# Undang-Undang Garn-St. Germain: Deregulasi Perbankan AS

*English: Understanding the Garn-St. Germain Depository Institutions Act*

> Pelajari Undang-Undang Garn-St. Germain 1982, dampaknya terhadap inflasi, krisis S&L, dan warisannya bagi sektor keuangan AS.

**Definisi:** Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions adalah undang-undang AS tahun 1982 yang bertujuan untuk mengatasi masalah suku bunga negatif yang dihadapi bank dan lembaga tabungan dan pinjaman.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/g/garn_st_germain_depository_institutions_act

---

## Memahami Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions

### Poin Penting

## Apa Itu Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions?

Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions disahkan oleh Kongres pada tahun 1982 untuk mengatasi selisih negatif suku bunga yang dihadapi bank dan lembaga tabungan dan pinjaman. Selama bertahun-tahun, mereka telah memberikan pinjaman dengan suku bunga rendah. Setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga jangka pendek untuk memerangi inflasi yang meningkat, mereka harus membayar bunga dengan suku bunga yang jauh lebih tinggi. Ketidakseimbangan pendapatan/pengeluaran dan ketidaklikuidan ini dimaksudkan untuk diatasi oleh undang-undang Garn-St. Germain.

Undang-undang ini mengikuti pembentukan Depository Institutions Deregulation Committee oleh Monetary Control Act (MCA), yang telah mulai menghapus batas suku bunga atas rekening simpanan bank. Bersama-sama, undang-undang ini sekarang dipahami secara luas telah berkontribusi pada Krisis Tabungan & Pinjaman (Savings & Loan Crisis) tahun 1980-an dan 1990-an.

## Bagaimana Undang-Undang Garn-St. Germain Mengatasi Inflasi dan Tantangan Perbankan

Inflasi di Amerika Serikat melonjak signifikan pada pertengahan 1970-an setelah hubungan terakhir antara dolar AS dan emas diputus di bawah pemerintahan Nixon, dan lagi pada akhir 1970-an, menembus di atas 10% pada awal 1980. Setelah Federal Reserve, di bawah Ketua Paul Volcker, secara agresif mulai menaikkan suku bunga ke tahun 1980-an, tren tersebut akhirnya berbalik, dengan inflasi berkisar antara 2,5-5,0% untuk sebagian besar tahun 1980-an.

Bank tradisional terjebak di tengah karena mereka membayar lebih untuk simpanan mereka daripada yang mereka peroleh dari pinjaman KPR yang telah diberikan di tahun-tahun sebelumnya dengan suku bunga yang jauh lebih rendah. Mereka telah mengambil risiko suku bunga yang sangat besar melalui ketidaksesuaian jatuh tempo, meminjamkan jangka panjang dengan suku bunga rendah untuk KPR rumah, dan meminjam sangat jangka pendek dengan suku bunga variabel atas simpanan bank. Tidak dapat keluar dari suku bunga yang lebih rendah atas kepemilikan mereka yang berjangka tetap dan jangka panjang, bank menjadi tidak likuid.

Pada saat yang sama, Peraturan Q Fed, yang sebelumnya membatasi bank dan lembaga tabungan dan pinjaman (dikenal sebagai S&L atau thrifts) untuk menaikkan suku bunga simpanan mereka, dihapus secara bertahap untuk rekening simpanan selain rekening giro di bawah MCA. Investor dan deposan berbondong-bondong ke rekening reksa dana pasar uang, CD, dan rekening tabungan untuk mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi, dan perusahaan mengembangkan alternatif seperti perjanjian pembelian kembali (repurchase agreements). Seiring kenaikan suku bunga yang mereka bayarkan, sementara bunga yang mereka terima dari KPR yang ada tetap tetap, bank terjebak dalam tekanan.

Di sisi pinjaman, Judul VIII Undang-Undang Garn-St. Germain Depository, "Transaksi KPR Alternatif," mengizinkan bank untuk menawarkan KPR dengan suku bunga yang dapat disesuaikan (adjustable-rate mortgages). Namun, undang-undang ini juga memiliki manfaat substansial bagi pemilik real estat konsumen, karena memungkinkan konsumen untuk menempatkan real estat yang mereka hipotekkan ke dalam perwalian antar hidup (inter-vivos trusts) tanpa memicu klausul pelunasan saat penjualan (due-on-sale clause) yang memungkinkan bank untuk menyita dan mengumpulkan saldo terutang atas properti yang dihipotekkan ketika kepemilikan properti tersebut dialihkan. Hal ini memudahkan pemilik properti untuk mewariskan real estat kepada anak di bawah umur dan ahli waris, dan juga memungkinkan orang kaya untuk melindungi aset real estat mereka dari kreditur atau penyelesaian gugatan.

### Penting

Banyak analis percaya bahwa undang-undang ini adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap Krisis Tabungan dan Pinjaman (S&L Crisis), yang mengakibatkan salah satu bailout pemerintah terbesar dalam sejarah AS, dengan biaya sekitar $124 miliar.

## Perjalanan Legislatif dan Persetujuan Undang-Undang Garn-St. Germain

Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions dinamai dari sponsornya, Anggota Kongres Fernand St. Germain, seorang Demokrat dari Rhode Island, dan Senator Jake Garn, seorang Republik dari Utah. Co-sponsor rancangan undang-undang ini termasuk Anggota Kongres Steny Hoyer dan Senator Charles Schumer. Rancangan undang-undang ini lolos di Dewan Perwakilan Rakyat dengan selisih suara yang signifikan 272-91. Rancangan undang-undang ini juga lolos di Senat dan ditandatangani oleh Presiden Reagan pada Oktober 1982.

## Dampak yang Tidak Terduga dan Warisan Undang-Undang Garn-St. Germain

Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions menghapus batas suku bunga untuk bank dan lembaga tabungan, mengizinkan mereka untuk memberikan pinjaman komersial, dan memberikan kemampuan kepada badan federal untuk menyetujui akuisisi bank. Namun, setelah peraturan dilonggarkan, S&L mulai terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi untuk menutupi kerugian, seperti pinjaman real estat komersial dan investasi dalam obligasi sampah (junk bonds).

Depositor di S&L terus menyalurkan uang ke dalam upaya berisiko ini karena simpanan mereka diasuransikan oleh Federal Savings and Loan Insurance Corporation (FSLIC).

Pada akhirnya, banyak analis percaya bahwa undang-undang ini adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap krisis tabungan dan pinjaman, yang mengakibatkan salah satu bailout pemerintah terbesar dalam sejarah AS, dengan biaya sekitar $124 miliar. Konsekuensi jangka panjang termasuk dominasi KPR yang dapat disesuaikan 2/28, yang mungkin pada akhirnya berkontribusi pada krisis pinjaman subprime dan Resesi Besar tahun 2008.

## Intinya

Tujuan utama dari Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions adalah untuk meringankan tekanan bank yang terkait dengan ketidaksesuaian antara suku bunga pinjaman dan simpanan, serta untuk memerangi dampak inflasi. Meskipun undang-undang ini memberikan bantuan sementara kepada lembaga keuangan, undang-undang ini membuka jalan bagi risiko signifikan yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang yang besar. Konsekuensi yang tidak diinginkan dari undang-undang ini diyakini sebagai krisis tabungan dan pinjaman pada tahun 1980-an dan krisis KPR subprime pada tahun 2008.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Undang-Undang Garn-St. Germain Depository Institutions?**
Tujuan utamanya adalah untuk mengatasi selisih suku bunga negatif yang dihadapi bank dan lembaga tabungan dan pinjaman, serta untuk memerangi dampak inflasi.

**Bagaimana undang-undang ini berhubungan dengan Krisis Tabungan dan Pinjaman (S&L Crisis)?**
Banyak analis percaya bahwa undang-undang ini adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap Krisis Tabungan dan Pinjaman, yang menyebabkan bailout pemerintah besar-besaran.

**Apa dampak yang tidak terduga dari Undang-Undang Garn-St. Germain?**
Dampak yang tidak terduga termasuk S&L yang terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi dan diyakini berkontribusi pada krisis pinjaman subprime dan Resesi Besar tahun 2008.

**Siapa saja sponsor utama Undang-Undang Garn-St. Germain?**
Undang-undang ini dinamai dari sponsornya, Anggota Kongres Fernand St. Germain dan Senator Jake Garn.