# Rasio Cakupan Biaya Tetap (FCCR): Definisi dan Manfaat

*English: Fixed-Charge Coverage Ratio Explained: Definition, Formula, and Benefits*

> Pelajari Rasio Cakupan Biaya Tetap (FCCR) untuk mengevaluasi kesehatan finansial perusahaan, kemampuan bayar utang, dan kelayakan pinjaman.

**Definisi:** Rasio Cakupan Biaya Tetap (FCCR) adalah metrik keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban biaya tetapnya, seperti pembayaran utang dan sewa.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/f/fixed_chargecoverageratio

---

## Apa Itu Rasio Cakupan Biaya Tetap (FCCR)?

Rasio Cakupan Biaya Tetap (FCCR) sangat penting untuk mengevaluasi seberapa baik perusahaan dapat menutupi biaya tetapnya, termasuk utang dan sewa. Dengan memeriksa bagaimana laba memenuhi biaya tetap, FCCR memberikan wawasan tentang kesehatan finansial perusahaan dan berfungsi sebagai ukuran utama bagi bank dalam menilai kelayakan pinjaman.

## Rumus Rasio Cakupan Biaya Tetap

F C C R = E B I T + F C B T F C B T + i 

	dengan:
	E B I T = earnings before interest and taxes (laba sebelum bunga dan pajak)
	F C B T = fixed charges before tax (biaya tetap sebelum pajak)
	i = interest (bunga)

## Langkah-Langkah Menghitung Rasio Cakupan Biaya Tetap

Untuk menghitung kemampuan perusahaan menutupi biaya tetap, mulailah dengan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) lalu tambahkan bunga, sewa, dan biaya tetap lainnya.

Selanjutnya, EBIT yang disesuaikan dibagi dengan jumlah biaya tetap ditambah bunga. Hasil rasio 1,5, misalnya, menunjukkan bahwa perusahaan dapat membayar biaya tetap dan bunganya sebanyak 1,5 kali dari labanya.

## Cara Menginterpretasikan Rasio Cakupan Biaya Tetap untuk Kesehatan Bisnis

Pemberi pinjaman menggunakan rasio ini untuk menganalisis arus kas perusahaan yang tersedia untuk pembayaran utang. Rasio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan mungkin kesulitan dengan pembayaran tetap, menimbulkan risiko bagi pemberi pinjaman.

Untuk menghindari risiko, banyak pemberi pinjaman menggunakan rasio cakupan seperti rasio times interest earned (TIE) dan FCCR. Ini membantu menentukan apakah perusahaan dapat mengambil dan membayar utang lebih banyak. Perusahaan yang menutupi biaya tetap lebih cepat daripada rekan-rekannya lebih efisien dan lebih menguntungkan. Ini adalah perusahaan yang ingin meminjam untuk membiayai pertumbuhan daripada untuk mengatasi kesulitan.

Laporan laba rugi perusahaan menunjukkan penjualan dan biaya terkait. Beberapa biaya berubah seiring volume penjualan, meningkat seiring peningkatan penjualan. Biaya tetap harus dibayar terlepas dari ada atau tidaknya aktivitas. Ini dapat mencakup sewa peralatan, asuransi, pembayaran utang, dan dividen preferen.

## Contoh Perhitungan FCCR

Tujuan menghitung FCCR adalah untuk melihat seberapa baik laba menutupi biaya tetap. Berbeda dengan rasio TIE, FCCR mencakup biaya tetap tambahan seperti biaya sewa, menjadikannya lebih konservatif.

Meskipun mirip dengan TIE, rasio cakupan biaya tetap memperhitungkan lebih banyak pengeluaran. Rasio cakupan biaya tetap menambahkan pembayaran sewa ke laba sebelum pajak penghasilan (EBIT) dan kemudian membaginya dengan total biaya bunga dan sewa.

Misalkan Perusahaan A mencatat EBIT sebesar $300.000, pembayaran sewa sebesar $200.000, dan beban bunga sebesar $50.000. Perhitungannya adalah $300.000 ditambah $200.000 dibagi $50.000 ditambah $200.000, yaitu $500.000 dibagi $250.000, atau rasio cakupan biaya tetap sebesar 2×.

Laba perusahaan dua kali lipat dari biaya tetapnya, yang tergolong rendah. Perusahaan hanya dapat menutupi biaya tetap dua kali dengan laba saat ini, meningkatkan risiko pembayaran di masa depan. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik.

### Penting

Seperti rasio TIE, semakin tinggi FCCR, semakin baik.

## Keterbatasan Rasio Cakupan Biaya Tetap yang Perlu Anda Ketahui

FCCR tidak mempertimbangkan perubahan cepat dalam jumlah modal untuk perusahaan baru dan yang sedang berkembang. Rumus ini juga tidak mempertimbangkan efek dana yang diambil dari laba untuk membayar penarikan pemilik atau membayar dividen kepada investor. Peristiwa-peristiwa ini memengaruhi input rasio dan dapat memberikan kesimpulan yang menyesatkan kecuali metrik lain juga dipertimbangkan.

Karena alasan ini, ketika bank mengevaluasi kelayakan kredit perusahaan untuk pinjaman, mereka biasanya melihat beberapa tolok ukur lain selain rasio cakupan biaya tetap. Ini memberi mereka pandangan yang lebih lengkap tentang kondisi finansial perusahaan.

## Bagaimana Cara Menghitung Rasio Cakupan Biaya Tetap?

Tambahkan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dan biaya tetap sebelum pajak (FCBT), lalu bagi dengan jumlah FCBT ditambah bunga. Hasil bagi adalah rasio cakupan biaya tetap (FCCR).

## Bagaimana Rasio Cakupan Biaya Tetap Digunakan?

Bank sering kali melihat FCCR saat mengevaluasi apakah akan meminjamkan uang kepada bisnis. Pemberi pinjaman menganalisis jumlah arus kas yang tersedia bagi perusahaan untuk pembayaran utang.

## Apa Saja yang Tidak Diperhitungkan oleh Rasio Cakupan Biaya Tetap?

FCCR tidak mempertimbangkan:

*   Perubahan cepat dalam jumlah modal untuk perusahaan baru dan yang sedang berkembang.
*   Efek dana yang diambil dari laba untuk membayar penarikan pemilik atau membayar dividen kepada investor.

Kedua peristiwa tersebut memengaruhi input rasio dan dapat memberikan kesimpulan yang menyesatkan kecuali metrik lain juga dipertimbangkan. Inilah sebabnya mengapa bank biasanya melihat beberapa tolok ukur lain selain rasio cakupan biaya tetap saat mereka mengevaluasi kelayakan kredit perusahaan untuk pinjaman.

## Intinya

Rasio Cakupan Biaya Tetap (FCCR) adalah alat penting untuk mengevaluasi stabilitas finansial perusahaan dengan mengukur kemampuannya untuk memenuhi kewajiban finansial tetap, termasuk pembayaran utang, beban bunga, dan sewa. FCCR yang lebih tinggi menandakan bahwa perusahaan secara efisien menutupi kewajiban ini, sehingga meningkatkan daya tariknya bagi bank dan pemberi pinjaman yang ingin mengukur kelayakan kredit. Pemberi pinjaman lebih memilih perusahaan dengan FCCR yang lebih tinggi karena menunjukkan kesehatan finansial yang lebih kuat dan potensi untuk mengelola utang tambahan secara bertanggung jawab.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Rasio Cakupan Biaya Tetap (FCCR)?**
Tujuan utama FCCR adalah untuk mengevaluasi seberapa baik perusahaan dapat menutupi biaya tetapnya, seperti pembayaran utang dan sewa, menggunakan labanya.

**Mengapa FCCR penting bagi pemberi pinjaman?**
Pemberi pinjaman menggunakan FCCR untuk menganalisis arus kas perusahaan yang tersedia untuk pembayaran utang, membantu mereka menilai risiko dan kelayakan pinjaman.

**Apa perbedaan utama antara FCCR dan rasio TIE?**
FCCR lebih konservatif karena mencakup biaya tetap tambahan seperti pembayaran sewa, sedangkan rasio TIE hanya berfokus pada bunga.

**Apa saja keterbatasan FCCR?**
FCCR tidak mempertimbangkan perubahan cepat dalam modal perusahaan baru atau efek penarikan pemilik dan dividen, yang dapat memberikan kesimpulan yang menyesatkan jika tidak ada metrik lain yang dipertimbangkan.

**Bagaimana cara menginterpretasikan nilai FCCR?**
Semakin tinggi rasio FCCR, semakin baik, karena menunjukkan bahwa perusahaan memiliki laba yang cukup untuk menutupi biaya tetapnya lebih dari satu kali.