# Industrialisasi Substitusi Impor (ISI): Definisi dan Sejarah

*English: Import Substitution Industrialization (ISI): Definition, History, and Examples*

> Pelajari tentang Industrialisasi Substitusi Impor (ISI), strategi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada negara maju dengan mengembangkan industri domestik.

**Definisi:** Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) adalah strategi ekonomi yang berfokus pada pengembangan industri domestik untuk mengurangi ketergantungan pada negara maju.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/i/importsubstitutionindustrialization

---

## Apa Itu Industrialisasi Substitusi Impor (ISI)?

Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) adalah strategi ekonomi di mana negara-negara berkembang berupaya mengurangi ketergantungan pada negara-negara maju dengan membina industri domestik. Kebijakan ini, yang menonjol pada abad ke-20, bertujuan untuk mengembangkan ekonomi yang mandiri. Meskipun awalnya efektif, ISI menghadapi tantangan di dekade-dekade berikutnya, yang mengarah pada pergeseran menuju kebijakan yang digerakkan oleh pasar.

## Cara Kerja Industrialisasi Substitusi Impor (ISI)

Tujuan utama dari teori substitusi industrialisasi yang diterapkan adalah untuk melindungi, memperkuat, dan menumbuhkan industri lokal. Hal ini dicapai dengan menggunakan taktik seperti tarif, kuota impor, dan pinjaman pemerintah.

Negara-negara yang menerapkan teori ini berusaha untuk memperkuat saluran produksi untuk setiap tahap pengembangan produk.

### Penting

ISI berlawanan langsung dengan konsep keunggulan komparatif yang terjadi ketika negara-negara berspesialisasi dalam memproduksi barang dengan biaya peluang yang lebih rendah dan mengekspornya.

## Tinjauan Sejarah Industrialisasi Substitusi Impor (ISI)

Meskipun ISI adalah kebijakan abad ke-20, akarnya dapat ditelusuri kembali ke abad ke-18. Para ekonom seperti Alexander Hamilton dan Friedrich List mendukungnya.

Negara-negara di Amerika Latin, Afrika, dan sebagian Asia pertama kali mengadopsi ISI untuk membangun kemandirian dengan menciptakan pasar internal. Subsidi untuk industri kunci seperti listrik dan pertanian, serta promosi nasionalisasi dan proteksionisme, mendukung keberhasilan ISI.

Negara-negara berkembang mulai menolak ISI pada tahun 1980-an dan 1990-an karena liberalisasi pasar global dan penyesuaian struktural oleh IMF dan Bank Dunia.

## Teori Ekonomi Kunci di Balik Industrialisasi Substitusi Impor (ISI)

Teori ISI bergantung pada berbagai kebijakan pembangunan. Fondasinya terdiri dari argumen industri infant, tesis Singer-Prebisch, dan ekonomi Keynesian. Sekelompok praktik dapat diturunkan dari perspektif ekonomi ini:

Berkaitan dan terjalin dengan ISI adalah aliran ekonomi strukturalis. Dikonseptualisasikan dalam karya-karya ekonom idealis dan profesional keuangan seperti Hans Singer, Celso Furtado, dan Octavio Paz, aliran ini menekankan pentingnya mempertimbangkan fitur struktural suatu negara atau masyarakat dalam analisis ekonomi. Ini termasuk faktor politik, sosial, dan institusional lainnya.

Fitur penting adalah hubungan ketergantungan yang sering dimiliki negara-negara berkembang dengan negara-negara maju. Teori ekonomi strukturalis semakin populer melalui United Nations Economic Commission for Latin America (ECLA atau CEPAL, akronimnya dalam bahasa Spanyol). Strukturalisme Amerika Latin telah menjadi sinonim untuk era ISI yang berkembang pesat di berbagai negara Amerika Latin dari tahun 1950-an hingga 1980-an.

## Studi Kasus: Aplikasi Sukses Industrialisasi Substitusi Impor (ISI)

ECLA didirikan pada tahun 1950 dengan bankir sentral Argentina, Raul Prebisch, sebagai sekretaris eksekutifnya. Prebisch menguraikan interpretasi transisi Amerika Latin yang berkembang pesat dari pertumbuhan yang dipimpin ekspor primer ke pembangunan industri-urban yang berorientasi internal dalam sebuah laporan. Laporan itu menjadi "dokumen pendiri strukturalisme Amerika Latin," mengutip satu makalah akademis. Laporan itu menjadi manual virtual untuk industrialisasi substitusi impor.

Terinspirasi oleh Prebisch, banyak negara Amerika Latin mengadopsi beberapa bentuk ISI di tahun-tahun berikutnya. Negara-negara seperti Argentina, Brasil, dan Meksiko akhirnya memproduksi produk-produk canggih seperti mesin, elektronik, dan pesawat terbang secara domestik.

Penerapan ISI berhasil dalam beberapa hal, tetapi memang menyebabkan inflasi tinggi dan masalah ekonomi lainnya. Banyak negara Amerika Latin mencari pinjaman dari IMF dan Bank Dunia ketika masalah-masalah ini diperburuk oleh stagnasi dan krisis utang luar negeri pada tahun 1970-an. Negara-negara ini harus meninggalkan kebijakan proteksionis ISI mereka dan membuka pasar mereka untuk perdagangan bebas atas desakan lembaga-lembaga ini.

## Bagaimana Cara Kerja Tarif?

Tarif bekerja seperti pajak. Ini bisa berupa tarif tetap yang dikenakan pada satu barang atau persentase dari nilai barang tersebut. Tarif biasanya ditemukan di pasar perdagangan internasional. Tarif umum digunakan sebagai cara untuk melindungi produsen domestik dan ekonomi negara.

## Apa Saja Contoh Kebijakan Perdagangan Proteksionis?

Kebijakan perdagangan proteksionis adalah undang-undang yang memblokir atau membatasi perdagangan internasional. Tarif adalah contoh kebijakan proteksionis begitu juga kuota impor yang membatasi berapa banyak produk yang dapat diimpor oleh suatu negara.

## Apa Itu Ekonomi Keynesian?

Konsep Ekonomi Keynesian dikreditkan kepada ekonom Inggris John Maynard Keynes. Ekonomi Keynes mencakup teori bahwa individu menabung lebih banyak selama resesi tetapi ini merugikan ekonomi yang sakit. Keynes juga percaya bahwa menurunkan suku bunga tidak akan meningkatkan permintaan produk. Mungkin yang paling penting, ia berpendapat bahwa lebih banyak pengeluaran pemerintah akan menyelamatkan ekonomi dari masa-masa ekonomi yang sulit.

## Kesimpulan

Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) adalah kebijakan ekonomi yang diadopsi oleh negara-negara berkembang untuk mencapai kemandirian dengan membina industri domestik agar bersaing dengan barang impor. Diterapkan melalui tarif, kuota impor, dan subsidi, ISI bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada negara-negara maju. Namun, negara-negara mulai menolak ISI pada tahun 1980-an dan 1990-an karena munculnya liberalisasi yang digerakkan oleh pasar dan kaitannya dengan masalah ekonomi seperti inflasi tinggi dan stagnasi. Meskipun awalnya berhasil dalam membangun industri lokal, ISI pada akhirnya menghadapi tantangan yang menyebabkan penurunannya. Memahami konteks sejarah dan dampak ISI menawarkan pelajaran berharga bagi negara-negara yang menavigasi kebijakan industri dan perdagangan.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Industrialisasi Substitusi Impor (ISI)?**
Tujuan utama ISI adalah untuk melindungi, memperkuat, dan menumbuhkan industri lokal guna mengurangi ketergantungan pada negara-negara maju.

**Bagaimana cara kerja ISI?**
ISI bekerja melalui taktik seperti tarif, kuota impor, dan pinjaman pemerintah untuk memperkuat saluran produksi domestik.

**Mengapa negara-negara berkembang mulai menolak ISI?**
Negara-negara berkembang mulai menolak ISI pada tahun 1980-an dan 1990-an karena liberalisasi pasar global dan penyesuaian struktural oleh IMF dan Bank Dunia, serta masalah ekonomi seperti inflasi tinggi dan stagnasi.

**Apa saja teori ekonomi yang mendasari ISI?**
Teori ekonomi yang mendasari ISI meliputi argumen industri infant, tesis Singer-Prebisch, dan ekonomi Keynesian.

**Apa contoh kebijakan proteksionis yang terkait dengan ISI?**
Contoh kebijakan proteksionis yang terkait dengan ISI adalah tarif dan kuota impor.