# Model Pertumbuhan Gordon: Rumus Valuasi Saham

*English: Gordon Growth Model Explained: Stock Valuation Formula*

> Pelajari Model Pertumbuhan Gordon (GGM), rumus valuasi saham untuk menentukan nilai intrinsik berdasarkan dividen yang tumbuh konstan.

**Definisi:** Model Pertumbuhan Gordon (GGM) adalah rumus valuasi saham yang menentukan nilai intrinsik suatu saham berdasarkan ekspektasi dividen masa depan yang tumbuh pada tingkat konstan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/g/gordongrowthmodel

---

## Apa Itu Model Pertumbuhan Gordon (GGM)?

Model Pertumbuhan Gordon (GGM), sebuah alat penting dalam valuasi keuangan, membantu menentukan nilai intrinsik saham berdasarkan ekspektasi dividen masa depan yang tumbuh pada tingkat konstan. Sebagai varian sederhana dari dividend discount model (DDM), model ini sangat berharga untuk menganalisis perusahaan dengan pertumbuhan dividen yang stabil.

Model ini mendiskontokan serangkaian dividen masa depan yang tak terbatas ke nilai sekarang, menawarkan investor wawasan tentang apakah saham dinilai terlalu rendah atau terlalu tinggi dibandingkan dengan harga pasar saat ini. Dengan menggunakan dividen per saham, tingkat pertumbuhan, dan tingkat pengembalian yang disyaratkan sebagai input, GGM menyederhanakan evaluasi nilai wajar saham, terutama untuk perusahaan dengan pola dividen yang dapat diprediksi.

Investopedia / Xiaojie Liu

### Memahami Rumus Model Pertumbuhan Gordon

Rumus model pertumbuhan Gordon bergantung pada matematika dari serangkaian angka tak terbatas yang tumbuh pada tingkat konstan. Input utama model adalah dividen per saham (DPS), tingkat pertumbuhan dividen tersebut, dan tingkat pengembalian yang disyaratkan (ROR).

P = D 1 r − g di mana: P = Harga saham saat ini g = Tingkat pertumbuhan konstan yang diharapkan untuk dividen, dalam perpetuity r = Biaya modal ekuitas konstan untuk perusahaan (atau tingkat pengembalian) D 1 = Nilai dividen tahun depan

Sumber: Stern School of Business, New York University.

### Mengapa Model Pertumbuhan Gordon Penting

GGM berupaya menghitung nilai wajar saham terlepas dari kondisi pasar yang berlaku dan mempertimbangkan faktor pembayaran dividen serta pengembalian yang diharapkan pasar. Jika nilai yang diperoleh dari model lebih tinggi dari harga perdagangan saham saat ini, maka saham tersebut dianggap dinilai terlalu rendah dan memenuhi syarat untuk dibeli, dan sebaliknya.

Dividen per saham mewakili pembayaran tahunan yang dilakukan perusahaan kepada pemegang saham ekuitas umum, sementara tingkat pertumbuhan dividen per saham adalah seberapa besar tingkat dividen per saham meningkat dari satu tahun ke tahun berikutnya. Tingkat pengembalian yang disyaratkan adalah tingkat pengembalian minimum yang bersedia diterima investor saat membeli saham perusahaan, dan ada banyak model yang digunakan investor untuk memperkirakan tingkat ini.

### Asumsi Utama di Balik Model Pertumbuhan Gordon

Model pertumbuhan Gordon menilai saham perusahaan menggunakan asumsi pertumbuhan konstan dalam pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan kepada pemegang saham ekuitas umumnya. GGM mengasumsikan bahwa perusahaan ada selamanya dan membayar dividen per saham yang meningkat pada tingkat konstan.

Untuk memperkirakan nilai intrinsik saham, model mengambil serangkaian dividen per saham yang tak terbatas dan mendiskontokannya kembali ke masa kini menggunakan tingkat pengembalian yang disyaratkan.

### Tantangan dan Keterbatasan Model Pertumbuhan Gordon

Keterbatasan utama model pertumbuhan Gordon terletak pada asumsinya tentang pertumbuhan konstan dalam dividen per saham. Sangat jarang perusahaan menunjukkan pertumbuhan konstan dalam dividen mereka karena siklus bisnis dan kesulitan atau kesuksesan keuangan yang tidak terduga. Hal ini membatasi model untuk perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang stabil.

Masalah kedua terjadi pada hubungan antara faktor diskonto dan tingkat pertumbuhan yang digunakan dalam model. Jika tingkat pengembalian yang disyaratkan lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dividen per saham, hasilnya adalah nilai negatif, membuat model tidak berguna. Jika tingkat pengembalian yang disyaratkan sama dengan tingkat pertumbuhan, nilai per saham menjadi tak terhingga.

### Peringatan

Model Pertumbuhan Gordon hanya berguna untuk menilai perusahaan yang secara teratur membayar dividen. Model ini mungkin tidak dapat diandalkan untuk saham pertumbuhan, karena perusahaan-perusahaan ini sering menginvestasikan kembali laba daripada mendistribusikannya sebagai dividen.

## Contoh Praktis Model Pertumbuhan Gordon dalam Aksi

Sebagai contoh hipotetis, pertimbangkan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan seharga $110 per saham. Perusahaan ini membutuhkan tingkat pengembalian minimum 8% (r) dan akan membayar dividen $3 per saham tahun depan (D 1 ), yang diperkirakan akan meningkat sebesar 5% setiap tahun (g).

Nilai intrinsik (P) saham dihitung sebagai berikut:

P = $3 / (0,08 - 0,05) = $100

Menurut model pertumbuhan Gordon, saham saat ini dinilai terlalu tinggi sebesar $10 di pasar.

## Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Model Pertumbuhan Gordon

### Kelebihan

### Kekurangan

### Kelebihan & Kekurangan Model Pertumbuhan Gordon
GGM adalah cara yang sederhana dan lugas untuk menetapkan nilai intrinsik saham.
Memungkinkan perbandingan antara perusahaan dengan ukuran dan industri yang berbeda.
Tidak memerlukan pengetahuan tentang kondisi pasar saat ini, yang dapat membuat perhitungan lebih kompleks.
Tidak memperhitungkan faktor non-dividen yang juga dapat berkontribusi pada nilai perusahaan.
Mengasumsikan pertumbuhan dividen yang stabil dan berkelanjutan.
Hanya dapat digunakan untuk perusahaan yang menerbitkan dividen.

## Apa yang Diberitahukan Model Pertumbuhan Gordon Kepada Anda?

Model pertumbuhan Gordon berupaya menghitung nilai wajar saham terlepas dari kondisi pasar yang berlaku dan mempertimbangkan faktor pembayaran dividen serta pengembalian yang diharapkan pasar. Jika nilai GGM lebih tinggi dari harga pasar saat ini saham, maka saham tersebut dianggap dinilai terlalu rendah dan harus dibeli. Sebaliknya, jika nilainya lebih rendah dari harga pasar saat ini saham, maka saham tersebut dianggap dinilai terlalu tinggi dan harus dijual.

## Apa Saja Input untuk Model Pertumbuhan Gordon?

Tiga input dalam GGM adalah dividen per saham (DPS), tingkat pertumbuhan dividen per saham, dan tingkat pengembalian yang disyaratkan (RoR). DPS adalah pembayaran tahunan yang dilakukan perusahaan kepada pemegang saham ekuitas umumnya, sementara tingkat pertumbuhan DPS adalah tingkat kenaikan tahunan dalam dividen. Tingkat pengembalian yang disyaratkan adalah tingkat pengembalian minimum di mana investor akan membeli saham perusahaan.

## Apa Saja Kelemahan Model Pertumbuhan Gordon?

Keterbatasan utama GGM terletak pada asumsinya tentang pertumbuhan konstan dalam dividen per saham. Sangat jarang perusahaan menunjukkan pertumbuhan konstan dalam dividen mereka karena siklus bisnis dan kesulitan atau kesuksesan keuangan yang tidak terduga. Model ini oleh karena itu terbatas pada perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang stabil dalam dividen per saham. Masalah lain terjadi pada hubungan antara faktor diskonto dan tingkat pertumbuhan yang digunakan dalam model. Jika tingkat pengembalian yang disyaratkan lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dividen per saham, hasilnya adalah nilai negatif, membuat model tidak berguna. Juga, jika tingkat pengembalian yang disyaratkan sama dengan tingkat pertumbuhan, nilai per saham mendekati tak terhingga.

## Kesimpulan: Mengevaluasi Model Pertumbuhan Gordon

Model pertumbuhan Gordon adalah rumus populer yang digunakan untuk menemukan nilai intrinsik saham perusahaan. Jika hasil model lebih tinggi dari harga pasar saham, saham tersebut dianggap dinilai terlalu rendah dan berpotensi dibeli. Ketika hasil GGM lebih rendah dari harga perdagangan saat ini, saham tersebut dianggap dinilai terlalu tinggi dan harus dipertimbangkan untuk dijual.

Salah satu kekurangan model pertumbuhan Gordon adalah asumsinya bahwa pembayaran dividen selalu tumbuh pada tingkat konstan. Hal ini membuatnya hanya berguna ketika mempertimbangkan saham dari perusahaan-perusahaan tertentu yang dividennya sesuai dengan asumsi tersebut. Jika tingkat pengembalian yang disyaratkan lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dividen, hasilnya negatif dan tidak berguna.


## FAQ

**Apa itu Model Pertumbuhan Gordon (GGM)?**
Model Pertumbuhan Gordon (GGM) adalah rumus valuasi saham yang menentukan nilai intrinsik saham berdasarkan ekspektasi dividen masa depan yang tumbuh pada tingkat konstan.

**Apa saja input utama yang dibutuhkan untuk Model Pertumbuhan Gordon?**
Input utama untuk Model Pertumbuhan Gordon adalah dividen per saham (DPS), tingkat pertumbuhan dividen per saham, dan tingkat pengembalian yang disyaratkan (RoR).

**Kapan Model Pertumbuhan Gordon paling berguna?**
Model Pertumbuhan Gordon paling berguna untuk menganalisis perusahaan dengan pertumbuhan dividen yang stabil dan dapat diprediksi.

**Apa keterbatasan utama dari Model Pertumbuhan Gordon?**
Keterbatasan utama Model Pertumbuhan Gordon adalah asumsinya tentang pertumbuhan dividen yang konstan, yang jarang terjadi di dunia nyata, dan model ini tidak dapat digunakan jika tingkat pengembalian yang disyaratkan lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dividen.

**Apakah Model Pertumbuhan Gordon cocok untuk semua jenis saham?**
Tidak, Model Pertumbuhan Gordon hanya cocok untuk perusahaan yang secara teratur membayar dividen dan tidak dapat diandalkan untuk saham pertumbuhan yang cenderung menginvestasikan kembali laba mereka.