# Aset Terdegradasi: Pengertian, Penyebab, dan Cara Pencatatannya

*English: Impaired Asset: Meaning, Causes, How to Test, and How to Record*

> Pelajari apa itu aset terdegradasi, penyebabnya, cara mengujinya, dan bagaimana mencatatnya dalam laporan keuangan perusahaan.

**Definisi:** Aset terdegradasi adalah aset perusahaan seperti mesin, properti, atau paten yang nilainya telah menurun secara signifikan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/i/impairedasset

---

## Apa Itu Aset Terdegradasi?

Aset terdegradasi adalah mesin, peralatan, real estat, paten, atau aset perusahaan lainnya yang nilainya telah hilang.

Aset harus ditinjau secara berkala untuk menentukan nilai saat ini guna memastikan laporan keuangan perusahaan secara akurat mencerminkan nilainya, dan setiap penyesuaian harus dicatat dengan benar. Degradasi aset penting untuk akurasi keuangan dan pengambilan keputusan, memastikan perusahaan tidak melaporkan angka yang sudah usang.

Melebih-lebihkan nilai aset dapat secara keliru merepresentasikan kesehatan keuangan perusahaan, yang mengarah pada masalah regulasi, hilangnya kepercayaan investor, dan strategi bisnis yang buruk. Pelaporan nilai aset yang akurat memastikan transparansi, perencanaan yang lebih baik, dan kemampuan beradaptasi.

Jake Shi / Investopedia

## Cara Kerja Aset Terdegradasi

Sebagian besar aset kehilangan nilainya seiring waktu, tetapi tidak semua penurunan berarti aset tersebut terdegradasi. Degradasi aset terkait dengan peristiwa spesifik, seperti penurunan pasar, kemajuan teknologi, atau inefisiensi bisnis.

Misalnya, mesin yang rusak dan memerlukan perbaikan tidak kehilangan nilainya selamanya, hanya perlu diperbaiki. Di sisi lain, mesin yang menjadi usang karena teknologi baru akan dianggap terdegradasi.

Degradasi aset terjadi pada aset berwujud (bangunan/mesin) dan aset tidak berwujud (paten/goodwill).

Untuk menentukan apakah suatu aset terdegradasi, perusahaan harus membandingkan nilai bukunya dengan jumlah yang dapat dipulihkannya. Nilai buku adalah jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan, sedangkan nilai yang dapat dipulihkan adalah nilai pasar yang lebih tinggi atau arus kas yang diharapkan dihasilkan oleh aset tersebut. Jika nilai buku lebih tinggi, maka aset tersebut terdegradasi, dan ini perlu disesuaikan dalam catatan keuangan.

Valuasi aset yang akurat sangat penting untuk kesehatan keuangan. Hal ini juga penting bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya yang membuat keputusan berdasarkan ekspektasi data keuangan yang benar. Jika nilai perusahaan dilebih-lebihkan, hal ini dapat menimbulkan konsekuensi negatif yang drastis bagi semua pihak yang terlibat.

## Alasan Degradasi Aset

Berbagai faktor eksternal atau internal umumnya menyebabkan degradasi aset. Berikut adalah beberapa alasan paling umum untuk degradasi aset:

## Cara Menguji Degradasi Aset

Untuk memastikan valuasi aset yang benar, bisnis harus menguji degradasi aset secara berkala. Menilai kinerja yang buruk atau penurunan nilai pasar adalah indikator yang membantu untuk menentukan apakah suatu aset terdegradasi.

Jika suatu aset mungkin terdegradasi, bisnis perlu menentukan jumlah yang dapat dipulihkan dari aset tersebut. Ini bisa berupa nilai wajarnya (harga jualnya) atau nilai penggunaannya (nilai kini dari arus kas masa depan yang diharapkan dihasilkan dari aset tersebut).

Setelah jumlah yang dapat dipulihkan diketahui, bandingkan dengan nilai buku aset. Jika nilai buku aset lebih tinggi dari jumlah yang dapat dipulihkan, aset tersebut terdegradasi. Jika terdegradasi, nilainya perlu disesuaikan.

Nilai baru disesuaikan pada neraca, dan kerugian degradasi perlu dicatat pada laporan laba rugi, yang mengurangi laba bersih.

## Contoh Aset Terdegradasi

Misalnya, Truck Drivers Inc. adalah perusahaan logistik yang telah bergerak dalam layanan pengiriman truk selama 50 tahun. Perusahaan selalu memiliki permintaan yang kuat dan memberikan layanan pengiriman yang sangat baik kepada pelanggannya. Saat ini perusahaan memiliki armada truk pengiriman senilai $500.000.

Namun, dalam lima tahun terakhir, Truck Drivers mengalami penurunan pendapatan yang signifikan karena kehilangan pangsa pasar ke perusahaan pengiriman yang lebih baru yang menggunakan layanan pengiriman berorientasi teknologi. Hal ini memungkinkan perusahaan-perusahaan ini untuk menyediakan layanan pengiriman yang lebih efisien dengan biaya lebih rendah. Truck Drivers tidak mampu mengimbangi teknologi baru.

Karena persaingan baru, nilai armada menurun hingga jumlah yang dapat dipulihkan adalah $200.000; jauh lebih rendah dari nilai buku $500.000. Dengan demikian, perusahaan perlu mencatat kerugian degradasi aset sebesar $300.000.

Kerugian degradasi sebesar $300.000 dicatat pada laporan laba rugi perusahaan, mengurangi laba bersih untuk periode tersebut. Selain itu, nilai buku truk sebesar $200.000 dicatat pada neraca.

Dengan memperhitungkan degradasi truk, perusahaan secara akurat merepresentasikan kondisi keuangannya dengan tidak melebih-lebihkan nilai aset, yang penting bagi regulator, analis, dan investor.

## Standar Akuntansi: GAAP dan IFRS

Dua metode akuntansi utama yang digunakan secara global adalah Generally Accepted Accounting Principles (GAAP), yang terutama digunakan di AS, dan International Financial Reporting Standards (IFRS), yang terutama digunakan di seluruh dunia, seperti Kanada, Australia, Uni Eropa, dan Korea Selatan.

Perlakuan degradasi aset ditangani secara berbeda tergantung pada metode akuntansi yang digunakan. Degradasi aset di bawah GAAP adalah proses yang sedikit lebih rumit yang menggunakan dua tahap.

Pertama, degradasi perlu ditentukan dengan membandingkan nilai buku aset dengan arus kas masa depan yang diharapkan. Jika nilai buku lebih tinggi dari arus kas, aset tersebut terdegradasi. Selanjutnya, kerugian degradasi perlu dihitung, yaitu selisih antara nilai buku aset dan nilai wajarnya.

Di bawah IFRS, bisnis perlu menentukan selisih antara nilai buku aset dan jumlah yang dapat dipulihkannya. Jumlah yang dapat dipulihkan bisa berupa nilai wajar atau nilai penggunaannya. Sama seperti GAAP, jika nilai buku lebih tinggi, aset tersebut terdegradasi.

## Membandingkan Degradasi dan Depresiasi

Degradasi dapat disalahartikan dengan depresiasi karena keduanya mewakili penurunan nilai aset; namun, ada perbedaan penting di antara keduanya.

Depresiasi jauh lebih terstruktur karena merupakan pengurangan nilai aset yang terorganisir dan bertahap selama masa pakainya. Proses ini terjadi setiap tahun untuk mewakili keausan alami aset. Bisnis menyadari hal ini sebelumnya dan dimasukkan sebagai bagian dari akuntansi bisnis.

Sebaliknya, degradasi adalah penurunan nilai aset yang tidak terencana karena keadaan yang tidak terduga, baik internal maupun eksternal. Kerugian tak terduga ini perlu diperhitungkan segera dan tidak disesuaikan secara berkelanjutan seperti depresiasi.

## Intinya

Mengenali degradasi aset penting untuk akurasi keuangan dan transparansi bisnis. Berbeda dengan depresiasi, yang merupakan penurunan nilai yang direncanakan dan bertahap, degradasi aset adalah penurunan nilai aset yang tidak terduga karena faktor-faktor yang tidak terduga. Dengan menilai nilai aset secara berkala, perusahaan dapat menghindari melebih-lebihkan nilainya, yang membangun kepercayaan investor dan mematuhi peraturan.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan aset terdegradasi?**
Aset terdegradasi adalah aset perusahaan seperti mesin, properti, atau paten yang nilainya telah menurun secara signifikan karena berbagai faktor.

**Apa saja penyebab umum aset terdegradasi?**
Penyebab umum meliputi penurunan pasar, kemajuan teknologi yang membuat aset usang, atau inefisiensi operasional perusahaan.

**Bagaimana cara menguji apakah suatu aset terdegradasi?**
Perusahaan membandingkan nilai buku aset dengan jumlah yang dapat dipulihkannya, yang merupakan nilai pasar tertinggi atau nilai kini dari arus kas masa depan yang diharapkan.

**Apa perbedaan antara aset terdegradasi dan depresiasi?**
Depresiasi adalah penurunan nilai aset yang terencana dan bertahap selama masa pakainya, sedangkan degradasi adalah penurunan nilai yang tidak terduga akibat peristiwa tak terduga.

**Bagaimana aset terdegradasi dicatat dalam laporan keuangan?**
Jika aset terdegradasi, kerugian dicatat pada laporan laba rugi, dan nilai aset disesuaikan pada neraca sesuai dengan jumlah yang dapat dipulihkannya.