# Undang-Undang Glass-Steagall 1933: Definisi, Dampak, dan Pencabutan

*English: Glass-Steagall Act of 1933: Definition, Effects, and Repeal*

> Pelajari tentang Undang-Undang Glass-Steagall 1933, tujuannya memisahkan bank komersial dan investasi, dampaknya, serta pencabutannya.

**Definisi:** Undang-Undang Glass-Steagall adalah undang-undang AS tahun 1933 yang memisahkan aktivitas perbankan komersial dari perbankan investasi untuk melindungi deposan dari risiko spekulatif.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/g/071603

---

## Apa Itu Undang-Undang Glass-Steagall?

Undang-Undang Glass-Steagall tahun 1933 mewajibkan bank komersial untuk tidak melakukan aktivitas perbankan investasi guna melindungi deposan dari potensi kerugian melalui spekulasi saham. Glass-Steagall bertujuan untuk mencegah terulangnya kehancuran pasar saham tahun 1929 dan gelombang kegagalan bank komersial.

Ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Franklin Delano Roosevelt pada 16 Juni 1933, Undang-Undang ini merupakan bagian dari New Deal dan menjadi ukuran permanen pada tahun 1945. Glass-Steagall dicabut pada tahun 1999, meskipun beberapa ketentuan tetap berlaku, termasuk Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), yang menjamin simpanan individu.

### Poin Penting

## Ketentuan Undang-Undang Glass-Steagall

Pada era sebelum Depresi, bank sering kali mengalihkan dana dan mengambil risiko pada investasi spekulatif. Undang-Undang Glass-Steagall tahun 1933 menciptakan tembok pemisah regulasi antara aktivitas bank komersial dan bank investasi. Legislasi ini dinamai dari Senator Carter Glass, mantan sekretaris Keuangan dan pendiri Federal Reserve System Amerika Serikat, serta Henry Bascom Steagall, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan ketua Komite Perbankan dan Mata Uang Dewan.

Ketentuannya meliputi:

## Dampak pada Sektor Perbankan

Perusahaan keuangan besar seperti JP Morgan and Company menjadi target langsung legislasi ini dan terpaksa memotong layanan serta sumber pendapatan mereka. Dengan menciptakan hambatan ini, Undang-Undang Glass-Steagall bertujuan untuk mencegah penggunaan simpanan bank untuk spekulasi dan mencegah kegagalan penjaminan emisi (underwriting).

Pada pertengahan 1950-an, perusahaan induk bank (bank holding companies) bermunculan untuk menghindari pembatasan pada cabang bank atau bank dengan banyak kantor. Perluasan dari Undang-Undang Glass-Steagall, yaitu Bank Holding Company Act tahun 1956, mendefinisikan "perusahaan induk bank" sebagai perusahaan mana pun yang memiliki saham 25% atau lebih di dua bank atau lebih. Legislasi tahun 1956 memungkinkan Kongres untuk memberikan pengawasan lebih besar kepada Federal Reserve terhadap bank-bank ini.

## Pencabutan Tahun 1999 dan Undang-Undang Gramm-Leach-Bliley

Pembatasan yang diberlakukan pada sektor perbankan oleh Undang-Undang Glass-Steagall memicu perdebatan tentang bagaimana pembatasan diberlakukan. Banyak yang berpendapat bahwa bank yang mendiversifikasi aktivitasnya mengurangi risiko bagi konsumen. Beberapa ekonom percaya bahwa undang-undang ini menghambat sektor perbankan komersial hingga pencabutannya dan mencegah pertumbuhan ekonomi. Yang lain mengatakan bahwa undang-undang ini mencegah volatilitas pasar dan membantu kemakmuran tahun-tahun pasca-perang.

Pada tahun 1999, Kongres mencabut sebagian Undang-Undang Glass-Steagall. Pembentukan Undang-Undang Gramm-Leach-Bliley, atau Financial Services Modernization Act, menghilangkan pembatasan Undang-Undang Glass-Steagall terhadap afiliasi antara bank komersial dan bank investasi. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) tidak dinonaktifkan selama pencabutan Glass-Steagall.

## Krisis Keuangan Pasca Pencabutan

Banyak ekonom percaya bahwa pencabutan Glass-Steagall mendorong aktivitas spekulatif dan berisiko, termasuk peningkatan pinjaman subprime, yang menyebabkan krisis keuangan tahun 2008. Pendukung pencabutan berpendapat bahwa Undang-Undang Glass-Steagall merupakan kontributor kecil terhadap krisis keuangan. Sebaliknya, mereka mengklaim bahwa inti dari krisis tahun 2008 adalah hampir $5 triliun pinjaman hipotek yang tidak berharga, di antara faktor-faktor lainnya.

Pencabutan Glass-Steagall menjadi isu dalam dengar pendapat Komite Keuangan Senat AS setelah runtuhnya Silicon Valley Bank. Bank terbesar ke-16 di AS ini gagal pada Maret 2023, setelah sangat bergantung pada simpanan yang dijamin untuk investasi, dan penarikan simpanan besar-besaran menyebabkan masalah likuiditas.

Federal Reserve melakukan intervensi setelah keruntuhan untuk meningkatkan kepercayaan pada sistem perbankan dan mencegah kegagalan di masa depan. Ini termasuk pembentukan Bank Term Funding Program (BTFP), sebuah program pinjaman yang bertujuan untuk menyediakan likuiditas darurat kepada lembaga-lembaga depositori AS. BTFP berhenti memberikan pinjaman pada 11 Maret 2024.

## Jelaskan Seperti Saya Berusia Lima Tahun

Undang-Undang Glass-Steagall adalah undang-undang yang disahkan pada tahun 1933 untuk mencegah terulangnya krisis perbankan tahun 1930-an. Undang-undang ini melarang bank komersial berbisnis sebagai bank investasi: mereka harus memilih salah satu. Tujuannya adalah untuk mencegah bank menggunakan simpanan nasabah untuk berinvestasi pada aset berisiko.

Presiden Clinton mencabut Undang-Undang Glass-Steagall pada tahun 1999, yang memungkinkan bank komersial untuk melanjutkan aktivitas perbankan investasi. Banyak ekonom percaya ini berkontribusi pada krisis keuangan tahun 2008.

## Apa Tujuan Undang-Undang Glass-Steagall?

Undang-Undang Glass-Steagall bertujuan untuk memisahkan aktivitas perbankan investasi dan komersial, sehingga bank komersial tidak akan mempertaruhkan dana deposan pada aset berisiko. Undang-undang ini dibentuk setelah kehancuran pasar saham tahun 1929.

## Apakah Undang-Undang Glass-Steagall Masih Berlaku?

Tidak. Undang-Undang Glass-Steagall dicabut pada tahun 1999, selama Pemerintahan Clinton, khususnya ketentuan yang memisahkan perbankan komersial dan investasi. Beberapa bagian dari undang-undang ini tetap ada, termasuk FDIC.

## Mengapa Undang-Undang Glass-Steagall Dicabut?

Undang-Undang Glass-Steagall dicabut pada tahun 1999 di tengah kekhawatiran yang sudah lama ada bahwa pembatasan yang diberlakukannya pada sektor perbankan tidak sehat dan bahwa mengizinkan bank untuk melakukan diversifikasi akan mengurangi risiko.

## Intinya

Undang-Undang Glass-Steagall mencegah bank komersial mengambil risiko spekulatif untuk menghindari terulangnya krisis keuangan yang dialami selama Depresi Besar. Bank dibatasi untuk mendapatkan 10% pendapatannya dari investasi. Regulasi ini mendapat kritik dan dicabut pada tahun 1999 di bawah Presiden Clinton.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Undang-Undang Glass-Steagall?**
Tujuan utama Undang-Undang Glass-Steagall adalah untuk memisahkan aktivitas perbankan komersial dari perbankan investasi guna melindungi deposan dari potensi kerugian akibat spekulasi saham dan mencegah kegagalan bank.

**Kapan Undang-Undang Glass-Steagall dicabut dan digantikan oleh apa?**
Undang-Undang Glass-Steagall dicabut sebagian pada tahun 1999 dan digantikan oleh Undang-Undang Gramm-Leach-Bliley (Financial Services Modernization Act), yang menghapus pembatasan terhadap afiliasi antara bank komersial dan bank investasi.

**Apakah FDIC masih ada setelah Undang-Undang Glass-Steagall dicabut?**
Ya, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) tetap ada dan terus menjamin simpanan individu meskipun Undang-Undang Glass-Steagall telah dicabut.

**Bagaimana pandangan beberapa ekonom mengenai dampak pencabutan Glass-Steagall terhadap krisis keuangan 2008?**
Beberapa ekonom percaya bahwa pencabutan Glass-Steagall mendorong aktivitas spekulatif dan berisiko, termasuk pinjaman subprime, yang berkontribusi pada krisis keuangan tahun 2008.