# Pengambilalihan Paksa: Panduan Lengkap

*English: Hostile Takeover Explained: What It Is, How It Works, and Examples*

> Pelajari apa itu pengambilalihan paksa, cara kerjanya, strategi pertahanan, dan contoh nyata dalam dunia keuangan.

**Definisi:** Pengambilalihan paksa adalah strategi akuisisi di mana satu entitas mengendalikan perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen perusahaan target.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/h/hostiletakeover

---

## Apa Itu Pengambilalihan Paksa?

Pengambilalihan paksa terjadi ketika suatu entitas mengambil kendali atas perusahaan yang bertentangan dengan keinginan manajemen perusahaan tersebut. Ini adalah strategi akuisisi yang mengharuskan entitas tersebut mengakuisisi dan mengendalikan lebih dari 50% saham berhak suara yang diterbitkan oleh perusahaan.

### Poin Penting

Investopedia / Matthew Collins

## Memahami Pengambilalihan Paksa

Pengambilalihan paksa memungkinkan pemegang saham mayoritas yang baru untuk mengendalikan bisnis yang diakuisisi. Perusahaan yang diakuisisi dalam pengambilalihan paksa disebut perusahaan target, sementara yang melakukan pengambilalihan disebut pengakuisisi. Alasan terjadinya pengambilalihan paksa, dari sudut pandang pihak pengakuisisi, sering kali sama dengan akuisisi atau merger lainnya, seperti:

Pengambilalihan paksa umumnya dimulai dengan salah satu dari dua cara:

### Penting

Williams Act tahun 1968 mengatur tender offer dan mengharuskan pengungkapan tender offer tunai.

## Pertahanan Terhadap Pengambilalihan Paksa

Untuk mencegah pengambilalihan yang tidak diinginkan, perusahaan dapat memiliki pertahanan preemptif atau menggunakan pertahanan reaktif untuk melawan. Beberapa pertahanan ini adalah:

### Differential Voting Rights (DVRs)

Untuk melindungi dari pengambilalihan paksa, perusahaan dapat menerbitkan saham dengan hak suara berbeda (DVRs), di mana beberapa saham memiliki kekuatan suara lebih besar daripada yang lain. Hal ini dapat mempersulit perolehan suara yang dibutuhkan untuk pengambilalihan paksa jika manajemen memiliki porsi saham yang cukup besar dengan kekuatan suara lebih besar. Saham dengan kekuatan suara lebih kecil juga dapat membayar dividen lebih tinggi, menjadikannya investasi yang lebih menarik.

### Employee Stock Ownership Program (ESOP)

Mendirikan program kepemilikan saham karyawan (ESOP) melibatkan penggunaan rencana yang memenuhi syarat pajak di mana karyawan memiliki kepentingan substansial dalam perusahaan. Karyawan mungkin lebih cenderung memilih bersama manajemen. Dengan demikian, ini bisa menjadi pertahanan yang berhasil.

Namun, skema semacam itu telah menarik pengawasan di masa lalu. Dalam beberapa kasus, pengadilan telah membatalkan ESOP defensif dengan alasan bahwa rencana tersebut dibuat untuk kepentingan manajemen, bukan pemegang saham.

### Crown Jewel

Dalam pertahanan crown jewel, ketentuan dalam anggaran dasar perusahaan mengharuskan penjualan aset yang paling berharga jika terjadi pengambilalihan paksa, sehingga membuatnya kurang menarik sebagai peluang pengambilalihan. Ini sering dianggap sebagai salah satu garis pertahanan terakhir.

### Poison Pill

Taktik pertahanan ini secara resmi dikenal sebagai shareholder rights plan. Ini memungkinkan pemegang saham yang ada untuk membeli saham yang baru diterbitkan dengan diskon jika satu pemegang saham telah membeli lebih dari persentase saham yang ditentukan, yang mengakibatkan dilusi kepentingan kepemilikan perusahaan pengakuisisi. Pembeli yang memicu pertahanan, biasanya perusahaan pengakuisisi, dikecualikan dari diskon.

Ada dua jenis pertahanan poison pill: flip-in dan flip-over.

Flip-in memungkinkan pemegang saham yang ada untuk membeli saham baru dengan diskon jika seseorang mengakumulasi jumlah saham tertentu dari perusahaan target. Perusahaan pengakuisisi dikecualikan dari penjualan, dan kepentingan kepemilikannya menjadi terdilusi.

Strategi flip-over memungkinkan pemegang saham perusahaan target untuk membeli saham perusahaan pengakuisisi dengan harga diskon besar jika pengambilalihan berhasil, yang menghukum perusahaan pengakuisisi dengan mendilusi ekuitasnya.

Istilah poison pill sering digunakan secara luas untuk mencakup berbagai pertahanan, termasuk penerbitan utang tambahan, yang bertujuan untuk membuat target kurang menarik, dan opsi saham kepada karyawan yang berlaku saat merger.

### Strategi Lainnya

Terkadang, manajemen perusahaan akan bertahan melawan pengambilalihan paksa yang tidak diinginkan dengan menggunakan beberapa strategi kontroversial, seperti people poison pill, golden parachute, atau Pac-Man defense.

People poison pill mengatur pengunduran diri personel kunci jika terjadi pengambilalihan paksa, sementara golden parachute melibatkan pemberian tunjangan kepada anggota tim eksekutif target (bonus, pesangon, opsi saham, di antaranya) jika mereka diberhentikan sebagai akibat dari pengambilalihan. Pertahanan Pac-Man melibatkan perusahaan target yang secara agresif membeli saham di perusahaan yang mencoba pengambilalihan.

## Contoh Pengambilalihan Paksa

Pengambilalihan paksa bisa menjadi proses yang sulit dan panjang, dan upaya sering kali berakhir tidak berhasil. Misalnya, investor aktivis miliarder Carl Icahn melakukan tiga tawaran terpisah untuk mengakuisisi raksasa barang rumah tangga Clorox pada tahun 2011, yang menolak semuanya dan memperkenalkan rencana hak pemegang saham baru sebagai pertahanannya. Dewan Clorox bahkan mengesampingkan upaya proxy fight Icahn, dan upaya tersebut akhirnya berakhir dalam beberapa bulan tanpa pengambilalihan.

Contoh pengambilalihan paksa yang berhasil adalah akuisisi perusahaan farmasi Sanofi (SNY) terhadap Genzyme. Genzyme memproduksi obat untuk pengobatan kelainan genetik langka, dan Sanofi melihat perusahaan tersebut sebagai cara untuk berekspansi ke industri niche dan memperluas penawaran produknya. Setelah tawaran pengambilalihan ramah tidak berhasil karena Genzyme menolak tawaran Sanofi, Sanofi langsung mendatangi pemegang saham, membayar premi untuk saham tersebut, menambahkan contingent value rights, dan akhirnya mengakuisisi Genzyme.

## Bagaimana Pengambilalihan Paksa Dilakukan?

Cara untuk mengambil alih perusahaan lain termasuk tender offer, proxy fight, dan pembelian saham di pasar terbuka. Tender offer memerlukan mayoritas pemegang saham untuk menerima. Proxy fight bertujuan untuk mengganti sebagian besar anggota dewan perusahaan target yang tidak kooperatif. Pengakuisisi juga dapat memilih untuk sekadar membeli cukup banyak saham perusahaan di pasar terbuka untuk mengambil kendali.

## Bagaimana Manajemen Dapat Mencegah Pengambilalihan Paksa?

Salah satu cara untuk mencegah pengambilalihan paksa adalah dengan menerbitkan saham dengan hak suara yang berbeda, seperti menerbitkan kelas saham dengan hak suara lebih sedikit dan dividen lebih tinggi. Saham-saham ini menjadi investasi yang menarik, sehingga lebih sulit untuk menghasilkan suara yang dibutuhkan untuk pengambilalihan paksa, terutama jika manajemen memiliki mayoritas saham dengan hak suara lebih besar.

## Apa Itu Poison Pill?

Poison pill, yang secara resmi dikenal sebagai shareholder rights plan, adalah pertahanan umum terhadap pengambilalihan paksa. Ini datang dalam berbagai bentuk.

## Apa Saja Pertahanan Lain untuk Pengambilalihan Paksa?

Perusahaan dapat menggunakan strategi crown jewel, golden parachute, dan Pac-Man untuk mempertahankan diri dari pengambilalihan paksa.

## Intinya

Pengambilalihan paksa adalah di mana suatu pihak mencoba membeli saham berhak suara yang mengendalikan suatu perusahaan atau mempengaruhi pemegang saham untuk memilih keluar manajemen saat ini dan menggantinya. Pengambilalihan paksa terjadi karena pihak pengakuisisi percaya bahwa perusahaan mungkin dinilai terlalu rendah, atau mereka ingin mengakses atau memiliki merek, operasi, teknologi, atau pijakan industri perusahaan. Ini juga bisa menjadi langkah strategis oleh investor aktivis yang ingin melakukan perubahan dalam operasi perusahaan.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan pengambilalihan paksa?**
Pengambilalihan paksa adalah ketika satu pihak mencoba membeli saham berhak suara yang mengendalikan perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen perusahaan tersebut.

**Bagaimana cara kerja pengambilalihan paksa?**
Pengambilalihan paksa dapat dilakukan melalui tender offer, proxy fight, atau dengan membeli saham di pasar terbuka hingga mencapai kepemilikan mayoritas.

**Apa saja contoh pertahanan terhadap pengambilalihan paksa?**
Beberapa pertahanan meliputi Differential Voting Rights (DVRs), Employee Stock Ownership Program (ESOP), Crown Jewel, dan Poison Pill.

**Apakah semua upaya pengambilalihan paksa berhasil?**
Tidak, banyak upaya pengambilalihan paksa yang berakhir tidak berhasil karena berbagai alasan, termasuk pertahanan yang efektif dari perusahaan target.

**Mengapa perusahaan melakukan pengambilalihan paksa?**
Alasan umum meliputi keyakinan bahwa perusahaan target dinilai terlalu rendah, keinginan untuk mengakses aset atau pasar baru, atau sebagai langkah strategis oleh investor aktivis.