# Obligasi Imbal Hasil Tinggi: Panduan Lengkap

*English: High-Yield Bond: Definition, Types, and How to Invest*

> Pelajari obligasi imbal hasil tinggi (junk bonds), jenis, risiko, dan cara berinvestasi. Cocok untuk investor dengan toleransi risiko tinggi.

**Definisi:** Obligasi imbal hasil tinggi adalah sekuritas utang yang diterbitkan oleh perusahaan dengan peringkat kredit lebih rendah, menawarkan suku bunga lebih tinggi untuk mengimbangi risiko gagal bayar yang lebih besar.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/h/high_yield_bond

---

## Apa Itu Obligasi Imbal Hasil Tinggi?

Obligasi imbal hasil tinggi, yang sering disebut sebagai obligasi sampah (junk bonds), adalah sekuritas utang yang diterbitkan oleh perusahaan yang menawarkan suku bunga lebih tinggi karena peringkat kreditnya yang lebih rendah dibandingkan obligasi investasi. Meskipun memiliki potensi untuk memberikan imbal hasil yang menarik, obligasi ini juga melibatkan risiko yang lebih besar, termasuk kemungkinan gagal bayar yang lebih tinggi. Biasanya, obligasi imbal hasil tinggi diterbitkan oleh startup atau perusahaan padat modal dengan rasio utang yang besar. Beberapa obligasi imbal hasil tinggi dikenal sebagai "fallen angels", karena dulunya memiliki peringkat kredit yang lebih tinggi sebelum diturunkan.

### Poin Penting

Investopedia / NoNo Flores

## Seluk-Beluk Obligasi Imbal Hasil Tinggi

Obligasi imbal hasil tinggi, atau obligasi sampah, adalah obligasi korporasi yang mewakili utang yang diterbitkan oleh perusahaan dengan janji untuk membayar bunga dan mengembalikan pokok pada saat jatuh tempo. Obligasi sampah diterbitkan oleh perusahaan dengan kualitas kredit yang lebih buruk.

Obligasi dikarakterisasi oleh kualitas kreditnya dan terbagi menjadi salah satu dari dua kategori obligasi: investasi (investment grade) dan non-investasi (non-investment grade). Obligasi non-investasi, atau obligasi imbal hasil tinggi, memiliki peringkat kredit yang lebih rendah dari lembaga pemeringkat kredit terkemuka.

Sebuah obligasi dianggap non-investasi jika peringkatnya di bawah BB+ oleh Standard & Poor’s dan Fitch, atau Ba1 atau lebih rendah dari Moody’s. Obligasi dengan peringkat di atas level ini dianggap investasi. Peringkat kredit bisa serendah D (dalam gagal bayar), dan sebagian besar obligasi dengan peringkat C atau lebih rendah membawa risiko gagal bayar yang tinggi.

Obligasi imbal hasil tinggi biasanya dibagi menjadi dua subkategori:

## Manfaat Memilih Obligasi Imbal Hasil Tinggi

Investor memilih obligasi imbal hasil tinggi karena potensi imbal hasil yang lebih tinggi. Obligasi imbal hasil tinggi menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada obligasi investasi, kecuali jika terjadi gagal bayar. Biasanya, semakin berisiko obligasi tersebut, semakin tinggi imbal hasilnya. Teori portofolio modern menyatakan bahwa investor harus diberi kompensasi atas risiko yang lebih tinggi dengan ekspektasi imbal hasil yang lebih tinggi.

## Risiko dan Kekurangan Obligasi Imbal Hasil Tinggi

Obligasi imbal hasil tinggi dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi daripada obligasi investasi, tetapi juga datang dengan risiko seperti gagal bayar, volatilitas, suku bunga, dan masalah likuiditas.

### Memahami Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar itu sendiri adalah risiko paling signifikan bagi investor obligasi imbal hasil tinggi. Cara utama untuk mengatasi risiko gagal bayar adalah diversifikasi, tetapi itu membatasi strategi dan meningkatkan biaya bagi investor.

Dengan obligasi investasi, Anda dapat membeli langsung dari perusahaan atau pemerintah dan memegangnya. Memegang obligasi individu memungkinkan Anda membangun tangga obligasi (bond ladders) untuk mengelola risiko suku bunga. Investor sering kali dapat menghindari biaya yang terkait dengan dana dengan memegang obligasi individu. Namun, kemungkinan gagal bayar membuat obligasi individu lebih berisiko daripada berinvestasi dalam dana obligasi.

### Penting

Investor kecil mungkin ingin menghindari pembelian obligasi imbal hasil tinggi secara langsung karena risiko gagal bayar yang tinggi. Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan reksa dana obligasi imbal hasil tinggi biasanya merupakan pilihan yang lebih baik bagi investor ritel yang tertarik pada kelas aset ini karena keragamannya membantu mengurangi risiko.

### Menavigasi Volatilitas Tinggi

Secara historis, harga obligasi imbal hasil tinggi jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan rekan-rekan investasi mereka. Volatilitas pasar obligasi imbal hasil tinggi mirip dengan volatilitas pasar saham, berbeda dengan pasar obligasi investasi yang memiliki volatilitas jauh lebih rendah.

### Mengelola Risiko Suku Bunga

Semua obligasi menghadapi risiko suku bunga. Ini adalah risiko bahwa suku bunga pasar akan naik dan menyebabkan harga obligasi turun. Harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga suku bunga pasar.

Semakin lama jangka waktu obligasi, semakin tinggi risiko suku bunga karena ada lebih banyak waktu bagi suku bunga untuk berubah.

### Mengatasi Risiko Likuiditas

Aset likuid adalah aset yang dapat Anda jual dengan mudah untuk mendapatkan uang tunai. Ketika obligasi diperdagangkan secara sering, mereka memiliki likuiditas yang lebih tinggi. Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Anda tidak akan dapat menjual aset pada waktu dan dengan harga yang mencerminkan nilai sebenarnya dari obligasi tersebut.

Obligasi imbal hasil tinggi umumnya memiliki risiko likuiditas yang lebih tinggi daripada obligasi investasi. Bahkan reksa dana dan ETF obligasi imbal hasil tinggi pun membawa risiko likuiditas.

## Membandingkan Obligasi Investasi dengan Obligasi Non-Investasi

Anda biasanya dapat mengklasifikasikan obligasi menjadi investasi dan non-investasi. Obligasi dinilai oleh tiga lembaga pemeringkat utama: Moody’s, Standard & Poor’s, dan Fitch.

Ketika sebuah obligasi diberi peringkat Baa3 atau lebih tinggi oleh Moody’s atau BBB- atau lebih tinggi oleh Standard & Poor’s atau Fitch, itu dianggap investasi. Obligasi yang diberi peringkat Ba1 atau lebih rendah oleh Moody’s atau BB+ atau lebih rendah oleh Standard & Poor’s atau Fitch dianggap non-investasi.

Anda akan membutuhkan toleransi risiko yang lebih tinggi untuk berinvestasi dalam obligasi non-investasi.

## Berinvestasi dalam Obligasi Imbal Hasil Tinggi: Panduan Komprehensif

Anda dapat berinvestasi dalam obligasi imbal hasil tinggi dalam beberapa cara:

Dengan strategi terakhir, Anda membeli saham dana yang dikelola oleh manajer dana yang memilih obligasi mana yang akan disertakan.

Saat meneliti pilihan Anda dalam obligasi imbal hasil tinggi, Anda dapat membaca dokumen primer seperti prospektus obligasi, yang memberikan informasi tentang kesehatan keuangan perusahaan yang menerbitkan obligasi. Ini juga mencakup rencana perusahaan untuk menggunakan hasil obligasi, bersama dengan persyaratan dan risiko obligasi yang terlibat.

## Dampak Kenaikan Suku Bunga terhadap Obligasi Imbal Hasil Tinggi

Ketika suku bunga naik, nilai obligasi imbal hasil tinggi dapat turun karena obligasi yang lebih baru menawarkan imbal hasil yang lebih baik. Namun, kenaikan suku bunga juga dapat membantu obligasi imbal hasil tinggi karena suku bunga cenderung meningkat ketika ekonomi berekspansi, sehingga perusahaan yang menerbitkan obligasi dapat memperoleh manfaat dari peningkatan pengeluaran. Ini berarti bahwa obligasi ini akan memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah.

## Apa itu obligasi non-investasi?

Obligasi non-investasi adalah obligasi yang membayar imbal hasil lebih tinggi tetapi juga membawa lebih banyak risiko dan peringkat kredit yang lebih rendah daripada obligasi investasi. Obligasi non-investasi juga disebut obligasi imbal hasil tinggi atau obligasi sampah.

## Apakah obligasi BBB investasi?

Obligasi yang memiliki peringkat BBB dari Standard & Poor’s atau Fitch dianggap sebagai obligasi investasi, meskipun mereka adalah tingkatan terendah dari obligasi investasi. Obligasi non-investasi diberi peringkat BB+ hingga CC. (Moody’s menggunakan sistem peringkat yang berbeda.)

## Kesimpulan

Seperti halnya investasi apa pun, obligasi imbal hasil tinggi memiliki risiko dan imbalan untuk dipertimbangkan. Bagi investor dengan toleransi risiko tinggi, obligasi imbal hasil tinggi mungkin sesuai dengan tujuan investasi mereka. Obligasi ini dapat menawarkan imbal hasil yang lebih menarik, tetapi mereka membawa lebih banyak risiko dan peringkat kredit yang lebih rendah daripada obligasi investasi.

Pertimbangkan situasi keuangan pribadi Anda, termasuk pendapatan, kekayaan bersih, tujuan investasi, dan toleransi risiko Anda, saat memutuskan apakah obligasi imbal hasil tinggi tepat untuk Anda.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara obligasi imbal hasil tinggi dan obligasi investasi?**
Obligasi imbal hasil tinggi memiliki peringkat kredit yang lebih rendah dan menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi untuk mengkompensasi risiko gagal bayar yang lebih besar, sementara obligasi investasi memiliki peringkat kredit yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah.

**Apa risiko utama yang dihadapi investor obligasi imbal hasil tinggi?**
Risiko utama adalah gagal bayar, di mana penerbit obligasi tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran bunga atau pokoknya.

**Bagaimana cara terbaik bagi investor kecil untuk berinvestasi dalam obligasi imbal hasil tinggi?**
Investor kecil disarankan untuk berinvestasi melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) atau reksa dana obligasi imbal hasil tinggi karena diversifikasi dalam dana tersebut membantu mengurangi risiko gagal bayar individu.

**Apakah obligasi imbal hasil tinggi cocok untuk semua investor?**
Tidak, obligasi imbal hasil tinggi lebih cocok untuk investor dengan toleransi risiko yang tinggi karena potensi imbal hasil yang lebih tinggi datang dengan risiko yang lebih besar.