# ETF Terbalik: Alternatif Jual Rugi untuk Pasar Menurun

*English: Understanding Inverse ETFs: Differences from Short Selling & Key Insights*

> Pahami ETF Terbalik (Inverse ETF), cara kerjanya, bedanya dengan jual rugi, dan risikonya untuk strategi jangka pendek.

**Definisi:** ETF Terbalik adalah reksa dana yang dirancang untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan pasar dengan menggunakan instrumen derivatif.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/i/inverse_etf

---

## Memahami ETF Terbalik: Perbedaan dengan Jual Rugi & Wawasan Kunci

ETF Terbalik dirancang untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan pasar dengan menggunakan derivatif, menawarkan investor alternatif selain jual rugi tradisional. Berbeda dengan jual rugi langsung, dana ini tidak memerlukan akun margin dan memiliki risiko serta biaya pengelolaan spesifik bagi investor, menjadikannya lebih cocok untuk perdagangan strategis jangka pendek.

ETF terbalik juga dikenal sebagai "Short ETF" atau "Bear ETF."

### Poin Penting

## Cara Kerja ETF Terbalik

Banyak ETF terbalik menggunakan kontrak berjangka harian untuk imbal hasil. Kontrak berjangka adalah kontrak untuk membeli atau menjual aset atau sekuritas pada waktu dan harga yang ditetapkan. Kontrak berjangka memungkinkan investor bertaruh pada arah harga sekuritas.

ETF terbalik menggunakan derivatif seperti kontrak berjangka untuk bertaruh pada penurunan pasar. Jika pasar turun, ETF terbalik naik dengan persentase yang kira-kira sama dikurangi biaya dan komisi dari broker.

ETF terbalik bukanlah investasi jangka panjang karena kontrak derivatif dibeli dan dijual setiap hari oleh manajer dana. Dengan demikian, ETF terbalik mungkin tidak sesuai dengan kinerja jangka panjang indeks atau saham yang dilacak. Perdagangan yang sering terjadi seringkali meningkatkan biaya dana, dan beberapa ETF terbalik dapat memiliki rasio biaya 1% atau lebih.

ETF terbalik memungkinkan investor menghasilkan uang ketika pasar atau indeks acuan turun.

ETF terbalik dapat membantu investor melakukan lindung nilai (hedge) portofolio investasi mereka.

Ada banyak ETF terbalik untuk sebagian besar indeks pasar utama.

ETF terbalik dapat menyebabkan kerugian dengan cepat jika investor salah bertaruh pada arah pasar.

ETF terbalik yang dipegang lebih dari satu hari dapat menyebabkan kerugian.

Biaya yang lebih tinggi ada pada ETF terbalik dibandingkan dengan ETF tradisional.

## Perbandingan ETF Terbalik dengan Jual Rugi

ETF terbalik tidak memerlukan akun margin, tidak seperti posisi jual rugi. Akun margin adalah akun di mana broker meminjamkan uang kepada investor untuk berdagang. Margin digunakan dengan jual rugi, aktivitas perdagangan lanjutan.

Investor yang melakukan posisi jual rugi meminjam sekuritas—mereka tidak memilikinya—sehingga mereka dapat menjualnya kepada pedagang lain. Tujuannya adalah untuk membeli kembali aset dengan harga lebih rendah dan menyelesaikan perdagangan dengan mengembalikan saham kepada pemberi pinjaman margin. Namun, ada risiko nilai sekuritas naik, memaksa pembelian kembali dengan harga lebih tinggi.

Selain akun margin, menjual ETF secara rugi memerlukan biaya pinjaman saham yang dibayarkan kepada broker untuk meminjam saham yang diperlukan untuk dijual rugi. Tingkat minat jual rugi yang tinggi dapat membuat saham sulit ditemukan dan meningkatkan biaya jual rugi. Dalam banyak kasus, biaya meminjam saham untuk dijual rugi dapat melebihi 3% dari jumlah yang dipinjam, itulah sebabnya pedagang yang tidak berpengalaman dapat dengan cepat terjebak.

ETF terbalik seringkali memiliki rasio biaya di bawah 2% dan tersedia untuk siapa saja yang memiliki akun pialang. Meskipun ada rasio biaya, masih lebih mudah dan lebih murah bagi investor untuk mengambil posisi di ETF terbalik daripada menjual saham individu secara rugi.

## Menjelajahi Berbagai Jenis ETF Terbalik

Ada beberapa ETF terbalik yang dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan indeks pasar luas, seperti Russell 2000 atau Nasdaq 100. Ada juga ETF terbalik yang berfokus pada sektor tertentu, seperti keuangan, energi, atau barang konsumsi pokok.

Beberapa investor menggunakan ETF terbalik untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan pasar, sementara yang lain melakukan lindung nilai portofolio mereka terhadap penurunan harga. Misalnya, pemilik ETF S&P 500 dapat melakukan lindung nilai dengan membeli ETF terbalik untuk S&P 500. Namun, lindung nilai juga memiliki risiko. Jika S&P naik, investor mungkin harus menjual ETF terbalik mereka karena mereka akan mengalami kerugian yang dapat mengimbangi keuntungan apa pun dalam investasi S&P asli mereka.

ETF terbalik adalah instrumen perdagangan jangka pendek yang harus diatur waktunya dengan sempurna agar investor dapat menghasilkan uang. Ada risiko kerugian yang signifikan jika investor mengalokasikan terlalu banyak uang ke ETF terbalik dan waktu masuk serta keluar mereka buruk.

## Memahami ETF Terbalik Ganda dan Tiga Kali Lipat

ETF berleveraged adalah dana yang menggunakan derivatif dan utang untuk memperbesar imbal hasil indeks acuan. Biasanya, harga ETF naik atau turun secara satu-satu dibandingkan dengan indeks yang dilacaknya. ETF berleveraged dirancang untuk meningkatkan imbal hasil menjadi 2:1 atau 3:1 dibandingkan dengan indeks.

ETF terbalik berleveraged menggunakan konsep yang sama dengan produk berleveraged dan bertujuan untuk memberikan imbal hasil yang diperbesar ketika pasar sedang turun. Misalnya, jika S&P turun 2% dalam sehari, ETF terbalik berleveraged 2X akan memberikan imbal hasil harian positif 4% kepada investor tidak termasuk biaya dan komisi.

## Contoh Praktis ETF Terbalik dalam Aksi

ProShares Short S&P 500 (SH) memberikan eksposur terbalik ke perusahaan besar dan menengah di S&P 500. Rasio biayanya adalah 0,88% dan aset bersihnya sekitar $1,93 miliar pada Q4 2023. ETF terbalik ini bertujuan untuk memberikan taruhan perdagangan satu hari dan tidak dirancang untuk dipegang lebih dari satu hari.

Pada 2 November 2023, S&P naik 1,07%, dan sebagai hasilnya, saham SH turun 1,07% sebagai gantinya, dari $14,88 menjadi $14,72. Jika investor berinvestasi di SH selama hari kenaikan pasar tersebut, mereka akan mengalami kerugian.

## Bagaimana Cara Kerja ETF Terbalik?

ETF terbalik menggunakan berbagai derivatif seperti kontrak berjangka, swap, dan opsi untuk mengambil posisi jual rugi pada indeks acuan. Mereka juga melakukan penyeimbangan kembali setiap hari untuk mempertahankan hubungan terbalik seiring pergerakan pasar setiap hari perdagangan.

## Mengapa Pedagang Membeli ETF Terbalik?

Pedagang dapat menggunakan ETF terbalik untuk mendapatkan keuntungan dari atau melakukan lindung nilai terhadap penurunan di pasar tertentu. Pedagang jangka pendek juga dapat menggunakannya untuk berspekulasi pada pergerakan ke bawah.

## Mengapa ETF Terbalik Hanya Ditujukan untuk Periode Kepemilikan Singkat?

Karena mereka melakukan penyeimbangan kembali setiap hari, ETF terbalik seringkali menyimpang dari kinerja terbalik aktual dalam jangka waktu yang lebih lama. Mereka juga mengkompilasi kerugian di pasar yang bergejolak dan cenderung naik. Memang, ETF terbalik cenderung menurun nilainya seiring waktu terlepas dari apakah pasar acuan naik atau turun. Karena itu, ETF terbalik adalah produk kompleks yang ditujukan untuk pedagang aktif, bukan investasi beli dan tahan jangka panjang.

## Ringkasan: Wawasan Kunci tentang ETF Terbalik

ETF terbalik memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan dari atau melakukan lindung nilai terhadap penurunan pasar dengan bergerak berlawanan dengan indeks acuan setiap hari, menggunakan derivatif seperti kontrak berjangka dan opsi. Instrumen keuangan ini cocok untuk strategi jangka pendek dan tidak direkomendasikan untuk investasi jangka panjang karena mekanisme reset harian yang dapat mengakibatkan penyimpangan dari kinerja terbalik aktual pasar dari waktu ke waktu.

Penyeimbangan kembali harian dapat memperbesar kerugian, terutama di pasar yang bergejolak atau cenderung naik, meningkatkan potensi risiko. Oleh karena itu, ETF terbalik lebih cocok untuk pedagang aktif yang berpengalaman daripada investor ritel rata-rata, yang mungkin tidak siap menghadapi kompleksitas dan risiko yang terlibat.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara ETF Terbalik dan jual rugi tradisional?**
ETF Terbalik tidak memerlukan akun margin dan lebih mudah diakses, sementara jual rugi tradisional memerlukan akun margin dan melibatkan peminjaman sekuritas.

**Mengapa ETF Terbalik tidak cocok untuk investasi jangka panjang?**
ETF Terbalik melakukan penyeimbangan kembali setiap hari, yang dapat menyebabkan penyimpangan dari kinerja terbalik aktual indeks dalam jangka panjang dan mengkompilasi kerugian di pasar yang bergejolak.

**Bagaimana ETF Terbalik menghasilkan keuntungan?**
ETF Terbalik menggunakan derivatif seperti kontrak berjangka untuk bertaruh pada penurunan pasar; jika pasar turun, nilai ETF terbalik naik.

**Apa risiko utama menggunakan ETF Terbalik?**
Risiko utama adalah kerugian cepat jika arah pasar salah, dan potensi kerugian yang diperbesar jika dipegang lebih dari satu hari atau di pasar yang bergejolak.

**Siapa yang paling cocok menggunakan ETF Terbalik?**
ETF Terbalik lebih cocok untuk pedagang aktif dan berpengalaman yang memahami kompleksitas dan risiko untuk strategi jangka pendek.