# Teori Ekspektasi: Memprediksi Suku Bunga Jangka Pendek

*English: What Is Expectations Theory? Predicting Short-Term Interest Rates*

> Teori Ekspektasi memprediksi suku bunga jangka pendek masa depan berdasarkan suku bunga jangka panjang saat ini. Pelajari cara kerjanya dan keterbatasannya.

**Definisi:** Teori Ekspektasi adalah teori yang mencoba memprediksi suku bunga jangka pendek di masa depan berdasarkan suku bunga jangka panjang yang berlaku saat ini.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/e/expectationstheory

---

## Apa Itu Teori Ekspektasi?

Teori Ekspektasi mencoba memprediksi suku bunga jangka pendek di masa depan berdasarkan suku bunga jangka panjang saat ini. Teori ini menyatakan bahwa investor mendapatkan bunga yang sama dengan berinvestasi dalam dua investasi obligasi satu tahun berturut-turut dibandingkan dengan berinvestasi dalam satu obligasi dua tahun hari ini. Teori ini juga dikenal sebagai "unbiased expectations theory".

### Poin Penting

Investopedia / Jessica Olah

## Memahami Teori Ekspektasi

Teori Ekspektasi bertujuan untuk membantu investor membuat keputusan berdasarkan perkiraan suku bunga di masa depan. Teori ini menggunakan suku bunga jangka panjang, biasanya dari obligasi pemerintah, untuk memperkirakan suku bunga obligasi jangka pendek. Secara teori, suku bunga jangka panjang dapat digunakan untuk menunjukkan di mana suku bunga obligasi jangka pendek akan diperdagangkan di masa depan.

### Menghitung Teori Ekspektasi

Misalkan pasar obligasi saat ini menawarkan investor obligasi dua tahun dengan suku bunga 20% sementara obligasi satu tahun membayar suku bunga 18%. Teori Ekspektasi dapat digunakan untuk memperkirakan suku bunga obligasi satu tahun di masa depan.

Dalam contoh ini, investor mendapatkan imbal hasil yang setara dengan suku bunga obligasi dua tahun saat ini. Jika investor memilih untuk berinvestasi dalam obligasi satu tahun sebesar 18%, imbal hasil obligasi untuk obligasi tahun berikutnya perlu meningkat menjadi 22% agar investasi ini menguntungkan.

## Kelemahan Teori Ekspektasi

Investor harus menyadari bahwa Teori Ekspektasi tidak selalu merupakan alat yang andal. Masalah umum dalam menggunakan Teori Ekspektasi adalah terkadang teori ini melebih-lebihkan suku bunga jangka pendek di masa depan, sehingga mudah bagi investor untuk mendapatkan prediksi kurva imbal hasil obligasi yang tidak akurat.

Keterbatasan lain dari teori ini adalah banyak faktor yang memengaruhi imbal hasil obligasi jangka pendek dan jangka panjang. The Federal Reserve menyesuaikan suku bunga naik atau turun, yang memengaruhi imbal hasil obligasi, termasuk obligasi jangka pendek. Namun, imbal hasil jangka panjang mungkin kurang terpengaruh karena banyak faktor lain memengaruhi imbal hasil jangka panjang, termasuk ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Akibatnya, Teori Ekspektasi tidak mempertimbangkan kekuatan eksternal dan faktor makroekonomi fundamental yang mendorong suku bunga dan, pada akhirnya, imbal hasil obligasi.

## Teori Ekspektasi vs. Teori Preferensi Habitat

Teori Preferensi Habitat membawa Teori Ekspektasi selangkah lebih maju. Teori ini menyatakan bahwa investor memiliki preferensi untuk obligasi jangka pendek dibandingkan obligasi jangka panjang kecuali yang terakhir membayar premi risiko. Dengan kata lain, jika investor akan memegang obligasi jangka panjang, mereka ingin diberi kompensasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi untuk membenarkan risiko memegang investasi hingga jatuh tempo.

Teori Preferensi Habitat dapat membantu menjelaskan, sebagian, mengapa obligasi jangka panjang biasanya membayar suku bunga yang lebih tinggi daripada dua obligasi jangka pendek yang, jika digabungkan, menghasilkan jatuh tempo yang sama.

Ketika membandingkan Teori Preferensi Habitat dengan Teori Ekspektasi, perbedaannya adalah yang pertama mengasumsikan investor peduli dengan jatuh tempo serta imbal hasil. Sebaliknya, Teori Ekspektasi mengasumsikan bahwa investor hanya peduli dengan imbal hasil.

## Apa Rumus Teori Ekspektasi?

(1+X%)*(1+X%)*(1+X%) = (1+Y%)*(1+x)*(1+x)

X = suku bunga obligasi multi-tahun
Y = suku bunga obligasi satu tahun

## Apa Saja Jenis Teori Ekspektasi?

Ada tiga jenis, termasuk Teori Preferensi Habitat, Teori Preferensi Likuiditas, dan Teori Ekspektasi Murni.

## Seberapa Akurat Teori Ekspektasi?

Teori Ekspektasi sebagian besar didasarkan pada formula dan beberapa asumsi, yang berarti ada banyak potensi kesalahan perhitungan dan kesalahan lainnya. Saat membuat keputusan investasi, pertimbangkan banyak faktor.

## Kesimpulan

Teori Ekspektasi bertujuan untuk membantu investor membuat keputusan dengan menggunakan suku bunga jangka panjang, biasanya dari obligasi pemerintah, untuk memperkirakan suku bunga obligasi jangka pendek. Meskipun berguna, investor harus ingat bahwa teori ini tidak selalu akurat karena estimasi berlebih atau penyederhanaan berlebih.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Teori Ekspektasi?**
Tujuan utama Teori Ekspektasi adalah untuk memprediksi suku bunga jangka pendek di masa depan berdasarkan suku bunga jangka panjang yang berlaku saat ini.

**Bagaimana Teori Ekspektasi membandingkan imbal hasil investasi?**
Teori ini menyatakan bahwa investor akan mendapatkan imbal hasil yang sama dengan berinvestasi dalam dua obligasi satu tahun berturut-turut dibandingkan dengan berinvestasi dalam satu obligasi dua tahun hari ini.

**Apa saja kelemahan Teori Ekspektasi?**
Kelemahan Teori Ekspektasi meliputi kecenderungan untuk melebih-lebihkan suku bunga jangka pendek di masa depan dan kegagalannya mempertimbangkan faktor eksternal serta makroekonomi yang memengaruhi imbal hasil obligasi.

**Bagaimana Teori Preferensi Habitat berbeda dari Teori Ekspektasi?**
Teori Preferensi Habitat mengasumsikan investor peduli dengan jatuh tempo dan imbal hasil, sementara Teori Ekspektasi hanya mengasumsikan investor peduli dengan imbal hasil.