# Manajemen Persediaan: Definisi, Cara Kerja, Metode, dan Contoh

*English: Inventory Management: Definition, How It Works, Methods, and Examples*

> Pelajari manajemen persediaan, proses pemesanan, penyimpanan, penggunaan, dan penjualan stok barang perusahaan. Temukan metode dan contohnya.

**Definisi:** Manajemen persediaan adalah proses perusahaan dalam memesan, menyimpan, menggunakan, dan menjual stok barangnya, termasuk bahan baku, komponen, dan produk jadi.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/i/inventory_management

---

## Apa Itu Manajemen Persediaan?

Manajemen persediaan perusahaan mengacu pada proses pemesanan, penyimpanan, penggunaan, dan penjualan stok barangnya. Ini mencakup bahan baku, komponen, dan produk jadi, serta pergudangan dan pemrosesan item-item ini. Ada berbagai metode manajemen persediaan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya, tergantung pada kebutuhan perusahaan.

Investopedia / Alex Dos Diaz

## Manfaat Manajemen Persediaan

Persediaan perusahaan adalah salah satu asetnya yang paling berharga. Di sektor ritel, manufaktur, jasa makanan, dan sektor lain yang padat persediaan, input perusahaan (seperti bahan baku) dan produk jadi adalah inti bisnisnya. Kekurangan persediaan saat dan di mana dibutuhkan bisa sangat merugikan.

Persediaan juga bisa menjadi beban. Semakin lama tersimpan, semakin besar risiko kerusakan, pencurian, cacat, atau perubahan permintaan pelanggan. Perusahaan harus mengasuransikannya, menyimpannya, dan jika tidak terjual tepat waktu, harus didiskon untuk clearance-atau bahkan dihancurkan.

Karena alasan ini, manajemen persediaan penting bagi bisnis dari semua ukuran. Mengetahui kapan harus mengisi kembali stok, berapa jumlah yang harus dibeli atau diproduksi, dan kapan harus menjual serta dengan harga berapa bisa menjadi keputusan yang kompleks. Bisnis kecil sering kali melacak stok secara manual dan menentukan titik pemesanan ulang dan kuantitas menggunakan rumus spreadsheet (Excel). Bisnis yang lebih besar mungkin menggunakan perangkat lunak enterprise resource planning (ERP) khusus. Perusahaan terbesar menggunakan aplikasi software as a service (SaaS) yang sangat disesuaikan. Perusahaan juga memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan proses ini.

Strategi manajemen persediaan yang tepat bervariasi tergantung pada industri. Depot minyak dapat menyimpan persediaan dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama, memungkinkan mereka menunggu permintaan meningkat jika perlu. Meskipun penyimpanan minyak mahal dan berisiko-kebakaran di Inggris pada tahun 2005 menyebabkan kerugian jutaan pound dan denda-tidak ada risiko persediaan akan rusak atau ketinggalan zaman. Untuk bisnis yang menangani barang yang mudah rusak atau produk yang permintaannya sensitif terhadap waktu, seperti kalender 2024 atau item fast-fashion, misalnya, menyimpan persediaan bukanlah pilihan, dan salah memperkirakan waktu atau jumlah pesanan bisa mahal.

Bagi perusahaan dengan rantai pasokan dan proses manufaktur yang kompleks, menyeimbangkan risiko kelebihan dan kekurangan persediaan sangatlah sulit. Untuk mencapai keseimbangan ini, mereka dapat menggunakan beberapa metode manajemen persediaan, termasuk just-in-time (JIT) dan materials requirement planning (MRP).

### Penting

Beberapa perusahaan, seperti firma jasa keuangan, tidak memiliki persediaan fisik sehingga mereka mengandalkan manajemen proses layanan.

## Akuntansi untuk Persediaan

Untuk tujuan akuntansi, persediaan mewakili aset lancar, karena perusahaan biasanya bermaksud menjual barang jadinya dalam waktu singkat, biasanya tidak lebih dari satu tahun. Persediaan harus dihitung atau diukur secara fisik sebelum dapat dimasukkan ke dalam neraca. Perusahaan sering kali memelihara sistem manajemen persediaan yang canggih yang mampu melacak tingkat persediaan secara real time.

Persediaan dapat dihitung dengan beberapa cara: metode biaya masuk pertama keluar pertama (FIFO); metode biaya masuk terakhir keluar pertama (LIFO); atau metode biaya rata-rata tertimbang. Akun persediaan biasanya terdiri dari empat kategori terpisah:

## Metode Manajemen Persediaan

Tergantung pada jenis bisnis atau produk yang terlibat, perusahaan dapat menggunakan berbagai metode manajemen persediaan. Ini termasuk manufaktur just-in-time (JIT), materials requirement planning (MRP), economic order quantity (EOQ), dan days sales of inventory (DSI).

Meskipun ada metode lain, keempat metode tersebut adalah yang paling umum digunakan untuk mengelola persediaan. Berikut cara kerja masing-masing.

### 1. Manajemen Just-in-Time (JIT)

Model manufaktur dan manajemen persediaan ini berasal dari Jepang pada tahun 1960-an dan 1970-an. Toyota Motor (TM) dikreditkan dengan kontribusi terbesar pada pengembangannya. JIT memungkinkan perusahaan menghemat uang secara signifikan dan mengurangi limbah dengan membeli dan menyimpan hanya persediaan yang mereka butuhkan untuk memproduksi dan menjual produk dalam jangka waktu tertentu. Pendekatan ini mengurangi biaya penyimpanan dan asuransi, serta biaya likuidasi atau pembuangan persediaan berlebih.

Manajemen persediaan JIT bisa berisiko. Jika permintaan melonjak secara tak terduga, produsen mungkin tidak dapat memperoleh persediaan yang mereka butuhkan untuk memenuhi permintaan tersebut, merusak reputasi mereka di mata pelanggan dan mengalihkan bisnis ke pesaing. Bahkan penundaan terkecil pun bisa mengganggu; jika input utama tidak tiba "tepat waktu", dapat terjadi hambatan.

### 2. Materials Requirement Planning (MRP)

Metode manajemen persediaan ini bergantung pada perkiraan penjualan, yang berarti produsen mengandalkan catatan penjualan terperinci untuk mengantisipasi kebutuhan persediaan mereka dan mengkomunikasikan kebutuhan tersebut kepada pemasok tepat waktu. Misalnya, produsen ski yang menggunakan sistem persediaan MRP mungkin memastikan bahwa bahan seperti plastik, fiberglass, kayu, dan aluminium tersedia berdasarkan perkiraan pesanan. Ketidakmampuan untuk memperkirakan penjualan secara akurat dan merencanakan akuisisi persediaan akan mengakibatkan ketidakmampuan produsen untuk memenuhi pesanan.

### 3. Economic Order Quantity (EOQ)

Model Economic Order Quantity (EOQ) membantu bisnis menentukan ukuran batch ideal, atau jumlah unit yang harus dipesan atau diproduksi sekaligus, untuk meminimalkan biaya persediaan. Model manajemen persediaan ini mengasumsikan permintaan pelanggan yang stabil, dan biaya persediaan dalam model ini mencakup biaya penyimpanan dan biaya penyiapan.

Model EOQ berusaha untuk memastikan bahwa jumlah persediaan yang tepat dipesan per batch sehingga perusahaan tidak perlu sering melakukan pemesanan, dan tidak ada kelebihan persediaan yang tersimpan. Model ini mengasumsikan ada keseimbangan antara biaya penyimpanan persediaan dan biaya penyiapan persediaan, dan total biaya persediaan diminimalkan ketika biaya penyiapan dan biaya penyimpanan keduanya diminimalkan.

### 4. Days Sales of Inventory (DSI)

Rasio keuangan ini menunjukkan rata-rata waktu dalam hari yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah persediaannya, termasuk barang yang sedang dalam proses, menjadi penjualan. DSI juga dikenal sebagai rata-rata usia persediaan, days inventory outstanding (DIO), days in inventory (DII), days sales in inventory, atau days inventory dan diinterpretasikan dalam berbagai cara.

Menunjukkan likuiditas persediaan, angka ini mewakili berapa hari stok persediaan perusahaan saat ini akan bertahan. Umumnya, DSI yang lebih rendah lebih disukai karena menunjukkan durasi yang lebih pendek untuk menghabiskan persediaan, meskipun rata-rata DSI bervariasi dari satu industri ke industri lain.

## Bendera Merah Manajemen Persediaan

Jika perusahaan sering mengganti metode akuntansi persediaannya tanpa alasan yang dapat dibenarkan, kemungkinan besar manajemennya mencoba melukiskan gambaran yang lebih cerah daripada kenyataan.

Penghapusan persediaan yang sering dapat berarti bahwa perusahaan mengalami masalah dalam menjual barang jadinya atau dengan usangnya persediaan. Hal ini juga dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan untuk tetap kompetitif dan membuat produk yang menarik bagi konsumen di masa depan.

## Apa 4 Jenis Utama Manajemen Persediaan?

Empat jenis utama manajemen persediaan adalah manajemen just-in-time (JIT), materials requirement planning (MRP), economic order quantity (EOQ), dan days sales of inventory (DSI). Setiap metode mungkin bekerja dengan baik untuk jenis bisnis tertentu dan kurang baik untuk yang lain.

## Bagaimana Tim Cook Menggunakan Manajemen Persediaan di Apple?

CEO Apple Tim Cook dikenal karena fokusnya pada manajemen persediaan. "Persediaan itu seperti produk susu," katanya pernah dikutip. "Tidak ada yang mau membeli susu basi." Di antara inovasi lainnya, Cook membawa praktik manufaktur just-in-time ke Apple, dilaporkan mengurangi waktu perputaran persediaannya dari berbulan-bulan menjadi hanya lima hari pada tahun 2012.

## Apa Contoh Manajemen Persediaan?

Mari kita lihat contoh sistem persediaan just-in-time (JIT). Dengan metode ini, perusahaan bertujuan untuk menerima barang sedekat mungkin dengan waktu mereka benar-benar dibutuhkan. Jadi, jika produsen mobil perlu memasang kantung udara di mobil mereka, mereka mengatur untuk menerima kantung udara tersebut saat mobil datang ke jalur perakitan alih-alih menyimpan stoknya setiap saat.

## Intinya

Manajemen persediaan adalah proses memastikan bisnis memiliki produk yang tepat, dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat. Memesan terlalu sedikit, dan rak akan kosong dan penjualan hilang. Memesan terlalu banyak, dan produk akan menumpuk, mengikat uang tunai, dan mungkin perlu didiskon atau dibuang. Karena setiap bisnis berbeda-seorang pemasok suku cadang mobil tidak sama dengan toko roti-tidak ada satu cara "sempurna" untuk mengelola persediaan. Kuncinya adalah memilih pendekatan yang paling sesuai dengan bisnis dan produknya. Melakukan hal ini dengan benar dapat membuat perbedaan besar dalam profitabilitas dan kesuksesan keseluruhan.


## FAQ

**Apa saja manfaat utama dari manajemen persediaan yang efektif?**
Manajemen persediaan yang efektif membantu perusahaan menghindari kekurangan stok yang merugikan, mengurangi risiko kerusakan atau keusangan barang, mengoptimalkan penggunaan modal yang terikat pada persediaan, dan meningkatkan efisiensi operasional.

**Bagaimana metode Just-in-Time (JIT) bekerja dalam manajemen persediaan?**
Metode JIT melibatkan penerimaan bahan baku dan komponen hanya sesaat sebelum dibutuhkan untuk produksi, sehingga meminimalkan jumlah persediaan yang disimpan dan mengurangi biaya terkait.

**Apa yang diukur oleh rasio Days Sales of Inventory (DSI)?**
DSI mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah persediaannya menjadi penjualan, yang mengindikasikan likuiditas persediaan.

**Mengapa perusahaan perlu melakukan penghitungan fisik persediaan?**
Penghitungan fisik persediaan diperlukan untuk tujuan akuntansi agar nilai persediaan dapat dicatat dengan akurat di neraca perusahaan.

**Apakah semua perusahaan memerlukan manajemen persediaan fisik?**
Tidak, perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, misalnya, tidak memiliki persediaan fisik dan lebih mengandalkan manajemen proses layanan.