# Model Tiga Faktor Fama-French: Cara Kerja, Rumus, dan Dampak

*English: Fama French Three Factor Model: How It Works, Formula, and Impact*

> Pahami Model Tiga Faktor Fama-French yang menyempurnakan CAPM dengan faktor ukuran dan nilai untuk evaluasi portofolio yang lebih baik.

**Definisi:** Model Tiga Faktor Fama-French adalah model penetapan harga aset yang memperluas CAPM dengan memasukkan faktor ukuran perusahaan dan rasio nilai buku terhadap nilai pasar.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/f/famaandfrenchthreefactormodel

---

## Apa Itu Model Tiga Faktor Fama dan French?

Model Tiga Faktor Fama dan French, yang diperkenalkan pada tahun 1992 oleh peraih Nobel Eugene Fama dan peneliti Kenneth French, menyempurnakan model penetapan harga aset modal (CAPM) tradisional dengan memasukkan faktor risiko ukuran dan nilai bersama dengan risiko pasar. Model ini mengakui bahwa saham berkapitalisasi kecil dan saham nilai secara konsisten mengungguli pasar yang lebih luas. Dengan mengintegrasikan faktor-faktor tambahan ini, Model Tiga Faktor menawarkan alat evaluasi yang lebih halus untuk kinerja portofolio, menyesuaikan untuk kinerja berlebih yang khas dari kategori saham ini.

### Poin-Poin Penting

Investopedia / Joules Garcia

## Membedah Model Tiga Faktor Fama dan French

Eugene Fama dan Kenneth French, mantan profesor University of Chicago, menemukan bahwa saham nilai sering kali mengungguli saham pertumbuhan. Saham berkapitalisasi kecil juga sering kali mengungguli saham berkapitalisasi besar. Portofolio yang berat pada saham berkapitalisasi kecil atau saham nilai mungkin menunjukkan kinerja yang lebih rendah daripada yang disarankan CAPM, karena Model Tiga Faktor memperhitungkan kinerja berlebih mereka.

Model Fama dan French memiliki tiga faktor: ukuran perusahaan, nilai buku terhadap pasar, dan imbal hasil lebih dari tingkat bebas risiko. Dengan kata lain, tiga faktor yang digunakan adalah kecil dikurangi besar (SMB), tinggi dikurangi rendah (HML), dan imbal hasil portofolio dikurangi tingkat imbal hasil bebas risiko. SMB memperhitungkan perusahaan yang diperdagangkan secara publik dengan kapitalisasi pasar kecil yang menghasilkan imbal hasil lebih tinggi, sementara HML memperhitungkan saham nilai dengan rasio buku terhadap pasar yang tinggi yang menghasilkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan pasar.

Ada banyak perdebatan tentang apakah kecenderungan kinerja berlebih disebabkan oleh efisiensi pasar atau inefisiensi pasar. Pendukung efisiensi pasar menjelaskan kinerja berlebih saham oleh risiko tambahan dan biaya modal yang lebih tinggi yang dihadapi saham kecil dan nilai. Untuk inefisiensi pasar, kinerja berlebih disebabkan oleh penetapan harga yang tidak tepat oleh partisipan pasar, yang menyebabkan imbal hasil berlebih dari waktu ke waktu. Investor yang menganut bukti yang diberikan oleh Hipotesis Pasar Efisien (EMH) lebih mungkin untuk setuju dengan sisi efisiensi.

Rumusnya adalah:

R i t − R f t = α i t + β 1 ( R M t − R f t ) + β 2 S M B t + β 3 H M L t + ϵ i t di mana:

R i t = total imbal hasil saham atau portofolio i pada waktu t
R f t = tingkat imbal hasil bebas risiko pada waktu t
R M t = total imbal hasil portofolio pasar pada waktu t
R i t − R f t = imbal hasil lebih yang diharapkan
R M t − R f t = imbal hasil lebih pada portofolio pasar (indeks)
S M B t = premi ukuran (kecil dikurangi besar)
H M L t = premi nilai (tinggi dikurangi rendah)
β 1 , 2 , 3 = koefisien faktor

Fama dan French menyoroti bahwa investor harus mampu mengatasi volatilitas ekstra dan kinerja buruk berkala yang dapat terjadi dalam waktu singkat. Investor dengan cakrawala waktu jangka panjang 15 tahun atau lebih akan dihargai atas kerugian yang diderita dalam jangka pendek. Fama dan French menguji model mereka dan menemukan bahwa menggabungkan faktor ukuran dan nilai dengan faktor beta menjelaskan hingga 95% imbal hasil dalam portofolio yang terdiversifikasi.

Karena model ini menjelaskan 95% imbal hasil portofolio, investor dapat membangun portofolio untuk menerima imbal hasil yang diharapkan berdasarkan risiko yang diasumsikan. Faktor utama yang mendorong imbal hasil yang diharapkan adalah sensitivitas terhadap pasar, sensitivitas terhadap ukuran, dan sensitivitas terhadap saham nilai, sebagaimana diukur dengan rasio buku terhadap pasar. Setiap imbal hasil lebih rata-rata tambahan dapat diatribusikan pada risiko yang tidak dihargai atau tidak sistematis.

## Menjelajahi Perluasan: Model Lima Faktor Fama dan French

Para peneliti telah memperluas Model Tiga Faktor dalam beberapa tahun terakhir untuk mencakup faktor-faktor lain. Ini termasuk "momentum", "kualitas", dan "volatilitas rendah", di antara lainnya. Pada tahun 2014, Fama dan French mengadaptasi model mereka untuk mencakup lima faktor. Bersama dengan tiga faktor asli, model baru menambahkan konsep bahwa perusahaan yang melaporkan laba masa depan yang lebih tinggi memiliki imbal hasil yang lebih tinggi di pasar saham, faktor yang disebut profitabilitas.

Faktor kelima, "investasi", mengusulkan bahwa perusahaan yang berinvestasi besar-besaran dalam proyek pertumbuhan mungkin menghadapi kerugian pasar saham.

## Apa Arti Model Tiga Faktor Fama dan French bagi Investor?

Model Tiga Faktor Fama dan French menyoroti bahwa investor harus mampu mengatasi volatilitas ekstra dan kinerja buruk berkala yang dapat terjadi dalam jangka pendek. Investor dengan cakrawala waktu jangka panjang 15 tahun atau lebih akan dihargai atas kerugian yang diderita dalam jangka pendek. Mengingat model ini dapat menjelaskan hingga 95% imbal hasil dalam portofolio saham yang terdiversifikasi, investor dapat menyesuaikan portofolio mereka untuk menerima imbal hasil rata-rata yang diharapkan sesuai dengan risiko relatif yang mereka ambil.

Faktor utama yang mendorong imbal hasil yang diharapkan adalah sensitivitas terhadap pasar, sensitivitas terhadap ukuran, dan sensitivitas terhadap saham nilai, sebagaimana diukur dengan rasio buku terhadap pasar. Setiap imbal hasil rata-rata tambahan yang diharapkan dapat diatribusikan pada risiko yang tidak dihargai atau tidak sistematis.

## Apa Saja Tiga Faktor Model Tersebut?

Model Fama dan French memiliki tiga faktor: ukuran perusahaan, nilai buku terhadap pasar, dan imbal hasil lebih dari tingkat bebas risiko. Dengan kata lain, tiga faktor yang digunakan adalah SMB (kecil dikurangi besar), HML (tinggi dikurangi rendah), dan imbal hasil portofolio dikurangi tingkat imbal hasil bebas risiko. SMB mewakili saham berkapitalisasi kecil dengan imbal hasil lebih tinggi, sementara HML mewakili saham nilai dengan rasio buku terhadap pasar yang lebih tinggi.

## Apa Itu Model Lima Faktor Fama dan French?

Pada tahun 2014, Fama dan French mengadaptasi model mereka untuk mencakup lima faktor. Bersama dengan tiga faktor asli, model baru menambahkan konsep bahwa perusahaan yang melaporkan laba masa depan yang lebih tinggi memiliki imbal hasil yang lebih tinggi di pasar saham, faktor yang disebut profitabilitas. Faktor kelima, yang disebut "investasi", berkaitan dengan konsep investasi internal dan imbal hasil, menunjukkan bahwa perusahaan yang mengarahkan laba ke proyek pertumbuhan utama kemungkinan akan mengalami kerugian di pasar saham.


## FAQ

**Apa tujuan utama Model Tiga Faktor Fama dan French?**
Tujuan utama model ini adalah untuk menyempurnakan Model Penetapan Harga Aset Modal (CAPM) dengan memasukkan faktor ukuran perusahaan dan nilai saham, yang diyakini dapat menjelaskan variasi imbal hasil portofolio yang lebih baik daripada CAPM saja.

**Apa saja tiga faktor yang digunakan dalam Model Fama dan French?**
Tiga faktor tersebut adalah imbal hasil lebih pasar (market risk premium), premi ukuran (size premium - SMB), dan premi nilai (value premium - HML).

**Bagaimana Model Tiga Faktor Fama dan French memengaruhi investor?**
Model ini menyarankan bahwa investor harus bersiap menghadapi volatilitas dan potensi kinerja buruk jangka pendek dari saham berkapitalisasi kecil dan saham nilai, namun imbalan jangka panjang dapat mengkompensasi hal tersebut.

**Apa perbedaan antara Model Tiga Faktor dan Model Lima Faktor Fama dan French?**
Model Lima Faktor Fama dan French memperluas Model Tiga Faktor dengan menambahkan dua faktor lagi: profitabilitas perusahaan dan kebijakan investasi perusahaan.