# Penawaran Lanjutan (FPO): Panduan Lengkap

*English: Guide to Follow-on Offerings: Types, Impact, and Real-World Examples*

> Pelajari tentang Penawaran Lanjutan (FPO), jenisnya (dilutif vs. non-dilutif), dampaknya pada EPS, dan contoh nyata.

**Definisi:** Penawaran Lanjutan (FPO) adalah ketika perusahaan yang sudah go public menjual saham tambahan setelah Initial Public Offering (IPO) untuk mengumpulkan dana.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/f/followonoffering

---

## Apa Itu Penawaran Lanjutan (FPO)?

Penawaran Lanjutan (FPO) terjadi ketika sebuah perusahaan menjual saham tambahan setelah menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO). FPO membantu perusahaan mengumpulkan dana untuk membayar utang, mendanai pertumbuhan, atau melakukan akuisisi. Ada dua jenis FPO: dilutif, yang menerbitkan saham baru dan mengurangi laba per saham (EPS), dan non-dilutif, yang menjual saham yang ada tanpa mengubah EPS. FPO harus didaftarkan dan menyertakan prospektus bagi investor. Harga FPO tidak ditetapkan di muka tetapi ditentukan oleh pasar.

## Cara Kerja Penawaran Lanjutan (FPO)

Harga penawaran umum perdana (IPO) didasarkan pada kesehatan dan kinerja perusahaan, serta harga yang diharapkan perusahaan per saham selama penawaran awal. Penetapan harga penawaran lanjutan didorong oleh pasar. Karena saham sudah diperdagangkan secara publik, investor memiliki kesempatan untuk menilai perusahaan sebelum membeli.

Harga saham penawaran lanjutan biasanya diberikan diskon dari harga pasar saat ini yang ditutup. Selain itu, pembeli FPO perlu memahami bahwa bank investasi yang bekerja langsung pada penawaran cenderung fokus pada upaya pemasaran daripada murni pada valuasi.

Perusahaan melakukan penawaran lanjutan karena berbagai alasan, seperti untuk mengumpulkan modal guna melunasi utang atau melakukan akuisisi. Investor juga dapat menggunakannya untuk mencairkan kepemilikan mereka.

Perusahaan juga dapat menggunakan FPO untuk membiayai kembali utang ketika suku bunga rendah. Investor harus memahami alasan di balik FPO perusahaan sebelum berinvestasi.

## Jenis Penawaran Lanjutan: Dilutif vs. Non-Dilutif

Penawaran lanjutan bisa bersifat dilutif atau non-dilutif.

### Wawasan Penawaran Lanjutan Dilutif

FPO dilutif terjadi ketika perusahaan menerbitkan lebih banyak saham untuk mengumpulkan dana, yang sering digunakan untuk mengurangi utang atau mengubah struktur modal. Seiring bertambahnya jumlah saham, EPS menurun. Suntikan kas ini dapat meningkatkan prospek jangka panjang perusahaan dan berpotensi menguntungkan sahamnya.

### Wawasan Penawaran Lanjutan Non-Dilutif

Penawaran lanjutan non-dilutif terjadi ketika pemegang saham yang ada, yang sebelumnya dimiliki secara pribadi, membawa saham yang telah diterbitkan sebelumnya ke pasar publik untuk dijual. Hasil kas dari penjualan non-dilutif langsung masuk ke pemegang saham yang menempatkan saham di pasar terbuka.

Dalam banyak kasus, pemegang saham ini adalah pendiri perusahaan, anggota dewan direksi, atau investor pra-IPO. Karena tidak ada saham baru yang diterbitkan, EPS perusahaan tetap tidak berubah. Penawaran lanjutan non-dilutif juga disebut penawaran pasar sekunder.

## Contoh Penawaran Lanjutan (FPO) di Kehidupan Nyata

Salah satu penawaran lanjutan yang banyak diberitakan adalah dari anak perusahaan Alphabet Inc., Google (GOOG), yang melakukan penawaran lanjutan pada tahun 2005. IPO perusahaan Mountain View dilakukan pada tahun 2004 menggunakan metode Lelang Belanda. Perusahaan mengumpulkan sekitar $1,67 miliar dengan harga $85 per saham, batas bawah estimasinya. Sebaliknya, penawaran lanjutan yang dilakukan pada tahun 2005 mengumpulkan lebih dari $4 miliar dengan harga $295, harga saham perusahaan setahun kemudian.

Pada awal tahun 2022, AFC Gamma, sebuah perusahaan real estat komersial yang memberikan pinjaman kepada perusahaan di industri ganja, mengumumkan bahwa mereka akan melakukan penawaran lanjutan. Perusahaan akan menawarkan 3 juta saham biasa dengan harga $20,50 per saham. Underwriter penawaran memiliki periode 30 hari di mana mereka dapat memilih untuk membeli tambahan 450.000 saham.

Perusahaan memperkirakan hasil kotor dari penjualan sekitar $61,5 juta. Hasil dari penjualan saham biasa tambahan akan digunakan untuk mendanai pinjaman yang diberikan kepada perusahaan di industri tersebut dan untuk kebutuhan modal kerja.

## Apakah Penawaran Lanjutan Merupakan Penawaran Primer atau Sekunder?

Ada dua jenis penawaran lanjutan: primer dan sekunder. Penawaran lanjutan primer adalah penjualan langsung saham perusahaan dari perusahaan yang baru diterbitkan. Penawaran lanjutan sekunder adalah penjualan kembali saham yang ada dari pemegang saham saat ini kepada publik. Penawaran primer bersifat dilutif sementara penawaran sekunder bersifat non-dilutif.

## Apa Perbedaan Antara Penawaran Lanjutan dan Penawaran Umum Perdana?

Penawaran Umum Perdana (IPO) adalah ketika perusahaan swasta menjadi publik, mencatatkan sahamnya di bursa untuk pertama kalinya agar dapat dibeli oleh publik. Penawaran lanjutan adalah ketika perusahaan publik yang sudah ada (yang telah menyelesaikan IPO) menjual lebih banyak saham kepada publik untuk mengumpulkan modal tambahan.

## Apa Itu Pendanaan Lanjutan?

Pendanaan lanjutan adalah ketika startup yang sudah mengumpulkan modal mengumpulkan modal tambahan melalui putaran pendanaan lainnya. Ini terjadi di ranah swasta sebelum startup go public.

## Intinya

Penawaran Lanjutan (FPO) adalah penerbitan saham setelah IPO. Ini bisa menjadi cara yang berguna bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal tambahan. FPO bisa bersifat dilutif atau non-dilutif. Yang pertama mengurangi EPS karena saham baru diterbitkan, sementara yang terakhir tidak berdampak pada EPS karena saham yang ada dijual. Perusahaan dapat memanfaatkan FPO untuk mendanai pertumbuhan, melunasi utang, atau memungkinkan pemegang saham yang ada untuk mengambil keuntungan tanpa memengaruhi EPS. Calon investor harus memahami motivasi di balik FPO sebelum berinvestasi dan mempertimbangkan implikasinya terhadap valuasi perusahaan dan kinerja saham.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Penawaran Lanjutan (FPO)?**
Tujuan utama FPO adalah untuk mengumpulkan dana tambahan bagi perusahaan, yang dapat digunakan untuk membayar utang, mendanai ekspansi bisnis, atau melakukan akuisisi.

**Apa perbedaan antara FPO dilutif dan non-dilutif?**
FPO dilutif menerbitkan saham baru, yang mengurangi laba per saham (EPS), sementara FPO non-dilutif menjual saham yang sudah ada tanpa memengaruhi EPS.

**Bagaimana harga saham dalam FPO ditentukan?**
Harga saham dalam FPO ditentukan oleh pasar, biasanya dengan diskon dari harga pasar saat ini, karena saham perusahaan sudah diperdagangkan secara publik.

**Siapa yang biasanya menjual saham dalam FPO non-dilutif?**
Dalam FPO non-dilutif, saham dijual oleh pemegang saham yang ada, seperti pendiri perusahaan, anggota dewan direksi, atau investor pra-IPO.

**Apakah FPO sama dengan IPO?**
Tidak, IPO adalah saat perusahaan pertama kali go public, sedangkan FPO adalah ketika perusahaan yang sudah go public menjual saham tambahan.