiliki volatilitas imbal hasil yang lebih tinggi dan oleh karena itu potensi keuntungan atau kerugian yang lebih tinggi. Beta di bawah satu berarti investasi akan memiliki volatilitas imbal hasil yang lebih rendah dan oleh karena itu pergerakan yang lebih sedikit dari efek pasar sistematis dengan potensi keuntungan yang lebih sedikit tetapi juga potensi kerugian yang lebih sedikit.

Beta adalah metrik penting yang digunakan saat menghasilkan grafik Efficient Frontier untuk mengembangkan Capital Allocation Line yang mendefinisikan portofolio optimal. Imbal hasil aset pada Efficient Frontier dihitung menggunakan Capital Asset Pricing Model berikut:

$R_a = R_{rf} + eta 	imes (R_m - R_{rf})$

dimana:
$R_a$ = Imbal hasil yang diharapkan pada sekuritas
$R_{rf}$ = Tingkat bebas risiko
$R_m$ = Imbal hasil yang diharapkan dari pasar
$eta$ = Beta sekuritas
$R_m - R_{rf}$ = Premi pasar ekuitas

Beta dapat menjadi indikator yang membantu bagi investor dalam memahami tingkat imbal hasil berlebih mereka. Sekuritas Treasury memiliki beta sekitar nol. Ini berarti bahwa perubahan pasar tidak akan memengaruhi imbal hasil Treasury, dan 2,0% yang diperoleh dari Treasury satu tahun dalam contoh di atas adalah bebas risiko.

Meta di sisi lain, memiliki beta sekitar 1,29 sehingga pergerakan pasar sistematis yang positif akan menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi untuk Meta daripada Indeks S&P 500 secara keseluruhan dan sebaliknya.

### Jensen's Alpha

Dalam manajemen aktif, alpha manajer dana dapat digunakan sebagai metrik untuk mengevaluasi kinerja manajer secara keseluruhan. Beberapa dana memberikan manajer mereka biaya kinerja yang menawarkan insentif tambahan bagi manajer dana untuk melampaui tolok ukur mereka. Dalam investasi, ada juga metrik yang dikenal sebagai Jensen's Alpha. Jensen's Alpha berusaha memberikan transparansi seputar seberapa banyak imbal hasil berlebih manajer terkait dengan risiko di luar tolok ukur dana.

Jensen's Alpha dihitung dengan:

Jensen's Alpha = $R_i - (R_f + eta (R_m - R_f))$

dimana:
$R_i$ = Imbal hasil terealisasi dari portofolio atau investasi
$R_f$ = Tingkat imbal hasil bebas risiko untuk periode waktu
$eta$ = Beta dari portofolio investasi sehubungan dengan indeks pasar yang dipilih
$R_m$ = Imbal hasil terealisasi dari indeks pasar yang sesuai

Jensen's Alpha nol berarti bahwa alpha yang dicapai secara tepat mengkompensasi investor untuk risiko tambahan yang diambil dalam portofolio. Jensen's Alpha positif berarti manajer dana memberikan kompensasi berlebih kepada investornya untuk risiko tersebut dan Jensen's Alpha negatif akan sebaliknya.

### Sharpe Ratio

Dalam manajemen dana, Sharpe Ratio adalah metrik lain yang membantu investor memahami imbal hasil berlebih mereka dalam hal risiko.

Sharpe Ratio dihitung dengan:

Sharpe Ratio = $\frac{R_p - R_f}{\text{Standar Deviasi Portofolio}}$

dimana:
$R_p$ = Imbal hasil portofolio
$R_f$ = Tingkat bebas risiko

Semakin tinggi Sharpe Ratio suatu investasi, semakin banyak investor dikompensasi per unit risiko. Investor dapat membandingkan Sharpe Ratio investasi dengan imbal hasil yang sama untuk memahami di mana imbal hasil berlebih dicapai dengan lebih bijaksana. Misalnya, dua dana memiliki imbal hasil satu tahun sebesar 15% dengan Sharpe Ratio 2 vs. 1. Dana dengan Sharpe Ratio 2 menghasilkan lebih banyak imbal hasil per satu unit risiko.

## Pertimbangan Khusus

Kritikus reksa dana dan portofolio yang dikelola secara aktif lainnya berpendapat bahwa hampir tidak mungkin untuk menghasilkan alpha secara konsisten dalam jangka panjang. Investor secara teoritis lebih baik berinvestasi dalam indeks saham atau portofolio yang dioptimalkan yang memberi mereka tingkat imbal hasil yang diharapkan dan tingkat imbal hasil berlebih di atas tingkat bebas risiko.

Ini membantu memperkuat argumen untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi yang dioptimalkan risikonya untuk mencapai tingkat imbal hasil berlebih yang paling efisien di atas tingkat bebas risiko berdasarkan toleransi risiko.

Di sinilah Efficient Frontier dan Capital Market Line dapat berperan. Efficient Frontier memplot batas imbal hasil dan tingkat risiko untuk kombinasi titik aset yang dihasilkan oleh Capital Asset Pricing Model. Efficient Frontier mempertimbangkan titik data untuk setiap investasi yang tersedia yang mungkin ingin dipertimbangkan oleh investor. Setelah efficient frontier digambarkan, capital market line digambar untuk menyentuh efficient frontier pada titiknya yang paling optimal.

Dengan model optimasi portofolio yang dikembangkan oleh akademisi keuangan ini, investor dapat memilih titik di sepanjang garis alokasi modal untuk berinvestasi berdasarkan preferensi risiko mereka. Investor dengan preferensi risiko nol akan berinvestasi 100% dalam sekuritas bebas risiko.

Tingkat risiko tertinggi akan berinvestasi 100% dalam kombinasi aset yang disarankan pada titik persimpangan. Berinvestasi 100% dalam portofolio pasar akan memberikan tingkat imbal hasil yang diharapkan, dengan imbal hasil berlebih berfungsi sebagai perbedaan dari tingkat bebas risiko.

Seperti yang diilustrasikan oleh Capital Asset Pricing Model, Efficient Frontier, dan Capital Allocation Line, investor dapat memilih tingkat imbal hasil berlebih yang ingin mereka capai di atas tingkat bebas risiko berdasarkan jumlah risiko yang ingin mereka ambil.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan imbal hasil berlebih?**
Imbal hasil berlebih adalah keuntungan investasi yang melebihi tingkat pengembalian acuan yang ditetapkan, seperti tingkat bebas risiko atau indeks pasar.

**Bagaimana cara menghitung imbal hasil berlebih?**
Imbal hasil berlebih dihitung dengan mengurangi imbal hasil investasi acuan dari imbal hasil investasi yang dianalisis.

**Apa itu alpha dalam konteks imbal hasil berlebih?**
Alpha adalah ukuran imbal hasil berlebih yang dihitung dibandingkan dengan tolok ukur yang memiliki karakteristik risiko dan imbal hasil yang sangat sebanding dengan investasi.

**Bagaimana beta berhubungan dengan imbal hasil berlebih?**
Beta mengukur volatilitas imbal hasil investasi relatif terhadap pasar. Beta yang lebih tinggi menunjukkan potensi imbal hasil berlebih yang lebih besar, tetapi juga risiko yang lebih tinggi.

**Mengapa Sharpe Ratio penting untuk imbal hasil berlebih?**
Sharpe Ratio mengukur imbal hasil berlebih yang disesuaikan dengan risiko, menunjukkan seberapa efisien suatu investasi menghasilkan imbal hasil per unit risiko yang diambil.