# Interpolasi: Alat Penting Analis Keuangan

*English: Understanding Interpolation: A Tool for Investors and Analysts*

> Pelajari interpolasi, metode statistik estimasi nilai tak diketahui di antara data yang ada, penting bagi analis dan investor.

**Definisi:** Interpolasi adalah metode statistik untuk memperkirakan nilai yang tidak diketahui di antara titik data yang diketahui.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/i/interpolation

---

## Apa Itu Interpolasi?

Interpolasi adalah metode statistik untuk memperkirakan nilai yang tidak diketahui di antara titik data yang diketahui. Dalam investasi, ini membantu analis mengukur harga atau imbal hasil menggunakan data pasar yang ada, sering divisualisasikan melalui grafik garis dalam analisis teknikal.

Berbeda dengan ekstrapolasi, yang memproyeksikan di luar data yang diketahui, interpolasi berfokus di dalam rentang data. Digunakan sejak zaman kuno oleh astronom dan matematikawan, ini tetap menjadi alat penting untuk menafsirkan tren dan membuat perkiraan yang terinformasi.

### Poin Penting

## Bagaimana Interpolasi Bekerja dalam Analisis Keuangan

Investor menggunakan interpolasi untuk membuat titik data perkiraan baru di antara titik data yang diketahui pada sebuah grafik. Grafik yang mewakili aksi harga dan volume sekuritas adalah contoh di mana interpolasi dapat digunakan. Meskipun algoritma komputer umumnya menghasilkan titik data ini saat ini, konsep interpolasi bukanlah hal baru. Interpolasi digunakan di zaman kuno, terutama oleh astronom di Mesopotamia dan Asia Minor untuk mengisi kesenjangan dalam pengamatan planet.

Ada beberapa jenis interpolasi formal, termasuk interpolasi linear, interpolasi polinomial, dan interpolasi konstan piecewise. Analis keuangan menggunakan kurva imbal hasil yang diinterpolasi untuk memplot grafik yang mewakili imbal hasil obligasi atau nota Treasury AS yang baru diterbitkan dengan jatuh tempo tertentu. Jenis interpolasi ini membantu analis mendapatkan wawasan tentang ke mana pasar obligasi dan ekonomi mungkin menuju di masa depan.

### Penting

Interpolasi tidak boleh dikelirukan dengan ekstrapolasi, yang mengacu pada perkiraan titik data di luar rentang data yang dapat diamati. Ekstrapolasi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menghasilkan hasil yang tidak akurat dibandingkan dengan interpolasi.

## Contoh Praktis Interpolasi Linear

Jenis interpolasi yang paling mudah dan paling umum adalah interpolasi linear. Jenis interpolasi ini berguna jika seseorang mencoba memperkirakan nilai sekuritas atau suku bunga untuk titik di mana tidak ada data.

Misalnya, mari kita asumsikan kita melacak harga sekuritas selama periode waktu tertentu. Kita akan menyebut garis di mana nilai sekuritas dilacak sebagai fungsi f(x). Kita akan memplot harga saham saat ini selama serangkaian titik yang mewakili momen waktu. Jadi, jika kita mencatat f(x) untuk Agustus, Oktober, dan Desember, titik-titik itu akan direpresentasikan secara matematis sebagai x Aug, x Oct, dan x Dec, atau x 1, x 3, dan x 5.

Karena berbagai alasan, kita mungkin ingin mengetahui nilai sekuritas selama bulan September, bulan yang datanya tidak kita miliki. Kita dapat menggunakan algoritma interpolasi linear untuk memperkirakan nilai f(x) pada titik plot x Sep, atau x 2 yang muncul dalam rentang data yang ada.

## Keterbatasan dan Kritik Penggunaan Interpolasi

Salah satu kritik terbesar terhadap interpolasi adalah bahwa meskipun merupakan metodologi yang cukup sederhana yang telah ada sejak lama, ia kurang presisi. Interpolasi di Yunani kuno dan Babilonia terutama berfokus pada prediksi astronomi yang akan membantu petani mengatur waktu strategi penanaman mereka untuk meningkatkan hasil panen.

Meskipun pergerakan benda-benda langit dipengaruhi oleh banyak faktor, mereka masih lebih cocok untuk ketidakpresisian interpolasi daripada volatilitas saham yang diperdagangkan secara publik yang sangat bervariasi dan tidak dapat diprediksi. Namun demikian, dengan banyaknya data yang terlibat dalam analisis sekuritas, interpolasi pergerakan harga yang besar cukup tak terhindarkan.

Sebagian besar grafik yang mewakili sejarah saham sebenarnya banyak diinterpolasi. Regresi linear digunakan untuk membuat kurva yang kira-kira mewakili variasi harga sekuritas. Bahkan jika grafik yang mengukur saham selama satu tahun mencakup titik data untuk setiap hari dalam setahun, seseorang tidak akan pernah bisa mengatakan dengan keyakinan penuh di mana saham akan dinilai pada saat tertentu.

## Jenis Interpolasi Apa yang Digunakan dalam Analisis Teknikal?

Dalam analisis teknikal, ada dua jenis interpolasi utama: interpolasi linear dan interpolasi eksponensial. Interpolasi linear menghitung rata-rata dua titik data yang berdekatan dengan menggambar garis lurus terbaik. Sebaliknya, interpolasi eksponensial menghitung rata-rata tertimbang dari titik data yang berdekatan, yang dapat menyesuaikan volume perdagangan atau kriteria lainnya.

## Bagaimana Interpolasi Digunakan dalam Perdagangan?

Trader dapat menggunakan jenis interpolasi tertentu (juga disebut smoothing) untuk mewakili rentang pergerakan harga tinggi-rendah di antara serangkaian cetakan harga penutupan. Ini dilakukan dengan membuat garis regresi linear melalui titik tertinggi dan terendah dari grafik dua hari seperti yang ditunjukkan di atas. Kemudian, kemiringan garis regresi sesuai dengan (kira-kira) bentuk pergerakan harga selama hari-hari berturut-turut tersebut. Kemiringan ini kemudian dapat digunakan sebagai perkiraan untuk moving average (MA) dari rentang tinggi-rendah. Jika harga diperdagangkan di atas garis regresi (dari moving average), maka trader dapat berasumsi rentang rendah akan mendukung harga yang lebih tinggi. Di sisi lain, jika harga turun di bawah moving average, rentang rendah dianggap mendukung harga yang lebih rendah.

## Apa Itu Interpolasi vs. Ekstrapolasi?

Interpolasi memperkirakan nilai yang tidak diketahui yang berada di antara dua atau lebih titik data yang diketahui, mengisi kekosongan. Sebaliknya, ekstrapolasi memperluas titik data yang diketahui ke luar.

## Intinya

Interpolasi adalah metode statistik untuk memperkirakan nilai yang tidak diketahui di antara titik data yang diketahui, membantu analis memvisualisasikan tren harga sekuritas dan membangun kurva imbal hasil.

Berbeda dengan ekstrapolasi, yang memproyeksikan di luar data yang diketahui dan membawa lebih banyak risiko, interpolasi menawarkan wawasan yang lebih aman, meskipun kurang presisi, dalam rentang yang ada. Terlepas dari keterbatasan di pasar yang fluktuatif, ini tetap merupakan teknik yang teruji waktu yang berasal dari peradaban kuno, memungkinkan trader untuk mengisi kesenjangan data dan membuat keputusan yang lebih terinformasi.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara interpolasi dan ekstrapolasi?**
Interpolasi memperkirakan nilai di antara titik data yang diketahui, sedangkan ekstrapolasi memperkirakan nilai di luar rentang data yang diketahui.

**Mengapa interpolasi penting bagi analis keuangan?**
Interpolasi membantu analis memperkirakan harga atau imbal hasil menggunakan data pasar yang ada, memvisualisasikan tren, dan membuat perkiraan yang terinformasi.

**Apa saja jenis interpolasi yang umum digunakan?**
Jenis yang umum meliputi interpolasi linear, interpolasi polinomial, dan interpolasi konstan piecewise.

**Apa keterbatasan utama interpolasi?**
Salah satu kritik utama adalah kurangnya presisi, terutama dalam pasar yang sangat fluktuatif seperti saham.

**Bagaimana interpolasi digunakan dalam analisis teknikal?**
Dalam analisis teknikal, interpolasi linear dan eksponensial digunakan untuk memperkirakan nilai di antara titik data yang diketahui pada grafik harga sekuritas.